Tuesday, 9 September 2014

[Book Review] MarshMeLove


Judul                           : MarshMeLove
Penulis                        : Mita Miranti
Penerbit                      : Grasindo
Tanggal terbit             : Mei 2014
ISBN                           : 9786022514954
Jumlah Halaman        : 280 halaman
Review                        :

Berdamai Dengan Masa Lalu&Masa Depan

            “Artinya kita jangan selalu melihat ke atas sebab seringkali hal-hal indah justru bisa ditemukan di sekitar kita.” (halaman 115)
            MarshMeLove, menceritakan kehidupan Zoya, betapa mencintainya gadis itu dengan marshmallow. Ketika kecil ia melakukan eksperimen memakan marshmallow bersama adiknya Zelva dengan membakarnya, namun naas. Zoya yang saat itu masih kecil tidak tahu menahu dan kejadian itu menyebabkan kemah yang ia bangun di taman rumah terbakar dan membuat adiknya tidak sadarkan diri. Ia diselamatkan anak lelaki yang sepantaran dengannya ketika itu, acara reuni orang tua yang sedang berlangsung malah membawa kecelakaan hebat. Dan di rumah sakit itu pula Mama Zoya mendapatkan serangan jantung, beliau tidak tertolong. Sejak saat itu Zoya menyalahkan dirinya atas kematian Mamanya.
            Zoya yang membuka toko marshmallow dengan nama MarshMeLove kini sedang mendapat masalah dengan perizinan dari pemerintah. Tokonya nyaris disegel jika tidak membayar dana perizinan yang melangit itu dan Zoya memilih memecahkan masalahnya sendiri daripada harus minta tolong papanya. Jurang pemisah antara Zoya dan papanya semakin lebar sejak kepergian mamanya.
           
Atas bantuan sahabatnya Elma dan kekasih Elma; Jason. Devin masuk dalam cerita, pemilik KAD KAffehaus di Jerman itu ingin melebarkan bisnisnya di Bandung dan ia menyukai toko MarshMeLove milik Zoya. Selain strategis juga artistik, bangunan toko yang mirip bangunan eropa itu membuat Devin gigih untuk membeli. Zoya yang tidak menyukai lelaki itu bersikeras menolak, bahkan Devin dua kali datang ke rumah Papa Zoya agar lelaki paruh baya itu mau menjual rumahnya. Selain penolakan akan menjual rumahnya, Papa Zoya juga menyuruh Devin menjauhi anak pertamanya itu.
        
  

 Hugo, anak lelaki berumur 4 tahun itu sering datang bersama mamanya setiap kali ke Bandung untuk mampir di toko Zoya. Hugo yang tergolong anak jenius tidak menginginkan jika toko MarshMeLove kesayanganya itu ditutup, Zoya berjanji pada Hugo toko marshmallownya tidak akan pernah tutup. Namun Zoya sendiri tidak yakin, dia tidak mau merepotkan papanya, jadi apakah dia harus menerima tawaran Devin tentang pembelian itu?
            Zelva, adik Zoya yang selamat karena insiden kebakarang itu kini tinggal di Boston dan kuliah di sana. Melalui email mereka sering berkirim kabar, Zelva merasa kecewa ketika Zoya bilang tidak bisa ikut papanya karena sibuk mengurusi tokonya. Namun beberapa minggu kemudian Zoya memutuskan datang ke tanah kelahiran mamanya di Boston gegara email dari adiknya.
            Selamat Ulang Tahun, Kak … Semoga Kakak masih menganggapku adik dan mau membalas email ini. Aku berhasil memjuk Dad agar mau menjelaskan kenapa Dad menyuruh Kakak menjauhi –aku sudah ingat namanya –Devin. Meskipun Dad hanya mengucapkan berapa paah kata, kupikir ini sangat serius, Kak. Katanya, keluarga Devin-lah yang menyebabkan kematian Mom! (halaman 143)
            “Jadi kamu percaya begitu saja pada ayahmu?” (halaman 204)
            Seringnya Devin dan Zoya bertemu membuat keduanya saling tertarik, Devin tidak lagi memaksa akan membeli toko Zoya, namun menawarkan kerjasama untuk membuka coffeshop di toko Zoya. Dan setelah tuduhan yang diutarakan Zoya mengenai keluarga Delvin yang menyebabkan Mama Zoya meninggal, hubungan keduanya berubah. Devin mencari kebenaran dari kedua orang tuanya yang telah bercerai, ada kejadian kecil yang tersembunyi antara Papa Zoya dan Mama Devin hingga membuat Mama Zoya terkena serangan jantung.
            “Ibu pikir kalian tak akan pernah saling mengenal, ternyata Ibu salah, sebab kami para orang tua berusaha menjauhkan kalian, takdir Tuhan tetap bekerja dengan sendirinya.” (halaman 222).
            MarshMeLove, novel yang mengajarkan bahwa masa lalu buruk tidak perlu dibawa ke masa depan, karena manusia hanyalah pemain dan sutradara yang menggerakkan segala kejadian adalah Tuhan, jadi tidak perlu menyesali dan menyalahkan diri sendiri atas kejadian buruk yang pernah menimpa kita. MarshMeLove juga akan mengajak jalan-jalan pembacanya ke daerah Bandung juga Boston tepatnya di Ashland. Membaca MarshMeLove membuat saya lapar dan ingin segera mencicipi marshmallow betulan, good job for author this novel. (*)

2 comments:

  1. bagus ya, bisa merembet ke permasalahan keluarga. kalau filosofi marsmallow itu sendiri apa yuaaa?

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat