3 Hal yang Harus dipertimbangkan Sebelum Memilih Investasi Online
3 Hal yang Harus dipertimbangkan Sebelum Memilih Investasi Online – Diyakini
atau tidak sekarang ini, kemajuan teknologi membawa kehidupan kita menjadi
lebih mudah. Dulunya yang kita lakukan dengan cara konvensional, kini hanya
melalui online, kita sudah mendapatkan segala kemudahan tanpa harus keluar
rumah. Mau belanja apa tinggal akses via mobile, mau membandingkan harga juga
bisa dibuka lewat henpon. Apalagi untuk investasi online, lebih dimudahkan lagi dan nggak ribet.
Sebelum
dilakukan secara online, kita harus bertemu dengan pihak broker atau sekuritas
tertentu untuk bertransaksi. Namun sekarang kita sudah tidak harus melakukannya
lagi karena bisa Anda lakukan sendiri melalui sistem onlinenya. Melalui
aplikasi, Anda dapat bertransaksi di mana saja dan kapan pun Anda inginkan.
Tapi,
sebagian orang masih ragu-ragu untuk melakukan investasi online karena pastinya
tidak semua perusahaan penyedia investasi bisa dipercaya. Sembarangan memilih,
uang Anda bisa saja dibawa lari. Maka dari itulah, agar Anda tidak mengalami
kejadian tersebut, pertimbangan terlebih dahulu hal-hal di bawah ini.
1. Tentukan jenis investasi
yang tepat
Dalam berinvestasi
secara online, tentunya ada banyak jenis yang dapat Anda pilih. Tapi Anda
jangan salah memilihnya dan pilih yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan
Anda. Mulai dari saham, reksadana, uang virtual, emas, forex, maupun P2P
lending harus Anda pikirkan dengan matang.
Masing-masing
mekanismenya tentu berbeda-beda, begitu pula dengan keuntungan dan resiko yang
didapat. Karena itulah, kenali masing-masing kelebihan dan kelemahannya agar
Anda mendapatkan keuntungan yang lebih optimal.
1. Pertimbangkan kredibilitas broker
Meskipun secara
online, investasinya juga didukung oleh para broker. Yang membedakannya dengan
cara konvensional adalah broker pada investasi cara online tidak
terlihat karena sudah disusun oleh sistemnya dengan tidak adanya tatap muka
antara pihak nasabah dan brokernya.
Sebelum
bertransaksi investasi online, ada baiknya Anda mengetahui terlebih
dahulu siapa broker yang ingin Anda gunakan. Pastikan broker yang Anda pilih
memiliki legalitas yang terdaftar secara sah hukum negara dan kredibilitasnya
bisa terjamin. Dengan begitu, Anda sebagai nasabah maupun pihak broker bisa
saling bertransaksi dengan aman dan nyaman.
2. Pahami skemanya
Jika Anda memilih
broker yang sudah profesional, pastinya mereka memiliki skema berinvestasi yang
transparan dan jelas, sehingga investornya bisa melihatnya dengan mudah. Dengan
adanya skema tersebut, kita bisa menganalisa teknik yang seperti apa untuk
mengelola dana kita. Selain itu, kita juga dapat menilai apakah investasi
tersebut mampu kita gunakan atau tidak.
Pastikan Anda
menghindari skema Ponzi karena sudah pasti investasi tersebut termasuk
abal-abal. Jika Anda melihat ada yang mencurigakan pada jenis investasi yang
Anda inginkan, ada baiknya tanyakan informasi jelasnya ke pihak broker
bersangkutan. Tapi kalau pihak broker sulit dihubungi, langsung segera ganti
broker karena mereka tidak profesional.
Berbisnis investasi
online memang tidak mudah. Anda harus mempertimbangkan banyak hal terlebih
dahulu agar tidak terjadi kerugian maupun resiko yang lebih besar. Salah satu
broker terbaik di Indonesia yaitu Mandiri Sekuritas. Melalui mandirisekuritas.co.id, kita dapat melihat mereka
sudah mengeluarkan berbagai produk investasi yang bisa Anda gunakan. Pastikan
Anda segera mendaftarnya demi masa depan Anda.
sebagai staff bank, mau ga mau aku jd banyak belajar ttg jenis2 investasi ini. Kalo dulu aku biasa main di deposito, tp setelah tau macam2 investasi baik offline ato online, deposito udh ga pernah aku sentuh, krn ternyata ga menguntungkan :p. jd nya bbrp investasi yg aku lakuin secara online , kayak p2p lending. aku pilih yg udh dalam pengawasan OJK pastinya, supaya aman. kalonutk beli reksadana ato obligasi, aku masih lbh suka beli dr bank tempat aku kerja krn biaya nya digratisin utk staff :p. lbh untungin buatku jadinya :D
BalasHapuspokoknya kalo ikutan investasi gini, perhatiin banget apa sudah dlm pengawasan OJK daan tidak menawarkan keuntungan yg guede banget, dgn resiko nil. Kalo udh begitu, pasti ponzi deh. ga da investasi di dunia ini yg tanpa resiko. kalo bisa begitu mah, semua org udh kaya kali :p
Jangan samapi terjebak investasi online yang abal-abal ya...
BalasHapusUdah banyak kejadian soalnya, bahkan investasi offline skalipun rawan penipuan apalagi online.
Pernah rugi di cryptocurrency 10jt. Di forex 5jt. Bukan karena ketipu sih atau kena jebakan scam ponzi. Tapi karena bodoh gak belajar. Wkwkwkwk. Tapi ya worth it kok setahun kemudian di crypto bisa ngembaliin kerugian plus beli pc gaming. Semua butuh beljar emang dan hati2 yang paling penting.
BalasHapusIya, bener emang harus hati-hati kalau mau berinvestasi, apalagi yang online. Salah-salah bukannya untung malah rugi. Ngomong-ngomong makasih tipsnya, mau kukepoin nih mandirisekuritasnya :))
BalasHapusIya. Investaso online pula, harus liat ini itu ya. Banyak pertimbangannya. Tp kalau Mandiri udh pengalaman ya.
BalasHapusEh mba. Btw beberapa hari ini ada masalah di Mandiri, kira2 berpengaruh ga tuh sama investasinya.
Aku punya rekening investasi di bank ini ni.... Hihihi... Mau nambahin satu lagi, yang perlu dipertimbangkan: biaya administrasinya. :) thanks for sharing mbak Nyiii!
BalasHapusWah, masukan mba Fanny, aku baca baik-baik nih.
BalasHapusNote banget!
Soalnya doi kan "orang dalam' bank.
Baru tahu juga kalau deposito itu tidak menguntungkan!
Terus,
Kudu sudah dalam pengawasan OJK ya.
Note, mba Fanny
Fix, ini penting banget!
Wah mandiri sekuritas ya, aku sudah ada beberapa provider investasi online tapi belum coba mandiri sekuritas online nih :)
BalasHapusBener nie untuk investasi online itu tidak main2 ya harus banyak dipertimbangkan
BalasHapusMeski sistemnya online aku merasa tetap perlu bertemu in person dengan agent nya deh mba.
BalasHapusaku menyimak dulu sambil memantapkan hati buat berani coba investasi online karena aku 0 banget
BalasHapusKita harus jeli juga melihat investasi online, masalahnya banyak penipuan..
BalasHapus