Friday, 22 July 2016

Hadiah Lebaran; Selamat Ayah, Kau akan Menjadi Seorang Kakek

 CERIA (Cerita Lebaran Asyik)


Nyipenengah.com - Aku sudah lupa ini lebaran keberapa tanpamu, Ayah. Dan entah mengapa tidak ada pernah pengharapan engkau akan hadir di antara kami. Tak ada rumah, tiada tempat singgah, namun lihatlah kami masih bisa menikmati lebaran ceria di rumah simbah. Yang masih saudara dari keluargamu, Ayah.

Kasih sayangmu tak pernah teringkari, Ayah. Meski engkau tidak menyusuiku seperti ibu, tetapi keringat-keringatmu pernah menjadi saksi bahwa engkau pernah membekali aku dengan cinta.

Dulu murkamu adalah hal yang paling kutakuti, dulu duniaku ialah engkau. Tetapi semenjak engkau berubah, idolaku bukan lagi engkau dan aliran darahmu yang masih mengalir di nadiku pun menjadi bukti engkau sebagai ayahku adalah hal yang tak pernah bisa teringkari.

Doaku selalu buatmu ayah, di mana pun engkau berada. Maafkan segala khilafku dan aku pun telah memaafkan segala khilafmu kepada kami. Tetapi jika harus jujur, aku tak ingin lagi tinggal bersama amarah yang setiap hari engkau curah.

Aku masih ingat dengan suara dengkurmu, aku masih ingat hal-hal yang pernah kau bagi denganku. Namun ketakutan ini, masih tetap di sini belum beranjak pergi.

Melihat saudara-saudara dan keluarga lain yang asyik berkumpul, selintas juga aku memikirkan engkau. Apakah kau bisa menikmati opor ayam dan ketupat di hari lebaran ini? Apakah engkau pernah membayangkan seperti apa kami sekarang, ohya ... sibungsu telah menikah lebih dulu melangkai aku dan kakak. Dan kau tau ayah, kau akan menjadi seorang kakek, hahaha .... selamat ya, ayah.

Kabar baik ini kusampaikan padamu, semoga semilir angin dan doa-doa yang pernah aku pinta kepada Tuhan bisa engkau dengar dengan baik di sana. Berubahlah untuk hidup yang lebih baik ayah, semoga engkau senantiasa dilindungi oleh Yang Mahakuasa. Aaminn.



Kucing-kucing di rumah simbah semakin punah, ada yang pergi ada yang datang. Ada yang sakit-sakitan dan meninggal. Ada yang menggemaskan dan ada yang sangat menjengkelkan, tetapi mereka hewan yang sangat lucu kan, Ayah.

Dulu engkau yang paling marah ketika ada kucing-kucing naik ke sofa, karena mereka pasti akan mencakar-cakar tempat duduk milik kita. Harusnya engkau melihat Yah, kucing-kucing menggemaskan ini dan engkau pasti akan menceritakan aku kisah yang seru, seperti dulu, namun saat-saat itu  hanya bisa menjadi bagian dari masa lalu.

Nah, readers ada acara keren dari DiaryHijaber.com yang akan di selenggarakan dalam rangka Hari Hihaber Nasional:

Nama Acara: Hari Hijaber Nasional
Waktu          : 07 Agustus 2016 – 08 Agustus 2016
Tempat        : Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat

see you there! 



http://www.diaryhijaber.com/contest/blog



4 comments:

  1. Aku pun kadang kepikiran ttg ayahku. Meski dulu tak pernah nikmat berada di dekatnya, tapi tak terelakkan kadang aku bertanya-tanya sedang apakah dia kini

    ReplyDelete
  2. Jadi ikut sedih baca ini. Terkadang, seseorang itu menjadi sangat berharga ketika tiada.

    Semoga Allah memberikan tempat yang terbaik untuk Ayahanda ya, Nyi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayah masih hidup, Peh.
      tapi udah kehilangan kontak tahunan ^_^
      Semoga sehat selalu, makasih doanya ya Peh

      Delete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat