Wednesday, 11 January 2017

Review Novel Lara Miya | Blue Valley Series


Review Novel Lara Miya | Blue Valley Series
Review Novel Lara Miya | Blue Valley Series



Judul                            : Lara Miya
Penulis                         : Erlin Natawiria
Penerbit                      : Falcon Publishing
Tahun Terbit               : 2016
Tebal Buku                  : 234 halaman
ISBN                             : 978-602-60514-3-1



Keluarga adalah Segalanya


Ketika kita menjadi anak-anak, orang tua selalu mengarahkan kita dan memilihkan jalan kebaikan untuk kita. Namun kadang kita tidak menyadari dan mengabaikannya demi memilih jalan yang kita yakini memang yakin benar adanya. Tetapi saat kita sadar jika jalan yang kita lalui ternyata jalan yang salah dan kita baru ngeh kalau apa yang dibilang orang tua memang benar, bau tahu rasa kita karena tidak nurut. Semakin hari orang tua dan kita sendiri pun semakin bertambah dan berkurang umurnya, maka apa lagi yang ingin kita  raih? Selain membahagiakan mereka ketika usia menjelang senja.

Lara Miya, dari judulnya saja novel ini sudah mengandung kata 'lara', sudah bisa dipastikan akan ada banyak kesedihan di dalamnya, tetapi jangan lupa jika kesedihan akan selalu berpasangan dengan kebahagiaan, maka ikutilah prosesnya.

Miya kukuh meninggalkan rumah untuk bertolak ke Bali demi alasan pekerjaan yang penting, Miya yang keras kepala mengabaikan petuah ibunda agar tetap tinggal menjaga mereka, karena sang ayah sedang sakit. Seperti kebanyakan orang awam lain, Miya berkeras hati untuk pergi dan akhirnya pun ia kembali dengan segudang penyesalan atas jalan yang dipilihnya.

"Perhatiannya kini tertuju pada sebuah rumah tanpa pagar berlantai dua dengan cat krem dan cokelat. Satu-satunya rumah yang memasang bendera kuning di Blue Valley hari ini" (halaman 6).

Hari yang dilewati Miya semakin suram, kehilangan orang yang dicintai, dipecat dari pekerjaan dan menjadi pengangguran sukses serta tinggal di rumah kakak dari ibunya; Amaya yang memiliki aturan ketat seperti militer.

Bisa dibayangkan bagaimana Miya yang urakan, serampangan, maunya sekehendak sendiri dibanding dengan, Amaya yang sangat displin, tegas dengan hidupnya, sangat profesional dan tidak boleh dibantah. Pertengkaran, adu argumen selalu terjadi dalam suasana rumah Amaya, tetapi ada kebahagiaan tersendiri bagi Amaya. Rumahnya tidak lagi sepi, meski keduanya sama-sama merasakan kehilangan.

Pekerjaan Miya sebelumnya ialah sebagai social media officer dan kebetulan posisi tersebut masih kosong di kantor Amaya. Amaya berinisiatif agar Miya mau mengirikan CV-nya ke sana, sayangnya semua dokumen penting sudah habis dimakan api. Berbekal email ia mengurus semuanya, meski menguras tabungannya untuk membeli notebook. Di sana ia dipertemukan Raeka, seperti yang sudah-sudah Amaya mengatur rencana untuk mereka agar sesuai keinginannya. Kebetulan yang dibangun dalam cerita Lara Miya, ditulis Erlin dengan sangat cantik. Lika-liku alurnya pas, ia bisa mengerem dengan tepat ketika sampai di belokan.

Saya kasih sedikit bocoran ya, Raeka ini akan dijodohkan dengan Miya, hehehe ... hari gini dijodohin? Tante Amaya memang orang yang penuh misteri, masak iya sih Miya mau dijodohin apalagi mereka selalu berbeda pendapat. Tetapi siapa yang  tahu alur cerita perjodohan mereka akan berujung kemana.

Raeka menghentikan Miya dengan sebuah pertanyaan, "Miya kapan-kapan saya mau ajak kamu jalan-jalan di luar jam kantor. Boleh?"Gadis itu meoleh ke arahnya, lalu menorehkan senyum. "Why not?"  (halaman 105)

Saya sangat berterima kasih kepada mba Erlin telah menulis novel tentang keluarga dan cinta dengan baik, begitu juga dengan hikmah yang bisa saya serap di dalamnya. Jangan pernah menunda untuk membahagiakan orang tua kita ya, kawan. Jangan biarkan rasa kecewa tersimpan dalam hati mereka, karena kita hanya akan sekali saja memiliki mereka dalam hidup kita. Selama nafas masih berembus, maka berusaha membuat mereka tersenyum dan bahagia.


10 comments:

  1. Novel dimungkinkan banget ya Nyi. Salah satu tokohnya udah berprofesi sebagai sosial media officer. Hehehehe... Ada kemungkinan merangkap jadi blogger juga :)

    ReplyDelete
  2. Novel yang bikin penasarannnn :)
    #Kapan novelku nongol? hehehe
    Sambil menyemangati diri sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat Kakak :-D
      ayo pasti bisa hhehhe tak semangatin juga

      Delete
  3. keren..aku mah..agak buntu kalo bikin nivel..tapi kalo baca sweneng..

    ReplyDelete
  4. Menarik ya social media officer pekerjaannya, jgn2 penulisnya tak jauh2 aktivitasnya dr sana hehe TFS :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mba April nggak jauh2 dari tugas kita

      Delete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat