Wednesday, 2 August 2017

Yuk Berbaik Sangka Selalu dengan Apa yang Terjadi

berbaik sangka


Nyipenengah.com - Berbaik sangka (husnudzon) ialah gabungan dari baik dan sangka. Baik berarti sifat yang baik, lawan dari kata jelek dan sangka yang berarti yakin dan ragu jadi satu. Tetapi lebih menekankan kepada segi kebaikan bukan keburukan. Bahkan dalam Q.S Al-Hujurat ayat 6, Allah berfirman,"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."

Dalam buku #Unstopabble yang ditulis oleh Iman Akbar, ada kisah mengenai berbaik sangka, seorang ajudan raja di negara Afrika. Jadi ajudan raja tersebut, selalu menanggapi hal yang terjadi dengan kalimat, "Wah, bagus itu!"

Diceritakan dalam kisahnya, raja ingin berburu ke hutan mengajak ajudan serta dalam perjalanannya. Sang ajudan memasukkan bubuk mesiu ke dalam senapan raja untuk menembak mangsa, tetapi ajudan ini memasukkannya tidak sempurna alias agak ceroboh. Yang terjadi, jempol raja terbakar habis dan si ajudan malah bilang, "Wah, bagus itu!"

Bisa dibayangkan apa yang terjadi pada raja, setelah sang ajudan berkata hal tersebut? Raja murka dan memenjarakan ajudannya seketika. Di tahun berikutnya raja melakukan perjalanan berburu lagi, tanpa ajudan karena ajudannya masih terpenjara.

Sesampainya di hutan, raja ditangkap oleh suku pemakan manusia (kanibal). Mereka sangat bahagia mendapatkan mangsa untuk dimakan, dibawalah sang raja ke pemukiman mereka tinggal untuk disantap. Raja diikat rapi dan diletakkan tubuhnya di atas kayu bakar. Raja akan dipanggang hidup-hidup, malang sekali bukan nasib sang raja?

Salah satu di antara mereka mendekat untuk menyalakan api, namun yang terjadi api itu kembali dipadamkan. Raja terbengong, melihat hidupnya akan selamat. Apa yang membuat suku kanibal tidak jadi melakukan pemanggangan? Gegara jempol raja yang hilang, raja dianggap mahluk yang tidak sempurna atau cacat. Bagi kepercayaan mereka, mereka tidak boleh memakan manusia yang fisiknya tidak sempurna karena akan ada kesialan yang terjadi. Suku kanibal tidak ingin melanggar kepercayaan nenek moyangnya. Yang terjadi, raja bebas dan bisa kembali ke istana dengan selamat.

Raja sangat bersyukur sekali dan langsung menuju penjara di mana ajudannya ditahan.

"Saya merasa bersalah, telah memasukkanmu ke dalam penjara," ucapnya bersemangat, "kamu benar, bagus itu!" lantas mengalirlah cerita soal berburu, tertangkap, dimangsa dan akhirnya bebas berkat jempolnya yang hilang. Raja menyesal terhadap yang dilakukannya dan meminta maaf, tak dinyana sang ajudan malah berucap apa, hayo? hehehe ...

"Tidak-tidak, ini bagus kok!" kata ajudan dengan tersenyum.

"Mengapa bisa? Aku berhutang nyawa padamu!" balas raja heran.

"Kalo tidak bagus, kalau saya tidak terpenjara, pastilah saya akan dimakan oleh suku kanibal!" raja manggut-manggut dan membenarkan perkataan ajudan.

Apa yang menurut kita buruk, belum tentu jelek di mata Allah pun demikian sebaliknya. Karena berburuk sangka bisa menimbulkan kerugian, yuk berantas habis benih atau perasaan berburuk sangka di dalam hati kita.

Memang sih, kita nggak bisa merubah hati orang lain untuk berbaik sangka terhadap kita, tapi kita bisa melatih, mentarbiah, mendidik hati untuk berbaik sangka dengan orang lain.


“Janganlah kamu menyangka dengan satu kata pun yang keluar dari seorang saudaramu yang mukmin kecuali dengan kebaikan yang engkau dapatkan bahwa kata-kata itu mengandung kebaikan," (Umar bin khattab r.a)


Salam

8 comments:

  1. Yup.. dalam kesusahan, Allah telah merencanakan sesuatu yang lebih baik. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya

    ReplyDelete
  2. Tetap berprasangka baiklah pokoknya. Walau kadang sulit untuk dilaksanakan.

    ReplyDelete
  3. Ada rencana yang kita belum tahu Nyi, insyaallah lebih baik tentunya, amin

    ReplyDelete
  4. betul ay mbak, kita seringkali sdh menyalahkan Tuhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Tira, namanya juga kita manusia yang punya banyak khilaf :-D

      Delete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat