From New Normal to Adaptasi Kebiasaan Baru

By Nyi Penengah Dewanti - Thursday, September 17, 2020


From New Normal to Adaptasi Kebiasaan Baru - Pandemi covid-19 memang mengubah banyak hal, sudah berbulan-bulan lamanya obrolan offline kini menjadi serba online. Dari bekerja, sekolah, aktivitas, semuanya harus melalui kebiasaan di rumah saja. Untunglah jaringan internet sudah lancar, dan bisa menjadi jembatan dalam melakukan segala aktivitas.



From New Normal to Adaptasi Kebiasaan Baru


Disinyalir dari Kemeskes RI, Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang sangat kecil berukuran sekitar 125 nanometer namun bisa menyebabkan kematian. Covid-19 ditandai dengan munculnya gejala batuk pilek, flu, demam, gangguan pernapasan, namun ada juga yang tidak nampak/muncul gejalanya, dan dalam kondisi parah bisa menyebabkan gagal napas dan berakhir pada kematian. Penularannya melalui droplets atau percikan batuk atau bersin.

 

Hal-hal apa saja yang kita lakukan untuk melawan sebagai tindakan pencegahan, adalah harus sesering mungkin mencuci tangan menggunakan sabun. Menerapkan diri untuk memakai masker, kemanapun pergi. Menjaga daya tahan tubuh, dan menjaga jarak dari kerumunan banyak orang. Berperilaku hidup sehat dan bersih, sangat penting agar terhindar dari virus tersebut. Karena sampai dengan detik ini, penyebarannya masih terus meningkat.

 

Tetap Berhati-hati Meski Sudah Menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

 

Dalam pidato resminya di Istana Merdeka  Presiden RI Joko Widodo, (15 Mei 2020) menyatakan bahwa, “Kehidupan Kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan. Itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai New Normal atau tatanan kehidupan baru”.

 

Dengan adanya kebiasaan baru, agar semuanya kembali bisa produktif. Yang mengeluh atas pembatasan di rumah terus dan tidak ada pendapatan, mulai bisa melakukan aktivitas kembali. Kembali bekerja, kembali belajar, dan kembali bersosialisasi di era pandemi.


 

From New Normal to Adaptasi Kebiasaan Baru


Susan Bowerman, sebagai Pakar nutrisi dan juga Senior Director Worldwide Nutrition Education and Training Herbalife Nutrition, mengatakan, sebagian besar masyarakat di dunia sudah memiliki kebiasaan atau cara baru untuk melindungi diri sendiri, keluarga maupun komunitasnya. Mulai dari rajin mencuci tangan, beradaptasi memakai masker saat bepergian, tidak bersalaman atau berpelukan dan menjaga jarak ketika beraktivitas di luar rumah.

 

Saya pun demikian, ketika bertandang ke rumah saudara untuk melakukan kolaborasi pekerjaan. Kami tidak bersalaman. "Iki meh salaman opo ora?" kata saya ketika sampai di rumah saudara.

"Ora salaman nggak popo, seng penting tetep seduluran," begitu ungkap tante Cicik. Nggak salaman tidak mengapa, yang penting kita tetap saudaraan. Beginilah perilaku yang harus memang benar dianjurkan.

 

 

Tips Sehat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

 

 

Kekebalan tubuh yang kuat, akan membuat seseorang tidak mudah terkena penyakit. Jadi makanan yang sehat itu sangat penting untuk tubuh, ini merupakan tips yang pertama. Perbanyak buah dan sayuran. Nah, apalagi tips menghadapi Era Adaptasi Kebiasaan Baru? Ini dia:

 

From New Normal to Adaptasi Kebiasaan Baru



Tips yang kedua, melakukan olahraga dengan rutin. Tidak harus keluar rumah, bisa disiasati dengan olahraga di rumah misalnya yoga, senam atau lari-lari ditempat juga bisa.

 

Tips ketiga, jangan stres. Keadaan awal pandemi memang membuat kita kaget, tapi jangan sampai dipikir sampai membuat stres. Ketidakpastian ekonomi memang luar biasa melelahkan, tetapi pasti ada jalan karena kita tidak sendirian. Pun pemerintah tidak tinggal diam. Adanya BLT (bantuan langsung tunai), Prakerja, bantuan UMKM, dan lain sebagainya cukup membantu meredakan ketegangan kondiri keuangan yang memburuk ya kan? Meski belum sepenuhnya merata.

 

Tips keempat dan menjadi yang paling utama ialah MAS JAJA CUCITA (pakai MASker, JAgaJArak, dan CUCI TAngan sesering mungkin). Jika keempat tips tersebut terus dilaksanakan dengan baik insyaAllah, ujian dengan pandemi ini semoga menjadikan kita belajar banyak hal, sabar serta sadar.

 

Terkahir jangan lupa untuk selalu berdoa, semoga kita semua diberikan kekuatan untuk menghadapi dan melawan sampai virus ini musnah dari muka bumi. Jaga kesehatan ya teman-teman, dimanapun berada.


 Baca juga 

Menikmati Wisata Eling Bening di Era Adaptasi Kebiasaan Baru


Sumber pendukung artikel

http://promkes.kemkes.go.id/menuju-adaptasi-kebiasaan-baru

https://www.beritasatu.com/feri-awan-hidayat/kesehatan/658603/tips-tetap-sehat-di-era-adaptasi-kebiasaan-baru

  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Semoga kita semua dilindungi Allah dari pandemi ini ya Nyi.
    Iya, aku sangat yakin, tatanan kebiasaan dunia akan berubah nantinya pasca pandemi

    ReplyDelete
  2. Saya setuju banget sama tips di artikel ini. Semoga dengan kita menerapkan MAS JAJA CUCITA kita bisa turut menjaga diri dan keluarga dari ancaman pandemi ini ya mba. Dan semoga pandemi ini bisa segera berlalu..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat