Friday, 24 August 2012

"sad ending" yang manis

Okaaaayyy... Mari kita intip apa sih "sad ending" yang manis

Sebenarnya, lumayan banyak editor yang antipati ketika menemukan naskah dengan karakter sakit keras. 

Karena salah satu jalan mudah mengakhiri konflik adalah dengan membunuh karakter yang terlibat >.< 

Misal, ada 2 cowo rebutan satu cinta. Kalau salah satu 'dibunuh' maka cerita akan selesai kan? 

Ada lagi yang menggunakan kematian sebagai jalan mengakhiri cerita. Kalau tokoh utamanya meninggal, tamatlah ceritanya.    

Ini jenis sad ending yang sebaiknya dihindari. Karena kadang terkesan dipaksakan.  

 Tapi, kalau sad ending itu justru membuat karakternya maju? Atau belajar tentang hidup? Nah,ini istilahnya optimistic ending 

 Contohnya, dalam novel berjudul Bridges over madison county. Tentang seorang ibu rumah tangga yang jatuh cinta pada fotografer

 bu ini sebenarnya jauh lebih bahagia dengan sang fotografer, dibandingkan bersama suaminya. 

 Tapi akhirnya, ia memilih bertahan dengan pernikahannya. Pilihan ini membukakan kesadaran apa itu pernikahan dan pengorbanan

 Sad ending? Ya. Tapi, pembaca membawa banyak hal berharga. Daripada dipaksakan berakhir bahagia dengan fotografernya 

 Bagaimana dengan Message in a Bottle? Tentang seorang wanita yang tidak bisa "move on"? 

  Melalui rangkaian surat", wanita ini belajar bahwa keajaiban itu ada. Bahwa hati yang patah bisa sembuh. 

 Akhirnya, wanita itu bertemu dengan belahan jiwanya. Ia jatuh cinta lagi. Semangat menjalani hidup, hingga kekasihnya terengut

  Sad ending? Yes. Tapi, pembaca sudah mendapat banyak hal. Karakternya pun sudah bahagia. 

 Sad ending yang disajikan dengan manis sebagai penutup cerita inilah yang disebut akhir yang optimis. 




 

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat