Friday, 24 August 2012

perbedaan pokok antara romance remaja dan dewasa

Giliran yang dewasa, nih. Apa ya, perbedaan pokok antara romance remaja dan dewasa? 

Romance ditandai dengan kedalaman masalah yang menyertainya. Ada lebih banyak unsur yang terlibat 

  Dalam romance dewasa, seringkali ada unsur dunia kerja, tekanan sosial mengenai satu dua hal, hingga masalah hidup lainnya

Beberapa kalangan akhirnya mengkategorikan novel ini dengan nama chicklit (chick literature) atau bacaan wanita 

  Baik romance remaja atau dewasa, ada syarat umum, yakni berakhir bahagia. Sederhananya, para tokoh cerita mencapai impiannya 

 Kalau remaja bisa berarti tokoh utamanya jadian. Kalau dewasa, yah mungkin merid *uhuk* 

 Tapi min, sperti kata  ngga semua cerita cinta kudu wajib happy ending, kan? 
 Ada satu lagi ending yang dipakai genre romance. Istilahnya akhir yang optimis (optimistic ending) 

 Kisah cinta yang tak sampai, tidak berarti harus membuat karaktermu terpuruk. Ada juga yang membuatnya bangkit. 

 Ingat novel "Message in a Bottle"? Nah, diakhir kisah tokohnya 'gagal' bersama kekasihnya. Tapi, ia belajar bangkit 

 Ada juga perjalanan cinta yang walau ujungnya tidak bisa bersama, membawa kebahagiaan dalam bentuk lain 

 Misal sang tokoh jadi belajar move on *lirik  atau belajar menerima bahwa cinta tak harus memiliki 

 Open ending sebaiknya dihindari. Baca sesuatu yang ngantung itu, sesungguhnya ngga asik. 

 Buatlah penutup yang menunjukkan bahwa karaktermu sudah siap melangkah menuju babak baru dalam hidupnya  

Pada akhirnya, genre apa pun yang dipilih, cerita itu harus mampu menghibur pembaca. 

 Pakailah kacamata pembaca saat menilai tulisan sendiri. Karena, pada dasarnya, kita menulis untuk mereka.

 Happy ending yang ngga jadian? Inilah yang disebut optimistic ending.



0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat