MENU

Sunday, 8 September 2019

Kampung Budaya Sindangbarang | Upaya Panjang Merawat Kebudayaan Tua untuk Terus Hidup


Kampung Budaya Sindangbarang | Upaya Panjang Merawat Kebudayaan Tua untuk Terus Hidup - "Assalamualaikum Nyi, kalau kepilih ikutan acara IDC di Bogor, bisa hadirkah?" Sebuah chat WhatsApp dari Teh Dedew masuk pada tanggal 21 Agustus 2019, siang. Sementara saya baru membacanya satu jam setelahnya, karena sedang berkendara.


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Flyer Telisik Kampung Budaya Sindang Barang, mengusik saya setelah dishare salah seorang teman di group WhatsApp. Saya urung mendaftar, karena sedang fokus ikutan akademi instagram di Jogja dengan usaha souvenir yang saya ajukan. Tetapi tiga hari sebelum acara diselenggarakan, ID corners membagikan kuis berhadiah untuk 3 orang yang beruntung. Gratis!

Galau plus penasaran, akhirnya gambling. Dapet berangkat nggak dapet ya ke Jogja. Alhamdulillah Allah kasih kepercayaan dan syukurlah akademi instagram di Jogja bisa diwakilkan oleh mas suami, meski sebenarnya saya mau ngajak suami ikutan #TelisikBudaya juga. Akhirnya kami berdua berpisah dan bertolak dengan perjalanan masing-masing dengan tujuan sama 'ngangsu ilmu'. Rejekinya lagi Allah kasih saya teman seperjalanan, yang berasal dari kota yang sama, Zain.


Part 1
Setiap Perjalanan selalu memberikan pengalaman dan cerita berbeda


Kampung budaya Sindang Barang di Kota Bogor, menjadi tujuan perjalanan kali ini. Bersama IDcorners saya diajak untuk mengenal lebih dekat kampung budaya, yang terus menjaga warisan kebudayaan leluhurnya. Tidak hanya itu, kami peserta Travel Photography & Blog Workshop, akan diajak ke 'Rumah Sutera', tempat dimana kain sutera berawal dari ribuan ulat yang sengaja diternakan. Kedua destinasi tersebut, belum pernah sekalipun saya nikmati. Betapa beruntungnya saya, thanks IDcorners atas kesempatan yang diberikan.


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


            Ditemani naga besi perjalanan saya ke Bogor harus singgah dahulu ke Jakarta, alhamdulillah ada sahabat blogger yang dengan baik hati menjemput kami di Stasiun Senen Jakarta dan mengizinkan kami bermalam di rumahnya. Terima kasih Doel, pertemuan di Pekalongan ternyata memberikan serial untuk perjalanan hebat yang lainnya dan terima kasih untuk traktiran nasi kapaunya!

Pagi harinya kami harus naik grab menuju stasiun Manggarai, di sana kami bertemu lagi dengan sahabat blogger yang sudah saya kenal setahun lalu di Jember. Terima kasih Kang Aip! Selalu jadi guide handal tak terduga. Ternyata tidak hanya percintaan yang memiliki takdir jodohnya, demikian juga dengan persahabatan. Sepanjang perjalanan menuju Bogor, cerita demi cerita bergulir dan Kang Aip selalu bisa menghangatkan suasana.


Part 2
Halo Bogor Kota Seribu Angkot


Ini kali kedua saya menginjakkan kaki ke Kota Bogor, sebelumnya saya pernah mengikuti WWA (Workshop Writerpreneur Accelerate) Bekraf di Bogor dan sayangnya saya belum sempat explore karena full kegiatan di ruangan hotel Padjajaran. Berbeda dengan perjalanan kali ini, saya akan explore kampung budaya dan rumah sutera.

Tiba di stasiun Bogor, kami berjumpa dengan peserta lain yang datang dari kota-kota berbeda. Ah ... senangnya, dapet teman dan saudara baru. Setelah mengabadikan beberapa jepretan dan bersalaman, kami menuju ke luar parkiran. Sudah dipastikan sepanjang emperan jalan di depan stasiun Bogor, dihuni oleh penjaja makanan khas Bogor. Ada asinan, ada cemilan gorengan, ada tahu-tahuan, warung kopi, warung makan yang senantiasa tak pernah sepi.


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Angkot yang didominasi warna hijau tersebut, membawa kami melewati jalan perkotaan sampai dengan ke kabupaten Bogor, letak di mana Kampung Sindang Barang berada. Dua angkot dan satu mobil beriringan, terus mengikuti jalan yang datar dan berliku-liku. Puncaknya kami disuruh turun, karena angkot bapak tua yang kami naiki tidak kuat membawa kami menanjak, hahaha ... beberapa kali kami harus turun, menguji nyali dan fisik. Ada satu peserta yang lagi hamil pula, Kak Dian Ismaya yang duduk di depan bersama bapak sopir angkotnya. Saya melihatnya dengan penuh deg-degan, meski bibirnya melemparkan senyuman saya tahu dia sedang memegangi erat perutnya dengan mengerutkan dahi karena tegang.

Dari parkiran kami masih harus jalan kaki kurang lebih 5 menit-an. Samar-samar suara angklung yang dimainkan tampak terdengar beriringan, menyambut kami yang berdatangan. Beberapa ibu-ibu yang sudah sepuh, dengan lihai memainkan angklung di pintu depan Kampung Budaya Sindang Barang. Halaman yang sangat luas dengan rumput yang kehijauan, memaparkan betapa kampung budaya ini begitu terjaga kebersihannya. Di sisi kanan terbangun rumah-rumah tradisional, terbuat dari kayu. Ada yang sudah berdiri lama, dan ada yang sedang dalam pembangunan yang akhirnya saya tahu rumah tersebut bernama Leuit ( tempat untuk menyimpan padi).





Part 3
Mengenal Sejarah Kampung Budaya Sindang Barang Bogor


Kampung budaya Sindangbarang adalah kampung tertua di wilayah kota Bogor. Dari jaman kerajaan Sunda abad ke XII, kampung ini sudah ada. Menurut sejarah yang saya baca, Sindangbarang merupakan kerajaan bawahan dari Prabu Siliwangi, dengan Kutabarang yang menjadi ibukotanya. Dahulu Sindangbarang menjadi keraton tempat tinggal salah satu istri dari Prabu Siliwangi, yang bernama Dewi Kentring Manik Mayang Sunda. Dengan latar sejarah yang melegenda dari jaman leluhur tersebutlah, Sindangbarang sekarang mejelma menjadi kampung budaya yang akan meneruskan warisan dari nenek moyangnya.



carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Saya sempat berhenti sejenak, menyaksikan kampung budaya Sindangbarang sebelum suara mbak Dona memanggil-manggil kami untuk lekas berkumpul. Bola mata dan tubuh saya bergerak memutari halaman kampung budaya Sindangbarang. Nggak sabar apa yang akan Sindangbarang sajikan hari ini untuk saya dan peserta #TelisikBudaya.

"Ayok kumpul dulu," seruan mbak Donna menyadarkanku untuk lekas merapat ke tempat yang ditunjuk. Semacam gardu di tengah sawah, tapi dalam skala yang besar dan baru saya tahu namanya adalah Imah Gede. Dahulu Imah Gede ini digunakan untuk tempat berkumpul dan bermusyawarah dengan tetua adat dan kokolot (sesepuh kampung Sindangbarang).


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda




Selain Imah Gede, di kampung budaya Sindangbarang ada rumah-rumah kecil (leuit) yang berjejer tanpa pintu, tetapi mempunyai jendela di sisi bagian depan atas. Dimana rumah kecil tersebut, memiliki fungsi untuk menyimpan hasil panen di jaman leluhur. Kemudian di sebelah leuit ada yang namanya Bale Pesanggerahan, rumah inilah yang dijadikan tempat penginapan untuk tamu kehormatan yang menginap di Sindangbarang. Ada juga Bale Pertirtaan, rumah pajang yang digunakan untuk menjual souvenir karya dari masyarakat Desa Pasir Eurih dari kampung budaya Sindangbarang.


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Walaupun saya kemari pas tidak dalam acara Seren Taun, setidaknya saya sudah merasa berbangga hati pernah singgah di Sindangbarang ini. Seren Taun adalah acara setahun sekali yang diadakan di kampung budaya Sindangbarang, sebagai rasa syukur atas kelimpahan hasil panen yang diberaikan oleh Sang Pencipta. Sebagai wujud keseimbangan kosmologi, antara manusia dengan Tuhannya, dan manusia dengan alamnya. Seren Taun biasanya dilaksanakan selama tujuh hari bertutrut-turut lho, jadi jika kalian ingin menyaksikan harus sudah mulai kepo-kepo dari sekarang kapan Seren Taun akan berlangsung.

Menyambangi Sindangbarang, membuat jiwa mencintai tanah air saya semakin tumbuh meninggi. Betapa banyak budaya yang di miliki Indonesia tercinta dan beragam kesenian tradisionalnya. Yang sudah semestinya kita lestarikan agar dikenal oleh anak, cucu dan cicit kita nantinya.

Part 4
Belajar Mengabadikan Momen dalam Jepretan Kamera bersama Uni Rayi



Imah Gede menjadi saksi tempat kami berkumpul, orang-orang yang haus akan ilmu dari belahan bumi berbeda duduk bersama, saling menyilangkan kaki menantikan guru-guru kami memberikan petuah pembelajaran. Mata kami terfokus kepada kedua sosok fenomenal yang dimiliki Indonesia, untuk mereka berdua pula alasanku datang ke Bogor. Uni Raiyani yang mahir dalam bidang Travel Photographer dan Mbak Donna yang jago perihal travel blogger. Jam terbang mereka yang tinggi membuat saya dan peserta mengagumi keduanya.


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Ini kali pertama saya bertemu Uni Rai, begitu mbak Donna sering memanggil Raiyani Muharramah. Travel Photographer yang sudah melanglang buana sampai mana-mana, dengan balutan hijab berwarna abu-abu dan kaos merah sesuai dengan dress code hari itu begitu ramah menyambut kami. Uni Rai juga mengenakan bawahan celana berwarna senada dengan hijabnya, tampak serius membagikan ilmu kepada peserta Travel Blog & Photography Workshop. Saya langsung mendekat, tidak ingin kehilangan momen belajar yang entah kapan akan saya ikuti kembali.

Meskipun saya belum memiliki kamera miroless ataupun DSLR, saya tidak malu belajar. Setidaknya minimal tahu dasarnya lahya, hehehe ... semoga next time kamulah orang yang beruntung menimba langsung ilmu dari Uni Rai, dan semoga ilmu dari Uni Rai yang saya share di blog ini bisa sedikit membantu dalam menyajikan jepretan yang ciamik dalam postingan foto di blog. Ini dia tips memotret dari Uni Rai, Travel Photographer idola:



carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Uni Rai mengakui jika postingan blog yang sering dibacanya, sudah tidak diragukan lagi kemampuan dalam menulisnya. Tetapi yang sering bikin beliau gemes adalah, "Kenapa fotonya begini amat ya? Kenapa nggak ngambil foto yang lebih serius?" Yang dimaksud Uni Rai di sini, adalah seringkali foto diambil dengan keadaan horizontal saja ya kan? Termasuk saya pun demikian, mengambil foto dalam satu angle saja. Ternyata dari sisi seorang fotografer, foto yang baik adalah foto yang menampilkan dari berbagai sudut yang berbeda. Baik dalam posisi vertikal maupun horizontal. Jadilah saya baru ngeh, kenapa foto-foto yang sering menang lomba seringkali sudut pandangnya dari berbagai penjuru tak terduga. Uni Rai mengelompokkan pengambilan gambar ada 3 posisi, eye level, high agle dan low angle. Definisi ketiga pengelompokkan angle tersebut adalah :



carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda



Eye level, menjadi sudut pandang pengambilan angle foto yang sudah umum digunakan oleh orang-orang dalam mengambil objek yakni sejajar. Layaknya kita melihat objek searah mata kita.

