Wednesday, 31 January 2018

Asus X555QA AMD Barang Impian di tahun 2018



“Yakin masih berharap?” Pertanyaan yang kali kesekian Zain ucapkan, anak bos warnet tempat di mana aku bekerja. Haruskah aku berpura-pura menjawab tidak? Ternyata berpura-pura tidak semudah perkiraanku. Hanya ada dua jawaban, mengangguk atau menggeleng.




Etalase kaca yang kinclong di depan mataku, memasang  rangkaian laptop model terbaru termasuk Asus AMD X555QA incaranku. Paras desainnya membuat hati terpikat, dari material, kekokohannya, keyboardnya bahkan operasi windows sepuluhnya sudah terinstal. Asus X555QA memiliki layar lebar 15,6 inci yang sungguh menawan.

Mas sales bilang teknologi Asusnya sudah Splendid, yang membuat tampilan warnya jadi lebih indah dan cerah. Ada 4 mode yang bisa diubah, dari normal, vivid, theatre dan manual. Kalo dibuat nonton film atau video pasti enak ini! Batinku, mengingat tampilan meja operator di warnet masih memakai komputer tabung warna putih.

"Mau berdiri di situ sampe itu jadi milikmu?" Ucap Zain yang sudah nongol lagi di sebelahku, "Sebenernya aku nggak enak bilang ini ..." lanjut Zain menggantungkan ucapannya.

Pandanganku berpaling dari Asus X555QA, yang beralih menatap wajah Zain. "Apa?"

"Nggak usah mimpi ketinggian, hahaha ..." Kelakar Zain tanpa rasa bersalah, ia lantas menarikku pergi dari etalase impian yang ingin kuraih tahun ini.

Benarkah aku hanya bermimpi? Kalau benar mimpi hanya dalam angan, berarti aku harus mempunyai impian. Bukankah impian selalu bisa diwujudkan? Apakah mimpi dan impian berbeda? Ah ... menurutku keduanya sama, hanya saja bagaimana kita memperlakukan. Ngapain takut bermimpi besar? Asal kita mengejar, asal kita meraih dan selalu mendekat kepada Yang Maha Mengabulkan. Mustahil nggak dikabulkan, 'kan'?

"Kalau kamu nggak yakin, mana bisa Allah mengabulkan?" Ucap ibu suatu hari yang kubisikin soal mimpiku. Jadi yang pertama harus ditekankan adalah niat. Yakin! Yakin! Harus yakin semangat bisa diraih! Bismillah.

"Nanti kalau bapakku tanya, harga mousenya segini. Keyboardnya segini ya!" Zain menunjuk nota di tangannya, nota kosongan yang diminta pada penjual toko elektronik lantas diisinya ulang. Dengan rekayasa harga, supaya dia dapat laba. Mataku menatapnya tak suka, tapi dia cuek saja. Malah nyengir lebar, seakaan tak punya dosa. Baiklah, dasar anak bos yang sok berkuasa. Nanti yang kena getahnya paling aku juga, kenapa beli yang mahal, kenapa nggak cari yang murah, ah kau ... tak pintar belanja. Seperti yang sudah-sudah, tapi disuruhnya lagi aku belanja keperluan warnet.

Sebenarnya warnet tempat aku bekerja, bangunannya sudah tua. Komputer, mouse, keyboard dan headseatnya pun terbilang harus dimuseumkan. Di jaman yang serba canggih, online cukup lewat smartphone tidak meruntuhkan niat bosku menutup warnetnya. Masih banyak pelajar yang cari bahan sekolah, masih banyak mahasiswa yang butuh ngeprin makalahnya dan masih banyak alasan lain yang dikemukakannya. Tetapi alasan itu jualah, yang membuatku bertahan bekerja dan dibayar tentunya. Walaupun pelit, bosku tidak pernah melarangku untuk mengakses internet. Aku dibolehkan menonton drama korea kesukaanku, asal kerjaanmu beres! Begitu katanya.

Meskipun begitu dengan ketikan berlembar-lembar yang user berikan, aku tidak bisa menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat. Kalau nantinya aku punya laptop kan enak, kerjaan bisa diketik di rumah, sambil nonton film, sambil bisa ngeblog dan jualan film. Asus X555QA kan punya kecepatan daya transfer data 10 kali, lebih ciamik dibanding yang lain. Mengingat kalau di warnet, user selalu minta film atau didownloadin. Kalau make Asus X555QA, 70 detik aja kelar. Bener-bener ajib kan?



Ah ... lagi-lagi aku memandang Asus X555QA incaranku, dalam lembar brosur yang dibagikan Mas sales tadi. Asus X555QA memiliki kelengkapan Ice Cool, aman dari suhu panas, kecepatannya 2,5 GHz bahkan bisa dimaksimalkan 3,4 GHz dengan konsumsi daya watt yang rendah. Mampu bertahan 10 jam, RAM 4G dengan jenis DDR4-213 MHz, bisa diupgrade pula sampai 16 GB. Baterai Li-Polymernya ditanam, makanya lebih kuat dibanding dengan yang Ion Silinder.

Sssssertt!” brosur Asus X555QA-ku melayang, bukan tertiup angin. Tapi ditarik paksa oleh anak bosku yang tengil. Siapa lagi? Kalau bukan tokoh utama dalam ceritaku. “Siang bolong begini, masih mimpi aja!” Cetusnya sambil berlalu, getol banget dia mengangguku.  Aku berkeyakinan dalam hati, satu doa yang kuucapkan tulus dengan penuh penerimaan, semoga bisa merubah segalanya. “Mungkin hari ini dia menertawakan mimpiku, siapa yang tahu esok lusa mimpiku mampu kupeluk!” kataku lirih, sementara punggung tokoh utamaku sudah berlalu. Asus X555QA would you be mine?


Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD - Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com




10 comments:

  1. Duh, aku ngeliat brosur laptop aja udah seneng mba, apalagi kesampean punya ya ^^ Amin. Semoga bisa dapat Asus X555QAya mba

    ReplyDelete
  2. Yakin saja mbaa, karena kan memang gt jalannya. "Aku menurut prasangka hamba-Ku" so semoga tercapai yaa mish list tahun ini. Amin

    ReplyDelete
  3. Semoga menang ya lombanya. Spek laptopnya keren. Mau juga ah dapat hadiah ini hehe

    ReplyDelete
  4. Aku suka koleksi brosur2 laptop dan yg paling kucari adl brosurnya ASUS..
    paling bagus2 sih laptopnya

    ReplyDelete
  5. Aamiiiin, Nyii...
    In syaa Allah sebentar lagi bukan mimpi.

    Habis gini ganti laptop ASUS X555QA.

    ReplyDelete
  6. Aku juga lagi pengen beli laptop neh. Tapi belum tahu mau beli apa :D

    ReplyDelete
  7. Semoga lekas punya laptop baru mbak Nyi. Baru tahu kalau mbak Nyi kerja di warnet. Warnet Kaliwungu kah mbak?

    ReplyDelete
  8. Nyi, warnet kerja warnet. Internet kenceng buat pelanggan puas

    ReplyDelete
  9. Terima kasih sudah berpartisipasi dalam Blog Competition ASUS AMD - Laptop for everyone. Good luck yaaa...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat