Tuesday, 1 November 2016

BCA Pahami Kondisi Dompet Milik Kita

BCA Pahami Kondisi Dompet Milik Kita

My Story with BCA
My Story with BCA

"Kekayaan anda bukan tergantung dari seberapa besar penghasilan, tetapi tergantung pada pola pikir anda tentang uang dan bagaimana anda mengatur keuangan" (Mario Einstain)

Nyipenengah.com - Jadi ceritanya, di tempat kerja yang baru kami harus memiliki rekening BCA. Aku sendiri belum punya, kalau tidak memiliki rekening BCA otomatis gajiannya akan dipersulit. Antara membuat dan tidak, sempat galau waktu itu. Sebenarnya kalau sekadar membuat itu pasti mudah lah ya? Masak iya ingin mendaftar jadi nasabah, kita dirempongin? 

Daripada tiap hari datang ke kantor ditanyain, "Udah bikin ATM BCA belum, Nyi?" aku cuman bisa nyengir. Akhirnya pagi ini nekat dateng jam 7 buat ngantri, di kantor cabang BCA di Kendal. Office boynya aja kalah cepet, sama kedatangan saya. Hahahha ...

Sempat ketar-ketir kalau syarat membuka tidak memenuhi, plus khawatir tengok isi dompet tinggal sisa-sisa. Tetapi udah nekat aja, mau buka rekening BCA. Sejam nunggu akhirnya buka juga BCA, cabang Kendalnya. Dapet antrian pertama, horeee! Mba teller yang super ramah, udah menyapa dengan pipi merah meronah.

"Gini Kak, saya mau buka rekening BCA, buat ambil gaji di kantor", kata saya penuh penekanan kata 'kantor'.
"Baik, ada KTP? tanya mbak teller, langsung saja saya sodorin kTP dengan cetakan lama.
"Kak, tapi saya mau buka yang tabunganku aja ya? Boleh?"
Mbaknya teller senyum, "Tabunganku khusus untuk pelajar Mbak, gimana?"
"Eh ..." ucap saya panik, "Hmmm ... ini saya kerja di kantor ini Kak," saya nyodorin brosur list harga bubuk minuman Cafeos."Jadi kantor saya, bergerak dibidang food and beverage." Ajaib! Mbak teller kemudian, malah balik bertanya-tanya mengenai kantor tempat saya kerja. Saya sebagai apa dan lain-lain. Yang akhirnya saya boleh membuka rekening 'tabunganku'. Saldo terendah adalah Rp 20 ribu. 
My Story with BCA
Dengan syarat simple ini bisa buka BCA Tabunganku

Sujud syukur banget, duit di dompet sisa selembar merah doang. Dan akhirnya saya punya rekening BCA, sepaket beserta ATM-nya. Nggak ada limabelas menit udah jadi, gitu aja. BCA emang amazing. Pelayanannya ramah, cepat dan mudah tanpa memberatkan si nasabah. 


Kenalan sama BCA KlikPay dan sibiru token

Kuliah di jurusan managemen, baru saya rasakan manfaatnya. Karena di kantor belum ada akuntannya, saya diminta untuk membantu keadaan cash flow sementara. Dari sini mulai dipasrahin, untuk ngecek pemasukan dan pengeluaran kantor di mutasi rekeningnya. Saya juga harus bisa memakai token, untuk bertransaksi dengan supplier yang bekerjasama. Awalnya lupa-lupa melulu, kemudian malah ketagihan. Gimana nggak kerasan kalau udah dinyamankan? 


BCA selalu tahu perihal kebutuhan dalam mengelola keuangan kita. Baik dari masyarakat kecil, mengngah maupun ke atas, pelayanan diberikan dengan sama dan seimbang. Sejauh apa pun pergi, BCA selalu dengan Flazznya selalu setia menemani. Dengan Sakukunya, pun selalu mengerti apa yang kita butuhi.  Terima kasih telah bersedia bersama, hingga saat ini. 



8 comments:

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat