Cerita Anak di Muat Kompas Klasika Nusantara Bertutur

By Nyi Penengah Dewanti - Monday, August 03, 2020



Cerita Anak di Muat Kompas Klasika Nusantara Bertutur - Allahamdulillah nggak nyangka, cerita anak berjudul, 'Berdonasi Buku', saya bisa di muat Kompas Klasika Nusantara Bertutur. Karena awalnya coba-coba iseng kirim, siapa tahu rejekinya soalnya tema yang diangkat sederhana dan mengena. Tema Dongeng yang diambil bulan Juli lalu, adalah 'Berbagi Kebaikan dari Rumah'.

nusantara bertutur instagram klasika kompas klasika kompasid kompasklasika cerita anak di koran kompas cernak kompas


FYI, buat teman-teman yang belum tahu. Nusantara Bertutur ini merupakan cerita anak di koran Kompas. Nusantara Bertutur sendiri yakni gerakan dari sekelompok anak bangsa yang punya kepedulian terhadap upaya pembangunan karakter anak-anak Indonesia. Harapannya ketika anak-anak mendengarkan dongeng, karakternya bisa terbentuk menjadi mandiri, tangguh, cedas, dan punya jiwa kepemimpinan yang kuat.

Visi Nusantara Bertutur ialah terwujudnya bangsa Indonesia yang sesuai dan tertulis dengan pembukaan Undang-Undang dasar 1945. Sementara misi Nusantara Bertutur membangun manusia Indonesia yang cerdas, berwawasan kebangsaan, dan berkarakter unggul.

Belajar Membaca dari Cerita yang Sudah Terbit


Mengirim tulisan ke media yang belum pernah kita kenal, emang seperti tantangan yang harus kita takhlukan. Salah satu tips yang saya lakukan ketika mengirim ke Nusantara Bertutur adalah, dengan membaca tulisan yang sudah terbit.


nusantara bertutur instagram klasika kompas klasika kompasid kompasklasika cerita anak di koran kompas cernak kompas


Kebetulan setelah kepo dengan instagram @nusantarabertutur saya menemukan websitenya. Di sana ada banyak cerita yang sudah terbit. Awalnya bingung mau membahas apalagi nih, di tengah pademi melakukan kebaikan dari rumah yang harus diusung apalagi kalau udah semua dimuat. Eh, karena saya suka membaca kenapa nggak ambil tema, 'Berdonasi Buku' dan kebetulan belum dimuat. Jadilah mulai menentukan siapa tokohnya, masalah yang dihadapi apa, setting di mana serta kebaikan apa yang bisa dilakukan dan endingnya harus manis tentunya. Serta bagaimana kita memepetkan tulisan sesuai dengan syarat yang diminta, maksimal 2500 karakter (no space). Tantangan banget ya kan? Kalau biasanya di blog nulis sebebas-bebasnya.

Eh ... di tanggal 2 Agustus 2020, ada pesan WhatsApp masuk dari teman menulis saya mbak Karunia Sambas, yang mengabarkan kalau dimuat. "Barokallah," ucapnya menyelamatkan saya. Kabar bahagia ini membuat saya makin bersyukur di Minggu pagi, jadi bersemangat sekaligus terharu. Ketika membuka website Nusantara Bertutur dan dibacakan oleh pendongen Kang Acep, saya makin gemetaran. MasyaAllah luar biasa Kang Acep, mendongengkannya dengan begitu menghayati. Terima kasih Kang Acep, saya jadi ikutan belajar bagaimana cara mendongeng yang baik dari tulisan sendiri.


nusantara bertutur instagram klasika kompas klasika kompasid kompasklasika cerita anak di koran kompas cernak kompas


Karena kebetulan saya langganan Aplikasi Gramedia Digital, saya ngintip deh koran Kompas, yang bagian Nusantara Bertutur. Aduh, ada beneran cerita anak saya, Allahamdulillah senang bisa nembus Kompas. Padahal ini baru pertama kirim, dan dunia anak termasuk dunia yang susah saya masuki. Mungkin karena di sekitar saya adanya orang-orang dewasa, saya susah membaur dengan anak-anak. Kalau orang Jawa bilang, 'Ora biso ngemong', (Nggak bisa momong). Tapi dengan dimuatnya cerita anak di Kompas Klasika, artinya saya memiliki ketertarikan di dunia anak kali ya? Ehehe ... jadi buat teman-teman yang ingin mengirimkan cerita anak kalian, coba aja dulu. Jangan takut begini-begitu. Kirim lalu lupakan, bikin lagi kirim begitu seterusnya biar nggak kepikiran. Itu termasuk prinsip yang saya genggam. Soalnya kalau kirim lantas dinantikan terus, malah kepikiran. Apalagi kirimnya cuma satu, padahal yang berharap bisa nembus ribuan. InsyaAllah di postingan selanjutnya saya akan membagikan tips mengirimkan cerita anak ke Kompas Klasika Nusantara Bertutur. 




Rita Asmaraningsih, sahabat blogger saya pun cerita kalau dia kirim tapi belum nembus. Nggak apa, jangan patah semangat kawan, karena seninya di sini. Proses perjuangan nembus media itu memang menggemaskan, tetapi sekali tembus akan memberikan kenangan tersendiri bagi kita. Kita akan merasakan bangga, karena perjuangan kita akhirnya terbayarkan. Selamat mencoba! Kalau mau membaca cerita saya berjudul, 'Berdonasi Buku', bisa langsung klik aja! Salam.

nusantara bertutur instagram klasika kompas klasika kompasid kompasklasika cerita anak di koran kompas cernak kompas

  • Share:

You Might Also Like

27 comments

  1. waa pasti seneng sekaligus bangga yaa bisa memnembus kompas hihihi, dimuat di karunia kambas jugaa, semoga bisa dimuat di media lainnya juga yaa hihihi

    ReplyDelete
  2. Waahh alhamdulillah selamat ya mba sudah dimuat, jadi inget kalau zaman SMA yang bisa nulis masuk koran pasti nilai A hihihi

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah akhirnya tembus juga ya Nyi, harus smeangat terus ya akhirnya bisa juga. PIngin baca ceritanya

    ReplyDelete
  4. Aihh senangnya nih mbak yang ceritanya dimuat di Kompas Klasika. Setahu saya susah banget untuk menembus media besar tersebut. Salut deh buat mbak~

    ReplyDelete
  5. pasti senang dan bangga ya mbak bisa dimuat di kompas, ga mudah soalnya buat menembus media yang satu itu :)

    ReplyDelete
  6. saya kok kepengen juga coba2 ngirim ke kompas hehee siapa tahu nembus juga, pasti jadi prestasi tersendiri buat saya :)

    ReplyDelete
  7. Selamat, selamat Nyi. Bagus ini Kompas masih menyediakan kompartemen buat cerita. Dulu Kompas Anak hilang beserta bagian cerita, sangat sedih. Btw, ini ada honornya kan?

    ReplyDelete
  8. Wah selamat Nyi, senangnya ya ceritanya dimuat di kompas. Bikin tambah semangat nulis jadinya ya. Jadi ingat dulu pernah kirim cerita anak ke Kompas, ditolak huhu karena cerita dengan tema seperti itu sudah pernah dimuat katanya.

    ReplyDelete
  9. Haoaaa selamat mbak. Saya maju mundur mau nyoba bikin cerita di kompas anak.

    ReplyDelete
  10. Keren banget sih Nyi, semoga bisa jadi penyemangat untuk yang lain juga ya.

    ReplyDelete
  11. Kereen Nyi. Udah sering menang lomba blog, masih nulis cerita anak juga. Aku sampe sekarang belum bisa nulis cerita anak. Gimana yaaah wkwk

    ReplyDelete
  12. Wah keren bisa masuk kompas, semoga di media - media yang lain juga ya kedepannya. Semangat terus dan berkarya terus pantang menyerah

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah selamat ya mba karyanya masuk di Kompas, tadi saya sudah baca dan mendengar ceritanya memang ceritanya mudah sekali buat diserap anak2 dan temanya sesuai pandemi saat ini :)

    ReplyDelete
  14. Keren nih kak, tulisannya bisa masuk di Kompas, semangat terus create ceritanya kak :)

    ReplyDelete
  15. Bangga banget kalo tulisn kit bisa dimuat di surat kabar ya kak. Tapi aku ms belum punya nyali tertolak hahaha. Jadinya ngeblog aja

    ReplyDelete
  16. Selamat, keren. Cerita anak memang banyak tantangannnya. AKu sudah lama nggak baca cerita anak karena anak2 juga udah besar semua. Mungkin ntar kalau udah jadi nenek & terpaksa bacain buat cucu2 heheee.

    ReplyDelete
  17. Kereen, Nyi.
    Terbaiikk~

    Kuncinya harus terus menulis dan banyak membaca tulisan orang lain yaa, Nyi.
    Dan jangan patah semangat untuk mencoba.

    ReplyDelete
  18. selamat mba untuk kesuksesan pertama anaknya bisa masuk dalam kompas klasika, awal yang baik adek, semoga terus berkarya dan menulis lagi, sehingga kedepannya jadi penulis hebat buat adeknya ya mba, dan tulisannya bermanfaat bagi anak-anak yang lain, aamiin

    ReplyDelete
  19. kereeen lho mba dan aku udah lama nih ngga pernah baca cerita anak - anak lagi. Let's check it out

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga suka mengenalkan cerita anak - anak dalam bahasa Indonesia ke Bo et Obi.. biar familiar

      Delete
  20. Keren banget Nyi, selalu semangat menulis dan menebar inspirasi. Aku belum pernah nih kirim cerita anak ke Nusantara Bertutur ini. Mau cobain aaahh... Makasih informasinya ya Nyi.

    ReplyDelete
  21. Keren banget lah sodaraku satu ini. Makin moncer saja karyanya

    ReplyDelete
  22. Mau ikuti jejaknya ah
    Sudha lama tak menulis buat media
    Semoga ada yang nyantol

    ReplyDelete
  23. Waaa keren banget ceritanya bisa dimuat di kompaaas, semangat terus, semoga bisa dimuat di media besar lainnyaa

    ReplyDelete
  24. Alhamdulillah mba tulisan tembus ke kompas. pastinya bangga sekali.karya mu makin ngehits. semoga teman yang lain bisa ikuti jejakmu.

    ReplyDelete
  25. Keren tulisannya bisa tembus Kompas. Selamat ya, Kak, dan terus menulis. Tak banyak loh teman penulis yang ceritanya bisa nembus di kompas klasika.

    ReplyDelete
  26. Alhamdulillah selamat ya terus berkarya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat