Wednesday, 18 July 2018

Menyaksikan Langsung Upacara Pengambilan Api Obor Asian Games 2018 di Mrapen



Menyaksikan Langsung Upacara Pengambilan Api Obor Asian Games 2018 di Mrapen - Setelah mengikuti acara dari Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang mengadakan, kegiatan Sosialisasi GNRM di 5 kota Indonesia guna mendukung Torch Relay Asian Games XVIII 2018. Saya berkesempatan diajak menyaksikan upacara, pengambilan api abadi obor Asian Games 2018. Nggak nyangka bakalan dapet rezeki ini. Sebagai manusia kita nggak akan pernah tahu bukan? Alamat rezeki kita di mana? Tetapi Allah, tahu dimana alamat kita berada, jadi kita harus yakin.

Sebelum Ibu Puan Maharani datang


Jadi waktu itu kita dapet tugas, buat live twitter dengan bahan materi yang disampaikan oleh nara sumber Kemenko Bapak Ferdiansyah. Kita juga harus share ke FB dan IG, satu lagi kita boleh mengisi opini di website Kemenko juga. Dari rangkaian acara dan tugas kita, akan dipilih 5 pemenang. Tiga dari twitter, 2 dari website. Kelima pemenang ini, dipilih dua pemenang yang akan diajak ke Mrapen menyaksikan pengambilan api abadi. Nama yang disebutkan ternyata saya dan mbak Archa Bella. Percaya nggak percaya, waktu itu saya sempat menulis status di WA semoga bisa ikut ke Mrapen. Bahkan sahabat blogger saya mbak Untari bilang, "Selamat ya Nyi! Keinginanmu terkabul," ucapnya dan saya baru nyadar itu waktu ngeliat status yang dikomentari mbak Untari.

Sudah jadi skenario Allah yang Maha Mengatur segalanya. Hanya dengan menuliskan keinginan saja, Ia wujudkan. Yang nyatanya ketiga sahabat blogger saya yang menang itu, masih memiliki bayi yang nggak bisa ditinggal. See? Allah tahu segala yang terbaik untuk kita, teruslah berbaik sangka pada-Nya. Oke, Gengs!


Bu Puan Maharani bersama 7 putri Indonesia


Mengapa api obor Asian Games 2018 diambil dari Mrapen?

Saya juga sempat penasaran Gengs, kenapa diambilnya dari Mrapen, Grobogan Jawa Tengah ini. Ternyata karena api abadi di Mrapen, menyimpan cerita histori yang tinggi. Dari jaman Bapak Soekarno menjabat sebagai Presiden, hingga kini pengambilan api dari beberapa agenda nasional pun internasional yakni di sini. Contohnya PON (Pekan Olahraga Nasional), mengambil api dari Mrapen, Games of the New Emerging Forces (Ganefo), dan juga upacara keagamaan upacara Hari Raya Waisak umat Buddha di Mrapen begitu ungkap Ibu Puan Maharani.

Saya, mbak Archa, mbak Yayat, Pak Ferdiansyah, Mas Ilham dan mbak Wulan tiba dilokasi jam 5 kurang kalau tidak salah perjalanan dari Semarang, hanya menempuh waktu 45 menit saja. Alhamdulillah dilancarkan, dan kita tiba lebih awal dari yang lainnya. Alhasil bisa menjepret sana-sini, dengan leluasa. Gladi resik yang dilakukan juga lancar, jadi tidak butuh waktu lama hanya menunggu kedatangan ibu Puan Maharani. Kurang lebih pukul 9, ibu Puan datang dan segala hal demi keberlangsungan upacara pengambilan api abadi disiapkan. Ada penari-penari cantik yang siap menyambut acara, dengan tari gambyong dan juga tari Jaka Tarub yang dikelilingi 7 bidadari. Yang mana 7 bidadari tersebut diperankan oleh Puteri Indonesia. Sungguh pengalaman yang berharga bisa menyaksikan acara ini di depan mata.

after ngemper di bawah


Untuk barisan fotografer kita diberikan tempat sendiri, di depan api abadi yang agak ke samping tetapi dari sini bisa sangat jelas terlihat. Berbaur dengan fotografer dan pengambil gambar dari stasiun televisi di Indonesia membuat saya dan mbak Archa harus mengerahkan seluruh tenaga. Lha mereka badannya gede-gede, kamera mereka moncongnya juga panjang, apalagi yang videografer untuk siaran langsungnya itu beuh kasian hahaha ... hampir jatuh karena miring tempat penyangganya. Umpel-umpelan demi untuk mengambil gambar, saling dorong dan sikut yang penting gambarnya dapet. Astaga, begini banget yak kalo kerja di lapangan. Proud of you, Gaes! Sementara saya dan Mbak Archa nyempil di bawah, lha di atas kesenggol-senggol, keempet-empet sama mereka-mereka yang kesemuanya pria. Totalitas gengs, buat konten hahaha ... apalagi even ini skala internasional ya kan? Tapi saya sangat menikmatinya, its amazing moment Gengs!

Nggak bisa bergerak, sampe kaki gringingan, gemetar karena menahan beban untuk bisa ambil angle yang pas. Keringet sampe jadi kayak air mata wkwkkw, netes nggak berenti karena panas dan berdesak-desakan. Rok keinjek-injek, karena saya ngemper di bawah kalo berdiri kena toyor kamera-kamera fotografer yang beuh nggak liat di sebelahnya ini mahkluk hawa. Mungkin benar kata pak Ferdiansyah ketika jadi humas, beliau mengibaratkan seperti,  “Kepala di kaki, kaki di kepala.” Thanks Pak! Sudah mengajak berbagi pengalaman yang dahsyat ini.


Tari Gambyong


Pesan ibu Puan Maharani sebagai Kemenko RI

            “Tim Indonesia, untuk Indonesia. Menangkan Indonesia, harumkan nama Indonesia. Dan kita ada di sini sama-sama untuk bisa membawa nama Indonesia, untuk lebih baik,” ungkap Ibu Puan Maharani memberikan semangat kepada rakyat Indonesia.



Hayuk dukung Indonesia Gengs, di kancah internasional Asian Games 2018 agar Indonesia semakin gemilang dan memiliki kerhormatan di kelas dunia. Gampang banget kok Gengs caranya, cukup bantu menyukseskannya dengan memprosikan even akbar ini via media sosial. Seperti yang diungkap sahabat blogger saya Zain, “Bantu dalam segi keamanan, ketertiban, kebersihan di Indonesia. Agar para tamu dan peserta dari berbagai mancanegara merasa aman, nyaman dan senang.” Buat mereka jatuh cinta, agar tidak mudah melupakan tanah air tercinta ini. Mari bersama mendoakan seluruh atlit yang akan berlaga nantinya, agar bisa juara dan mengharumkan nama Indonesia, seperti pesan ibu Puan Maharani. Aamiin.







3 comments:

  1. Acaranya seruuu ya mba.. meriah pastinya dan it’s really a once in a lifetime experience

    ReplyDelete
  2. wah keren, beruntung bnaget mba bisa menyaksikan langsung peristiwa bersejarah ini

    ReplyDelete
  3. Wah seruuuuu. Meski di jawa timur jauh dari lokasi, namun hingar bingarnya terasa. Keren mbak. Bs meliput langsung moment bersejarah ini :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat