5 Cara Meredam Amarah dan Emosi saat Puasa

By Nyi Penengah Dewanti - Tuesday, April 07, 2020



5 Cara Meredam Amarah dan Emosi saat Puasa - Hal tersulit yang paling susah untuk ditahan adalah ketika kita marah. Emosi yang tidak dikeluarkan bisa jadi penyakit, jadilah dendam  yang berkepanjangan. Tapi kita nggak akan pernah tahu, kapan kita akan marah dan bahagia. Apalagi di saat berpuasa seperti ini amarah adalah ujian, bagi orang yang sedang berpuasa. Jangan gara-gara amarah, kelancaran puasa kita tersendat ya kan?

marah pada anak saat puasa puasa tapi berantem apakah memaki membatalkan puasa hukum membuat orang batal puasa apakah menangis membatalkan puasa rumaysho suami istri bertengkar di bulan ramadhan


Siapa yang tidak ingin melakukan ibadah dengan maksimal, di bulan Ramadhan yang penuh ampunan ini. Maka sebaiknya kita mampu meredam emosi dan mengontrolnya dengan baik. Bagaimana langkah mudah mengelola emosi saat marah? Semoga cara di bawah ini sedikit meringankan ya? Selamat mencoba.

Tarik napas dan tenangkan dirimu

Amarah dan emosi mulai keluar? Sabar, dan tahan. Atur pernapasanmu, tarik dalam-dalam selama 10 detik dan keluarkan perlahan. Jika emosinya sangat besar, tahan lebih lama lagi. Hal ini akan membuat perasaanmu jauh lebih baik.

Ambil jeda sejenak


Ambil jeda sejenak untuk menjauh dari hal-hal yang membuatmu emosi, misalnya berantem dengan pasangan. Maka sebaiknya jaga jarak dahulu, tenangkan diri agar kita menjadi lebih nyaman.


marah pada anak saat puasa puasa tapi berantem apakah memaki membatalkan puasa hukum membuat orang batal puasa apakah menangis membatalkan puasa rumaysho suami istri bertengkar di bulan ramadhan


Ingatlah bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang Mulia

Amarah, emosi dan hawa nafsu akan membuat puasa, tidak lagi berkah. Jangan sampai puasa sehari penuhmu, jadi sia-sia ya kan? Kontrol emodi si bulan puasa, ingat bahwa ini bulan yang mulia dan hanya setahun sekali datangnya.  Sayang kan jika gagal, hanya karena tidak bisa mengelola emosi dengna baik.

Lakukan terapi menulis

Hindari curhat di media sosial, karena kamu ingin mengungkapkan kekesalan. Sebaiknya lakukan terapi menulis, dengan menulis blog misalnya? Menulis buku harian atau menulis surat pada pasangan akan jauh lebih baik. Agar dia tahu apa yang sebenarnya kamu mau. Menulis salah satu bentuk terapi hati lho, membantu kita mengatur emosi dengan baik agar berpikiran jernih.

marah pada anak saat puasa puasa tapi berantem apakah memaki membatalkan puasa hukum membuat orang batal puasa apakah menangis membatalkan puasa rumaysho suami istri bertengkar di bulan ramadhan


Melemaskan otot emosi dengan yoga

Olahraga juga bisa menghalau emosi yang meluap lho, misalnya dengan jalan-jalan di sekitar kompleks. Bersepeda, tapi di masa pandemi kan nggak boleh kemana-mana. Lakukan yoga di rumah juga tidak masalah, kendurkan otot yang kaku dan menegang tadi agar lebih rileks.

Menjadi orang yang sabar ternyata nggak mudah bukan? Kita harus belajar untuk mencari jalan keluar, dari berbagai solusi kemaran. Mungkin beberapa cara di atas bisa membantu. Kesal dan sebal tidak masalah, tapi akan selalu ada cara untuk memperbaiki keadaan. Salam!

Baca juga : 


3 Cara Mengendalikan Emosi yang Tersulut


  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat