Sunday, 6 August 2017

Pesona Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah



"Berpikir untuk diri sendiri ialah awal dari kemiskinan"

Nyipenengah.com - Menjadi sukses, bisa ditempuh dengan berbagai cara, namun cara terbaik adalah dengan membantu orang lain untuk menjadi sukses pula. Memang ini hanya sebuah cara pandang atau paradigma, tetapi siapa sangka dengan membantu orang lain terlebih dahulu minimal menghilangkan satu kesusahannya. Sukses akan jauh lebih dekat kita raih dan lebih besar kesempatannya yang akan kita dapat. Karena kebanyakan cara berpikir orang kebanyakan, jika sukses itu bisa diraih dengan kita mengambil sesuatu dari orang lain dari hal apa pun.

Pada tanggal 4- 6 Agustus 2017 ini, saya mendapatkan kesempatan besar dari Pemkab Pekalongan untuk mengikuti Amazing National Petung Explore 2017. Yang awalnya saya dinyatakan gagal mengikuti, kemudian dihubungi panitia untuk mengantikan seseroang yang mundur, yang saya ketahui beliau adalah teh Dedew. Saya merasa, satu kesempatan, satu kesuksesan, satu kebahagiaan telah seseorang berikan untuk saya dan Tuhan pasti turut andil di dalamnya.



Saya jadi ingat pesan dari Andrew Carnegie, orang terkaya di era 90-an, seorang raja baja. Ketika itu ia ditanya oleh pewarta, menyoal prinsip sukses bisa menjadi kaya raya.

"Gampang," jawab beliau, "untuk bisa jadi sukses, saya harus membantu karyawan jadi sukses dan kaya dulu!"

Kesempatan yang telah diberikan dari penyelenggara Petungkriyo adventure ini, tentunya tidak akan saya sia-siakan. Mengingat soal pesan Andre Carnegie tersebut, saya diberikan kesempatan mengikuti Amazing Petung National Explore 2017 bukanlah sebuah kebetulan. Yang intinya saya dibantu orang lain untuk meraih sebuah kesuksessan, siapa yang tidak senang diajak untuk mengikuti ekowisata Petungkriyono secara FREE? Kapan lagi bisa menikmati wisata alam Petungkriyono, yang ternyata adalah paru-paru dunia 'The Lungs of Us'. Tak kenal maka tak sayang, maka izinkanlah saya memperkenalkan Pesona Petungkriyono yang ada di kota Pekalongan Jawa Tengah ini kepada dunia. Ah ... saya jadi teringat perpisahan saya dengan mas Slamet.

"Saya nitip ya, kabarkan pada dunia pesona Petungkriyono yang indah ini," dengan mata yang berkobar menaruh harapan penuh. Aih ... saya jadi terharu, jika satu orang saja setiap harinya yang diberi pesan sudah ada berapa puluh orang yang ia titipi? Memberi tidak melulu soal punya uang atau tidak bukan?

Mengenal sejarah Petungkriyono

Hutan Petungkriyono mempunyai keindahan yang masih alami, hutan yang masih benar-benar belum terekspos dari segi keanekaragaman hayatinya ini bisa dijadikan media edukasi kepada masyarakat. Guna menumbuhkan rasa cinta seseorang kepada lingkungannya, terlebih lagi dunia selalu terguncang soal masalah global warming. Mengapa tidak kita jaga agar keseimbangan terus berkesinambungan, supaya tidak berat sebelah. Apalagi jalan menanjak dan menurun, yang harus dilewati sekian kilometer untuk menuju ke sana. Petungkriyono sendiri memiliki 9 desa, 37 dusun, 39 RW dan 90 RT.

5 tempat wisata menajubkan yang dikunjungi peserta Amazing Petung National Explore 2017


Peserta Amazing Petung National Explore 2017, disambut oleh dua bidadari cantik yang membawakan tarian Petung di Gerbang Sipetung. Kita juga diberikan sajian kopi Petung, kopi khas Petungkriyono. Rasanya sedap, membuat perut saya hangat dan kembali bersemangat melanjutkan perjalanan. Destinasi yang kita singgahi kali ini ialah:

Curug sibedug







Curug Sibedug ini letaknya di pinggir jalan, desa Kayupuring dan di antara dua desa Sokokembang serta Tlogopakis. Terdapat dua curug kembar di sini, jatuhan airnya tidak begitu deras dan besar. Yang satu jatuhnya langsung turun ke bawah dan yang kembar satunya alurnya agak berliku. Ini membuktikan kalo kembar nggak harus identik sama bukan?

Jembatan Sipingit atau blackcanyon









Keadaan air yang ada di Jembatan Sipingit ini jernih, bebatuan di kanan kiri jembatan membuat saya betah berlama-lama di sini. Tidak lupa saya menyempatkan diri membasuh muka, hmm ... air dinginnya menyegarkan ketika menyentuh permukaan kulit wajah. Jika anda ingin mendapatkan spot gambar yang ciamik, turunlah ke bawah karena jembatan dengan beberapa daun menjalar dan lumut pada bebatuan menambah kesan yang benar-benar indah. Rekan saya juga sempat berpose di bebatuan, tetapi yang terjadi ia terpeleset hahaha ... well jangan bilang-bilang ya? Kalau posenya saya abadikan di blog hahaha ...

Welo River














Weloriver atau Weloari memiliki sarana wisata yang sangat luas, dibandingkan yang lainnya. Di sini ada river tubing, river tracking, body rafting, pohon selfis, pendakian, rest area, pemancingan dan spot-spot yang instagramable. Jangan lewatkan untuk berkeliling, karena sayang kan jika kalian udah jauh-jauh ke sini menjelajahnya cuma separuh?

Untuk tiket sendiri terbilang cukup terjangkau, river tubng dibandrol dengan harga Rp 75000,- river tracking dengan tiket Rp 60.000,-, Body revting Rp 35.000,-, sewa pelampung Rp 10.000,- dan sewa ban Rp 10.000,-. Track sepanjang 2-3 Km ini akan memanjangkan pengunjung selama 3-4 jam lho. Kalau kalian suka tantangan, suka olahraga air, river trucking dan wahana air? Wajib deh explore ke Welo River. Recomended!

Curug Bajing



.h





MasyaAllah pemandangan di Curug Bajing ini benar-benar menyamankan hati. Memang lokasi Curug Bajing terjauh dari spot-spot yang kami datangi pada tanggal 5 Agustus 2017, tetapi lunas terbayar demi untuk bisa berkunjung ke sini setelah melihat air terjunnya.

Curug Bajing terletak di desa Tlogopakis, banyak sekali titik pemotretan yang bagus dan alami tanpa dibuat-buat. Buat kamu yang demen motret, jangan nggak ke sini gaes! Biarkan gambar saya yang berbicara, tentang keindahannya. Intip yuk!


Curug Lawe





Alhamdulillah Curug Lawe menjadi destinasi terakhir, yang yah ... hampir saja menjelang magrib tiba. Kami serombongan disambut oleh rombongan adek-adek dari Rasha (Rampak Santri Al Fusha), mereka melakukan tarian dan rebana yang terkonsep apik. Di sini kita juga disambut oleh wakil Bupati Pekalongan, lagi-lagi kami diberikan pesan untuk mengenalkan Pesona Patungkriyono kepada dunia! InsyaAllah Siap, Bu!

Berbagai spot juga memenuhi hutan pinus yang ada di Curug Lawe, dari spot payung kekinian, bola-bola yang digantung, hammock yang lagi hits. Dekorasi love yang penuh cinta, yang menyasar ke anak muda. Tentunya bukan hal yang main-main seluruh tempat wisata yang ada di Petungkriyono, yang mana mendapat julukan 'surga di atas awan'.



Selain itu, yang paling bikin beda dan unik. Di Curug Lawe ini kami disajikan menu khas daerah, dengan nasi jagung dan nasi ketan hitam. Ada lauk urap-urapan dan gereh yang sudah jarang ditemui di kota-kota besar. Cemilan kacang rebus, ketela pohon dan pisang yang direbus. Semua serba direbus, jadi aman deh dikonsumsi buat yang takut makanan berminyak.

Setiap ada kelebihan selalu ada kekurangan di dalamnya, kawasan Petungkriyono masih butuh banyak pembenahan terutama dari kerusakan jalan menuju destinasi wisatanya. Semoga Pemkab Pekalongan segera mengatasi hal ini dan segala kekurangan lain yang harus ditambal sulam. Agar Petungkriyono siap mendunia dan di Go Internasionalkan dengan segera.




Akhir kata, saya ingin berpesan jadilah malaikat jangan jadi tuyul. Di mana dia menjadi mahkluk berwujud anak-anak yang suka mencuri uang, dengan kata lain mereka adalah sosok yang selalu berpikir apa yang bisa ia dapatkan dari orang lain. Jadilah malaikat dimanapun kita berasa, menawarkan dan memberikan sesuatu yang bermanfaaat kepada siapa saja yang kita temui.



Terima kasih pak Jaoed Khaerudiddin dan team di belakang layarnya, terima kasih Bapak Bupati Asif Kholbihi yang telah menyambut kami dengan ramah dan baik. Semoga kerjasama dan silaturahmi ini terus berkesinambungan dan saling mensupport satu sama lain.

Inget! Jadilah malaikat jangan jadi tuyul!

Salam 





11 comments:

  1. Kok adem bangeeett sih,jadi pengen kesanaaaa..
    Ajak2 ya besoook klo ku kesana

    ReplyDelete
  2. Sejujurnya.. Saya baru tau ada daerah ini. Serunya Nyi jalan2. Thank you fir sharing Nyi.. Bagus bgt untuk jadi alternatif tempat wisata. :)

    ReplyDelete
  3. Keren ih...surga tersembunyi di Pekalongan ya...Mudah-mudahan bisa kesana... :)

    ReplyDelete
  4. Masya Allah indahnya. Ajak saya ke tempat ini, Nyi.

    ReplyDelete
  5. Yeay,ke petung juga.
    Ngiri saya...hahaha

    ReplyDelete
  6. maaf itu bukan ketan hitam kak, tapi beras hitam hhehe

    ReplyDelete
  7. baru tahu aku, salah satu wisata alam yang menarik tuh.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat