Monday, 5 November 2018

[Kopdar Akbar 2018] Asik dan Serunya Jadi Ranger di Komunitas Bukalapak



Asik dan Serunya Jadi Ranger di Komunitas Bukalapak - Bergabung di Komunitas Bukalapak, adalah hal yang sangat tidak terduga buat saya. Mengawali kopdar pertama kali di Rumah Om Harsono di Semarang, semuanya bermula dari sini. Berkenalan dengan Om Jeeban, sampai diajak ke Ranger Camp di Tawangmangu, Solo dan akhirnya membentuk Komunitas Bukalapak di Kendal.



Berkecimpung di dunia digital marketing

Awalnya memang disuruh atasan, buat searching cara bergabung di Marketplace Indonesia, sampai ketemu dengan Bukalapak yang mana memiliki menu kategori 'komunitas'. Seingat saya, saya ngechat om Oki waktu itu, karena ingin bergabung di group WhatsAppnya. Karena di Kendal belum ada, bergabunglah saya di WAG Semarang. Mulai berkenalan lah saya dengan para pelapak Indonesia, yang jualan di Bukalapak khususnya regional di Semarang.

Karena nyaman, akhirnya keterusan sambil terus belajar bagaimana jualan di Bukalapak yang baik. Karena terbentur waktu kerja, dan sebatas mengakses untuk kepentingan kantor ya nggak banyak yang saya lakukan. Apalagi kopdarnya selalu di Semarang, nggak ada temen join untuk diajak barengan ke Semarang. Sampai suatu ketika diajak Om Jeeban ikut Ranger Camp di Solo. Itu saya izin dari kerja, hahaha ... demi apa coba? Entah, ngikutin aja naluri kayaknya bakalan ada yang seru.

Bukalapak Ranger Camp regional dua

Mengikuti rangercamp ini, mengantarkan saya mengenal para pelapak yang ada di Komunitas Bukalapak khususnya di regional dua. Tidak pernah saya bayangkan, bertemu mereka-meraka dari belahan kota berbeda dengan visi yang sama. Kami saling bercerita, saling mengungkapkan keluhan bagaimana cara berjualan, kendala, dan sebagainya. Di sana bahkan kami bertukar makanan, dari daerah masing-masing. Inget banget saya bawa ubi cilembu yang beli di jalan, sama kerupuk pasir khas Kaliwungu, hahaha ... suer pengalaman yang seru!

Setelah mengikuti rangercamp tersebut, saya mulai semangat untuk bisa berjualan layaknya mereka yang telah sukses lebih dulu. Tapi karena belum pernah memroduksi barang, ya saya jual aja produk yang ada di tempat saya kerja. Ya, meski tidak laris tapi tetap saya jualan. Waktu ngalami pecah telor, waow ... bukan kepalang senangnya. Gini ya rasanya jualan, kalo laku gitu. Bahagia ternyata. Akhirnya mulai ngerti rasanya menjadi seorang seller, dan suka dukanya kayak gimana kalau dagangan sepi. Tapi ya seneng aja, menikmati. Apalagi punya banyak teman setelah bergabung di Bukalapak. Dan om Jeeban, mengajak untuk membentuk Komunitas Bukalapak di Kendal. Asik! Kendal sekarang punya komunitas Bukalapaknya, bersama Indra, seller top yang udah produksi Pomade pelan-pelan kami membangun.



Keinginan yang sama dan rasa yang sama

Saat kita menggemari sesuatu, pasti kita akan berusaha tetap konsisten dengan dunia yang kita suka. Menjadi seller memang awalnya bukan keinginan saya, tetapi setelah merasakan bagaimana menjadi seorang seller saya merasa enjoy di dalamnya. Apalagi dinaungi oleh sebuah komunitas besar, yang sudah ada lebih dulu. Yang dibangun pertama kali hingga sampai saat ini, oleh seorang anak bangsa. Sebuah kebanggaan buat saya bisa bergabung di dalamanya.

Terima kasih Om Zacky, untuk perjuangannya. Terima kasih telah menjembatani kami, untuk terus berkembang menjadi seller yang baik. Saya yakin, Allah yang akan membalas-Nya, karena ini termasuk jalan dakwah yang Om tempuh. Jadi ingat sama hadist HR. Bukhari dan Muslim, "Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya".



Kopdar akbar Bukalapak

Semenjak bergabung dengan Komunitas Bukalapak, saya belum pernah ikut kopdar akbarnya. Dua kali terbentur dengan acara ngeblog, dan kali ini pun juga tetapi saya ingin bisa datang. Apalagi katanya kalau ikut kopdar akbar bisa ketemu sama Om Zacky. Pernah saya kapan hari nanya, sama temen, "Emang mau ya om Zacky diajak foto kalau ketemu?"

"Ya maulah, justru om Zacky welcome banget!" Jawab teman satu komunitas saya yang pernah, bertemu dengan beliau di kopdar akbar. Well see, kita buktikan di kopdar akbar tahun 2018 ini. Apakah saya akan bertemu dengan om Zacky atau tidak, apakah beliau juga mau diajak berfoto dengan saya hahaha ... karena jujur dia menjadi salah satu orang yang sangat menginspirasi buat saya.

Kalau kamu aktif berjualan, nggak afdol rasanya jika tidak bergabung di Komunitas Bukalapak. Buat kamu yang tinggal di seputaran Kendal, bisa banget join yuk! Bisa kontak saya di WA 0896-99988-669. Siapa yang nggak mau sih berlomba-lomba dalam kebaikan? Dan ternyata 9 dari 10 pintu rezeki itu berasal dari perdagangan. Bismillah, semoga berkah, ya! Yuk ramai-ramai datang ke Kopdar Akbar Bukalapak!





21 comments:

  1. Waah ternyata Bukalapak ada komunitasnya, keren banget bisa sharing dengan sesama pelapak, pastinya nambah teman, nambah ilmu, dan bisa nambah penghasilan ya dengan jadi pelapak

    ReplyDelete
  2. eh komunitasnya ada di tiap kota? suami jualan juga di Bukalapak tapi keknya kurang fokus di sana deh.

    ReplyDelete
  3. Loh aku baru tahu Bukalapak ada komunitasnya begini. seru juga ya bisa gabung trus kopdaran sama temen2 baru. Aku sih nggak jualan tetap karena cuma naro barang preloved aja kalau ada yang mau dijual hihihi

    ReplyDelete
  4. Kopdar akbar Bukalapak. Keren banget ini. Sukses untuk jualan onlinenya ya, Mbak. Semoga laris manis dan semoga aku bisa mencontoh mbak Nyi yang sukses di dunia digital marketing.

    ReplyDelete
  5. Kopdar akbar Bukalapak. Keren banget ini. Sukses untuk jualan onlinenya ya, Mbak. Semoga laris manis dan semoga aku bisa mencontoh mbak Nyi yang sukses di dunia digital marketing.

    ReplyDelete
  6. Salut buat kamu, Nyi..yg selalu all-out dalam setiap kegiatanmu. Sukses selalu ya..

    ReplyDelete
  7. sering banget jajan di bukalapak, tapi baru tau kalau punya komunitas juga. Sukses terus di dunia marketing online yaa mba, semoga makin lancar dan jadi berkah :)

    ReplyDelete
  8. Waah seru juga kalo bisa ketemu para ranger Bukalapak seIndonesia. Pasti makin banyak kenalan, banyak channel bisnis yang bisa jadi peluang bekerjasama ya.

    ReplyDelete
  9. Aku senang sekali melihat pertumbuhan positif dan aktifnya para ranfer Bukalapak. BUkalapak memang bagus sekali untuk melancarkan usaha para rangernya ya mba. Sukses untuk mba Nyi dan usahanya ya :)

    ReplyDelete
  10. Saya baru tau kalau Bukalapak ada komunitasnya. Pastinya seneng banget ketemu dengan para pelapak di Bukalapak. Bisa saling sharing ilmu dan pengalaman

    ReplyDelete
  11. aku ngefans sama kamu Nyi, bsa ke sana ke mari loncat sana sini kompak suami istri.

    ReplyDelete
  12. Enak ya Mbak ada kopdar akbar yang bikin nambah wawasan gini. Saya baru tahu lho. Jadi kepikir pengen jualan juga lewat Bukalapak.

    ReplyDelete
  13. Wah serunya. Moga sukses selalu buat teman2 di Bukalapak

    ReplyDelete
  14. Keren, Mbak Nyi keren banget. Kebayang deh serunya kopdar kayak gimana. Ketemu banyak pengusaha. Sukses ya bisnisnya. :)

    ReplyDelete
  15. aku lagi pikir-pikir kayaknya boleh juga nih buka akun buka lapak untuk jualan barang-barang pre-loved aku yang buanyaaak banget hehe...bisa kan ya Mba?

    ReplyDelete
  16. Wah keren ini kalau kopdarnya juga ada di Surabaya. Bisa makin tahu soal seluk beluk Bukalapak. Jalani bisnis online makin mudah.

    ReplyDelete
  17. Bentar lagi kalau aku jadi jualan produkku sendiri, ajarin ya Nyi ikutan komunitas Bukalapak. Asyik ya kalau bisa kenal dengan para pelapak hebat dan tangguh, termasuk kayak Nyi juga nih.

    ReplyDelete
  18. Kopdar bukalapak wahh banyak orang pintar bidnis nih, ak bingung kalo mau bisnis mulai dari mana

    ReplyDelete
  19. Aku ada rencana mau jualan online nih, pas banget baca ini jadi pengin beegabung di Buka Lapak.

    ReplyDelete
  20. Ternyata gak percuma izin kerja untuk ikutan kopdar akbar ya...acaranya seru. Dan yang terpenting jadi pemicu untuk berbisnis online

    ReplyDelete
  21. Foundernya nya Bukalapak ini urang Sunda bukan yaa Nyi?
    Karena dulu pernah ada acara parenting yang sponsorin Bukalapak.
    Pas kasih sambutan, blionya bilang kalau lulusan ITB angkatan berapa gitu yaa...


    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat