Wednesday, 18 July 2018

Tarian Jaka Tarub Iringi Prosesi Api Abadi Mrapen 2018



Tarian Jaka Tarub dan 7 Bidadari Iringi Prosesi Api Abadi Mrapen 2018 - Pernah mendengar cerita Jaka Tarub? Yang melegenda dengan 7 bidadari yang turun ke bumi? Yuk kita flashback sejenak, karena saya tertarik dengan kisah ini mengapa tari Jaka Tarub dan 7 bidadari menjadi tari pengiring proses api abadi Mrapen pada Asian Games 2018.


asian games asian games 2018 diselenggarakan di asian games 2014 asian games volunteer asian games adalah asian games 2022 asian games 1962 asian games esport asian games 2026 asian games 2017 asian games aov asian games 2010 asian games 2018 logo asian games sepak bola asian games 2006 asian games 2030 asian games 2002 asian games 2018 football asian games pertama asian games 2016 asian games 1998 asian games akan diselenggarakan di asian games atau asian games asian games adalah olahraga tingkat asian games artinya asian games arena of valor asian games ada berapa negara asian games australia asian games agustus 2018 asian games atlet asian games akan diselenggarakan di negara mana asian games apa itu asian games aov qualifier asian games alfamart asian games apa saja asian games agustus asian games anggota asian games anggar 2018 asian games aov vote asian games badminton asian games bola asian games berapa tahun sekali asian games berapa negara asian games badminton 2018 asian games bulutangkis asian games berapa hari lagi asian games bola 2018 asian games banner asian games bulutangkis 2018 asian games berapa lama asian games badminton 2014 asian games batal asian games basket 2018 asian games berita asian games bola voli 2018 asian games basketball asian games basket asian games berlangsung asian games brp negara


Ketujuh bidadari ini ternyata menjadi simbol perlambangan, bahwa Indonesia memiliki 7 pulau terbesar ialah : Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara Barat dan Bali. Pemeran bidadari sendiri adalah, dari Puteri Indonesia, yang cantik-cantik bak bidadari dalam cerita Jaka Tarub. Siapakah ketujuh Putri Indonesia itu, ialah :

Kezia Warouw, Putri Indonesia 2016 mewakili Pulau Sulawesi
Wulandari, Putri Indonesia 2013 mewakili Pulau Sumatera
Olvah Alhamid, Putri Indonesia 2015 mewakili Pulau Papua
Qory Sandioriva, Putri Indonesia 2009 mewakili Pulau Kalimantan
Ika Fionda Putri, Putri Indonesia 2007 mewakili Pulau Jawa
Bunga Jelita, Putri Indonesia 2017 mewakili Pulau Maluku
Zivanna Letisha, Putri Indonesia 2008 mewakili Pulau Bali.

Semangat persatuan dan kesatuan, Bhineka Tunggal Ika sangat kentara sekali di sini. Meski berbeda tetapi tetap satu jua. Seperti api abadi yang dibawa dari India tersebut juga, sebagai simbol perlambangan yang mana mengeratkan persahabatan, semangat dan kebersamaan. Keoptimisan ini harus kita pegang sebagai rakyat Indonesia, dimana kita harus bahu-membahu untuk menyukseskan Asian Games 2018

Bahkan Pak Erick Tohir, sebagai ketua pelaksana Asian Games 2018, juga berpesan agar kita sama-sama menjadi panitia sekaligus tuan rumah yang baik kepada seluruh tamu. Bagaimana selayaknya rumah, berusaha membuat mereka betah berada di dalamnya. Apalagi Indonesia termasuk negara yang kaya akan budayanya dan elok perilakunya.

Legenda kisah Jaka Tarub dan Nawangwulan


Alkisah Jaka Tarub, pemuda yang gagah berani dan pemburu handal. Keluar masuk hutan menjadi kebiasaannya, tidak pernah takut dengan apapun karena memiliki kesaktian yang tiada tara. Ketika sedang asik berburu, dia melihat tawa ceria sekumpulan wanita, yang ternyata adalah bidadari yang turun dari khayangan dan sedang mandi.

Jaka Tarub terpesona dengan hebatnya, sehingga membuat ia gelap mata dan mencuri selendang salah satu bidadari yang ada di sana. Ketika hendak mengambil selendang, menyusul 6 bidadari lain Nawangwulan kehilangan selendangnya. Alhasil ia ditinggalkan oleh  bidadari lainnya, sedih dan tidak tahu harus kemana Jaka Tarub muncul bak pahlawan. Kemudian keduanya akhirnya menikah dan memiliki seorang putri yang bernawa Nawangsih.

Ada kesepakatan yang telah dibuat ketika mereka menikah, Jaka Tarub tidak diperbolehkan untuk membuka periuk ketika beras sedang ditanak. Jaka Tarub pun mengiyakan, tetapi lambat laun diapun penasaran apa yang ada di dalamnya. Musnahlah sudah harapan, Nawangwulan kehilangan kesaktiannya. Mengapa selama ini kebutuhan tidak pernah habis, beras di lumbung tidak pernah kering tersebab inilah. Nawangwulan hanya mengambilnya sebutir.

Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya akan jatuh juga, demikian halnya dengan Jaka Tarub yang menyembunyikan rahasiannya dengan kepentingan pribadinya. Beras yang sering diambil dalam lumbung padi, membuat rasasia selendang terbongkar. Nawangwulan yang marah, dan kecewa kembali ke kayangan. Sesekali dia turun ke bumi untuk menyusui anaknya, Nawangsih. Legenda cerita Jaka Tarub tertera di Babad Tanah Jawi.

Saya merasa bangga ketika tarian Jaka Tarub mengiri prosesi pengambilan api abadi Mrapen, karena secara tidak langsung lokalitas, budaya yang sudah ada dari jaman nenek moyang kita tidak tergerus dan terus dilestarikan. Adat yang kental ini, tidak ditinggalkan justru diangkat dalam momen yang sakral bahkan event kelas internasional. Yuk dukung serta menyukseskan Asian Games 2018 Gengs! 

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat