Rawa Pening Performing Art Tahun 2021 Dimeriahkan oleh Tarian Budaya dari 3 Group Kesenian

4 comments


Rawa Pening Performing Art Tahun 2021 Dimeriahkan oleh Tarian Budaya dari 3 Group Kesenian - Kabar baik datang dari Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, yang ingin membangkitkan kembali Industri Pariwisata di Kabupaten Semarang. Kita semua tahu bahwa wabah pandemi Covid-19 menyerang disegala lapisan masyarakat.


rawa pening performing art tahun 2021 pdf rawa pening performing art tahun 2021
Rawa Pening Performing Art Tahun 2021



Keadaan yang pulih perlahan dimanfaatkan oleh Disparta Kabupaten Semarang, menggelar acara Rawa Pening Performing Art Tahun 2021 yang bertepatan dengan momentum Hari Sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 2021. Pelaksanaannya bertempat di Obyek Wisata Bukit Cinta, Rawapening, Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada Kamis, (28/10/2021).


Ibu Dewi Pramuningsih selaku Kepala Disparta Kabupaten Semarang, menuturkan dalam sambutannya untuk membangkitkan kembali pariwisata di Kabupaten Semarang ini melalui seni budaya, yang bertajuk 'Rawa Pening Performing Art Tahun 2021'.


Turut Hadir Bupati Kabupaten Semarang, H. Ngesti Nugraha berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, meski ada kelonggaran kegiatan pariwisata di daerahnya. Mengingat Kabupaten Semarang masih mendapatkan status PPKM Level 2. Besar harapan level ini akan segera menurun, agar kegiatan di berbagai bidang bisa pulih kembali.


3 Pesan dari Tarian Budaya yang Menyemarakan Rawa Pening Performing Art Tahun 2021



Rawa Pening Performing Art Tahun 2021  ini, memiliki tujuan melestasikan warisan adat dan budaya leluhur yang diharapkan menggugah semangat para pemuda untuk mencintai budayanya sendiri. Sesuai dengan misi yang diusung Kabupaten Semarang ketujuh, yakni meningkatkan Pemberdayaan Pemuda, Olahraga serta melestarikan Seni dan Budaya Lokal.


Melihat para penari dari ketiga sanggar ini, saya sungguh takjub luar biasa menyaksikan. Disampaikan oleh Bapak Bupati Ngesti Nugraha, ada sekitar 3.000 kelompok seni budaya yang terdampak. Namun mereka tetap bersemangat menampilkan yang terbaik. Tarian apa saja yang diangkat? Apakah ada makna dibaliknya? Ini dia pesan yang disampaikan ke dalam tarian yang dipertunjukkan dalam Rawa Pening Performing Art Tahun 2021.



Tarian Babad Suroloyo dari Sanggar Amung Manunggal Budaya dari Kecamatan Getasan


rawa pening performing art tahun 2021 pdf rawa pening performing art tahun 2021
Tarian Babad Suroloyo dari Sanggar Amung Manunggal Budaya dari Kecamatan Getasan



Babad Suroloyo memiliki makna 'Panggonan' atau dalam bahasa Indonesia berarti tempat. Tarian ini menceritakan kisah Selokantoro yang mencari tempat pembuatan Candi Gedong 9, yang bernama Suralaya. 


"Pesan dari tari ini adalah tetap memagang teguh wasiat dari pemimpin", ucap Bramantya dari Sanggar Amung Manunggal Budaya dari Kecamatan Getasan. Ia mengaku sudah belajar menari selama dua tahun untuk menguasainya, dan sanggar ini sudah berdiri kurang lebihnya 4 tahun.



Tarian Hasto Broto dari Sanggar Selo Songgo dari Kecamatan Bandungan


Rawa Pening Performing Art Tahun 2021 Dimeriahkan oleh Tarian Budaya dari 3 Group Kesenian
Tarian Hasto Broto

Asto atau Hasto memiliki arti delapan, sementara Broto atau Baroto memiliki makna laku/perbuatan. Tarian ini memiliki penggambaran 8 prilaku/perbuatan. Bahwa seorang pemimpin harus ada 8 sifat delapan dewa: memberikan semangat kehidupan, bertindak penuh kasih sayang, bertanggungjawab, menanggapi keadaan negeri dan rakyatnya, murah hati, berani, tegas&adil, menggunakan kekuasaan untuk melindungi rakyat dengan keamanan dan ketentraman, dan yang terakhir pemimpin harus mengendalikan dirinya, untuk memperhatikan rakyat yang butuh bantuan serta memiliki budi pekerti dan kejujuran.



Tarian Baruklinting Manges dari Sanggar Genta Timur Mahardika Kecamatan Ambarawa


Rawa Pening Performing Art Tahun 2021 Dimeriahkan oleh Tarian Budaya dari 3 Group Kesenian
Tarian Baruklinting Manges



Danau Rawa Pening, merupakan lahir dari sebuah legenda tentang si Baru Klinting. Seorang anak yang memiliki bau amis dan warga desa yang angkuh. Baru Klinting ini lahir dari rahim ibu bernama Endang Sawitri, yang tinggal di Desa Ngasem. Bayi yang dilahirkan Sawitri bukan seorang manusia, ternyata adalah seekor bayi naga tapi bisa berbahasa manusia.


Pada usia remaja Baru Klinting bertanya kepada ibunya, siapa ayahnya. Lantas ia menyuruh Baru ke lereng Gunung Telomoyo, tempat di mana ayahnya (Ki Hajar Salokantara) bertapa dengan bekal 'klintingan' sebagai bukti ia anaknya. 


Setelah bertemu dengan ayahnya, Baru Klinting diminta untuk bertapa. Dalam pertapaannya, justru Baru Klinting mendapatkan bahaya dari warga desa yang mencari hewan untuk sedekah bumi. Tubuhnya dijadikan sesaji dan ia menjelma kembali sebagai seorang anak yang terlihat menjijikan, tidak ada yang mau memberinya makanan kecuali janda tua. Penduduk desa yang berusaha mengusir Baru Klinting, ditantang untuk mencabut lidi yang ditancapkan ke bumi. Tidak ada satupun yang bisa mencabutnya, kecuali Baru Klinting dan setelah dicabut mata air deras mengucur desa. Semua penduduknya tenggelam kecuali janda tua yang masuk ke dalam lesung. Semua desa terendam air dan menjadi rawa-rawa, disebutlah sekarang dengan nama, 'Rawa Pening'. 


Tarian Baruklinting Manges ini memiliki pesan untuk tidak semena-mena terhadap siapa saja, jadilah pribadi yang santun dan tetap rendah hati dan berhati-hati dalam setiap laku dan perbuatan.


Sebenarnya ada banyak group kesenian di Kabupaten Semarang, hanya saja karena masih berada pada level 2, maka Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, berupaya membuat nyaman dan aman kepada para wisatawan dan tamu undangan yang datang.


Protokol kesehatan di lokasi cukup ketat, karena harus memakai masker, cek suhu badan, dan terjadi jaga jarak antar penari di pentas pun penonton yang hadir. 


Semoga artikel tentang, 'Rawa Pening Performing Art Tahun 2021 Dimeriahkan oleh Tarian Budaya dari 3 Group Kesenian', dapat memberikan informasi yang bermanfaat. Terima kasih sudah mampir membaca. Salam.


Nyi Penengah
Aku suka membaca buku, apalagi membaca hatimu. Mari bekerjasama dengan penuh cinta. Jika berkenan email di sini: nyipenengah@gmail.com

Related Posts

4 comments

  1. Jadi kepingin ngajak keluargaku kesini nih. Keren banget alamnya. Nice artikel Nyi..

    ReplyDelete
  2. Jadi kepingin ngajak keluargaku kesini nih. Keren banget alamnya. Nice artikel Nyi..

    ReplyDelete
  3. Sejak adanya pandemi tidak bisa lagi menonton pertunjukkan seni budaya seperti ini secara langsung. Jadi seneng banget ketika mendapat kesempatan untuk ikut menonton Rawa Pening Performing Art 2021 ini. Penampilan para penari sangat bagus dan membuatku kagum.

    ReplyDelete

Post a Comment