Low angle, pengambilan memotret dimana kameranya di posisikan lebih rendah dari objek berada. Biasanya pemotretan ini mengambil sudut yang bisa melihat langit. Uni Rai pun memerlihatkan hasil jepretannya, ketika memotret tari-tarian di Papua sana dengan memerlihatkan penari dari posisi bawah dan langit yang cerah.

High angle, sudut pemotretan yang dilakukan dari atas. Jadi kameranya memiliki posisi yang lebih tinggi dari objek, misalnya foto pemandangan.

Selain membagikan pengalaman memotret, Uni Rai juga memberikan cara pengaturan mode kamera yang pas dengan fujifilm. Alhamdulillah semua peserta yang tidak memiliki kamera, dipinjami kamera Fujifilm, sebagai sponsor acara dalam memotret kali ini. Keren! Sayangnya saya nggak bawa SD card, jadilah kembali menggunakan kameran henpon sendiri.  Uni Rai juga memberikan tips bagaimana mengatur kamera yang benar, dari mengatur ISO-nya, mengatur speed, aperturenya dan diagfragma untuk menghasilkan foto model ngeblur gitu. Dalam satu kamera, Uni Rai juga terbiasa memotret dan memvideo secara bersamaan. Sebagai seorang travel fotografer beliau sudah terlatih, dan Uni Rai menyarankan agar kita sebagai seorang yang bergerak dibidang konten foto dan tulisan juga harus tahu mana yang pas dimasukan dalam video, mana yang hanya untuk difoto. Karena kekuatan foto terletak di angle dan timing, begitu ungkap Uni Rai kepada peserta #TelisikBudaya.



Saya semakin jatuh cinta sama Uni Rai, waktu beliau bilang, "Kamera yang paling bagus adalah kamera yang kita punya. Kamera terbaik adalah kamera yang kita miliki, pahami kamera milik kita, baik kelemahannya maupun kelebihannya." Kalimat tersebut membuat saya termotivasi, nyali saya yang awalnya menciut karena melihat semuanya hampir menggunakan kamera canggih-canggih jadi kembali percaya diri. Saya yang hanya menggunakan ponsel, dan terbatas dalam pengambilan gambar jadi terpacu untuk menghasilkan karya.

Adakalanya memang kita dilatih dalam keterbatasan, bagaimana bisa menjadi lebih kuat, lebih kreatif, dan lebih memaksimalkan apa yang dipunyai. Hanya ada dua pilihan yang bisa kita pilih, mengeluh dengan keterbatasan yang kita punyai atau berusaha untuk mengelola keterbatasan menjadi sebuah hal baik agar kita tidak merasakan kesempitan hati. Ah ... jadi merembes nih mata, makasih buat motivasinya, ya Un! MasyaAllah, mengingat kejadian itu membuat saya malu sekaligus bersyukur. Bersyukur karena dimudahkan dalam belajar banyak ilmu, dan bersyukur karena kerendahan hatilah yang sebenarnya membuat kedua nara sumber yang mengisi acara #TelisikBudaya berada dipuncaknya. Saya beruntung bisa ngangsu ilmu dari keduanya. Hari itu Sabtu, 24 Agustus 2019 di Bogor.


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Peserta Travel Blog & Photography Workshop juga aktiv dalam bertanya, salah satunya Amel yang saya kenal waktu Blogger Day di Bandung. Amel bertanya bagaimana menyikapi soal penggunaan flash. Uni Rai memberikan salah satu pengalaman yang pernah dimilikinya, ketika harus memotret orang di luar dengan cuaca yang sangat terang. Karena kulit tubuhnya yang hitam, orang tersebut semakin tidak terlihat ketika difoto. Maka solusi yang pas adalah dengan dengan menyalakan flash. Hasil fotonya jadi terlihat cerah sekali, ketika gambar tersebut diperlihatkan kepada kami. "Ngeflash siang-siang nggak masalah, apalagi kalau low angle pengambilan gambarnya," ucap Uni Rai memberikan penjelasan dengan gamblangnya. Pada praktiknya, saya menerapkan ilmu yang saya pelajari dari Uni Ray dan sukses! Thanks Uni.


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Uni Rai juga mengingatkan kepada kami, untuk memanfaatkan menggunakan 'Flip on' yang ada di kamera Fujifilm. Jadi dalam pengambilan fotonya kita tidak perlu nunduk-nunduk, cukup memanfaatkan flip on yang bisa ditarik dan diambil dari berbagai angle.


Part 5
Budaya Adalah Warisan Termahal di Dunia





Teruslah kepakan sayapmu yang tinggi, teruslah menari dan menari. Indonesia butuh orang-orang yang mencintai dan melestarikan budayanya hingga ke pelosok negeri. Keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia, memiliki ciri khas tersendiri sebagai jatidirinya. Warisan dari nenek moyang tercinta ini, jangan sampai terkontaminasi nilainya. Sebagai generasi penerus bangsa yang cinta tanah airnya, mari bersama jadikan budaya warisan termahal di dunia.

Ingatan saya berlari, ketika tari merak dipersembahkan oleh sanggar tari dari kampung budaya Sindangbarang. Dahulu waktu SMA saya pernah belajar menari Merak, untuk perpisahan kelas X11 bersama sahabat saya. Seolah dejavu, kini saya yang menontonnya. Hangat yang tak biasa menjalar ke seluruh tubuh, apalagi bersama sahabat-sahabat baru saya yang mencintai budaya menyaksikan secara langsung. Bahkan mengabadikan setiap momennya, keajaiban luar biasa yang Tuhan berikan.






Sebelum atraksi dimulai, parade berjalan mengelilingi halaman dilakukan oleh semua peserta menari.  dari anak-anak, remaja, dewasa sampai orangtua. Duh, mencelos rasanya hati ini melihat semangat adik-adik kecil yang sungguh membara. Tidak ada keluhan kepanasan ataupun terpaksa, semuanya sempurna bekerjasama. Dibagian akhir barisan parade, alunan angklung gubrag begitu merdu terdengar, sampai detik saya menuliskan kisah ini dering suara angklung gubrag yang dimainkan masih  hangat terdengar. Apalagi tawa-tawa perserta yang membahana, karena candaan sesepuh perempuan, yang memainkan angklung gubrag begitu menghibur kami.


Angklung gubrag sendiri, pada jaman kasepuhan digunakan sebagai iringan ritual menanam dan memanen padi. Tetapi sekarang lebih luas lagi, dari menanam, menyambut tamu pernikahan dan juga acara tahunan Seren Taun.  Ciri khas pemain angklung gubrag mengenakan baju kampret, celana pangsi, dan penutup kepala semacam bando. Jika dahulu angklung gubrag hanya dimainkan oleh perempuan, berbeda sekarang. Baik perempuan atau laki-laki boleh memainkanya.



carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Di kampung budaya Sindangbarang tidak hanya satu dua atraksi, tetapi banyak tarian yang bisa kita nikmati dan kita kenali sejarahnya. Karena setiap bangsa pasti memiliki masa lalu, yang mengantarkan pada masa kini. Kalau bukan kita yang berpegang pada akar tradisi sendiri, bagaimana kita bisa menghargai kebudayaan yang lain bukan? Lantas tarian apa lagi yang membuat kami tersihir dibuatnya?


Tari Rampak Gendang

Tari rampak gendang merupakan tarian yang pertama kali kami tonton, dimainkan oleh tiga penari yang masing-masing memainkan gendang secara bersama. Mereka terlihat ceria, bahagia dan terus bergerak menari sambil menabung tongkatnya ke gendang yang ada dihadapannya.



carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda



Rampak gendang diambil dari bahasa sunda, 'rampak' yang berarti kompak, serempak atau bersama-sama. Sementara 'gendang' alat musik yang ditabuh. Adanya kesenian tari rampak gendang ini, merepresentasikan masyarakat Sunda yang saling guyub.

Kaulinan Barudak


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda



Kaulinan Barudak adalah bahasa Sunda yang mempunyai arti, permainan anak-anak. Kalau permainannya sendiri, dulu pernah saya mainkan jaman masih kecil. Di Jawa sebutannya ular naga, dimainkan oleh banyak anak-anak. Demikian juga halnya pertunjukkan yang kami tonton, anak-anak bermain dan menari denga ceria dan menggemaskan. Penarinya tidak memandang usia, ada yang anak-anak dan ada juga yang remaja. Mereka dengan kompak berlenggak-lenggok, dengan atraktif. Di jaman sekarang Kaulinan Barudak mendekati punah, karena kalah dengan permainan yang serba digital.

Silat Cimande

carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Bela diri dari daerah asli Bogor, dinamakan seni bela diri Silat Cimande. Gerakan-gerakannya terlihat sederhana, tetapi mampu melumpuhkan lawan. Silat Cimande ternyata sudah ada sejak jaman Si Pitung lho, keren kan?

Tari Mojang Priyangan


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Mojang berarti gadis, sementara Priyangan adalah salah satu daerah yang ada di Sunda. Tari Mojang Priyangan ini diperagakan oleh dua orang gadis, yang sangat cantik-cantik dan memiliki paras  yang menawan. Mereka didandani bak putri, dengan pipi yang selalu bersemu merah. Rambutnya yang dicepol dan bibir yang berwarna merah basah membuat kami semua terpukau. Apalagi lagu yang mengiringinya, terdengar begitu syahdu.


Tari Parebut Seeng


Tari Parebut Seeng bagi saya adalah tari yang penuh dengan drama. Terdengar pula nada saling hantam, meski ini hanya sebuah tarian tapi tetap saja saya jadi cengeng dan melow hahaha ... Jadi Tari Parebut Seeng ini, sebenarnya tari yang dipentaskan pada acara pernikahan Sunda. Parebut memiliki arti merebut, dan 'seeng' merupakan tempat untuk menanak nasi. Kedua penari Parebut Seeng ini perwakilan dari pihak lelaki dan perempuan. Jawara wakil dari calon pengantin perempuan, berusaha untuk merebut penanak nasi dari jawara wakil calon prianya. Seru! Tapi juga mendebarkan.


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Sindangbarang di siang yang terik itu membuat kami jatuh cinta. Apa yang kami rasakan, apa yang disajikan, sayup-sayup membisikan kepada kami untuk terus mengestafetkan kepada dunia apa yang terjadi di sini. Kisah ini tidak boleh berhenti di sini, kami harus menyebarkan, kami harus menuliskan dan mengabarkan kepada dunia jika di Sindangbarang memiliki atraksi budaya Sunda yang terus dilertarikan. Tidak hanya oleh orang-orang dewasa, tetapi remaja, para tetua dan juga anak-anak menyajikan atraksi tradisional yang memanjakan mata.




Bagaimana menuju kampung Sindangbarang?


Perjalanan dari KRL Bogor menuju Kampung Budaya Sindangbarang, bisa ditempuh dengan waktu 8 km. Kalau tidak macet jalanan, akan lebih cepat membuat kita sampai. Kami naik angkot berwarna hijau, yang dipesan oleh IDcorners.





Alamat Kampung Budaya Sindangbarang

Jl. Endang Sumawijaya RT02/RW08. Dukuh Menteng
Desa Pasir Eurih, Kec. Tamansari Bogor. Jawa Barat

Web                            : www.kp-sindangbarang.com
Jam Buka                    : 09.00-17.00 WIB
Harga tiket masuk      :
Rp25.000/orang untuk hari biasa
Rp35.000/orang untuk hari libur



Part 6
Menuliskan Kisah Perjalanan Hidup bersama Mbak Donna Imelda


Saya ingat pertama kali ketemu Mbak Donna waktu di Bandung, di jalan masuk menuju Transstudio acara Bloggerday 2019. Beliau sedang mengambil footage, awalnya saya dan mas suami nggak berani menyapa karena beliau lagi sibuk. Tapi akhirnya saya beranikan diri ngajak salaman, kapan lagi salaman sama blogger senior yang hits hehehe ... Kemudian seringnya berinteraksi melalui instagram walking, dan selalu takjub perjalanan demi perjalanan yang telah dilaluinya. Lantas diam-diam saya menyematkan doa-doa, supaya bisa juga merasakan menjejakan langkah ke tempat-tempat yang pernah beliau datangi.


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Berkesempatan mengikuti Travel Photography & Blog Workshop di Bogor kemarin, hal yang paling saya nantikan adalah ngangsu ilmu dari mbak Donna. Yang belakangan saya ketahui beliau tidak hanya traveler writer, tetapi juga dosen. MasyaAllah, berkah banget rasanya. Semoga sharing ngangsu ilmu bareng beliau, yang saya bagikan di postingan ini mampu menambah semakin berkualitasnya tulisan yang kita tulis di blog.


How To Write Your Great Travel Story

"Sebenarnya selalu ada cerita, di balik sebuah perjalanan walaupun cuma pergi ke tempat terdekat," begitu ucap Mbak Donna mengawali pembukaan materi Travel writer. Saya lantas menyadari, 'iya juga ya'. Nggak usah jauh-jauh ke Bali, untuk menulis cerita yang menarik ternyata.

"Saat kita menulis, hal pertama yang harus kita ketahui adalah untuk apa tujuan kita menulis. Karena esensi sebuah perjalanan, seorang travel writer terletak pada narasinya. Jika tidak ada narasi, esensi sebuah cerita bisa hilang begitu saja. Misalnya Kita jalan-jalan ke Eropa, ke Raja Ampat, atau ke tempat lainnya akan menjadi indah dan hebat ketika kita menuangkannya ke dalam bentuk tulisan." Lagi-lagi saya manggut-manggut, bener banget apa yang dibilang mbak Donna. Tempat yang menarik kita datangi, akan menguap begitu saja dari kepala jika tidak kita tuliskan dalam sebuah cerita.

Jadi tugas yang harus dipegang oleh Travel Writer adalah, menemukan keunikan sebuah tempat yang akan kita datangi. Fungsinya apa? Agar kita mudah menentukan angle (sudut cerita). Mbak Donna lantas bertanya kepada peserta, apakah sebelumnya sudah mencari tahu tentang Kampung SindangBarang ini? Kebanyakan menjawab belum hahaha ... peserta emang bandel-bandel.



carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Kemudian Mbak Donna mencontohkan daerah banyuwangi, apa yang menarik di sana? Adalah Kawah Ijen yang terkenal dengan blue firenya. Lalu apa lagi? Jika blue fire sudah diambil untuk dituliskan, mengapa kita tidak mencari sudut lain yang bisa diceritakan? Contohnya suku penambangnya dan lain sebagainya. Selain Banyuwangi, Badui, juga Tuban yang menjadi contoh cerita dengan sudut angle unik yang diambil Mbak Donna dan membuat kami semakin paham.

Point-point penting lain yang akan memudahkan kita, dalam menulis sebuah cerita adalah:

Buatlah ide / Storyline / outline / kerangka tulisan. Karena storyline penting untuk mencari data, dan memudahkan kita menggali info lebih dalam
Riset apa yang akan kita lakukan di sana nantinya (destinasi yang kita tuju)
Lakukan korespondensi dengan pihak yang berkepentingan
Lakukan Fast Writing. Tulis aja semua yang ada di kepala, abaikan typo, EYD dan titik koma
Dapatkan data dan fakta yang terupdate di lokasi, untuk menghindari salah musim
Saat di lokasi, nikmati semua perjalanan dan optimalkan semua indera. Misalnya merasakan cuacanya, udaranya dan lain sebagainya
Interaksi dengan lokal untuk menggali cerita. Jangan sampai pergi dengan kepala kosong
Angle tulisan pilih yang sesuai dengan kesukaan kita, untuk memudahkan cerita
Paragraf jangan panjang-panjang, agar pembaca tidak capek untuk membaca
Hindari memberikan foto bertumpuk, lebih baik foto satu-satu. "Foto kayak rest area di blog," ucap mbak Donna
Pilih judul yang simple dan sederhana dan lain sebagainya              


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Terima kasih mba Donna, atas ilmu yang diberikan. Semoga Allah membalas kebaikan-kebaikan yang telah dilimpahkan kepada kami, peserta Travel Photography & Blog Workshop. Terima kasih telah mengajarkan bagaimana cara menulis yang baik, dan mengajarkan untuk selalu menjadi diri sendiri dalam menulis.






Part 7
Rumah Sutera; Geli dan Takjub yang Berbaur Menjadi Satu

carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Perjalanan belum berakhir, masih ada satu tempat lagi yang akan kami datangi; Rumah Sutera. Yang letaknya ada di desa Taman Sari, Bogor. Harusnya ada satu lagi tempat, yang akan kami singgahi lagi adalah pabrik sepatu. Sayangnya sudah tutup, karena waktu yang belum berpihak kepada kami.

Dari Sindangbarang kami naik angkot lagi menuju ke Rumah Sutera yang ternyata lumyan jauh, ditambah angkot yang tidak kuat menanjak. Kami harus berjalan. Apalagi gang yang harus dilewati angkot, masih ada lomba tujuhbelasan agustus. Akhirnya kami terus berjalan naik, dengan peluh yang bercucur dan dahaga yang menyerang. Salut! Dengan kegigihan peserta yang terus berusaha jalan, meski kelelahan. Ternyata ada dua jalan, yang bisa dilewati dan jalan yang kami lewati dengan jalan kaki ini bukan jalan utama. Giliran sudah mau sampai, eh angkotnya baru nongol. Geli dan gemeslah kami semua, hahaha ... ya Allah kalau ingat bikin ngakak sendiri. Kita segila itu kawan!


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Di Rumah Sutera kami dipandu oleh guide, yang bernama Pak Yan. Budi daya ulat sutera ternyata, dimulai dari sebuah kebun murbei. Jenis-jenis daun murbei juga dijabarkan kepada kami, ada 3 jenis daun yang dikembangbiakan untuk makanan ulat-ulat sutera yang diternakan.


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Awalnya saya takut lho, melihat ulat sutera secara langsung. Ngerasa geli aja dan takut ntar nggak doyan makan gegara ngelihat. Alhamdulillahnya ternyata tidak, ulat sutera ini makananya cuma daun dan nggak bikin saya risih setelah dijelaskan oleh Pak Yan.

Proses mendapatkan suteranya diawali dari ulat-ulat sutera yang tidak mau lagi makan daun murbei. Karena merasa sudah besar dan tidak lagi doyan, ulat-ulat siap untuk bermetamorfosa menjadi cocon (kepompong).


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda

carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Sungguh takjub ketika ulat sutera yan gmenjadi cocon itu, terlihat memiliki lembaran benang. Bahkan sampai ulatnya sendiri jadi tidak terlihat. Ada pegawai yang bertugas untuk mengambil cocon, kemudian ada lagi bagian yang membersihkannya. Tahap akhirnya cocon akan direbus, lantas baru dipintal menjadi benang.

carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda

Apabila benang-benang tersebut sudah terkumpul dan menjadi banyak. Saatnya untuk ditenun menjadi kain sutera, itulah mengapa kain sutera mahal. Karena prosesnya luar biasa membuat takjub. Jika sutera yang dihasilkan oleh ulat lokal Indonesia, berwarna putih. Sementara sutera dari ulat-ulat, yang pernah dihasilkan dari negeri Thailand berwarna kuning. 


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda

carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda



Perbedaannya sangat terlihat jauh, waktu saya memegang benangnya sangat kuat dan halus. Ingatan saya lantas flash back, ke masa ulat-ulat itu berebutan makan daun. MasyaAllah, ulat-ulat sutera memang ditakdirkan, untuk menjadi sebuah lembaran kain sutera yang ternilai harganya. Jadi ingat mutiara di dasar laut, yang ditempat kesakitan hingga menjadi sebutir mutiara yang mahal harganya. Masing-masing dari kita, ternyata memiliki garis takdir hidupnya sendiri-sendiri.


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda



Wisata Rumah Sutera


Dari pusat Kota Bogor, Rumah Sutera bisa ditempuh dengan jarak 10 kimometer. Ada budidaya ulat sutera dan proses pembuatan liur sutera, menjadi kain yang sangat indah dan mahal. Siap-siap menikmati hamparan kebun murbei yang hijau, ulat-ulat sutera yang menggeliat gemuk dan juga pegawai-pegawai terlatih dalam memintal benang. Siapkan juga dompet tebal untuk memborong aneka motif kain sutera, yang pasti bikin kita takjub dibuatnya. Ada dalam bentuk syal, kerudung dan juga cinderamata kepompong sutra.



Alamat Rumah Sutera Alam

Jl. Ciapus Raya KM.8 No.100
Pasireurih. Kec. Tamansari Bogor. Jawa Barat 16610.
TLP                             : 0251-8388227
Jam Buka                    : 08.00-16.00 WIB
Harga tiket masuk      : Rp.20.000/orang




Part 8
Terima kasih Fujifilm untuk pengalaman berharganya


Kalau bukan karena ikutan Travel Photography & Blog Workshop dari IDcorners, kemungkinan saya tidak akan merasakan bagaimana menggunakan kamera Fujifilm. Ini kali pertama saya memegang kamera Fujifilm, dan saya langsung jatuh cinta dibuatnya. Ketika mendengar soal harganya, aduh ... harus bisa nabung beli nih. Apalagi buat amunisi ngeblog, dan bikin video dalam menghasilkan proses konten kreatif.  


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Ditambah Uni Rai yang bilang jika Fujifilm yang dipinjamkan kepada kami, pas digunakan untuk travel blogger karena kriterianya pas untk digunakan. Makin mupenglah kepengen punya kamera juga, semoga ada rejeki bisa punya aamiiin. Selain itu Uni Rai diawal workshop menekankan kepada kami untuk menggunakan flip on pada Fujifilm dengan memaksimalkannya, yang kami pakai hari itu. Tanpa perlu nunduk-nunduk, kami pun bisa mendapatkan foto yang ciamik.

Saya agak gemetaran lho waktu memegang kamera Fujifilm XT100, yang dipinjamkan kepada Zain untuk keperluan memotret. Begitu kokoh waktu dipegang dan pengoperasiannya begitu simple. Meski saya hanya melakukan jepretan beberapa kali, tapi saya merasakan kepuasan untuk hasilnya.


carita kampung budaya sindang barang harga paket kampung budaya sindangbarang makalah kampung budaya sindangbarang kampung sindang barang dalam bahasa sunda nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang kampung budaya sindangbarang dalam bahasa sunda kampung budaya sindang barang dijual nyusun karangan bahasan kampung budaya sindangbarang bahasa sunda


Terima kasih untuk IDcorners atas kesempatannya. Terima kasih untuk Fujifilm untuk pengalaman berharganya. Terima kasih kepada Uni Rai dan Mba Donna yang sudah menurunkan ilmu kanuragannya hehehe ... dan terima kasih kepada segenap sahabat yang ikutan acaranya. Semoga kita semua bisa saling bersinergi dan terus bersilaturahmi. Semoga bisa bersahabat di dunia dan disurga, menerbar kebaikan bersama dan terus berkarya. Semangat kita untuk Indonesia! Semangat melestarikan budaya dengan segenap jiwa!







Sumber postingan:

https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/menyambangi-bekas-kasepuhan-sunda-di-kampung-budaya-sindang-barang
Foto by IDcorners, peserta workshop dan dari ponsel pribadi

Google.com

64 comments :

  1. Pengen lagi ya ada workshop yang kayak gini lagi. Semoga blogger Semarang bisa nih ngadain. Ditunggu lohhh...

    ReplyDelete
  2. Keren kalau ada tempat yang dilestarikan seperti ini, bisa jadi destinasi wisata andalan di Bogor jadinya

    ReplyDelete
  3. Keren kalau ada tempat yang dilestarikan seperti ini, bisa jadi destinasi wisata andalan di Bogor jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga di kota2 lain juga ada ya kan kak. Indonesia ini kaya banget Budaya soalnya

      Delete
  4. Nah Nyi kalau dari Bogor rumahku dekat, aku di kabupaten Bogor tepatnya Cibinong Bogor. Aku suka Bogor karena cuacanya mirip Bandung. Dan dulu kerja di Semarang rumahku kabupaten Demak, sekarang kerja di Jakarta rumahku kabupaten Bogor. Belum dijodohkan lagi nih kita ketemu di Bogor dan Jakarta, aku naksir sutera alam Bogornya nih hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih Mba Vit.
      Tahu gitu jane main dulu hahaha ke Bogor dua kali gagal ketemu terus kitah

      Delete
  5. Ya ampyuuun seruu bgt acaranya

    Aku ngikutin lewat IG story bbrp teman dan omigoddd moga2 next time aku bisa ikutaaann

    ReplyDelete
  6. Seru banget acaranya yah, jadi tau berbagai kebudayaan yang ada. Ngeliat ulat sutera itu gemes banget, putih2 geli hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakak gemges-gemes geli Kak wkwkw
      tapi jadi tahu sekarang pembautan sutera ternyaata sungguh luar biasa

      Delete
  7. Acara sarat ilmu banget ya Mbaaa
    Mupeeenggg
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikutan kak kalo lain kali ada ya hehehe
      biar nambah silaturahmi juga. Semangat

      Delete
  8. Ini deket sama rumah ku hehe dan aku pernah juga bikin acara disini, tempatnya emang asyik buat healing wwkwkw

    ReplyDelete
  9. Beruntung banget bisa ikutan acara teisik budaya Sindangbarang ya, Nyi. Awalnya aku juga mau daftar tapi batal karena ada sesuatu yang nggak bisa ditinggal. Baca tulisan Nyi aja udah bisa membayangkan betapa seru acaranya. Semoga suatu hari bisa kesana.

    ReplyDelete
  10. Wah lengkap sekali ceritanya, seru sekali dan pasti senang di sana.
    Ngeliat ulat sutera itu kok geli sendiri hahaha, tapi takjub juga ya liat proses pembuatan kain suteranya itu.

    ReplyDelete
  11. Seru banget ini acaranya belajar fotografi sambil menambah wawasan di kampung budaya Sindangbarang. Beruntung banget mba bisa ikutan. Aku tau info ini tapi sayang aku lagi banyak kerjaan jadi nggak daftar deh. Kapan-kapan semoga bisa juga ikutan acara serupa.

    ReplyDelete
  12. Nyi pasti bahagia abis ikut acara di Sindangbarang ini ya. AKu yang envy karena gagal ikut, padahal udah sejak lama pengen wisata di kampung Sindangbarang. Ntar kalo ke Bogor mau ngajakin keluarga suami rombongan kesana. Aku mupeng cara proses dari cocon sampai jadi benang yang dipintal itu

    ReplyDelete
  13. Perjalanannya seru banget ya, Nyi...
    Kalo cape boosternya pake apa siih..?
    Berasa banget padatnya jadwal Nyi kalo liat produktifitas di IG.

    Bener-bener kamera terbaik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyi...
      Ada tips foto dari jauh gak..?
      Kadang suka gak dapet momennya...

      Delete
    2. Mba Lendy aduduw udah komen dua kali belum kubalas ya wkwkwk
      Bosternya apa ya wkwkwk bismillah aja ngangsu ilmu
      Memotret dari jauh kalo kata uni Ray, perbesar kameranya gitu. Kalau kita paling di zoom out kali ya kalo via ponsel

      Delete
  14. Kamu ye kan..udh pulang ga bilang-bilang. Ga jadi meet up deh
    Aku liat area sindang barang di Bogor ini acaranya seru banget ya..ada ilmu, pertunjukan seni. Kegiatan bermanfaat dan mengedukasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maapkan daku Thie kamu ya sibuk wkwkwk
      hayok dolan Sindangbarang

      Delete
  15. Ahahaha, Sindang Barang ini dket sama rumah aku, malah aku belum pernah masuk dan eksplor di sini, kebngeten ya, hehe. Mungkin jika ada temen, rame-rame, lebih semangat ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk Mba NEf main ke sini, agendakan bareng blogger2 Bogor gih

      Delete
  16. Wah, Nyi Penengah ikut acara IDC juga? Coba saya ikutan, ya. Kita bisa kopdar untuk pertama kalinya hehehe.

    Saya pengen banget ikut. Tetapi, hati kayak ada yang menahan-nahan buat daftar. Gak tau kenapa. Sampai akhirnya saya putusin gak ikut.

    Ternyata anak saya kecelakaan. Ya mungkin itu feeling ibu, ya. Mudah-mudahan aja IDC bikin lagi acara keren begini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allah kak. Semoga lekas membaik ya.
      Nggakpapa lain kali mba. Anak lebh penting.

      Delete
  17. Nyi..terima kasih utk tulisan ini. Aku jadi ikut belajar dan seolah berkunjung langsung ke sana. Mudah2an bisa ke sana juga suatu saat nanti..dan mudah2an bisa memiliki kamera keren itu juga.. Aamiin..

    ReplyDelete
  18. Kebetulan dong punya,

    Kapan mau ke sana boleh mampir yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kekecewaan saya ga bisa ikut acara ini karena sudah ikut acara lain sedikit terobati dengan adanya reportase Nyi ini. Terimakasih ya...

      Delete
  19. Seru banget mbak Nyi, saya sudah beberapa kali ke kampung ini waktu tinggal di Bogor. Apalagi bareng teman travel blogger gini kegiatannya pasti mantap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak pernah bosan ya Mba main ke sini hehehe
      seru banget acaranya. Happi

      Delete
  20. Aku lihat foto temen temen di kampung budaya ini jadi mupeng banget deh dan pengen ngajak anak anak ke sana. Makasih info lengkapnya ya mba

    ReplyDelete
  21. Wah sudut ngambil fotonya bagus2 mbak. Saya suka! Saya suka! 😘 Jadi belajar teknik fotografi juga nih. Makasih sharingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk saling belajar mba Sri
      Kaapan2 nimba ilmu langsung ke Uni Ray

      Delete
  22. Ini deket lho dari rumah aku di depok.. belajar budaya yang deket deket dulu deh.. InshaAllah mau juga ah main main ke kampung budaya sindangbarang.. seingat aku ada teman aku juga yang rumahnya disekitar sana.. sekalian silaturrahmi juga kesana nanti..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nonton Seren Taunnya ga mba Elly?
      Sedang berlangsung kan sekarang

      Delete
  23. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  24. Bener-bener seru abis ya kesana kita bisa mengenal bidaya sunda dan sayur asemnya itu lho yang bikin kangen hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak banget makanan yo Kak, aku juga pengen ke sana lagi deh

      Delete
  25. Duh neyesel aku ga ikutan ke sana, bentrk banget waktunya soalnya. Nti aja jauh-jauh ikutan ya. Apalagi aku sunda banget pasti cocok lah sama makananya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Fit jebulnya orang sunda to. Tapi dapet orang Semarang ya wkwkwk

      Delete
  26. Senang sekali baca tulisanmu ini Nyi, lengkap sekali menggambarkan kekayaan budaya yang ada di Sindang Barang. Insya Allah ntar ke Lampung barengan Uni Rai juga, semoga mendapat kesempatan untuk menimba ilmu fotografi ke beliau ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba uniek seru banget bahagia.
      Waaa jangan lupa berguru, dan manfaatkan waktu dengan baik

      Delete
  27. Kayak bukan di Bogor ya, nggak percaya dekat di sini. Jadi travel writer harus bisa mengangkat angle cerita ya. Biar orang-orang pada berkunjung ke desa Sindang. Asyik bisa jalan-jalan kesini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren ya Mba OV. hahaha pengen dolan rono maneh pas ada acara Seren Taun

      Delete
  28. Baru tahu Bogor kota seribu angkot. Belum pernah ke sana soalnya btw ulasan perjalanannya lengkap banget. Pastinya berkesan juga ya apalagi diajak untuk mengenal warisan budaya yang ada di Sindang Barang

    ReplyDelete
  29. Wah.... Senengnya bisa ikutan acara di sindang barang... Seru banget acaranya ya..

    ReplyDelete
  30. aku kagum sama kearifan lokal di sindang barang semoga suatu hari bisa main kesana

    ReplyDelete
  31. Senengnya Kak Nyi. Aku belum pernah dengar soal Sindang Barang sebelumnya.
    Baca blogpost Kak Nyi yang sekomplit ini jadi pengen main ke sana. Aseli! Kekayan budaya Indonesia itu luar biasa ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asli Ntan. Nggak akan habis-habis saking kayanya Indonesia

      Delete
  32. Baca tentang Kampung Sindang Barang jadi ingat pas diajak jalan-jalan ke salah satu desa di Banyumas. Tapi yang ini bacanya puas banget, Mba. Kayak ikut melihat langsung pertunjukan budaya di sana.

    ReplyDelete
  33. Aku suka banget tempat seperti ini, memahami kebudayaan kita lebih dekat lagi. Mau ajak anak anak tapi kayaknya rutenya belum ramah ya buat balita?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bund berkelok-kelok dan terjal.
      Nunggu dedek gedean dikit bund

      Delete
  34. Keren banget Nyi jalan-jalan asyik sekaligus dapat pengalaman berharga ya. Kumpul sama temen2 sefrekuensi adalah energi baik yang disyukuri.

    ReplyDelete
  35. lengkap banget ya tulisanmu, dan ini perlu banget dibuat dibuat sebagai usaha pelestarian budaya, apalagi kayak ada desa nya, jadi kalo pengen tahu bisa datang main ke sana ya. Di Bengkulu juga mulai ada kayak kampung batik besurek, kampung sejarah dll

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat