Tangkap Ide Tuliskan dan Jadikan Cerita


menulis menulis daftar pustaka menulis arab menulis aksara jawa menulis daftar pustaka dari jurnal menulis daftar pustaka dari internet menulis surat lamaran kerja menulis cerpen menulis artikel menulis tegak bersambung menulis puisi menulis latin menulis iklan baris menulis huruf hijaiyah menulis surat izin menulis laporan menulis novel menulis adalah menulis teks deskripsi menulis cerita fantasi menulis huruf latin menulis aksara jawa online menulis alamat surat menulis aksara bali menulis alamat dalam bahasa inggris menulis angka menulis artikel dibayar menulis alamat surat lamaran menulis artikel di babe menulis alamat yang benar menulis artikel di uc news menulis abstrak menulis alamat di amplop lamaran kerja menulis arab pegon menulis arab di word menulis alamat paket menulis assalamualaikum menulis bahasa inggris menulis berita menulis buku menulis bahasa arab menulis bahasa inggrisnya menulis biografi menulis bahasa jawa menulis bahasa jepang menulis bahasa korea menulis bahasa arabnya menulis blog menulis berita di uc news menulis bahasa inggris yang benar menulis bagus menulis biodata menulis bilangan menulis berita online menulis bahasa indonesia ke aksara jawa nulis babe menulis bismillah yang benar


Nyipenengah.com - Inspirasi tiba-tiba dateng, deras mengalir memenuhi kepala, eh ... waktu udah buka laptop semuanya hilang. Ngeblank, bingung mau menulis dari mana. Jengkel iya, tapi nggak sampe bikin frustasikan?

Seorang calon penulis harus siap sedia menangkap cerita, cerita nggak perlu harus yang wah ... bisa dimulai dengan tema sederhana, jumlah kata yang sedikit tidak mengapa dengan seringnya latihan menulis, kata yang sedikit itu bisa ditambahkan lagi menjadi cerita yang panjang. Karena bagaimanapun jika kamu ingin jadi seorang penulis, nggak ada cara lain selain menulis.

Menulis sama kayak orang bermain gitar, orang berenang atau orang yang bisa naik sepeda butuh dipraktikan, butuh dibiasakan dan harus rutin berlatih. Saya bisa nulis, juga butuh latihan, butuh terbiasa. Keterampilan bisa dipunyai seseorang karena ia rajin berlatih. Ada proses yang harus dijalani, nggak semua orang tahan untuk menekuni. Karena Penulis besar tidak serta merta lahir dalam semalam.

Kalau ditanya saya belajar nulis darimana? Saya jawab otodidak, dari apa yang saya baca karena jujur waktu itu untuk membayar les menulis saya belum mampu. Maka saya belajar sendiri, dari tulisan saya yang buruk hingga bisa diterima oleh penerbit besar. Alhamdulillah, berarti saya bisa bertahan dengan sebuah proses bukan? Sekarang giliran kamu untuk mencoba.


Menulis dari tulisan yang buruk, why not?

Biasanya kita ingin menulis karena suasananya yang bikin 'baper', perasaan inilah yang mendorong kita untuk menulis maka tulis saja inspirasi/ide tersebut pada paragraf awalmu. Misalnya setelah kita nonton film, mendengarkan musik atau sedang menemani anak bermain. Tangkap ide itu, tuliskan dan jadikan cerita.

Tulis saja dengan cepat apa yang ada di kepala, tidak peduli tulisanmu buruk nggak usah khawatirin tulisan kita bagus atau tidak. Tulis saja dengan cepat semasih ide mampir, tulislah dengan bebas sekalipun hasil jadinya buruk. Yang perlu kita lakukan setelahnya adalah, baca ulang, perbaiki / sunting tulisan yang buruk tersebut.

Jangan menulis sambil menyunting / mengedit

Kebanyakan dari calon penulis tidak yakin kalimat yang telah ditulisnya sudah bagus, ia melakukan edit dan tulis secara bersamaan dan akhirnya menghabiskan banyak waktu. Writing is rewriting.

Novel yang saya tulis tidak sekali jadi, butuh saya edit butuh saya sunting. Tetapi saya lakukan setelah tulisan saya selesai di ending. Tulis saja apa yang kamu rasakan, tulis saja apa yang menurutmu harus kamu tulis, tulis dengan cepat atau kalau perlu buat data apa saja yang perlu kamu tulis dalam ceritamu.

Siapa tokoh utama dalam ceritamu

Biasanya nih kalau ibu-ibu bikin status, pasti menceritakan soal anaknya. Nah, si anak ini disebut tokoh utama dalam cerita. Ciptakan tokoh utama tersebut berkesan, sehingga pembacamu selalu mengingat.

Miliki tokoh utama tujuan, lalu berikan konflik dan bagaimana si tokoh bisa menyelesaikan konflik tersebut hingga berhasil.

Misalnya seorang anak (tokoh utama) sedang belajar berjalan, bagaimana ia melewati sebuah benda yang ada di depannya, yang menghadang jalannya (konflik) apa yang anak lakukan untuk bisa sampai ke tujuan dalam pelukan orangtua yang sudah menunggunya (ending).  Cerita yang selesai, ditandai dengan tercapainya tujuan si tokoh utama.

Nah tuliskan ceritamu sekarang!  Karena kuantitas menuju kualitas. Sesering dan semakin banyak kita menulis, koneksi otak dengan jari akan semakin baik dan saat mengeluarkan kata-kata tidak jadi sulit lagi. Semoga tips sederhana dalam menulis ini bisa membantumu, dalam menyelesaikan tulisan yang sempat tersendat.

menulis menulis daftar pustaka menulis arab menulis aksara jawa menulis daftar pustaka dari jurnal menulis daftar pustaka dari internet menulis surat lamaran kerja menulis cerpen menulis artikel menulis tegak bersambung menulis puisi menulis latin menulis iklan baris menulis huruf hijaiyah menulis surat izin menulis laporan menulis novel menulis adalah menulis teks deskripsi menulis cerita fantasi menulis huruf latin menulis aksara jawa online menulis alamat surat menulis aksara bali menulis alamat dalam bahasa inggris menulis angka menulis artikel dibayar menulis alamat surat lamaran menulis artikel di babe menulis alamat yang benar menulis artikel di uc news menulis abstrak menulis alamat di amplop lamaran kerja menulis arab pegon menulis arab di word menulis alamat paket menulis assalamualaikum menulis bahasa inggris menulis berita menulis buku menulis bahasa arab menulis bahasa inggrisnya menulis biografi menulis bahasa jawa menulis bahasa jepang menulis bahasa korea menulis bahasa arabnya menulis blog menulis berita di uc news menulis bahasa inggris yang benar menulis bagus menulis biodata menulis bilangan menulis berita online menulis bahasa indonesia ke aksara jawa nulis babe menulis bismillah yang benar


Mau tahu tips menulis yang bagus? Tulisan yang bagus adalah tulisan yang selesai.


Selamat menulis!




Postingan Terkait

6 komentar:

  1. Tulisan yang bagus adalah tulisan yang selesai. Kok serasa ditampar ya mbak, aku sering nulis tapi ga selesai nih >.<

    BalasHapus
  2. Waduh..kalau menulis sambil mengedit itu saya banget. Gak heran kalau tulisannya lama kelar :D

    BalasHapus
  3. Setuju banget mbak. Tulisan yang bagus adalah tulisan selesai. Seidealis apapun ide kita, kalau tulisannya ga jadi buat apa? Hehege

    BalasHapus
  4. Aku banget, pas ggpegang leptop mah ide berseliweran... tapi pas pegang leptop jadi amburadul...

    BalasHapus
  5. Iya ya, baiknya tulis dulu. Endapkan. Lalu bbrp waktu kemudian baca lagi dan lihat apa ada yg mesti diedit apa gk :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat