Good Bye Utang Saatnya Melek Investasi

By Nyi Penengah Dewanti - Tuesday, September 01, 2020

#IniUntukKita Good Bye Utang Saatnya Melek Investasi - Terlahir dan hidup di zaman teknologi yang canggih, membuat kita serba dimanjakan. Contoh yang sering kita alami sendiri nih, untuk belanja makanan dan barang-barang pun sekarang tidak perlu ke luar rumah. Tinggal pencet dan klik aplikasi, barang akan diantar dengan bantuan jasa pengiriman barang. Nggak perlu ribet, dan nggak perlu repot, faktanya dunia digital memang memudahkan.


Kemenkeu ajak kaum milenial khususnya paa pengusaha rintisan menjadi generasi literasi ekonomi yang melek dengan risiko keuangan serta investasi



Tapi banyak yang bilang, bahwa generasi milenial itu generasi instan. Di kasih tantangan nggak mau, dikasih kerjaan susah beradaptasi, pengennya karirnya cepat naik dan ogah bersusah payah. Kata milenial memang sudah akrab di telinga, generasi yang terkenal selalu menggunakan gadget, dan mencari apa saja melalui media sosial. Namun mereka cenderung mampu melakukan pekerjaan secara bersamaan. Misalnya mereka sedang mengerjakan tugas, tapi bisa sambil mendengarkan musik dan mengobrol dengan teman-temannya. Lebih multitasking istilahnya.

Generasi milenial, menjadi generasi yang penuh dengan godaan. Mereka memang termasuk generasi yang berprestasi, kreatif dan aktif tetapi mereka juga sering terjangkit virus konsumtif. Mudah dalam megnhabiskan uang. Tilik saja disekitar kita, belum sampai akhir bulan aja mereka udah harus ngutang untuk makan seminggu ke depan. Tapi giliran soal gadget keluaran terbaru, yang ada fasilitas boleh mencicil alias hutang langsung deh cus tanpa pikir panjang. Percaya atau tidak generasi milenial saat ini lebih memilih menghabiskan gaji bulanan, dan merogoh kocek tabungan untuk dapat memenuhi standar kehidupan kekiniannya dibanding hidup berorientasi masa depan.


Dalam riset yang dilakukan oleh Alvara Research Center bersama IDN Media, mengungkapkan fakta di tahun 2019 ini generasi milenial Indonesia menemukan sembilan prilaku utama, yakni; kecanduan gadget, loyalitas rendah, cashless, kerja cerdas dan cepat, multitasking, suka jalan-jalan, cuek dengan politik, suka berbagi, dan kepemilikan terhadap barang rendah. Mereka lebih senang menyewa, daripada memiliki.

Dibalik sisi negatif, pasti ada sisi positif yang dimiliki. Seperti karakter mereka yang kerjanya cepat, sering membagikan infromasi yang bermanfaat di media sosial, dan juga banyaknya penggalangan dana/donasi untuk aksi kemanusiaan. Ada dua sisi mata uang yang berbeda bukan dari generasi milenial ini. Yah, kurang lebih biasanya mereka merasa karena masih muda, masih mau happy-happy dan nggak mau capek mikirin investasi. Tinggal harus pintar-pintar memilih dan memutuskan. Mau menjadi milenial yang berprestasi, atau milenial konsumtif, dan baperan eheheh ...


Dalam riset yang dilakukan oleh Alvara Research Center bersama IDN Media, mengungkapkan fakta di tahun 2019 ini generasi milenial Indonesia menemukan sembilan prilaku utama, yakni; kecanduan gadget, loyalitas rendah, cashless, kerja cerdas dan cepat, multitasking, suka jalan-jalan, cuek dengan politik, suka berbagi, dan kepemilikan terhadap barang rendah.


Pesan Bapak Proklamator Indonesia



“Beri aku seribu orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncang dunia.” – Bung Karno


            Sedari awal Indonesia merdeka, Bung Karno sudah memberikan petuah bijak yang harus kita tanamkan dalam diri dan pikiran pemuda Indonesia. Bahwa peran kita adalah meneruskan perjuangan para pahlawan, yang sudah gugur di medan perang sebagai agent of change dan social controller. Pertanyaanya pemuda seperti apakah yang bisa mengguncang dunia? Tentunya pemuda yang bersungguh-sungguh dan memiliki cita-cita yang tinggi, bukan pemuda yang sibuk memikirkan diri sendiri. Namun puncak tertinggi, tidak diraih dengan mudah. Tapi belum terlambat untuk memperbaiki, di mulai dari mengubah diri sendiri menjadi pribadi yang lebih baik, lebih positif, dan peka terhadap lingkungan sekitarnya. Pemuda yang tahu harus memanfaatkan waktunya dengan berkarya.
           
            Kalau perlu, buat juga visi dan misi yang ingin dicapai. Kalau masih bingung perbedaan antara visi dan misi, semoga hal berikut dapat membantu. Visi adalah hal yang harus dikejar dan dicapai dalam misi. Sementara misi, yakni sesuatu yang harus dicapai. Visi misi ibarat proposal kehidupan, mau dibawa ke mana hidup kita dan ingin jadi apa kita di dunia.



Dalam riset yang dilakukan oleh Alvara Research Center bersama IDN Media, mengungkapkan fakta di tahun 2019 ini generasi milenial Indonesia menemukan sembilan prilaku utama, yakni; kecanduan gadget, loyalitas rendah, cashless, kerja cerdas dan cepat, multitasking, suka jalan-jalan, cuek dengan politik, suka berbagi, dan kepemilikan terhadap barang rendah.



Milenial Saatnya Melek Literasi Ekonomi


           
            Beberapa puluh tahun yang lalu, uang dengan nilai seratus ribu sangat besar untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tapi di hari ini uang seratus ribu, bisa dihabiskan dalam waktu sehari. Dulu saat membeli bakso kita cukup merogoh uang seribu permangkok, sekarang? Kita harus mengeluarkan uang sepuluh ribu, mengapa bisa terjadi demikian? Hal ini dinamakan inflasi. Kondisi di mana nilai mata uang menjadi turun.

            Inflasi biasanya terjadi karena disebabkan oleh politik negeri, permintaan barang dan jasa makin tinggi, suku bunga bank makin naik sampai mata uang rupiah yang menurun. Kalau ditilik lima tahun ke depan, semua barang akan naik. Karena kita bukan Tuhan, yang bisa memprediksi segala sesuatunya, ada baiknya kita menyiapkan ‘bekal’, dalam menghadapi inflasi di hari kemudian.

Ada pepatah bilang, sedia payung sebelum hujan. Karena payung tidak akan membuat hujan berhenti, maka kita yang harus tetap berjalan melewati agar sampai ke tujuan. Pun banyak dana yang harus dipersiapkan, untuk dana kesehatan, pendidikan anak, menghidupi masa pensiun, dan lain sebagainya. Ini hanya kebutuhan pokok, belum lagi kebutuhan lain makanya kita perlu mempersiapkan biaya tersebut sedini mungkin.




Dalam riset yang dilakukan oleh Alvara Research Center bersama IDN Media, mengungkapkan fakta di tahun 2019 ini generasi milenial Indonesia menemukan sembilan prilaku utama, yakni; kecanduan gadget, loyalitas rendah, cashless, kerja cerdas dan cepat, multitasking, suka jalan-jalan, cuek dengan politik, suka berbagi, dan kepemilikan terhadap barang rendah.

Cara Mengelola Pendapatan Sederhana



Pintar-pintarlah dalam mengatur pendapatan. Karena dalam setiap pendapatan, kita harus membagi menjadi enam hal. Untuk kebutuhan, untuk investasi, untuk dana darurat, untung rekreasi, untuk donasi, dan untuk cicilan (apabila ada).

Rumusnya :



Kebutuhan + cicilan + investasi + dana darurat + rekreasi + donasi (2,5% zakat)
40 +30+10+10+5+donasi

Penjabarannya adalah :



  • 40% digunakan untuk kebutuhan. Makanan, transportasi, kuota, listrik, air dan lain-lain
  • 30% digunakan untuk pembayaran cicilan. Misalnya ada KPR, KPM, KTA, kartu kredit, hutang, dan cicilan lainnya
  • 10% digunakan untuk inventasi. Bisa dengan investasi properti, emas, reksadana, saham, obligasi dan lain sebagainya. Kabar baiknya, kalau tidak punya cicilan, berarti 30% tersebut bisa masuk di sini.
  • 5-10% untuk dana darurat. Misalnya tiba-tiba keluarga sakit, harus berobat karena tidak punya asuransi atau juga pengobatan melebihi premi. Dana darurat menyelamatkan kebutuhan mendadak.
  • 5% untuk rekreasi atau hal-hal yang membuat bikin happy. Misalnya pengen perawatan diri, nonton ke bioskop, shopping, dan lain sebagainya.
  • Donasi. Sebagian dari rejeki kita, katanya ada hak orang lain yang harus kita bagikan. Hal-hal baik yang kita tabur, pasti akan mendatangkan hasil di kemudian hari. Percayalah, justru dengan memberi kita akan diberi lebih lagi.

Dalam riset yang dilakukan oleh Alvara Research Center bersama IDN Media, mengungkapkan fakta di tahun 2019 ini generasi milenial Indonesia menemukan sembilan prilaku utama, yakni; kecanduan gadget, loyalitas rendah, cashless, kerja cerdas dan cepat, multitasking, suka jalan-jalan, cuek dengan politik, suka berbagi, dan kepemilikan terhadap barang rendah.


            Coba direnungkan lagi, tuntutan kebutuhan di masa mendatang akan jauh lebih banyak. Yuk mulai persiapaan masa depan kita sebaik mungkin, hentikan perilaku konsumtif dan lebih produktif menata masa depan. Karena #IniUntukKita!

  • Share:

You Might Also Like

39 comments

  1. Millenial perlu melek financial ya. Biar bisa bebas financial dan ga hobi berhutang. Sedih klo liat ada temen yang tahu2 hubungi cuma buat berhutang. Padahal gaya hidupnya hedon. Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini memang harus banyak dikurangi. Demi gengsi sampe ngutang itu yang emaneman ya

      Delete
  2. Jadi sebelum hujan sedia payung atau patung mbak? hehehehe
    Aku juga pgn bgt nih tiap bulan punya budget buat inves, tp belum sampe kesana sih, soalnya msh punya cicilan KPR hahahha invesnya kecil2an aja dulu antam satu dua gram hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat mba Ursula.
      Payung. Mba. Hahaha typo. Makasih ya Mba.
      Semoga cicilannya cepat lunas

      Delete
  3. Makasih ilmunya, Nyi,emang bener banget porsi2an kayak gini harus dialokasikan dulu, baru sisanya dipakai utk konsumtif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. PR banget ya Manda. Hahahah aku kadang masih yang tergoda tapi ada masa yang aku harus simpan. Semangat kita

      Delete
  4. alokasi-alokasi kayak gini jadi buyar nih sekarang, karena posisi masih pindah-pindah mulu. Bulan kemarin bengkak banget, awal bulan ni juga udah bengkak banget. Duh, sharus ditata lagi nih keuangannya. Baca tulisan mba Nyi jadi terasa diingetin lagi. Makasih mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. SIAAAAP mbak. Bismillah. Mumpung awal bulan, menata kembali keuangan lebih kenceng ya nih

      Delete
  5. Aku inget malah Nyi dulu bneli bakso 500 perak, skr permen pun gak dapat ya. Pokoknya jangan berhutuang saatnya berinvestasi ya. Lebih menerem kemauan juga yang bisa menghabiskan uang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serba murah kalau dulu ya mba Lid, uang sekarang dibeliin dulu banyak banget pastinya eheheh. Semangat berhemat

      Delete
  6. Generasi milenial adalah generasi yg berprestasi kreatif dan aktif tetapi mereka juga sering terjangkit virus konsumtif. Ini bener bgt anakku gak bisa megang duit dikit, udh langsung beli gitar, beli Hoodie, suka khawatir nanti kalau kuliah megang duit sendiri ahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mama Dessy harus terus mantau nih wakakaka
      sehat selalu ya Mam. Semangat

      Delete
  7. Di zaman serba ngga pasti ini, kita harus lebih WISE mengelola keuangan sebaik mungkin.
    Dana darurat dan lain2 juga kudu disiapkan dgn paripurna.
    Semangaaattt!

    ReplyDelete
  8. 9 perilaku generasi milenial Indonesia saat ini kecanduan gadget, loyalitas rendah, cashless, kerja cerdas dan cepat, multitasking, suka jalan-jalan, cuek dengan politik, suka berbagi, dan kepemilikan terhadap barang rendah. Mereka lebih senang menyewa, daripada memiliki.

    Waah, harus diwaspadai hal-hal yang bisa menjadi kekurangan atau sisi yang bisa menjadi kekurangannya nih ya. Supaya gak menjadi kesulitan anak-anak nantinya.

    ReplyDelete
  9. harus selalu ingat untuk menabung dan investasi ya Nyi, karena kondisi ekonomi ke depan nanti semakin sulit diprediksi

    ReplyDelete
  10. Kadang kalau dipikir-pikir, pendapatan sederhana yang dimaksud itu di atas rata-rata pendapatan masyarakat zaman sekarang ya.
    Misal untuk kebutuhan makan dan rumah 40%, setidaknya gaji bukan UMR yang di bawah standar kehidupan :)

    Akan tetapi, memang wajib banget melek financial biar ga makin tekor :D

    ReplyDelete
  11. Kalai dibagi-bagi begini jadi gampang dan memudahkan. Biar makenya jelas untuk apa kadang masih bingung. Sekarang udah clear 👍

    ReplyDelete
  12. Alokasi pendapatan kek di atas udah aku lakuin semenjak punya penghasilan sendiri.
    Jadinya lebih enak dan bisa jajan kopi, halagh..

    ReplyDelete
  13. Wah ada rumusnya ttg pengaturan keuangan ya.. Terimakasih Nyi, jd bisa ikut melek investasi juga nih

    ReplyDelete
  14. Ilmu mengelola keuangan selalu senang dibahas. Secara jadi ibu rumah tangga kan urusannya termasuk mengelola keuangan keluarga.
    Sekarang ini banyak investasi yg menggiurkan. Kita harus lebih selektif

    ReplyDelete
  15. Setuju, sudah saatnya generasi milenial paham mengenai investasi. Supaya keuangan mereka lebih aman untuk masa depan.

    ReplyDelete
  16. Jadi tugas baru milenial nih, belajar berinvestasi untuk kehidupan lebih baik, ya mbak :D

    ReplyDelete
  17. Boleh dicoba nih rumusnya.. syukur2 kalo gak ada cicilan ya bener bisa pindah ke pos lain

    ReplyDelete
  18. Bermanfaat sekali kak tulisannya.. hmm sebagai milenial kalau bisa mulai banyak nabung juga, daripada alokasi kan ke cicilan.. kalau cicilan tanpa bunga bagus.. namun kalau berbunga itu lama-lama bisa mencekik..

    ReplyDelete
  19. Lebih produktif dalam kehidupan masa depan emang nyes banget mbak. Sebagai generasi milenial, tentunya dalam mengolah keuangan sangat penting makasih mbak nyi udah buat artikel ini.

    ReplyDelete
  20. Bener banget sejak muda harus sudah melek investasi.
    Aku agak nyesel dulu kurang aware soal ini, jadi jiwa konsumtifku masih sering muncul 🙈

    ReplyDelete
  21. seringkali kita terjebak yaa mba dengan hutang karen ingin punya ini dan ituuu ya.. yang pasti kita harus tau bagaimana mengelola rezeki dari-Nya

    ReplyDelete
  22. Setuju banget mbak apalagi rumusnya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bicara soal investasi saya juga lagi belajar agar terus berinvestasi untuk masa depan mbak.

    ReplyDelete
  23. Bener mbak..saatnya investasi. Masa pandemi ini berasa banget lho gimana pentingnya investasi. Saya pun belajarnya barubaru ini..terlambat sih...tapi ga papa, daripada ga mulai sama sekali

    ReplyDelete
  24. Pas banget ini bahasannya, hihihi Kemenkeu juga baru launch SBR kan yak via DJPPR ni.... Sayangnya aku lahi hold cash buat lahiran, padahal mupeeeeng!

    ReplyDelete
  25. selama ini saya gak terbiasa membagi pemasukan. bahkan ga tau caranya gimana. yang penting untung dapur, sekolah dan cicilan. itupun persentase nya suka suka sesuai kebutuhan.artikel kakak ini ilmu baru buat saya. thanks for sharing ya kak

    ReplyDelete
  26. Lhaa...iya, tantangan ini gak untuk para anak-anak yang terlahir di masa sekarang aja Nyi..
    Tapi untuk para orangtua yang ilmunya masih berpatokan jadul.
    Baca blognya Nyi jadi paham...bagaimana anak-anak millenials mesti diberi masukan.

    ReplyDelete
  27. Aku tau porsi-porsi alokasi gini tapi kadang kenyataanya huhu tidak berjalan baik. Tapi Alhamdulillah sampai saat ini ga punya utang dan semoga aja sampai kapanpun tidak punya hehe.

    ReplyDelete
  28. aku ampe sekarang malah investrasiku semrawut ini Nyi,.. :(

    Noorma

    ReplyDelete
  29. Anak muda perlu banget loh melek investasi gini agar paham gimana caranya mengatur keuangan. Saat masih bujangan memang enak, semua pengeluaran untuk diri sendiri. Harus dilatih untuk mengelola keuangan agar nanti ketika harus membiayai keluarga enggak kaget.

    ReplyDelete
  30. Rumusan ini bakal kepake banget di dunia sehari hari, juga buat saya yang pengennya ngaku milenial tapi muka ngga bisa dibohongi hehe...
    Buat saya dan keluarga, selama corona ini sulit untuk menerapkan beberapa alokasi terutama yang bersifat sekunder dan tersier. Yang ada kebanyakan bergeser untuk menutupi kebutuhan primer.

    Mudah mudahan pandemi ini segera berakhir.

    ReplyDelete
  31. Wah lengkap banget rumus keuangan nya mba. Aku juga mulai hitung lagi keuangan rumah tanggaku biar ga kaget kalo butuh dana darurat

    ReplyDelete
  32. Memang perlu ditanamkan sejak dini belajar investasi ya. Nambah pengetahuan nih

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat