MENU

Sunday, 31 July 2016

Sesuatu yang Bernama Impian itu Pasti Membutuhkan Perjuangan





Saya percaya, dimanapun kita ditempatkan untuk berdiri di atas pijakan kaki kita, Tuhan turut andil menenentukan dan menutntun takdir kita. Tuhan tidak pernah salah mengatur segala situasi dan kondisinya untuk kita. Saat mimpi itu belum tergapai, saat apa yang menjadi keinginan kita berlum terpenuhi ada dua kemungkinan, Tuhan belum mengizinkan kita berada di sana atau mungkin Tuhan memang mengizinkan kita berada di sana. Namun, percayalah apa yang Tuhan telah atur adalah hal-hal terbaik untuk setiap hambanya. 

Kakakmu ini bahagia, ketika mendengar kabar akhirnya perjuanganmu selama dua tahun belakangan ini membawa pada proses tujuan. Tetapi hati kakakmu ini juga mencelos, ketika tahu harus melepasmu nan jauh di sana. 



Jadilah lelaki yang tangguh di sana, bukan cuma nama keluarga yang kau bawa, tetapi juga nama negaramu; Indonesia. Di pundakmu tergantung banyak harapan dan doa-doa, maka berusahalah tetap menegakkan pundak saat kau merasa tak kuat lagi menyangga. Karena setiap ujian yang menempa diri kita, menjadikan kita lebih kuat dari sebelumnya. 

Berhati-hatilah dalam bergaul, berwaspadalah dalam setiap tindakan yang kau lakukan. Lima waktu jangan sampai terlupakan dan ibadah sunah lainnya yang nabi Muhammad telah ajarkan kepada kita. Lauh mahfuzNya juga jangan lupa kau gaungkan agar imanmu semakin dipertebal. Karena tanpa DIA kita hanyalah kefanaan, jaga diri adikku. Keluarga selalu mendoakanmu, berharap agar kamu bisa menjaga dirimu. Karena di sana kau hanya akan memiliki DIA yang Maha melindungimu. 

Kakakmu ini hanya bisa mendoakanmu, apa yang telah menjadi cita-citamu selama ini bisa terkabul atas izinNya, bermimpilah hingga mimpimu bisa setinggi lain, kau ingatkan untuk mencapai bulan manusia membutuhkan waktu yang lama, bertahun-tahun demikian pula dengan sebuah kesuksessan. Kau harus memulainya dengan kesungguhan, sesuatu yang dulu hanya sebatas dongeng saja kini menjadi kenyataan bukan? Kita bisa melihat bumi kita akhirnya, butuh proses yang panjang, butuh kegigihan dan keberanian untuk mewujudkan impian. Maka kau harus menikmai prosesnya, sebuah proses tidak akan mengkhianati kita.



Jadilah berarti, karena hidup yang kita miliki hanya sekali. Berdiri tegak dan wujudkanlah. Kau tahu kan, kita tidak akan mengubah sebuah takdir kecuali dengan berdoa dan Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kita tidak mau bergerak untuk mengubahnya. Allah akan melihat usaha, perjuangan dan doa-doamu. 

Selamat menggapai impian adikku, karena sesuatu yang bernama impian itu pasti besar dan juga membutuhkan kesabaran. Kami menyayangimu.

Terima kasih yang tak terhingga untuk para sahabatku yang mau dan dengan kerelaannya saya amanahi adik saya untuk selalu dibimbing di sana. Saat seorang manusia bermimpi dan sesuatu dalam dirinya merasa impian itu mustahil tergenapi, maka percayalah manusa bisa menjadikannya mungkin atas bantuanNya. Terimakasih atas silaturahmi yang sederhana ini, semoga bisa berlangsung seterusnya hingga memuluskan jalan kita menggapai surgaNya. Aamiin. 

Thank to : Juni Santoso, Devi Cahyo, Rio Sumbara, Bakhuroji Back, Yuan Ariq dan pihak-pihak yang belum saya sebutkan. Terima kasih untuk segalanya. 



Sunday, 24 July 2016

Fenomena Naik Harga pada Hari Besar


Nyipenengah.com - Fenomena naik harga sepertinya bukan hal baru lagi pada hari besar. Di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, pada acara Syawalan tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri kuliner-kuliner mengalami kenaikan harga.

Ini saya alami sendiri ketika membeli harga es baby jeruk, dari Rp 5 ribu menjadi Rp 10 ribu per cupnya. Sosis bakar yang biasanya Rp 8 ribu menjadi Rp 13 ribu, mie goreng Rp 7ribu jadi Rp 13 ribu dan nasi goreng Rp 7 ribu naik Rp 18 ribu.


Salah seorang sahabat saya Opix, 23 tahun sempat protes. Karena ia waktu keluar memang membawa uang pas.

"Naikmu sejak kapan to Mas?" ungkapnya pada sang penjual nasi goreng, "saya cuma bawa uang pas, 7 ribu," imbuhnya dengan rasa cuek saja.

Kemudian mas penjual malah bilang, "Yowes Mas, ndak apa-apa."
Saya dan sahabat saya Oky pun begitu sempat tidak jadi membeli, tapi karena mas penjual meyakinkan jeruk babynya manis dengan memotongkan seiris. Akhirnya Oky menurut, tetapi hasil jadinya tidak semanis seperti dugaan saya.



Usut punya usut mas yang jual berasal dari Klaten, untuk berjualan ini pun dia jah-jauh hari sudah mengurus surat kontrak sewa tempat pada kelurahan setempat. Mas penjual sosis dan jeruk ini bilang jika sewa tempatnya saja selama tempo 10 hari di hargai Rp 500 ribu. Akan ada penambahan sewa biaya jika lebih dari 10 hari ia berjualan di Syawalan.

"Penjual-penjual yang dagangan di sini, sama seperti yang tahun-tahun sebelumnya, Mba. Kecuali kalau ada yang tidak hadir baru yang lain bisa berdagang di sini."



Ternyata sistim berjualan di sini begitu ya, saya jadi mengerti. Sudah jauh-jauh hari semuanya dipersiapkan dan tidak bisa diganti dengan pedagan yang lain. Namun, jika pedagang lain dari daerah lokal seperti mba Yuni yang kebetulan rumahnya tepat di jalur yang dilalui untuk Syawalan ini, tentulah tidak perlu mengurus perijinan.




Mba Yuni berjualan es blend Cafeos, minuman aneka rasa dengan varian coklat dan kopi ini mengantongi omset 100 cup perharinya lho.  Bagaimanapun cukup tidaknya hasil yang kita dapat, harus selalu bersyukur. Namanya rejeki kita nggak akan pernah tau mau banyak atau sedikit yang penting ikhlas aja. Semuanya udah diatur oleh kehendakNya.


Friday, 22 July 2016

Hadiah Lebaran; Selamat Ayah, Kau akan Menjadi Seorang Kakek

 CERIA (Cerita Lebaran Asyik)


Nyipenengah.com - Aku sudah lupa ini lebaran keberapa tanpamu, Ayah. Dan entah mengapa tidak ada pernah pengharapan engkau akan hadir di antara kami. Tak ada rumah, tiada tempat singgah, namun lihatlah kami masih bisa menikmati lebaran ceria di rumah simbah. Yang masih saudara dari keluargamu, Ayah.

Kasih sayangmu tak pernah teringkari, Ayah. Meski engkau tidak menyusuiku seperti ibu, tetapi keringat-keringatmu pernah menjadi saksi bahwa engkau pernah membekali aku dengan cinta.

Dulu murkamu adalah hal yang paling kutakuti, dulu duniaku ialah engkau. Tetapi semenjak engkau berubah, idolaku bukan lagi engkau dan aliran darahmu yang masih mengalir di nadiku pun menjadi bukti engkau sebagai ayahku adalah hal yang tak pernah bisa teringkari.

Doaku selalu buatmu ayah, di mana pun engkau berada. Maafkan segala khilafku dan aku pun telah memaafkan segala khilafmu kepada kami. Tetapi jika harus jujur, aku tak ingin lagi tinggal bersama amarah yang setiap hari engkau curah.

Aku masih ingat dengan suara dengkurmu, aku masih ingat hal-hal yang pernah kau bagi denganku. Namun ketakutan ini, masih tetap di sini belum beranjak pergi.

Melihat saudara-saudara dan keluarga lain yang asyik berkumpul, selintas juga aku memikirkan engkau. Apakah kau bisa menikmati opor ayam dan ketupat di hari lebaran ini? Apakah engkau pernah membayangkan seperti apa kami sekarang, ohya ... sibungsu telah menikah lebih dulu melangkai aku dan kakak. Dan kau tau ayah, kau akan menjadi seorang kakek, hahaha .... selamat ya, ayah.

Kabar baik ini kusampaikan padamu, semoga semilir angin dan doa-doa yang pernah aku pinta kepada Tuhan bisa engkau dengar dengan baik di sana. Berubahlah untuk hidup yang lebih baik ayah, semoga engkau senantiasa dilindungi oleh Yang Mahakuasa. Aaminn.



Kucing-kucing di rumah simbah semakin punah, ada yang pergi ada yang datang. Ada yang sakit-sakitan dan meninggal. Ada yang menggemaskan dan ada yang sangat menjengkelkan, tetapi mereka hewan yang sangat lucu kan, Ayah.

Dulu engkau yang paling marah ketika ada kucing-kucing naik ke sofa, karena mereka pasti akan mencakar-cakar tempat duduk milik kita. Harusnya engkau melihat Yah, kucing-kucing menggemaskan ini dan engkau pasti akan menceritakan aku kisah yang seru, seperti dulu, namun saat-saat itu  hanya bisa menjadi bagian dari masa lalu.

Nah, readers ada acara keren dari DiaryHijaber.com yang akan di selenggarakan dalam rangka Hari Hihaber Nasional:

Nama Acara: Hari Hijaber Nasional
Waktu          : 07 Agustus 2016 – 08 Agustus 2016
Tempat        : Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat

see you there! 



http://www.diaryhijaber.com/contest/blog



Monday, 11 July 2016

Ini Bukan Soal Memperjuangakan Saja, lebih dari itu Bagaimana Rasanya diperjuangkan

nyipenengah.com
Tochigi, Jepang By Uda Firman


Nyipenengah.com - Meninggalkan akan jadi terlihat begitu pantas, bagi dia yang tidak bisa menghargai jika posisinya sangat diperjuangkan. 

Kepada kamu,  orang-orang yang telah bersusah payah berjuang dan rela melakukan apa pun untuk tetap bersama, namun disaat yang sama justru dimanfaatkan, disakiti, dilukai dan tidak dibalas cintanya. 
Tahukan sekarang? Seseorang kadang memang begitu kejam memperlakukan perasaan, memberi  harapan lalu menorehkan luka yang begitu dalamnya.

Tetapi ada beberapa orang yang tetap bertahan meski dikecewakan dan disakiti hatinya berkali-kali. Kamu mengabaikan dirimu, jika kamu sudah terlalu lelah, kamu bisa mati. Kamu juga berusaha meneguhkan hati, kalau lama-lama dia bisa jatuh hati padamu, bukankah harus ada perjuangan demi mendapatkan sebuah cinta? Kamu bersikeras menguatkan dirimu untuk membuktikan. Padahal hal tersebut tidak perlu kamu lakukan, untuk seseorang yang tidak bersedia memberikan cintanya kepada kamu.

Coba buka mata hatimu, cinta bukan melulu soal memperjuangkan yang kamu cintai, tapi cinta juga mengajarkan bagaimana rasanya kamu diperjuangkan.

 Toyohashi, Aichi, Japan

Kalau  kamu percaya, bahwa cinta memerlukan usaha untuk bisa membuatnya bahagia. Kamu juga harus percaya, perihal bagaimana rasanya dibahagiakan juga. Tetapi nyatanya, yang kamu lakukan saat ini ialah mencintanya, memberinya lebih, memperjuangkan dan berusaha membahagiakan dia yang ridak pernah peduli perjuangan yang kamu lakukan, yang tidak pernah mau tahu bagaimanapun kamu mencintainya.

Kamu rela melakukan segalanya, menghabiskan waktu untuk menyia-nyiakan hidupmu. Sudah berapa tahun? Kamu berusaha menabahkan hatimu, kamu merasa perjuanganmu belumlah maksimal. Kamu terus saja berpura-pura tak pernah merasa lelah, kamu terus saja berusaha membuktikan semuanya dan lupa bahwa perasaanmu juga butuh untuk dijaga.

Kamu tahu? Banyak sekali hal indah yang telah terlewati hanya karena, 'demi dia'. Aku harap, mulai sekarang kamu lebih pandai untuk menjaga diri agar di kemudian hari, kamu tidak terluka lagi. Hal penting yang harus terus kamu pertahankan  untuk dirimu, kamu tidak pernah main-main soal mencintai, maka tinggalkan yang tidak ingin diperjuangkan. Sebab di mana pun tempatnya cinta butuh perjuangan yang sama-sama, 'saling' bukan yang 'tak ingin'.

Jika suatu saat dia yang melukai datang, sapalah dia hanya sebagai seseorang yang patut tuk dikenang, bukan lagi seseoang yang layak diperjuangkan.

Jika ia masih saja terus meratap untuk diberikan kesempatan kembali memperbaiki diri, katakan padanya bahwa kamu sudah memaafkannya. Dan berjalan ke depan adalah pilihanmu, bukan mundur kembali untuk memperbaiki apa yang sudah tidak bisa direkatkan lagi.

"Baik-baik dan berbahagialah, kerjarlah kembali cita-cita yang sempat terhenti".

Thanks to uda Firman buat foto cantiknya ^_^

Baca Juga : Fujisan Day Trip

Menikmati Syawalan Bersama Sahabat

Syawalan
Minggu Bersama Sahabat

Nyipenengah.com - Tradisi Syawalan setelah lebaran sudah ada sejak dahulu kala, yang masih dipertahankan sampai sekarang. Kali ini saya menikmati Syawalan bersama sahabat, kalau kemarin saya bersama ibu.

Syawalan sendiri dikenal masyarakat Jawa ialah tradisi keagamaan; ziarah kepada penyebar agama Islam. Pelaksanaannya seminggu sesudah Idul Fitri. Syawalan di Kendal, Kaliwungu, biasanya diawali dengan lebaran kupat, dilanjutkan dengan menziarahi makam Kyai Asy'ari dan tokoh agama lainnya. Dan malamnya, banyak wahana bermain di seputaran alun-alun, Pasar Sore, Kaliwungu. Dijajakan pula makanan, minuman, souvenir dan barang-barang dagangan lainnya yang menambah meriah tradisi ini.

Sunday, 3 July 2016

Selamat Jalan Komedian Hendrik Ceper



Nyipenengah.com - Inalilahi wainailaihi rojiuun, selamat jalan Bang Hendrik Ceper, semoga amal dan perbuatanmu selama di dunia dimudahkan hisabnya dan diterima di sisi Allah SWT, aamiin.

Dunia hiburan kembali kehilangan sesosok komedian bertubuh mungil; Hendrik Ceper pada Miinggu (3 Juli/2016) pukul 02.00 WIB, saat orang-orang mungkin sedang mendengkur atau yang lainnya sedang bangun sahur.

Nur Zaillah sang istri bercerita jika detik menjelang suaminya meninggal, kondisinya sempat membaik, tetapi dokter mengabarkan kembali jika Hendrik kritis lagi.