Monday, 2 July 2018

Jadi Saksi Mata Kecelakaan Lalu Lintas



Jadi Saksi Mata Kecelakaan Lalu Lintas - Menonton berita kecelakaan di televisi, akan berbeda dengan menyaksikannya secara langsung. Seperti pagi ini ketika saya akan berangkat, menghadiri sosialisasi sapta pesona di Pekalongan terjadi kecelakaan di depan mata.

Tidak jauh dari lokasi tempat tinggal, ketika kami akan menyeberang dan dari arah lain ada seorang ibu dengan anak yang sudah hati-hati. Saya memerhatikan ia menoleh ke kanan dan ke kiri, namun dari arah lain pengendara lainnya melajukan motornya dengan cepat. Entah dia nggak keburu ngerem, atau dia sudah berusaha melakukan penghindaran yang terjadi adalah suara kencang motor beradu dengan motor. "Duar!!!"

saksi kecelakaan saksi kecelakaan bumiayu saksi kecelakaan lalu lintas saksi kecelakaan ciloto saksi kecelakaan pesawat saksi hidup kecelakaan pesawat jadi saksi kecelakaan saksi mata kecelakaan ciloto surat saksi kecelakaan wawancara saksi kecelakaan kisah saksi kecelakaan saksi mata kecelakaan saksi mata kecelakaan nike ardilla saksi mata kecelakaan pesawat surat keterangan saksi kecelakaan surat pernyataan saksi kecelakaan surat keterangan saksi kecelakaan kerja surat pernyataan saksi kecelakaan kerja contoh bap saksi kecelakaan lalu lintas


Pada kedua motor yang saling bertabrakan itu, sama-sama ada anak kecilnya. Saya ingin membantu mengangkat, atau paling tidak membantu apa yang terjadi. Tapi ketika pengendara yang tidak sempat memelankan, laju motornya ini menjerit kesakitan. Ada darah mengucur, entah darimana saya jadi ngilu. Lemes, mules, aduh ... nggak berani. Justru saya memanggil orang-orang untuk segera menolong dan suami saya sudah dengan sigap melakukan semuanya.

Dari membantu pengendara meminggirkan tubuhnya, mengambil alih motornya serta berusaha melakukan pertolongan pertama. Kebetulan si ibu yang mengalami kecelakaan ini, bertubuh subur. Kalau hanya diboncengkan motor akan kesulitan, mengingat kaki kanannya berdarah-darah. Mungkin karena shock juga, dia tidak bisa bangun sendiri harus beberapa orang membantu. Sebelumnya kami memberhentikan angkutan, tetapi dia enggan membantu untuk mengangkut. Entah karena takut terseret, atau kejar setoran. Alhamdulillah tetangga rumah yang sedang ada hajatan, di sekitaran lokasi kejadian bersedia meminjamkan mobilnya mengangkut korban ke puskesmas.

Sementara si ibu yang saya rasa, dia tidak bersalah. Alhamdulillah hanya jatuh shock, dan agak terantuk perutnya beserta anaknya. Dibantu warga, kami membersihkan lokasi. Akhirnya saya meminta suami, untuk jalan kembali melanjutkan perjalanan. Bukan karena tidak punya rasa kasihan, saya tidak membantu. Teapi lebih kepada pengalaman buruk saya jatuh dua kali, dan kesemuanya parah. Harus dijahit, serta kepala yang terantuk benda keras membuat pingsan dan beberapa hari kabur pandangna.

"Mas, kadang kitanya sudah hati-hati. Justru orang lain yang kurang, iya nggak?" Ucap saya kepada suami.

"Doa dulu Dek," balas suami. Kemudian kami berdoa bersama, doa sebelum melakukan perjalanan ditambah dengan ayat kursi. Kami selalu melakukannya.

Jenis pengendara yang kadang bikin mengelus dada

Ketika kita berkendara di jalan raya, ada aturan tertulis yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Tetapi ada juga peraturan yang tdak tertulis, yang biasanya kadang membuat kesal. Yuk coba ulik, siapa tahu kamu pernah menjumpai ini:

Menemukan pengendara bermotor ngobrol dengan pengendara lain di jalan

Ngobrol boleh saja, apalagi sama teman sendiri. Tapi kalau ngobrolnya dijalanan, kemudian saling berkendara masing-masing itu kan bikin jalanan jadi penuh. Yang di belakang ingin mendahului jadi susah juga kan, sebaiknya menepilah dulu kalau ingin mengobrol. Jangan di jalanan, kasihan pengendara lainnya yang diburu waktu.

Menemukan pengendara yang main hape dengan satu tangan

Sebaiknya dalam berkendara, berfokuslah dengan keadaan menyetir. Jangan lantas, tangan satu menyetir yang lainnya memegang hape. Bahkan membagi fokusnya untuk membalas chating, menelepon atau main games ketika berkendara. Bisa bahaya ini kalau meleng dikit aja, bahkan membahayakan orang lain juga kan?

Menemukan pengendara yang menyalip tanpa mengaba-aba

Ini kejadian beberapa hari lalu ketika kami melakukan perjalanan, dari Kendal menuju Pekalongan. Di daerah batang kebetulan ada yang mau nyerempet kita, dari bagian kiri. Aturan tertulis dari satlantas, boleh menyalip asal di bagian kiri. Nah ini, nggak main kode memberi bel salip gitu aja. Kitanya kan kaget, hampir aja. Kemudian ini juga terjadi lagi, ada mobil sedan yang seenak udel hampir menyerempet kita juga. Saya sampe mengomel buruk, karena bisa jadi membahayakan orang lain.

Menemukan pengendara yang buang ludah atau buang rokok

Ini jijik banget sumpah, aku pernah dua kali kejadian. Harusnya kalau mau meludah di sisi kiri, dan sepi. Itu dia meludah di kanan saat kita mau menyalip, bisa dibayangin gimana nggak? Apes. Kemudian, perokok yang biasanya masih menyulut rokoknya dengan berkendara biasanya api ini menyambar ke belakang. Bahayakan kalau kena mata?

Menemukan pengendara yang melawan aruh

Ini sering banget terjadi, yang biasa melakukannya adalah bus besar. Mereka hampir nggak mau ngalah, seenak udelnya berkendara melawan arus. Kejar waktu sih kejar waktu, tapi ingat juga nyawa orang lain jangan main hantam jalanan.

Menemukan pengendara yang kurang sabaran

Nggak di kota besar dan kecil, pada jalanan selalu ada yang namanya kemacetan. Tetapi kalau menemukan kemacetan di antara pengendara, yang kurang sabaran ini bikin saya pengen ngomel buruk lagi hahaha ...

Menemukan anak muda yang alay sok bleyer

Nggak tahu tujuannya buat apa, yang pastinya mau pamer bleyeran kencengnya kalau dia keren. Padahal saya yang berada di jalan, kalau liat yang beginian duh 'enek'. Pasti jatuhnya kita ngedumel, "Belum tahu rasanya jatuh tuh!"

Siap-siap berucap istigfar yang banyak nih, kalau nemuin kasus kayak di atas. Dan masih banyak yang lainnya, tentunya membuat kita harus bersabar berkendara di jalanan. Semoga bermanfaat, salam. 

1 comment:

  1. Berdoa dan harus hati-hati dalam setiap perjalanan adalah wajib.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat