Friday, 7 September 2018

Mencicipi 9 Kuliner Khas Jember



Mencicipi 9 Kuliner Khas Jember - Perhelatan akbar yang diadakan oleh Blogger Jember seminggu lalu, yang bertajuk Sueger Camp 2018 membuat saya berkesempatan mengunjungi Kota Jember dengan segala keseruannya. Yang paling diburu oleh kami para peserta tentu selain destinasi wisata, adalah kuliner khasnya.



Alhamdulillah 9 kuliner khas kota Jember, berhasil saya nikmati dengan lahap. Meski ada beberapa yang sudah terencana, kena skip gegara kami sudah kelelahan dan mager dari rumah Mba Prita dan Mas Nana, hehehe ... Jadi, saya mau sharing 9 makanan yang sempat saya cicipi, selain enak saya juga ketagihan untuk membelinya. Masak iya sih harus balik ke Jember lagi? Yuk intip makanan dan minuman apa saja, cekidot:



1. Pecel Gudeg Lumintu

Jum'at 31 Agustus 2018 pagi, sebelum menuju lokasi tempat kami menginap. Oleh panitia Sueger Camp 2018 kita diajak ke Pecel Gudeg Lumintu. Sebelumnya kami sudah browsing makanan khas Jember, dan Pecel Gudeg Lumintu adalah termasuk target dari kami. Sudah berdiri semenjak tahun 1980-an, pecel gudeg Lumintu tidak pernah sepi pengunjung. Ketika kami sampai di sana pun, tidak pernah sekalipun meja dan tempat duduk kosong.

Awalnya saya merasa aneh, ada gudeng yang make pecel. Pecel yang ditambahkan  gudeg, dan lagi masih ada lauk pauknya yang bisa dipilih sesuai selera. Ada ayam, telur ceplok, jeroan, dan masih banyak lauk lain yang bikin selera makan kita naik. Saya sendiri memilih jeroan sebagai tambahan. Yang paling saya suka adalah bumbu rempahnya, aduhai gengs. Meresap banget, dari pecelnya pun rempeyek kacangnya. Kak Terry dan Mas Deddy juga meminta tambahan untuk rempeyeknya.

Untuk porsinya sendiri, banyak gengs! Kalau kalian terbiasa makan sedikit kayak saya, kalian harus mengurangi porsinya daripada mubazir nggak habis. Karena kami memang lagi rese, alias perutnya laper dalam menunggu jadi nggak sabar. Padahal beberapa pelayannya juga udah lumayan, tetapi saya merasa kurang cepat dalam melayani. Entah kami berada pada antrian ke berapa, mengingat kami datang rombongan. Kalau kalian ke Jember, mampir ke pecel gudeg Lumintu ya! Seporsi gudeg pecel dengan lauk telor cukup membayar Rp 16.000,-.

Gudeg pecel Lumintu Jember
Jl. Kertanegara No. 33 Jember Kidul, Kaliwates, Kabupaten Jember
Tlp : (0331) 488569





2. Wedang Cor

"Ini minuman apa ya?" tanya saya kepada salah satu panitia Jember Sueger Camp 2018 kemarin, kalau nggak salah dengan Niera.

"Wedang Cor!" Ucap dia, dan saya kembali bertanya memastikan apa namanya, "Wedang Cor!"

Ya ampun namanya Cor? Jadi ingat semen yang diaduk hehehe ... Penampilannya seperti susu, tetapi di bawahnya ada endapan seperti beras warna hijau. Setelah saya cicipi ternyata itu tape ketan dan air rebusan yang putih itu campuran dari wedang jahe ditambah dengan susu kental manis. Saya jadi ingat sama kopi tahlilnya Pekalongan, persis kurang lebihnya hanya berbeda di isi. Ketika dinikmati hangat di badan.

Sejarah tentang nama wedang Cor sendiri diambi dari penampakan wedang Cor sendiri. Karena tidak selalu menggunakan tape ketan yang warnanya hijau, tetapi tape ketan yang hitam. Jadi ada yang nyeletuk bilang, jika minuman ini mirip cor-coran semen. Akhirnya sampai sekarang diberi nama wedang cor. Nah, wedang Cor ini disajikan oleh Hotel Lestari, tempat kami menginap. Kalau diluaran diperjual belikan kurang lebihnya dengan harga sekitar Rp 5.000,-.

Hotel Lestari
Jl. Gajah Mada No. 233. Kaliwates Kidul, Kabupaten Jember




3. Es krim Domino

Selain beberapa kuliner yang saya cicipi di Jember, es krim Domino termasuk rekomendasi yang disebutkan oleh mbak Prita. Setelah acara selesai di hari terakhir, saya berkesempatan menyambanginya bersama sahabat saya Dul, Mba Tia dan suami. Menu yang ditawarkan banyak sekali, sampai bingung tapi karena ada menu rasa durian. Jadilah durian yang saya pilih, sementara yang lainnya memilih rasa rainbow, hitam putih dan piring terbang.

Mengapa es krim Domino menjadi pilihan  kuliner di Jember? Karena dia berdiri sudah sejak 1960 lalu. Rasanya manisnya itu lho asli banget, saya jadi inget sama es potong jaman dulu kala. Yang saya suka dari es krim Domino adalah lembut di mulut, saat digigit dingin dan lumernya asik. Rasa duriannya juara, mereka bertiga pun mengakuinya. "Asli banget kayak durian," ucap Mba Tia melontarkan komentarnya. Karena kami berempat saling incip pesanan yang kami pilih.

Untuk soal harga, murah sekali dan nggak bikin kantong bolong. Sebut saja milik saya es durian, harganya cuma Rp 8.000,-. . Jangan lupa main ke sini gaes, kalo kalian ke Jember. Cita rasa es krim khas tahun 1960-an, bakalan berbeda dengan es krim jaman sekarang.

4. Cokelat edamame Fondre

Siapa yang nggak demen cokelat? Cung! Hehehe .. insyaAllah cokelat menjadi favorite banyak orang, termasuk saya. Edamame dan cokelat termasuk salah satu komoditas unggulan yang ada di Jember lho, gengs. Kalau keduanya digabung akan jadi apa? Jadilah Fondre, cokelat yang berisi kedelai edamame.

Ahamdulillah saya berkesempatan mendapatkannya, sebagai oleh-oleh khas dari Jember. Saya sempat menikmatinya di rumah, rasanya enak dan bikin nagih duh. Tahu gitu aku nyicipin di sana aja ya, biar pulangnya bawa banyak. Tapi ternyata setelah googling, banyak yang menjual cokelat Fondre! Asik, nggak perlu galau lagi deh. Buat kamu yang penasaran cus aja deh! Seriusan ini enak!

Fondre
IG: @fondre_cokelat





5. Cokelat batang dan bubuk cokelat dari science techno park

Hari kedua kami di Jember, salah satu destinasi wisata yang kami kunjungi adalah Coffee and Cocoa Science Techno Park. Kami diajak berkeliling melihat lokasi perkebunan kopi dan cokelat, plus pembuatan cocoa menjadi cokelat. Tidak lupa saya berbelanja cokelat ke storenya. Rasa cokelatnya enak, baik batangan maupun yang dibuat untuk bubuk minuman. Pas diseduh dengan es batu, ulala segarnya.

Puslitkoka ini umur berdirinya juga sudah tua ternyata, sejak 1 Januari 1911 yang awalnya bernama Besoekih Proefstation. Outletnya lengkap sih nggak cuma cokelat bar, cokelat bubuk, tapi juga lengkap ada kopi, sabun cokelat, puding cokelat, es krim cokelat pokoknya serba cokelat dan kopi.

Puslit Kopi dan Kakao
Jl. Jenggawa, Mumbulsari, Wonojati, Jenggawah Jember



6. Bedhag Coffee | Kopi Liberika

Dalam acara Jember Sueger Camp 2018, BJS (Blogger Jember Sueger) mendatangkan barista dan racikan kopinya yang enak. Saya sempat mencicipinya dan bikin seger. Eh, pas hari terakhir peserta mendapatkan kembali oleh-oleh Bedgag Coffee. Yang mana varietas dari Liberika dan dibudidayakan di Jember ini. Kopi ini cocok untuk teman begadang malam atau nongkrong asik dengan orang kesayanganmu

Bedhag Kopi
IG: @bedhagkopi

7. Warung Kembang

Kalau kalian udah ke Jember, jangan lupa juga untuk mengunjungi Warung Kembang yang ada di Gumuk Segawe, Klompangan, Ajung ini. Selain menu masakannya yang banyak, makanannya juga enak. Pedasnya mantep, ruangannya luas dan asri. Ada panggung live musicnya juga lho, saat kita makan asyik banget kan diiringi dengan musik.

Saya memilih menu mangut dengan urap. Sementara minumannya, saya memilih es kelapa muda yang ada alpukatnya. Nggak tahu sebutannya apa, yang jelas manis dan seger banget. Kalau ke Jember minuman itu yang saya ingin nikmati lagi, soalnya saya baru menjumpai minuman yang begitu. Bentuknya yang bening, berisi alpokat dan kelapa muda. Ownernya juga ramah, jadinya bikin betah hahaha ...

Warung Kembang
Jl. Gumuk Segawe, Klompangan, Ajung Kabupaten Jember
TLP: (0331) 489929 untuk reservasi.




8. Mie basah dan mie kering Talangsari

Setelah nonton dan menghabiskan popcorn gede, kami berkunjung ke museum Huruf dan karena si Dul kelaperan akhirnya Mba Prita ngajak kita mampir ke kedai mie. Ini kuliner Jember yang paling murah menurut saya, karena ada 3 pilihan harga yang bisa kita pesan. Dari harga 4ribu sampai 6 ribu. Miennya enak, bumbunya itu nggak banyak tapi meresap. Yang menjadi berbeda adalah jika mie basah itu dagingnya dipotong dadu, tapi kalo mie kering dagingnya dipotong sampai jadi remahan gitu, tapi ya enak. saya sudah mencicipi keduanya biar nggak penasaran. Harga segitu gaes, masih ada di Jember, emang ya kuliner Jember gemesin. Apalagi mie basah dan mie kering di sini, sudah terkenal hits karena enak dan murahnya. Pas saya ke sini, juga tempat duduknya harus mengantri gengs. Uwow banget yak!  Semoga saja tambah lebar dan besar ruangannya, pas saya datang ke sini lagi entah kapan hehehe ...

Mie ayam basah dan kering Pak Salim
Jl. Sunan Giri, Talangsari Jember

9. Suwar-suwir khas Jember

Pas tahu suwar-suwir adalah makanan khas Jember, langsung penasaran rasana kayak apa. Ternyata bahan dasarnya dari tape, kurang lebih mirip dengan dodol tapi citarasanya manis, legit dan agak asam. Tapi enak, heheheh sementara rasanya sendiri bermacam-macam, ada rasa coklat, sirsak, pandan dan sebagainya. Kalau kalian ke Jember, jangan lupa beli ini buat oleh-oleh yes. Terima kasih oleh-olehnya BJS (Blogger Jember Sueger).

Alhamdulillah meski berada di Jember 3 malam 4 hari, saya mendapatkan banyak kesempatan hebat. Dari mencicipi kulinernya, destinasi wisatanya pun keramahan orang-orang yang mengajak kerjasama dalam acara Blogger Sueger Camp 2018 ini. Mau deh lain kali diajak lagi hahaha ... Jember bikin kangen soalnya. 

13 comments:

  1. Kurang 1 lagi Nyi, kuliner dari Nyonya Ama Catering belum diikutkan lho :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehhe ini bukan yang trip report Kak. Ini ulasan biasa, tar Nyonya Ama ikut yang trip report 😍

      Delete
    2. Oh... Mantappp dah #MasukPakEko hehehe

      Delete
  2. Nyiiii...ajak aku ke sana lagi Doong..pengen ikut nyicip juga nih..

    ReplyDelete
  3. Wedang cor.. hahaa mesti mikir dl kl mo minum y mba nyi. Btw gampang tyata buatnya dan bahannya itu ya. Kpn2 kl da yg ngasi tape ketan pgn nyoba bikin ah 😄

    ReplyDelete
  4. Yang paling bikin mupeng adalah fondre. Kebayang rasanya pasti enak, ada edamame dan coklat. Duhhh Nyi, kamu sukses bikin aku pengen segera ke Jember

    ReplyDelete
  5. Wah baru tau kalo Jember penghasil edamame, bayanginny kok musti import. Kayany menggoda banget coklat mix edamame, kaya protein. 😃

    ReplyDelete
  6. Wah baru tau kalo Jember penghasil edamame, taunya import aja. Jadi pengen nyoba coklat edamamenya..

    ReplyDelete
  7. Aku mbayangin rasanya oecel gudeg itu pasti unik banget yaa. Etapi kuat di manisnya apa pedes nih? Soale kalo gudeg itu kan manis ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bantu jawab, kuat di gurihnya mb. Antara manis dan asin. Dan itulah yg disukai masyarakat Jember, hehe..

      btw Nyi, udh ke Domino aja sihh

      Delete
  8. Pengen Mie basah e, sing kering agak asin. Kalau yang basah sedikit manis

    ReplyDelete
  9. Aku abis 2 gelas wedang cornya, Nyii, apalagi ntu minumnya pas baru dateng setelah perjalanan 21 jam, huhuu segeeer..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat