Saturday, 23 September 2017

Menantu Sahabat Mertua

Menantu Sahabat Mertua


Nyipenengah.com - Mertua, ialah ibu dari suami yang awalnya saya takuti sosoknya. Pada jaman kami sudah resmi akan melangkah ke jenjang yang lebih serius, ialah pernikahan saya diperkenalkan kepada sosok ibundanya. Ternyata ibunya sudah sepuh, hampir mirip dengan embah dari bapak untuk perawakannya.

"Ibuk itu nggak tegaan orangnya, gampang nangis," ucap calon suami kala itu. Saya hanya manggut-manggut dan benar saja ketika saya mau pulang ke Kendal, beliau agak berkaca-kaca matanya. Padahal kami baru saling mengenal, mungkin naluri alamiah seorang ibu.

Ibunya juga berpesan, jika saya mau menjadi istri dari anaknya saya harus ikut beliau di sini (Comal) karena suami anak terakhir. Kala itu saya nggak sampe kepikiran serius, tetapi sudah menjadi lumrahnya jika perempuan harus mengikuti suami sebagai imamnya. Dan sekarang saya merasakan betulan, berjauhan dengan ibu kandung sendiri. Memang dari segi jauh, iya jauh ... tapi dari segi jarak tempuh masih bisa dijangkau dalam 3 jaman kurang lebih untuk bisa berkumpul dengan keluarga.

Sosok mertua memang saya pikir menyeramkan, itu mungkin karena kita belum saling mengenal. Setelah akhirnya tinggal bersama dalam satu atap, beliau sosok yang menyenangkan, melindungi dan bijak sama halnya dengan ibu sendiri. Buat kamu yang masih merasa takut untuk tinggal dengan mertua, pikirkan hal yang baik, berbaik sangkalah selalu karena tak kenal maka tak sayang.

Tidak hanya menyayangi orangtua, tetapi kita juga wajib menghormati dan berbakti kepada beliau, karena kadang kita lupa jauh lebih sering mengedepankan ego semata. Orangtua ialah orang yang paling berjasa merawat kita, apalagi seorang ibu telah mengandung dan melahirkan kita dengan taruhan nyawanya. Begitu juga dengan mertua kita, yang telah merawat suami sedari kecil hingga menjadi sukses dan bisa mandiri. Bismillah yuk, menjadi menantu sekaligus sahabat yang baik untuk mertua, bekal tersebut yang akan menjadikan kita bertambah yakin dan betah tinggal di rumah mertua, aamiin.

Sedikit tips dari saya yang baru menginjak 3 minggu kumpul bersama mertua, hehehe ...


Beradaptasi

Amati kebiasaan masing-masing setiap harinya, karena kita adalah pendatang baru maka sebaiknya langsung beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan kebiasaan yang terjadi di rumah mertua. Contoh simpelnya kalau di rumah kita bisa bangun siang, eh di rumah mertua jangan sampai begitu. Terlebih untuk tipe mertua yang memiliki kebiasaan rajin bangun pagi.

Berkontribusi dengan keadaan rumah

            Hal ini dilakukan untuk menjaga keselarasan yang terjadi di dalam rumah, tidak hanya memberikan dukungan materi tetapi sebisa mungkin kita juga memberikan kontribusi fisik juga, seperti; membantu membersihkan keadaan rumah dan lain-lain.

Duduk berdua bercanda

            Bukan hanya dengan suami saja kita bercengkrama berbagi bahagia, sesekali bersualah dengan mertua. Kalau saya biasanya ikut nimbrung, ketika mertua duduk di depan rumah sembari menunggu pelanggan yang datang. Karena mertua saya berjualan di rumah, hmm ... apalagi ya? Segini aja dulu deh, hehehe ini simple banget untuk dipraktikan kok, soalnya aku sendiri juga udah coba. Good luck!

Salam




3 comments:

  1. Rasa yang sama juga kualami saat pertama kali kenal dengan ibu mertua. Ketika pernah tinggal seatap (sebelum tinggal di rumah sendiri), aku malah merasa dimanjakan. Hehe.

    Terimakasih sharingnya, mbak :)

    ReplyDelete
  2. Semoga kehidupan barunya menyenangkan, Nyi. Semoga selalu diberikan kemudahan. Semangat :D

    ReplyDelete
  3. Terus jadi keluarga ugm SsMaRa dan menantu serba bisa ya non

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat