Review Buku Puisi PDF Di Halaman Berapa Kau Menyimpan Namaku

 

Review Buku Puisi PDF Di Halaman Berapa Kau Menyimpan Namaku - Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.


buku puisi pdf isi buku puisi rekomendasi buku puisi
Di Halaman Berapa Kau Menyimpan Namaku


 

Ada yang mengenali penggalan puisi di atas? Begitu bermakna, dalam, dan membuat siapa yang membaca langsung baper. Puisi tersebut ditulis oleh Sapardi Djoko Damono.

 

Pengertian puisi menurut KBBI adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima serta penyusunan larik dan bait. Kebanyakan puisi mengungkapkan isi hati penulisnya, baik emosi, kebahagiaan, kesedihan yang ditulis dengan bahasa yang enak dibaca.

 

Pengertian puisi menurut para ahli, salah satunya H.B. Jassin adalah: karya sastra yang diucapkan dengan perasan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.

 

Jenis-jenis puisi ada 2 yang umum di masyarakat, ada puisi lama dan puisi modern. Puisi lama seperti: pantun, gurindam, syair, talibun, dan mantra. Sementara puisi modern biasanya bebas tidak terikat dengan jumlah, baris, rima, dan lain-lain.

 

Nah kali ini saya akan mengulas buku puisi dengan judul yang begitu menggelitik dan mengundang rasa penasaran yang ditulis oleh DOPRA (Dodi Prananda), yang berjudul 'Di Halaman Berapa Kau Menyimpan Namaku'. Ulasan lengkapnya ada di bawah, baca yuk!

 

Detail Isi Buku Puisi Di Halaman Berapa Kau Menyimpan Namaku

 

 

  • Judul : Di Halaman Berapa Kau Menyimpan Namaku        
  • Penulis : Dopra       
  • Penerbit : Elex Media Komputindo
  • Tanggal Rilis : 20 Februari 2023
  • Media Baca  : Gramedia Digital
  • Jumlah Halaman : 116 Halaman
  • Harga : Rp70.000
  • Format bacaan : PDF

 

buku puisi pdf isi buku puisi rekomendasi buku puisi
rekomendasi buku puisi


 

Sinopsis Buku Puisi PDF Di Halaman Berapa Kau Menyimpan Namaku

 

 

Buku usang ini dengan kertas-kertas mengusam halaman yang merobek dirinya penuh dengan bercak-bercak di halaman berapa kau menyimpan namaku? aku mencarimu ke dalam lipatan buku yang sudah lama tak kau sentuh itu.

 

 

Review Isi Buku Puisi Di Halaman Berapa Kau Menyimpan Namaku

 

 

Buku puisi online 'Di Halaman Berapa Kau Menyimpan Namaku', bukan buku puisi pertama yang ditulis oleh Dopra, lulusan jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia ini.

 

Sebelumnya sudah ada buku kumpulan puisi Waktu Pesta, Jendela, Rumah Lebah, EX, dan lain sebagainya. Namun buku kumpulan puisi terbaru yang ditulis Dopra, ya ini, 'Di Halaman Berapa Kau Menyimpan Namaku'.

 

Saya membaca kumpulan puisi ini melalui aplikasi Gramedia Digital di ponsel. Ketika browsing buku-buku terbaru, nemu buku yang ditulis Dopra. Jujur judulnya sungguh memikat, akhirnya saya mendownload dan takjub dengan isi di dalamnya.

 

Ada 101 puisi pendek karya Dopra, semuanya indah dan bermakna. Kalau kamu termasuk penyuka membaca dari halaman belakang, ada puisi berjudul 'Hari Tua', yang begitu nancep. Begini Dopra menulis:

 

Hari Tua

 

Kita berenang-renang ke hari tua

aku bertanya; kau ingin masa tua yang seperti apa?

kolam yang tenang, atau pantai yang ramai?

 

kau memilih kolam di tengah hutan

dengan nyanyian katak, dan jangkrik

serta kuanng-kunang yang menyublim

ke dalam diriku

 

sebelum kita berenang sekali lagi

 

sampai ke liang itu

(*)

 

Bagaimana setelah membacanya? Apa yang kamu rasakan tiba-tiba?  Mengandung banyak makna ya? Tentang hari tua, tentang bersama siapa, tentang ingin masa tua yang bagimana dan tentang kematian tentunya. Hmm ... begitu banyak arti hanya dari puisi pendek. Dan masih ada 100 puisi yang lainnya.

 

Sementara puisi nomor satu berjudul Kisah, yang begitu singkat. Coba bandingkan dengan puisi yang ke 101 tadi ya.

 

Ini adalah kisah aku, kau dan dia

aku, adalah tokoh yang terbunuh

perasaannya

(*)

 

Tiba-tiba saya ingin salto hahaha ... jleb banget ya? Tentunya bagi orang yang patah hati. Iya nggak? Setuju nggak sih kalian memaknai puisi berjudul 'Kisah' di atas? Puisi yang memiliki arti cinta bertepuk sebelah tangan. Nggak hanya judul buku puisi yang menarik tapi juga isi buku puisinya.

 

 

buku puisi pdf isi buku puisi rekomendasi buku puisi
kumpulan puisi


Buat teman-teman yang lagi nyari buku puisi PDF, Buku Puisi 'Di Halaman Berapa Kau Menyimpan Namaku', cocok untuk dibaca dan bisa jadi rekomendasi buku puisi dengan banyak rasa.

 

Kalau penasaran beberapa puisi lainnya lagi, kalian bisa intip link di sini : https://ebooks.gramedia.com/id/buku/di-halaman-berapa-kau-menyimpan-namaku karena ada bocoran beberapa lagi karya Dopra yang tidak saya tuliskan dalam review kali ini.

 

Ada puisi pendek berjudul: Celengan, Tangan, Pekarangan, dan Selepas Berbincang dengan Air Mata. Kalau udah baca pasti ingin baca lagi puisi yang lain dan sampai selesai. Cus lah, kalau begitu segera miliki bukunya. Harganya di Pulau Jawa Rp70.000 tapi kalau kalian langganan Gramedia Digital bisa download banyak buku puisi online yang lainnya juga. Lebih hemat sih kalau menurutku. Kebetulan saya langganan setahun hehehe ... jadi bisa baca kapan saja.

 

Akhir kata, yuk perbanyak baca! Karena dengan membaca kita bisa berkeliling dunia. Salam.

Postingan Terkait

11 komentar:

  1. wah sepertinya keren banget nih bukunya semoga aku bisa istiqomah nih membaca buku biar makin banyak pengetahuan

    BalasHapus
  2. Menarik sekali ini bukunya Kak, sepertinya udah lama banget aku ga baca buku kayak gini

    BalasHapus
  3. Jadi makin penasaran dengan judul puisi lainnya, apalagi yang judulnya "Kisah" bikin baper banget bacanya 😂

    BalasHapus
  4. Wo ho... Dari judulnya aja beneran menarik. Aku penyuka sastra, meski tidak begitu mendalami tapi sempat beberapa kali menulis puisi ala-ala nyastra. Kalau sudah baca puisi semacam ini, selalu ada rasa kagum. Selain makna, diksinya biasanya cukup bikin tercengang.

    BalasHapus
  5. Aku penyuka buku2 puisi, next buku ini bakal jadi waiting list bacaan aku.

    BalasHapus
  6. Contoh2 puisinya menarikkk, mengandung makna yang jleb ya mba. Jadi penasaran sama 99 puisi lainnya di dalam buku itu ahaha

    BalasHapus
  7. Keren yaa penulis puisi tu bisa berkata-kata penuh makna yang dibalut dengan kiasan-kiasan yang kalo dibaca tuh kerasa elegan gitu. Biarpun saya bukan penggemar buku-buku puisi tapi suka aja sih bacain puisi-puisi yang maknanya dalam banget gini.

    BalasHapus
  8. Masyaallah puisinya bagus banget. Baca review-nya aja bikin aku jadi pengin nulis puisi, apalagi baca langsung ya. Thank you, Mbak, mengenalkan kumpulan puisi ini...

    Vita mamanesia.com

    BalasHapus
  9. udah lama ga baca puisi. apalagi puisi jenis ini. rangkaian kata sederhana tapi kaya makna. dalam dan jleb. tiba tiba rindu membaca puisi di pementasan lokal

    BalasHapus
  10. Duh dari judulnya aja uda syahdu banget hehe, bikin terngiang-ngiang

    BalasHapus
  11. Kau ingin masa tua seperti apa? Masya allah tak terasa air mata ini menetes. Bagaimana aku menentukan masa tua ku adalah bagaimana dengan caranya aku menyikapi dan mempersiapkannya di hari. Semoga kelak ketika tua nanti,aku dan suami selalu sehat, panjang umur, berkecukupan dan bahagia aamiin

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat