Review Buku Hantu di Rumah Kos

By Nyi Penengah Dewanti - Sunday, January 24, 2021

 

Review Buku Hantu di Rumah Kos - Ini kali pertama saya membaca cerita misteri dan horor. Awalnya sih maju mundur, tetapi karena lagi pengen juga bikin cerita horor saya nekat baca. Buku Hantu di Rumah Kos yang ditulis duet, oleh Dini W. Tamam dan Erby S ini, lumayan bikin kaget. Tapi dari sini jadi tahu, model tulisan yang horor itu seperti apa.




blog review buku struktur review buku contoh review buku pendidikan contoh review buku cerita




 

Saya jadi membayangkan kosan lama saya, karena kebetulan saya pernah ngekos di tiga tempat berbeda. Nggak seserem dalam cerita di buku ini sih, karena lokasi kosan saya di rumah padat penduduk.

 

Ceritanya sendiri tentang Renata yang baru lulus SMA, merantau ke Bandung untuk menempuh pendidikan yang ia cita-citakan. Tapi sayangnya dia salah memilih tempat kos, kakaknya Radit yang memilihkannya. Ia tidak punya pilihan dan mencoba bertahan.

 

 

Detail Buku Hantu Di Rumah Kos

 

 

 

Judul                : Hantu Di Rumah Kos

Penulis             : Dini W. Tamam dan Erby S

Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama

Tanggal Rilis   : 3 Desember 2018

Media Baca     : Gramedia Digital

Jumlah Halaman : 166 Halaman

Harga              : Rp49.500

 

 

 

 

Sinopsis Buku Hantu Di Rumah Kos

 

 

 

 

Dari Pekanbaru ke kota Bandung, hanya satu tujuan Renata. Kuliah di sebuah Universitas untuk menuntut ilmu dan menggapai cita. Kakak satu-satunya, Radit, memilih sebuah rumah kos yang letaknya terjangkau dari kampusnya.

 

Bangunan kos terlihat baik-baik saja. Tidak ada kesan menakutkan. Tetapi ternyata itu salah. Renata merasakan keanehan yang tidak disangka. Suasana begitu menakutkan terlebih ketika malam menurunkan gelapnya. Ada sesuatu di sana. Ia terlalu sulit menghindar. Ternyata, kos itu bukan kos seperti pada umumnya.

 

 

 

 

Review Buku Hantu di Rumah Kos

 

 



blog review buku struktur review buku contoh review buku pendidikan contoh review buku cerita



 

Renata gadis asal Pekanbaru yang baru lulus sekolah, berencana melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi favorit di kota Pekanbaru tetapi sayangnya rencana tersebut gagal. Untunglah ada rencana B yang sudah disusunnya, jadi ia tinggal menjalankannya. Namun ia harus merantau ke kota Bandung, untuk menggapai cita-citanya yang seorang ekonom.

 

Perpisahan dengan kedua roangtuanya pun terjadi, ia akan melanjutkan pendidikan kuliah ke kota Bandung. Abang Radit yang akan membantu mengurus keperluan Renata di sana. Bahkan soal kosan yang Renata tinggali.

 

"Kak apa tidak lebih baik kita cari tempat kos yang lain saja?" Renata memegang lengan Kakaknya (halaman 8)

 

Sesampainya di Bandung, Renata kecewa dengan kos yang dipilih oleh Radit, alih-alih dekat kampus. Tetapi bagi Renata kosan tersebut sangat menyeramkan. Membuatnya ketakutan mengingat kosnya berdekatan dengan rumah bergaya Belanda  dan halamannya ditumbui pohon beringin lebat.

 

Hari pertama Renata memasukkan barang-barangnya, sudah diganggu oleh sesosok gadis berambut panjang. Yang membuat bulu kuduknya meremang. Saya gemes sih sama Renata, harusnya dia bilang aja ke kakaknya kalau kosan tersebut menyeramkan. Eh malah memilih bertahan, dan Raditnya juga ngotot kalau kosan tersebut yang paling dekat dengan kampus, serta gampang mencari makanan padang.

 

Keadaan kos yang lengang membuat Renata kesepian, dia tidak memiliki teman. Untunglah ada Vivian yang menjadi teman kos pertamanya, yang berasal dari Jakarta. Sayangnya Vivian selalu punya jam kuliah berbeda dengan Renata, mereka hanya bertemu beberapa jam saja. Kalau Renata ketakutan ia juga sering menginap di kamar Vivian, dibandingkan dengan kamarnya sendiri.

 

Cerita mulai seru ketika Renata Ospek, karena terlambat ia kena hukum. Keterlambatannya justru membuat ia dikenali, dan ada senior yang memerhatikannya bernama Rega. Mereka akhirnya saling berkenalan.

 

Suatu hari Renata pulang kemalaman, hampir pukul dua belas ia baru sampai di tempat kos. Antara ketakutan, dan kaget karena ada seorang pria yang membukakan pintu kos. Dia mengaku bernama Ganjar, anak bu Darmi pemilik kos. Renata berkenalan dan merasakan desir yang aneh.

 

Aku nggak mungkin jatuh cinta secepat ini. (halaman 44)

 

Alur cerita semakin menarik, pertemuan dengan Ganjar membuat Renata sedikit tidak takut di kos karena ada penjaganya selain Kang Jaka. Tapi lama kelamaan Ganjar semakin aneh, ada kabar juga bahwa penghuni kos lawas di kamar Renata miliki Sandra. Gadis yang kecelakaan.

 

Kengerian apa lagi yang terjadi di kos? Ganjar makan bunga mawar, entah karena bunga yang diberikan oleh Rega karena dia cemburu atau karena apa?

 

Karena tidak enak dengan Ganjar, Renata nekat datang ke rumah bu Darmi. Rumah tua bekas Belanda tersebut dimasukinya. Renata baru tau kalau Ganjar sudah meninggal dan dimakamkan di belakang rumah tersebut. Kang Jaka yang melihat langsung mencari Renata. Eh ... dari penuturan Kang Jaka Renata baru tahu kalau, bu Darmi itu sudah meninggal.

 

Dan lagi, ketika Renata mampir ke rumah Kang Jaka atas tawaran tehnya. Vivian menelepon mengabarkan bahwa Kang Jaka sudah meninggal. Lalu siapa yang ada di dalam? Kyaaaaaa ... makin nyeremin ceritanya. Tidak berhenti di situ, kalian akan menemukan kejutan lainnya dalam buku Hantu di Rumah Kos. Selamat membaca.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat