Alhamdulillah Review K-Drama Dimuat Harian DI'sway

By Nyi Penengah Dewanti - Tuesday, July 14, 2020



Alhamdulillah Review K-Drama Dimuat Harian DI'sway - Cerita kok bisa dimuat review drama Korea saya di Harian Disway, itu berawal dari WhatsApp group Bookstagram. Salah seorang teman saya Kak Reffi menawari kami yang hobi nonton drakor mengajukan opininya, untuk diterbitkan di Harian Disway. Kebetulan ada laman Lifestyle, yang mengulas opini drama Korea yang lagi booming.

drama korea 2020 drama korea terbaru k-drama download drama korea terbaik nonton k-drama drama-drama korea terbaru


Opininya sendiri bebas sebenarnya, tergantung dari sudut penulisnya dan setelah menonton itu apa yang kita dapat. Cukup 500 kata saja, dan iseng-iseng saya mengirimkan opini Mystic Pop-Up Bar. Kita sudah dikasih tahu bahwa nanti yang dimuat tidak mendapatkan honor, tapi itung-itung sebagai portfolio kita gitu hehehe ... saya setuju sih nggak melulu soal uang. Dengan bisa masuk cetak dan diterbitkan itu, termasuk apresiasi karena sudah lolos edit dan disunting oleh editor senior. Ea ... Tapi yang saya tulis di blog dan Harian Disway berbeda, saya harus meminimalisirkan ribuan kata menjadi hanya 500 kata. Benar-benar perjuangan ehehhe ... biasanya ngulas bebas ini dibatasin.

Berkenalan dengan Harian Disway



Harian Disway baru saja launching di bulan Juli lalu dan baru hanya terbit cetak di daerah Jawa Timur, khususnya Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya. Tetapi bisa langganan online juga sih. Founder Harian Disway adalah Bapak Dahlan Iskan, eks Dirut Jawa Pos. Kalau kamu buka websitenya kalian akan disambut oleh kata-kata dari Dahlan Iskan yang begitu menyentuh. Berikut ini :

"Badan boleh dikurung --selama pandemi Covid-19. Tapi pikiran tidak bisa dibatasi. Ide tidak bisa dikekang. Terbitan Harian DI's Way ini adalah hasil lock down selama pandemi.

Inilah media yang diterbitkan tidak untuk tujuan bisnis. Inilah media yang tidak boleh disebut koran. Sebut saja media ini "harian", Harian DI's Way.

Menerbitkan Harian DI's Way ini adalah cara saya berterima kasih kepada jurnalistik. Saya harus mempertahankan jurnalistik. Meski tidak lagi mudah.

Jurnalistik tidak boleh mati. Ia harus tetap hidup --dengan cara harus menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Yang serba mudah dan elektronik itu."


drama korea 2020 drama korea terbaru k-drama download drama korea terbaik nonton k-drama drama-drama korea terbaru


Saya setuju sekali dengan beliau, memang benar selama pandemi ini, akses kita terbatas kemana-mena. Tetapi jangan sampai hanya gara-gara hal ini kita tidak bisa bertindak apapun? Jurnalistik tetap harus jalan dan menyesuaikan diri. Bersyukur bisa menjadi bagian di dalamnya, meski hanya mengisi bagian opini drama Koreanya. Tetapi bagi kita yang gemar menulis, akan menjadi beda rasanya ketika tulisan yang kita punya bisa naik cetak dan dibaca banyak orang selain di blog pribadi. Beberapa tahun lalu saya gemar mengirim cerpen, artikel, dan review buku juga dan baru tahun 2020 ini saya memulai lagi mengirimkan karya ke media cetak. Bersyukur tulisan saya masih bisa lolos dan dinikmati alhamdulilah. Nah, buat kamu yang juga suka berkirim karya ke media cetak semangat terus ya! Salam.

Informasi Harian DI’sway:
instagram : @harian.disway
Web : harian.disway.id

  • Share:

You Might Also Like

7 comments

  1. Jujurnya aku udh lama ga memegang fisik dari sebuah media cetak. Biasanya lgs membuka aplikasi online mereka. Padahal dulu, tiap papa pulang kantor, aku slalu nungguin koran2 yang dibawa, dan ngebacain 1-1 :).

    Sedih juga kalo diinget yaaa. Media cetak dulu slalu jd bagian dlm rutinitas. Bbrp koran yg rutin menerbitkan cerita anak tiap weekend, slalu jd favoritku :) . Malah kdg ceritanya aku kliping kalo memang menarik

    Pak Dahlan Iskan memang jurnalis sejati sih. Salut kalo beliau mau meneruskan harian media cetak seperti ini . Sayang cuma terbit di Jawa timur :).

    ReplyDelete
  2. Wah keren kamu Nyi, tulisannya dimuat di media cetak. Saya setuju dengan prinsip, tidak semua hal harus dibayar dengan uang yaa. Kalau ada nilai manfaat di dalamnya, Inshaallah akan mendatangkan manfaat yang sebanding bagi yang membagikannya. Jadi gemana KDrama Mystic Pop Bar, worth to watch nggak nyi?

    ReplyDelete
  3. Wah selamat ya Nyi. Suatu prestise tersendiri lho tulisan bisa di muat di media cetak di jaman serba online gini. Mesti diarsipkan, kalau bisa di laminating biar awet buat kenang2an

    ReplyDelete
  4. Senang banget ya kalo tulisan kita dimuat di koran. Walopun kita punya blog dan bosa publosh sendiri tulisan kota, tapi beda juga yaa kalo media massa macam koran fisik atau media online yang terbitin, hehhe...

    Btw Pak Dahlan Iskan tokoh jurnalis yang legendaris ya. Dunia jurnalistik memang udah passion beliau. Bahkan tanpa dibayar pun, tetap beliau akan terus berkarya.

    ReplyDelete
  5. Senang banget ya kalo tulisan kita dimuat di koran. Walopun kita punya blog dan bosa publosh sendiri tulisan kota, tapi beda juga yaa kalo media massa macam koran fisik atau media online yang terbitin, hehhe...

    Btw Pak Dahlan Iskan tokoh jurnalis yang legendaris ya. Dunia jurnalistik memang udah passion beliau. Bahkan tanpa dibayar pun, tetap beliau akan terus berkarya.

    ReplyDelete
  6. Senengggg banget ketika karya kita bisa dipublish di media ya. Kepuasan yg tdk terhingga. Selamat ya mba.

    ReplyDelete
  7. Terbaiikk, Nyi.
    Seneng banget yaa...tulisan kita dibaca di media cetak.
    Kalau kaya gini kemarin, yang diedit banyak gak Nyi?

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat