Saturday, 15 March 2014

Book Review "A Cup Of Tea for Writer"




Judul buku: A Cup of Tea for Writer
Penulis: Triani Retno A., Herlina P. Dewi, dkk.
Tebal: 195 halaman
Penerbit: Stiletto Book
Terbit: September 2012

Review :

Hanya mereka yang bertekad kuat yang mampu bertahan, hanya mereka yang mampu menjaga pijar semangat yang dapat terus melangkah di jalan ini. A Cup of Tea for Writer, wajib dimiliki oleh penulis yang kehilangan semangat, kehilangan ide dan mood untuk kembali bangkit inilah dunia kita :menulis. 

Stiletto sebelum menerbitkan buku ini terlebih dulu membuat audisi umum, saya pun sempat ikut waktu itu namun gagal :D tak lantas membuat saya menyerah, saya malah penasaran dengan sesiapa yang lolos dan bersemangat untuk membaca karya mereka. Bukan sembarangan karya dipilih dan saya yakin mereka yang lolos dalam audisi ini adalah wakil dari kami yang mencintai dunia tulis. 

Kisah inspiratif pertama dibuka oleh Triani Retno A, yang biasa saya panggil Teteh. Kisah beliau dengan judul: Senangnya Menulis. Kisah perjalanan beliau dari jaman cerpennya terbit di media cetak hingga beliau kini menjadi seorang editor. Dan Stiletto menjadi salah satu penerbit yang beliau editori.
Senangnya, menulis membuat saya eksis dan mandiri
Senangnya, menulis membuat saya dapat ikut menopang keuangan keluarga
Senangnya, menulis membuat saya menjadi lebih berarti dan bermanfaan bagi orang lain.

Kisah kedua oleh Ririe Rengganis. Sebab Impian Ayah Bukanlah Impianku. Aihh cerita ini membuatku meleleh :D ayahnya menyuruh masuk kedokteran tetapi dia ngotot masuk sastra. Tanpa restu ayah namun ibunya selalu mendukung, ketika ia lulus menjadi editor dan akhirnya bukunya diterbitkan ayahnya masih angkuh sampai mba Ririe ini menulis surat untuk ayahnya. Aduh akhirnya sang ayah bangga padannya.
            Tulisan adalah jejak rekam terbaik bagi mereka yang kelak kita tinggalkan di dunia
(halaman 15)
           
Kisah ketiga Tidak Akan Pernah Cukup. Beliau bercerita untuk menjadi penulis yang sukses itu janganlah menyombongkan diri. Menulis bukan sekadar untuk populer dan kaya tapi karena menulis itu menyenangkan.
           
            Ada 20 kisah inspiratif dalam buku ini dan tidak ada satu pun yang tidak aku sukai. Semua kisah membawaku mendecakkan kagum dan terharu, malah sempat juga menitikkan air mata. Bacaan ini wajib buat pecinta dunia tulis, nggak nyesel pernah membelinya. Dan ada 10 tips menulis dari Reda Gaudiamo. Kasih tahu nggak ya? :-D karena saya baik hati saya kasih bocoran deh :p ini dia :
Tulisan akan lebih baik bila :
1.     Penulis harus Rajin Membaca utnuk memperkaya kosa kata, mengkaji cara penyampaian ide dan susunan kalimat.
2.     Rajin berlatih. Semakin banyak latihan semakin membuat kita mahir menulis.
3.     Mau menerima masukan orang lain yang membaca karya kita.
4.     Baca tulisan dengan suara keras,  untuk mendapatkan kalimat tidak efektif, aneh dan semua kalimat yang nggak asyik.
5.     Kuasai bahasa Indonesia.
6.     Tata bahasa itu penting.
7.     Meniru idola itu boleh.
8.     Ikut pelatihan menulis.
9.     Kirim tulisan ke media.
10.   Menulis dengan hati.
Jadi, kalau kalian mampir ke toko buku jangan lupa mengadopsi kisah-kisah inspiratif penyemangat hati  A Cup Of Tea for Writer. Dijamin mood burukmu menghilang seketika dan kita semakin mencintai dunia menulis.

           

3 comments:

  1. Banyak pengalaman berharga dari buku untuk menancapkan karir dalam dunia tulis ya nyi

    ReplyDelete
  2. betul banget Kak, seneng udah mengenal dunia tulis

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat