Thursday, 25 April 2013

Book Review "Sweetest Thing"


Judul Novel : Sweetest Thing

Penulis         : Sienta Sasika Novel

Penerbit       :Media Pressindo

ISBN              :0000094668

Harga Novel: Rp 32.000


Sinopsis Buku:

Kenapa gue harus bertemu dengan dia di sini? Apa ini takdir? Atau ini cobaan? Kenapa gue harus ketemu dia di saat kayak gini?pikir Sienta dalam hati. Ia duduk di teras rumah Reyna, melihat matahari terbenam. Lembayung dengan warnanya yang segar terlihat begitu indah.

Sudah empat jam Sienta duduk di teras, memainkan pasir. Berkali-kali ia menulis nama Bintang dan Dido, lalu dihapus kembali. Ditulis lagi, dihapus kembali. Pikirannya sedang kacau. Ia harus memilih. Ini pilihan sulit. Memperbaiki hubungan, atau memulai lembaran baru?

Baru beberapa bulan menikah, Sienta memergoki Bintang, suaminya, bergandengan tangan dengan wanita lain. Sakit hati, ia memutuskan menenangkan diri ke Bali. Rencana honeymoon-nya berantakan. Pernikahannya terancam kandas. Di Pulau Dewata, ia justru bertemu dengan “teman” lamanya. Seseorang yang pernah mengisi hatinya di masa lalu. Seonggok cinta yang belum selesai, yang kini menuntut untuk dituntaskan.

Pada hati siapakah hati Sienta akhirnya berlabuh?

Myreview : 

Sweetest Thing ( pada hati termanis kulabuhkan cintaku)
                Bab pertama kita disuguhi oleh email Sienta untuk sahabatnya. Di sini pikiranku mengembara ke masa lalu saat-saat menimba ilmu, dengan 5 orang sahabat persis dalam novel ini. Berasa reuni kembali dan kehebohan sahabat Sienta : Susi ketika nonton bioskop saat hamil mendadak ingin melahirkan. Apakah benar akan melahirkan di bioskop ataukah hanya gejala? Penasarankan? *kedip-kedip


                Bab selanjutnya disusul flash back ke masa lalu. Saat sahabat Sienta: Ria bisa berkenalan dengan Rico yang ternyata adalah gebetan Susi. Mereka nekat ke Jakarta nonton java jazz, kehebohan terulang lagi ketika mereka menunggu jemputan Jaka&Rico malah diklakson mobil dan digoda oleh mereka, akhirnya mereka berlima lari tunggang langgang. Siapkah mereka? Temukan jawabannya di Bab 2 :p

               
3 minggu kemudian diadakannya reuni di rumah Sienta. Gaje-gajean, ejek-ejekan yang seru. Sampe anak-anak dititipin bapaknya dan mereka berlima kabur ke mall. Saat dimobil kehebohan terjadi Fenny mau melahirkan. Sementara suaminya Welby malah asik selingkuh dengan wanita lain. Reyna yang stay di Jerman kebetulan kontrak kerja suaminya habis, dan mereka memutuskan ke Bali untuk membawa Ziya anaknya yang autis diterapi. Reyna mengusulkan Sienta untuk menyusul ke Bali sekalian honeymoon.  Kerikil-kerikil mulai timbul oleh Bintang, suami Sienta yang sering asik berchat ria di ponsel tapi tidak boleh sama sekali Sienta menyentuh posel itu. Akhirnya ia curhat dengan Fenny yang sudah pernah berpengalaman diselingkuhi. Oleh Fenny, Sienta tahu dan mulai meragukan kesetiaan Bintang. Dengan dibarengi mereka bertemu Bintang di mall jalan dengan Vivi, mantan gebetan Bintang saat SMA. Pertikaian terjadi, Sienta memilihkabur ke Bali.
                Semakin tegang penulis menyuguhkan cerita flash back kehebohan saat Sienta putus-nyambung dengna Bintang. Oleh ke empat sahabatnya Sienta dijodohkan oleh kandidat-kandidat mereka. Ada yang anak sholeh tapi bergaya metal, anak mama yang tiap 5 menit sekali ditelpon mamanya, ada lagi anak jenius dengna IPK 4 dan ketika ngobrol si Sienta berasa lagi ujian hihihi *suer di sini kocak banget.(di bab 9)


                Di Bali ketika suami Ria yang anak band manggung, kebetulan mereka nonton. Ternyata Sienta mengenal sang vokalis; Dido yang mana mantan Sienta. Kepingan cinta masa lalu terkumpul kembali. Sanggupkah Sienta menjaga hati untuk Bintang? Bagaimana Bintang mencari Sienta dan menyesali dirinya karena telah meladeni gebetan masa lalunya juga. Aku jadi inget rumus orang berpasangan. “Kamu adalah cermin pasanganmu. Kalau kita nggak macem-macem, maka pasangan kita pun aman. Tapi kalau sebaliknya, you know what I mean” kira-kira begitu. Mari berkaca terhadap diri sendiri melakukan perubahan kearah yang lebih baik *busyeeeeeeet kenapa jadi ceramah hihihi ….

                Betewe serius, keunggulan novel ini adalah si penulis pintar sekali memainkan banyak karakter *salut. Kita juga dibawa ke jaman reuni saat ramenya masa kuliah. Bahasanya ngepop. Kekurangannya adalah, hmmm aku ga bisa bilang ini kekurangan tapi aku lebih menyebutnya pada bagian aku tidak suka di ending ketika si Sienta melakukan testpack . Hihihihi aku juga gak mau ngasih spoiler untuk ending sad or happy. Yang jelas konflik-konflik di sini bikin kita mawas diri. Soooooo jangan tunggu lama lagi yuk … beli bukunya di tokbuk kesayanganmu <3

Regards
 

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat