MENU

Sunday, 2 June 2019

Penulis Membutuhkan Lima Indra untuk Mengolah Deskripsi



Penulis Membutuhkan Lima Indra untuk Mengolah Deskripsi - Sudah lama saya meninggalkan dunia fiksi, gara-gara diajakin sahabat saya Delisa untuk ikutan Writerpreneur  di Bogor akhirnya mau tidak mau harus mengulang lagi dari nol.


tips menulis tips menulis novel tips menulis cerpen tips menulis artikel tips menulis essay tips menulis puisi tips menulis resensi tips menulis cepat tips menulis buku tips menulis esai tips menulis skripsi tips menulis cerita tips menulis essay beasiswa tips menulis bagus tips menulis blog tips menulis surat lamaran kerja tips menulis motivation letter tips menulis cv tips menulis berita tips menulis novel fiksi tips menulis lagu
Foto by pexels


Bagaimana mengolah kalimat demi kalimat, mengolah deskripsi dalam setiap paragraf agar menghasilkan tulisan yang baik. Apalagi untuk penulis dengan jam terbang yang masih minim, seperti saya.

Mari belajar bersama dalam mengolah deskripsi, agar kalimat yang kita tulis menghasilkan kekuatan dan mampu mengajak pembaca hadir serta dalam cerita yang kita garap.

Memperkuat cerita dengan deskripsi adalah keharusan, karena novel bukan artikel yang sekali tulis langsung tamat. Novel membutuhkan banyak deskripsi untuk ditulis, dengan dibantu lima indra yang kita miliki. Seperti aroma ruangan, bagaimana udara yang kita rasakan, bunyi apa saja yang kita dengar dan lain sebagainya. Kelima indra tersebut adalah:

1.     Indra penglihatan

Menulis paragraf dengan modal penglihatan, kita bisa mendapatkan banyak hal. Misalnya ruangan yang kita gunakan dalam cerita adalah sekolahan, dengan detail visual apa yang bisa kita lihat dengan mata, sebuah ruangan sekolahan? Ada bangku, papan tulis, meja, dan lain sebagainya. Tulis dan berikan infromasi agar pembaca mampu membayangkannya juga

2.     Indra pendengaran


Selain indra penglihatan, kita bisa menambahkan cerita dengan indra pendengaran. Apa yang kita dengar di ruang sekolahan? Murid yang sedang ngobrol ketika guru mengajar, atau suara yang lainnya. Paparkan dengan jelas, agar pembaca juga bisa membayangkan suara-suara yang ada di lokasi

3.     Indra penciuman

Jika penglihatan dan pendengaran sudah memberikan informasi, maka tambahkan juga hal apa yang dapat kita rasakan dari indra penciuman. Misalnya dulu ada temanku yang suka banget kentut di kelas, dan baunya aduh bikin pening. Nah itu juga bisa dimasukkan ke dalam cerita, ketika kita menulis sebuah cerita tentang sekolah. Gimana sih bau sebuah 'kentut' maaf ini hanya contoh.


tips menulis tips menulis novel tips menulis cerpen tips menulis artikel tips menulis essay tips menulis puisi tips menulis resensi tips menulis cepat tips menulis buku tips menulis esai tips menulis skripsi tips menulis cerita tips menulis essay beasiswa tips menulis bagus tips menulis blog tips menulis surat lamaran kerja tips menulis motivation letter tips menulis cv tips menulis berita tips menulis novel fiksi tips menulis lagu
Foto by pexels


4.     Indra pengecap

Jika ketiga indra di atas telah ditambahkan pada deskripsi, saatnya menambahkan indra perasa. Misalnya dahulu saya dalam pelajaran, sering kali bersembunyi ngemil karena lapar. Kalau lapar nggak konsen menerima pelajaran, akhirnya makan gorengan. Pembaca bisa membayangkan langsung bukan, bagaimana rasa gorengan?

5.     Indra peraba

Sebagai contoh, masih di ruangan sekolah. Ada beberapa teman yang kadang tidak mendengarkan pelajaran dengan baik, akhirnya guru marah dan melemparkan penghapus ke arahnya. Rasanya bagaimana jika terkena penghapus, kita pasti akan meraba bagaimana rasanya sakit kena timpuk ya kan? Dari sentuhan, tekanan, tekstur dan rasa apa yang bisa kita tulis ketika merabanya

Kelima indra telah kita selesaikan, untuk menambah deskripsi dalam menulis cerita. Apakah semuanya harus ditulis dan dimasukkan ke dalam cerita? Coba cari dulu apa yang hendak kita sampaikan? Kita ingin pembaca mengetahui deskripsi apa yang kita tulis, ceritakan kisahnya dan suasananya. Bikin daftar lengkap, tentang detail yang ingin disampaikan agar deskripsi cerita semakin terasa.

Saatya melakukan pengeditan


Nah semua indra telah kita masukkan ke dalam deskripsi cerita, teliti lebih jauh lagi mana yang perlu dan mana yang tidak. Hapus yang tidak diperlukan, setelah selesai menuliskan semuanya. Ciptakan deskripsi yang hidup, dengan menambahkan hal lain-lain, bisa perkuat tokonya ketika menghadapi cerita yang sedang berlangsung atau dari sisi alam dan cuaca. Semangat berlatih, bismillah!
 

No comments :

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat