Flash Fiction, Ceruk Kenangan

Post a Comment


Sepi mengental, menyelipkan rindu-rindu menembus dadaku, seceruk kenangan membasuh jiwa yang sedang dilanda pilu. Mantan kekasih datang lagi dalam hidup, mengungkapkan besarnya penyesalan. Aku tak bisa berkata apa-apa, pada pertemuan yang tak kuharap pernah ada dalam bagian skenario catatan takdirku. 



contoh flash fiction 500 kata contoh flash fiction flash fiction examples apa arti flash fiction
Flash Fiction, Ceruk Kenangan


 

 

“Sudahlah, lupakan,” kataku kepada mantan kekasihku untuk tidak lagi mendengar alasan kenapa ia meninggalkan. 

 

 

Awalnya memang kusesali keputusan sepihaknya, tapi waktu memberiku jawaban tanpa perlu aku bertanya mengapa dan kenapa ia meninggalkanku. Mungkin sudah jalannya begitu. Dalam dekapNya aku bertahan dan memejam. Ini pasti yang terbaik yang diinginkan Tuhan, akan ada jalan lain untuk menggapai impian, karena keinginan tak bisa selalu menjadi kenyataan.

 

 

“Jangan diungkit, aku sudah ikhlas,” bola matanya menatapku masih berharap. Bagiku sudah cukup menjadi alasan kenapa ia memilih wanita lain yang lebih dekat. Karena aku tahu, jarak yang katanya tak pernah menjadi penghalang untuk dua insan yang dimabuk cinta, ternyata masih kalah dengan godaan. Aku menyalami wanita yang mendampinginya di pelaminan.

 

 

“Selamat ya, semoga menjadi keluarga yang sakinah,” aku mencium pipi mempelai wanita itu dengan memamerkan senyum lembut. Aku merasa ada yang salah dengan pandangan mataku yang mengabur, ya Tuhan, kenapa mataku jadi mengembun begini.  Entah terharu, atau bersyukur. Keduanya sangat sulit kumaknai, karena aku sama dengan dirimu, masih manusia biasa dengan apa daya. (*)

 

Nyi Penengah
Aku suka membaca buku Apalagi membaca hatimu

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email