MENU

Tuesday, 20 November 2012

Kisah Dua Musim


Kisah  Dua Musim
By : Nyi Penengah Dewanti

Hujan pernah berjanji 
Sesekali akan datang mengunjungi 

Sang kemarau menanti dengan doa yang ia hiba

Kepada langit, ia tak pernah jengah menengadah
Kepada awan, ia menerawang warnanya 
Belum berubah juga, masih putih belum kelabu
Pasti hujan kan penuhi janji, belanya halus

Tapi hujan tak pernah meluruh 

Pun tak ada tanda-tanda, 
Kemarau tetap setia
Menunggu belahan jiwanya

Hingga selembar daun jatuh

Berbisik di sela retakan tanah yang meradang
“Ada salam rindu untukmu, kemarau”
“Benarkah, Peri daun?”
“Lihatlah, kekasihmu di atas sana, menuliskannya di atas tubuhku, bacalah”
Kemarau tersipu malu-malu 

Tanah merekah yang pongah, memincingkan matanya 

Tidak suka, 
“Apa katanya!”
“Dia akan mengunjungiku, segera”
“Kau terlalu bodoh, mintalah bukti jangan janji-janji”
Kemarau melenguh lemas, ia yakin dengan kata hatinya

Bunyi gemuruh dari jauh bersahutan

Cetar! Cetar! Cetar! Petir-petir menyambar
Suara benda jatuh dari langit membebas turun
Basah, rinainya … rintiknya …
Melodinya melanggamkan nyanyian alam
Semerdu rindu yang sedang bertalu

Valais, Hong Kong 
20/11/2012/ 6:03 pm


Menara Bambu ; Taipo

Ini perjalananku bersama beberapa sahabatku kemarin ke menara bambu, nggak banyak foto yang diambil sih gara-gara hapeku ngedrop batrenya. Sementara belum sempat ngeblutoth via hape *hiks ... setidaknya ada beberapa jepretan lah ya, yang terekam abadi dalam ponsel bapuk saya :p *ngasi kode biar ada yang ngebeliin :p 

Step pertama kami melewati jembatan dengan genting hijau, beginilah penampakannya :
Modelnya kakak angkat saya :">
namanya Joice Eliva 


Setelah ini kami menuju tempat parkiran sepeda :D dan tancap gas menuju lokasi menara bambu yang harus ditempuh yah kira-kira setengah jam naik sepeda, untung yang ngeboncengin aku nggak mau diajak gantian. Jadi sepanjang perjalanan aku ngebonceng melulu :D *enakkkk 
Saya kasih liat penampakan kedua sahabat saya yang sedang bersepeda :D *tringtring 


Nggak sempat mengedit nih poto :D
ini model depan si Kurnia, berjilbab ungu :D
yang nongol tetep eksis mbag Joice :p
nyepeda aja mina dipoto mereka berdua,
giliran saya yang minta di foto hasilnya burem *tsahhhh 


Sepanjang jalur lintasan sepeda
keren banget deh, deket pantai gitu.
Sayang semuanya di kasih pagar gitu, jadi nggak bisa bermain air


Kita lurus terus mpe ada jembatan orange itu, lurus terus
masih nyeberang jalan juga lalu belok ke kanan
dan masih jauhhhhhhh :D



Taraaaaaa ini saya
penampakan menara bambu dari jauh
kita harus naik tangga pertangga buat menuju atasnya tuh
*Keisengankuu :p
ada sejoli yang sedang berpose, aku ambil aja, bagus sih,
ini lantai papan menuju menara bambu

yukkk ke atasssssss ....
Hureeeeee
kita sampe atas juga nih :D
sayang berpagar, jadi ga keliatan banget pemandangan lautnya

puncaknya ...
taraaaaaaaa
Subhanallah indah nian bukan?
ada gunung, ada laut, ada pepohonan, sempurna ciptaanNya
tapi jarak tempuhnya harus siap capek ya :D

hayukk ke sini siapa mau ?
siap jadi guide tanpa bayaran deh :p
karena udah sore, jadi kita harus turun
sempat motret senja juga

cekidot ya ....

SenjaMu Sempurna

Tuhan , Engkau sempurna Yang Tersempurna
Cintamu bukan kiasan semata
Cintamu abadi dalam jiwa, raga, dan alam yang sesungguhnya

kami, hanyalah setitik kecil rinai hujan
terkadang jatuh tepat di atas tanah
pun berlarian terbawa angin
Engkau Sempurna Yang Tersempurna


tak ada kekaguman selain kepadamu 
Tuhanku, Yang Tercinta

Tulisan ini dibuat untuk Giveaway Cerita di Bawal Langit loh! Ayo ikutan juga….

Klik ini  :3

Thursday, 18 October 2012

Order Yuk : Antologi "Sepanjang Masa"

Antologi ke 83 ♥ Alhamdulillah
Judul : Sepanjang Masa
(Kumpulan Kisah dan Puisi Tentang Orangtua)

Penulis: Nyi Penengah Dewanti, Chinglai Li, Nenny Makmun, dkk.
Desain Sampul: Akbar Bisul

Pemerhati Aksara: Tha Artha
ISBN: 978-602-18312-3-6
Penerbit: 27 Aksara
Harga: Rp.44.000 (Belum termasuk Ongkir)

Jika ada orang yang mencintai kita tanpa pamrih, mereka adalah orang tua. Ibu tak pernah mengharap imbalan setelah sembilan bulan kita di kandungan kemudian tumbuh dan dibesarkan. Ayah tak pernah meminta dibayar atas jerih payah serta perjuangannya mencari nafkah. Jika ada cinta yang tak henti mengalir sepanjang masa, itu adalah cinta mereka, orang tua kita.

Maka kini dengan cinta pula kita mengabadikan mereka, dua orang yang darahnya mengaliri darah kita. Dengan cinta kita mencoba merekam jejak mereka, jejak cinta sepanjang masa.

Buku ini sudah bisa dipesan di 27 Aksara atau sms ke 0812 73 207 828 dengan FORMAT: SM_Jumlah Buku/Paket_Nama_ Alamat Lengkap_No.HP

Khusus Sampai 29 Oktober 2012:

Harga Pre-Order: Rp.40.000,- (Belum Ongkir)
Kontributor: Rp.35.200,- (Belum Ongkir)
Paket1: Sepanjang Masa + MONI = Rp. 60.000,- (Belum Ongkir)
Paket2: Sepanjang Masa + Pejuang Hati = Rp.75.000,- (Belum Ongkir)
Paket3: Sepanjang Masa + MONI + Pejuang Hati = Rp. 100.000,- (Bebas Ongkir Indonesia)

Ongkir:
Sumsel: Rp. 15.000,-
Luar Sumsel: Rp. 20.000,-

Pemesanan dan Transfer setelah tanggal 29 Oktober 2012 dikenakan harga normal

Wednesday, 26 September 2012

Kontes Kenangan : Lebaran di Ranah Rantau



Lebaran tahun 2012 ini saya merasa lebih beruntung dari 3 tahun sebelumnya, karena 3 tahun yang terlewati membuat saya tidak bisa merasakan bagaimana rasanya sholat ID, bersalam-salaman, dan bertemu dengan orang-orang senasib seperjuangan, atau sekadar mengalunkan takbir berjamaa'ah.

Tahun ini tahun keberuntungan, karena tidak lama lagi saya akan menyandang status sebagai alumni sebuah lulusan universitas kehidupan. Dalam balutan jilbab dan gaun panjang, aku dan sahabatku Mei berangkat naik kereta menuju lapangan di distrik Shatin. Di Hong Kong tempat sholat ID dipisah menjadi beberapa tempat, karena waktu dan keadaan yang tidak mendukung untuk bisa sampai di Causeway Bay pada jam yang sudah disepakati pukul 9:00 pagi berlangsungnya sholat, apalagi yang siang baru bisa keluar libur otomatis mereka meniadakan untuk ikut sholat, apadaya namanya juga ikut orang. Maka saya memilih tempat terdekat Shatin, juga sebagai sarana berkumpulnya temu silaturahmi dengan teman-teman.

30 menit kami sampai, lalu mencari tempat, panitia-panitia membantu kami meratakan shaf. Gema takbir mulai mengudara membelah padang yang luasnya tak seberapa besar ini, awan-awan terlihat cerah menanungi kami, sejuk, tanpa panas. Aku dan Mei dan ratusan perantau melafal takbir, dada berdebar, hati bergetar, mata mulai nanar, dan bibir gemetar. Mei sudah mengusap matanya dengan sebuah tisu. Aku tersenyum, dan menatapnya hangat.

"Aku nggak kuat, Nduk," katanya di sela isak tangis. Aku menatap ke arah imam dan ratusan orang yang masih terus datang berlalu lalang mencari tempat untuk sholat.

"Aku seperti udah kebal Ce," kataku membalas, "tahunan di rantau membuat semuanya seperti terbiasa."

Yup! tidak pernah ada yang spesial di hari lebaran. Ibuku menerima tawaran bosnya untuk ikut ke Jogja, karena dua rewang bosnya mudik. Kakak tertuaku laki-laki juga ke Jogja melewati malam takbiran dan lebaran bersama temannya, adik kecilku yang juga cowok memilih pergi ke Solo menginap di rumah sahabat, yang juga tetangga dekat kami. Ayah ...? no body's know where are you now? but we trust,  God will save you Dad ... tahun-tahun lebaran tanpa keluarga yang utuh, pagi sekali aku sudah menelepon ibuku meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang pernah kulakukan sengaja atau pun tidak. Suara ibu tertahan berganti isak halus, nadanya menjadi bindeng, dan terlihat sesekali menarik sesak hidungnya yang penuh lendir bening penyebab tangisan. Aku masih bergeming tidak bisa menangis, entah terbuat apa hatiku ini, aku berpamitan pada ibuku, daripada lama-lama membuatnya lebih meneteskan air mata.

Sholat ID selesai, kami mencari tempat untuk berteduh menggelar plastik yang telah dibeli di warung dekat rumah untuk digelar. Kami menemukan tempat yang pas di bawah jembatan, masing-masing dari kami membawa masakan sendiri-sendiri lalu menyantapnya bersama. Aku memasak kupat dan bakwan, temanku yang lain membawa pecel, berkedel, opor, sambel goreng, kare ayam, dan beberapa menu lain yang kami nikmati bersama-sama. Setidaknya kebersamaan ini menjadikan kami lebih bisa saling melengkapi tanpa keluarga yang sebenarnya ada di sisi. Setelah perut kenyang, satu per satu temanku menelepon ke kampung halamannya, dari wajah yang sumringah, bercampur tangis, dan sembab mewarnai raut muka mereka. Aku menatap tersenyum,  berilah kekuatan untuk jiwa-jiwa yang tabah Tuhan, kuatkanlah dinding pertahanan rindu yang bersemayam dalam-dalam, desisku dalam hati.

Sejauh apa pun perjalanan, berapapun mil jarak yang membentang, kita selalu butuh rumah untuk berpulang. Dalam dadanya, setiap lembut belainya, kepala ini sering kali ingin melesak seterusnya, karena di sanalah tempat ternyaman yang paling sempurna; pelukmu Bunda, kasih sayang, dan cintamu tak pernah tertandingi oleh sesuatu apa pun di dunia.

Gaung takbir melafal dari bibir, semoga Engkau mengampuni dosa-dosa yang pernah kami ukir, Ya Rabbku ...

Ketupat bikinanku, yeeaaa .... 

Sholat ID belum mulai jadi bisa jepra-jepret dulu :D

Panitia masih ngelurusin shaf-shaf 

Shatin Park, tempat berlangsungnya sholat ID

Jembatan itu yang aku tuju untuk duduk-duduk bersama teman-temanku

View belakang jembatan

Agak sorean mendung datang, untung kita di bawah jembatan  jaga-jaga kalau hujan datang

Ada kakek-kakek mancing setelah hujan, tuh kan tanahnya basah :D iseng motret abis viewnya cakep

Kalo diedit diterangin bagus banget ini :D belum sempet jadi seadanya, normal but sempurna kan? Inilah beberapa kenangan pada saat lebaran ID yang sempat terekam dengan tulisan dan gambaran, happy idul fitri, mohon maaf lahir dan batin :)

Tulisan ini dikutkan dalam rangka "Kontes Kenangan"
Blog Sumiyati-Raditcelluler
Wish me luck, bismillah 




Tuesday, 18 September 2012

Review : Dunia Trisa

Judul: Dunia Trisa - Pergilah Kemana Mimpi Membawamu
Penulis: Eva Sri Rahayu
Editor: Herlina P. Dewi
Tebal: 296 halaman
Harga: 40.000

Sinopsis:

Trisa, seorang wanita enerjik berumur 25 tahun, sangat terobsesi menjadi akrtis terkenal. Sayangnya, dunia entertainment yang penuh persaingan, seperti tidak memberinya kesempatan. Hal itu hampir membuatnya frustrasi.

Status DO dari tempat kuliahnya sudah disandang sejak dia sibuk casting dimana-mana. Hubungan rumitnya dengan tiga laki-laki semakin membuat hidupnya kalang kabut. Bian, seorang vokalis band terkenal yang menganggap Trisa sebagai cewek gampangan. Desta, sahabat setia sekaligus orang yang mencintainya dengan tulus, didepaknya hanya karena Desta bukan selebriti. Dan terakhir, Adam, manajernya sendiri. Hampir saja Trisa memilih Adam, seandainya saja dia bukan pria yang dicintai Errie, seorang sutradara yang akhirnya bisa mengangkat karirnya. Di tengah masalah yang menimpanya, dia juga harus kehilangan sahabat terbaiknya.


Mampukah Trisa bertahan? Apakah Trisa bisa meraih semua mimpinya? Dan, siapakah sebenarnya pria yang mampu merebut hatinya?
=======================================================================

Review by Nyi Penengah Dewanti


Kisah yang sederhana tapi membekas, Trisa itu wanita ceroboh, kuat, mandiri, enerjik, dalam mewujudkan mimpinya. Dari proposal yang ditolak dosen pembimbing, berantem sama sahabat, dunia seni peran yang belum berpihak padanya, saingan dengan seorang bintang papan atas yang nol skill akting, juga gebetan yang hanya memanfaatkan dirinya. Segudang cobaan hidup Trisa, sebanding dengan orang-orang yang mencintainya, sahabat yang sempurna, manager yang bertanggungjawab, dan keluarga yang menyayanginya. Pertama baca saya sebel banget sama Trisa, udah ditolongin sama Desta malah nyolot maki-maki di depan kantin kampus, alhasil persahabatan mereka retak hingga Trisa lulus kuliah dan bertemu Desta lagi dalam keadaan Trisa turun pamor dari dunia artis karena dijebak oleh Bian; seorang vocalis band papan atas yang redup aura starnya. di saat Trisa jadi bintang dia ikut ngebonceng pupularitas Trisa, karena dulu mereka pernah dekat, di saat susahnya, Trisa dihempasin gitu aja. Selain Trisa wanita yang kuat, ia juga pribadi yang ceroboh, apa yang ada dipikirannya sekarang nggak bisa dipengaruhi orang lain, padahal itu belum tentu yang terbaik buat dirinya, nasihat dari sahabatnya dan Adam diabaikan. Adam; manager yang Trisa cinta seperti mengabaikan dia, mungkin profesional atau ada hal lain? ternyata usut punya usut, Erri; seorang sutradara yang mengangkat karir Trisa pernah berhubungan dengan Adam. Apakah cinta Trisa bertepuk sebelah tangan? tapi kenapa waktu Trisa diajak nikah dengan Adam kenapa menolak? Bian, ingin kembali dengan Trisa, padahal dia sudah punya istri, bagaimana nasib istrinya kemudian? apakah Trisa dipoligami atau istrinya diceraikan? dan Desta, telah berubah wujud menjadi lelaki yang super cool, cinta untuk Trisa yang dipendam lama akhirnya bersemi kembali, apakah Trisa akan menerimanya, atau memilih lelaki lainnya? temukan jawabannya dalam Novel DUNIA TRISA.

Kejelekan yang saya temui dalam novel ini adalah sifat ceroboh Trisa, cara dia gelisah mengigit kukunya sampai habis. Nggak ada manusia yang paling sempurna bukan? justru kejelekan sifat Trisa itu menambah gemas pembacanya. Ada beberapa typo, juga beberapa penulisan kata baku yang salah, tapi tetep nggak ngurangin konsentrasi dalam membaca.

Keunggulan novel ini mungil, kecil dibawanya mudah. Covernya ceria dan fresh, ada moral of the story juga hikmahnya, grab it yeay! happy reading guys.

Tetimoni : Baca Dunia Trisa bikin aku up lagi dalam meraih mimpi, apalagi saat Trisa menggarap skripsinya yang super ngebut, semoga aku bisa menyusul Trisa juga mengerjakan skripsi yang penuh perjuangan tapi menyenangkan. Dia juga bekerja, mandiri, seperti aku banget, sayang kecerobohan Trisa beda jauh dong sama aku hehhee ... banyak yang ditawarkan dalam Dunia Trisa; arti sahabat, arti keluarga, arti cinta, dan arti pengkhianatan. Don't miss it, ya :) grebekkk di toko buku terdekat!!!

regard

NP Dewanti

Thursday, 13 September 2012

Three Parts of The Heart


First thanks to God who guided and led the way to keep a better life
Kasih sayang siapakah yang tak pernah takluk oleh usia? cinta dari siapa yang tak pernah lelah menghidu sungkumkan sujud terus berdoa. Hati beliau tak pernah terintimidasi oleh apapun keburukan yang diperbuat individunya? dialah kasih sayang yang mati-matian dicinta sedalam tulang sum-sumnya, kasih sayang yang tak pernah luntur dari ibunda. Dan jika ditanya tiga orang yang paling kamu cintai dalam hidup ini siapa? ibu, ibu, dan ibuku selalu yang kucintai, di dadanya terdapat pelukan paling nyaman. Di lembut belai tangannya, segalanya terasa amat menentramkan,  uhubukum fillah, ibu.

Ayah adalah nahkoda kapal keluarga, ayah adalah kepala yang mengiyakan atau tidaknya sebuah keputusan. Ayah adalah pendukung, penimang paling kokoh lengannya. Pemilik bahu yang pernah menggendongku ke atas langit dan angkasa pertama, ayah mengajariku indahnya terbang seperti burung. Ayah; lelaki pertama yang kucintai setelah Rosulullah SAW. Dan ayah, yang memperdengarkanku suara adzan, membimbingku memiliki iman tuk terus bertahan dalam satu agama, yaitu: Islam. Aku mencintaimu ayah, meski sekarang aku tak tahu engkau ada di mana, semoga doa dari kami terus melindungimu agar senantiasa berada dalam lindunganNya. Engkaulah orang kedua yang kucintai setelah ibu :')

Bersama mereka aku merasakan, hari seakan tak pernah tua. Bersama mereka bahagia, tawa, luka, kesedihan, terajut simpang siur bagai sebuah roda yang dibolak-balik. Bersama mereka berebut tahta siapa yang paling terhebat, bersama mereka hidup dilalui sangat mudah. Bersama kedua orang saudara laki-lakiku, kami bahu-membahu membahagiakan ibu. Kami selalu berusaha membuat ibu tertawa walau tanpa ayah, kami bertiga berlarian menangkap matahari yang menuju puncak langit pada sore hari. Ufuk langit yang merah membara selalu menjadi saksi bahwa kami pernah bertukar kebahagiaan. Kalian adalah orang ketiga yang menempati kebahagiaan dalam hidup, dua saudaraku tercinta, mas Bayu dan dik Rona :')

Three parts of the heart, dunia menjadi sempurna dengan cinta kalian yang apa adanya ^D^

Diikutkan dalam giveaway : Dilla Delaila

Saturday, 8 September 2012

...

Langit mendung tak selamanya hujan
Kadang ia hanya singgah di atap rumah kita 
Agar kita lebih waspada

Biru langit tak selalu menjanjikan tawa di lapangan kita
Kadang, teriknya membuat kita saling memukul
setelah berusaha memperebutkan sebuah bola

Ketika itu gulita sedang menutup mata 

hingga tak terasa tiba tiba kau harus jatuh di bukit yang jauh,
hingga kita lelap bersama setelah luruh sejuta warna

Tawa sudah jelas milik kita sejak itu, tapi duka milik siapa?

Setelah itu kau batu geram

padaku memendam sengkarut dendam
hingga kau tak lagi secerah mentari
bersembunyi sendiri dalam sepi
melisut dibalik kabut
tak ingin kutanya, tak ingin bicara
Ah sudahlah lupakan saja
seharusnya tak begini
aku tak ingin hari-hari menjadi suram seperti ini
aku ingin kau kembali melemparkan tawa dan cahaya seperti dulu
beginilah hidup, langit mendung tak selamanya hujan bukan?

mungkin, ia hanya ingin mengigatkan kita, untuk lebih dewasa.


I Wanna Hug You

 Cinta ...

Tak selamanya cinta yang kita punya pada seseorang harus berwujud nyata. 

Aku pernah mengenal dan mencintainya, kelelahanku menjalin hubungan kini bersandar pada bahunya, aku percaya jika suatu saat cinta ini akan berwujud sesuai kehendakNya, namun sayangnya sebelum itu semua menjadi nyata, seseorang yang kucintai telah mencintai gadis lainnya. 
Komitmen yang sudah kami bangun bersama, landasan komunikasi hariannya mengepul layaknya seseorang yang sedang merokok, mengeluarkan asap dan sekejap hilang. 
Aku mencintaimu, cinta ...
 Aku melakukan semuanya demi kamu cinta, aku berjuang untuk bisa menjadi seseorang yang kau inginkan juga. Kamu tahu rasanya cinta? setiap melihatmu bersama dia yang kau cinta, hatiku bagai dihujani ribuan paku, tercabik tak berbentuk. Mengertikah kamu cinta? semua kata rindu, suaramu, tulisan yang pernah kau gurat untukku di manapun masih sering kubaca, kuingat dalam-dalam tak pernah hilang dari memori, bagaimana dengan kamu cinta? kamu tertawa bersamanya, menghabiskan waktu melalui hari bersama. 
Aku di sini menangis, untukmu cinta ...
 Hatiku tak bisa lagi merasakan cinta selain kamu

8/9/2012 / 1:11 PM
Valais

Thursday, 6 September 2012

FF2in1, tema 2 [Ceruk Kenangan ]


FF2in1, tema 2 [Ceruk Kenangan ]

oleh Nyi Penengah Dewanti pada 6 September 2012 pukul 23:48 ·

Ceruk Kenangan


Sepi mengental, menyelipkan rindu-rindu menembus dadaku, seceruk kenangan membasuh jiwa yang sedang dilanda pilu. Mantan kekasih datang lagi dalam hidup, mengungkapkan besarnya penyesalan. Aku tak bisa berkata apa-apa, pada pertemuan yang tak kuharap pernah ada dalam bagian skenario catatan takdirku. 


“Sudahlah, lupakan,” kataku kepada mantan kekasihku untuk tidak lagi mendengar alasan kenapa ia meninggalkan. 


Awalnya memang kusesali keputusan sepihaknya, tapi waktu memberiku jawaban tanpa perlu aku bertanya mengapa dan kenapa ia meninggalkanku. Mungkin sudah jalannya begitu. Dalam dekapNya aku bertahan dan memejam. Ini pasti yang terbaik yang diinginkan Tuhan, akan ada jalan lain untuk menggapai impian, karena keinginan tak bisa selalu menjadi kenyataan.


“Jangan diungkit, aku sudah ikhlas,” bola matanya menatapku masih berharap. Bagiku sudah cukup menjadi alasan kenapa ia memilih wanita lain yang lebih dekat. Karena aku tahu, jarak yang katanya tak pernah menjadi penghalang untuk dua insan yang dimabuk cinta, ternyata masih kalah dengan godaan. Aku menyalami wanita yang mendampinginya di pelaminan.


“Selamat ya, semoga menjadi keluarga yang sakinah,” aku mencium pipi mempelai wanita itu dengan memamerkan senyum lembut. Aku merasa ada yang salah dengan pandangan mataku yang mengabur, ya Tuhan, kenapa mataku jadi mengembun begini.  Entah terharu, atau bersyukur. Keduanya sangat sulit kumaknai, karena aku sama dengan dirimu, masih manusia biasa dengan apa daya. (*)

Letter to Someone #1

Letter to Someone #1

Hei seseorang di belahan bumi lain, apa kabarmu? 
masihkah menatap langit yang biru?
atau sibuk menghitung bintang yang tak terbilang jumlahnya?
aku merindumu, seperti bait yang menulis dirinya sendiri demi mengabadikan sebuah nyilu.

Hei kamu, 
dadaku berdentum lebih cepat dari biasanya
tersebab karena kehadiranmu.

Jika malam setia memeluk bintang dan bulan,
aku ingin memelukmu dari jauh lewat udara yang pelan

Kusimpan senyummu yang kau jatuhkan 
di mimpi tadi malam, 
biarkan ia tumbuh, merekah, dan bersemayam
di dadaku yang mengakar dalam-dalam

6/9/2012/7:39 PM
Valais




Tuesday, 4 September 2012

FF : Penebus Terakhir


FF : Penebus Terakhir
By : Nyi Penengah Dewanti

Kau adalah cangkir, yang menyimpan banyak jejak di bibir.  Menyesapmu bagai kehangatan yang tak pernah ingin kuakhiri, apalagi mengingat semua kenangan yang kau ukiri. Setiap jengkal, setiap langkah, segalanya mengekal tak pernah lelah, bagaimana dengan kamu El?
Mereka bilang senyuman adalah hal yang paling tak terlupakan, tapi bagiku matamu adalah satu hal yang paling tak pernah menjemukan untuk dipandang. Bahagiakah kamu di sana El? Seperti apa rasanya tidur di atas awan yang beterbangan? Dengan harmoni indah dari burung-burung merpati yang putih sayapnya, atau langit yang biru warnanya. Semuanya indah bukan El? Seindah parasmu yang tak lekang dalam memori, segalanya masih ada di sini El, sempurna tak pernah pudar. Di atas pusaramu aku mencium bau tanah basah yang baru saja mengubur jasadmu. Aku mencintaimu El, mungkin terlambat untuk mengungkapkannya, tapi aku yakin di atas sana kau mampu mendengarnya. 
Bersabarlah El, aku akan menyusulmu setelah ini. Harus ada lagi yang dikorbankan sebagai tumbal pesugihan yang dilakukan ayahmu, dan aku mempersembahkan diriku sebagai penebus akhir. Aku tak tega El, ayahmu telah cukup renta, jika matinya sia-sia siapa yang akan membantunya naik ke surga. El, langit dan awan sama-sama jauhnya, begitupun dengan kita. Tapi aku cukup bahagia, bisa menemani jasadmu terkubur dalam hari yang sama, biarkan ruh tercerabut dari raga, tapi tidak cinta kita. (*)


*) Tulisan diikutkan dalam STIKY POST ELFRIZE





Tuesday, 28 August 2012

FF : Relationshit



Relationshit

Cinta mempertemukan kita, dia membawa kita terbang, melayang, merasakan indahnya surga. Lalu cinta menjatuhkan aku di ke dalaman paling telak, aku terluka. Kamu ke mana?

“Ayu, pliss jangan merokok lagi, ya. Ini demi kesehatanmu,” kata
Aji dengan menarik rokok dari jariku yang sedang kuhisap nikmat. Dimatikannya ujung rokok yang masih menyala itu menyentuh tanah.

“Kamu masih calon, belum suami sah. Jangan sok ngelarang!” hardikku dengan mata mendelik dan menunjuk roman mukanya yang memohon. Aku menggeser dudukku, menjauhinya.


“Kamu boleh merokok lagi setelah janin itu lahir, rokok bisa merusak pertumbuhan calon anak kamu Ayu,” calon anak katanya? Aku malah ingin mengugurkannya, semakin sering aku menghisap rokok semakin cepat janin ini kepanasan di rahimku.


Kau terlalu tulus Aji, aku, dan calon bayi ini tidak pantas mendapat cintamu. Yang seharusnya bertanggung jawab atas kehamilanku adalah lelaki brengsek yang menjadi pacarku, dialah kakakmu. Dan tak seharusnya kamu menjadi tumbal penggantinya. (*)


*) 150 with title

Friday, 24 August 2012

"sad ending" yang manis

Okaaaayyy... Mari kita intip apa sih "sad ending" yang manis

Sebenarnya, lumayan banyak editor yang antipati ketika menemukan naskah dengan karakter sakit keras. 

Karena salah satu jalan mudah mengakhiri konflik adalah dengan membunuh karakter yang terlibat >.< 

Misal, ada 2 cowo rebutan satu cinta. Kalau salah satu 'dibunuh' maka cerita akan selesai kan? 

Ada lagi yang menggunakan kematian sebagai jalan mengakhiri cerita. Kalau tokoh utamanya meninggal, tamatlah ceritanya.    

Ini jenis sad ending yang sebaiknya dihindari. Karena kadang terkesan dipaksakan.  

 Tapi, kalau sad ending itu justru membuat karakternya maju? Atau belajar tentang hidup? Nah,ini istilahnya optimistic ending 

 Contohnya, dalam novel berjudul Bridges over madison county. Tentang seorang ibu rumah tangga yang jatuh cinta pada fotografer

 bu ini sebenarnya jauh lebih bahagia dengan sang fotografer, dibandingkan bersama suaminya. 

 Tapi akhirnya, ia memilih bertahan dengan pernikahannya. Pilihan ini membukakan kesadaran apa itu pernikahan dan pengorbanan

 Sad ending? Ya. Tapi, pembaca membawa banyak hal berharga. Daripada dipaksakan berakhir bahagia dengan fotografernya 

 Bagaimana dengan Message in a Bottle? Tentang seorang wanita yang tidak bisa "move on"? 

  Melalui rangkaian surat", wanita ini belajar bahwa keajaiban itu ada. Bahwa hati yang patah bisa sembuh. 

 Akhirnya, wanita itu bertemu dengan belahan jiwanya. Ia jatuh cinta lagi. Semangat menjalani hidup, hingga kekasihnya terengut

  Sad ending? Yes. Tapi, pembaca sudah mendapat banyak hal. Karakternya pun sudah bahagia. 

 Sad ending yang disajikan dengan manis sebagai penutup cerita inilah yang disebut akhir yang optimis. 




 

perbedaan pokok antara romance remaja dan dewasa

Giliran yang dewasa, nih. Apa ya, perbedaan pokok antara romance remaja dan dewasa? 

Romance ditandai dengan kedalaman masalah yang menyertainya. Ada lebih banyak unsur yang terlibat 

  Dalam romance dewasa, seringkali ada unsur dunia kerja, tekanan sosial mengenai satu dua hal, hingga masalah hidup lainnya

Beberapa kalangan akhirnya mengkategorikan novel ini dengan nama chicklit (chick literature) atau bacaan wanita 

  Baik romance remaja atau dewasa, ada syarat umum, yakni berakhir bahagia. Sederhananya, para tokoh cerita mencapai impiannya 

 Kalau remaja bisa berarti tokoh utamanya jadian. Kalau dewasa, yah mungkin merid *uhuk* 

 Tapi min, sperti kata  ngga semua cerita cinta kudu wajib happy ending, kan? 
 Ada satu lagi ending yang dipakai genre romance. Istilahnya akhir yang optimis (optimistic ending) 

 Kisah cinta yang tak sampai, tidak berarti harus membuat karaktermu terpuruk. Ada juga yang membuatnya bangkit. 

 Ingat novel "Message in a Bottle"? Nah, diakhir kisah tokohnya 'gagal' bersama kekasihnya. Tapi, ia belajar bangkit 

 Ada juga perjalanan cinta yang walau ujungnya tidak bisa bersama, membawa kebahagiaan dalam bentuk lain 

 Misal sang tokoh jadi belajar move on *lirik  atau belajar menerima bahwa cinta tak harus memiliki 

 Open ending sebaiknya dihindari. Baca sesuatu yang ngantung itu, sesungguhnya ngga asik. 

 Buatlah penutup yang menunjukkan bahwa karaktermu sudah siap melangkah menuju babak baru dalam hidupnya  

Pada akhirnya, genre apa pun yang dipilih, cerita itu harus mampu menghibur pembaca. 

 Pakailah kacamata pembaca saat menilai tulisan sendiri. Karena, pada dasarnya, kita menulis untuk mereka.

 Happy ending yang ngga jadian? Inilah yang disebut optimistic ending.