Saturday, 20 May 2017

Menemukan Kembali Kotak Impian dan Nasehat Ibu



Nyipenengah.com - "Sesungguhnya siang dan malam berkarya dalam dirimu, maka berkaryalah di dalamnya," sebuah pesan dari sahabat nabi Umar bin Abdul Aziz suatu ketika.

Gandjel Rel adalah komunitas yang menaungi para blogger perempuan, di daerah Semarang, Jawa Tengah. Bergabungnya saya di komunitas Gandjel Rel membawa banyak kebermanfaatan, khususnya dalam bidang ngeblog. Siapa sih yang nggak kepengen, menghasilkan karya dengan waktu yang sudah dianugerahkan oleh-Nya kepada kita? Gandjel Rel bersepakat mengadakan #Arisanbloggandjelrel. Di mana kami akan mengundi setiap 10 hari sekali untuk mendapatkan 2 nama blogger, lantas melempar tema dan menuliskannya ke dalam blog kami.

Anjar Sundari dan Nia Nurdiansyah yang keluar menjadi pemenang pertama, #Arisanbloggandjelrel. Tema yang dilempar adalah, 'Kenangan Masa Kecil yang Paling Membekas dalam Ingatan'. Pada postingan Kotak Impian di blog mbak Nia Nusrdiansyah dan Nasehat Beda Dulu Beda Sekarang dari mbak Anjar membuat saya terinspirasi menulis di postingan pertama #Arisanbloggandjelrel.


Nasehat Beda Dulu Beda Sekarang

Tidak beda dengan mbak Anjar, ibu  dulu juga sering ngingetin saya, "Kalau nyapu rumah itu yang bersih, Wuk!"

Saya diwanti-wanti untuk jangan meninggalkan kotoran, pokoknya sapu bersih. Ada lagi, kalau menyapu nggak boleh di arahkan dengan alur ke depan, sebaiknya ke belakang. Katanya kalau nyapu dengan alur ke luar bisa menjauhkan rejeki. Tapi kenyataan sebenarnya, kalau nyapu dengan arah keluar pintu rumah ditakutkan ketika ada tamu datang nanti terkena debunya dan itu tidak sopan.

Saya bersyukur banget, sedari kecil sudah diajari ibu untuk mawas diri. Beberes rumah sendiri. Ibu termasuk orang yang nggak bisa diem, ada aja yang dikerjain. Ibu juga telaten banget, bisa menjahit, menyulam, merajut, menanam dan hal-hal lain yang cuma bisa dikerjain laki-laki ibu bisa. Super woman banget, sayangnya nggak menurun ke anaknya ini, hahaha ...

Terima kasih mbak Anjar, sudah meningatkan kembali untuk flash back ke belakang. Ternyata banyak sekali kenangan-kenangan indah, yang meskipun waktu sudah membawa kita jauh ke depan dengan umur yang semakin bertambah ini kenangan masih saja mengabadi.


Kotak Impian

Saat masih kecil beberapa teman saya, memamerkan boneka barbie kesayangannya. Yang dibelikan oleh bapak-ibu mereka, saya kepengen sekali punya yang begituan. Tapi tidak pernah kesampaian, pernah berfikir kalau sudah besar nanti saya akan beli. Setelah dewasa kini, keinginan itu lantas menguap saja. "Ah ... masa kecil".

Setiap adzan magrib berkumandang, aku harus berangkat mengaji ke mushola di daerah yang lumayan jauh dari rumah. Padahal di kampung juga sudah ada guru mengaji, entah kenapa bapak dulu memerintah untuk ngaji ke sana. Di mana jalan yang harus saya lalui banyak pedagang. Rumah saya dulu di jalur pantura Cepiring, jadi padat penjual dan toko.

Setiap kali lewat toko Ini, banyak sekali pajangan-pajangan baru. Yang membuat aku dan temanku berdecak ingin membelinya. Diary bergembok dulu menjadi barang yang mewah di kalangan kami. Rahasia yang kami torehkan, akan menjadi rahasia selamanya. Karena ada gembok dan kunci yang kita pegang sendiri.
"Rahasia kita akan aman," ucap salah seorang teman, saat menunjukkannya pada saya.

Kepengen sekali saya punya, banyak impian yang sudah saya pikirkan dan ingin menuliskannya di sana. Pada diary bergembok yang cantik. Sayangnya permintaan untuk membeli itu tidak diluluskan bapak. Semasa kecil, saya jarang memiliki mainan yang diidamkan lalu keturutan, hehehe ...

Baru menginjak masa SMA, saya bisa membelinya. Dari uang yang saya kumpulkan, ketika kerja paruh waktu di warung bude. Beliau selalu memberikan persenan uang. Tetapi bukan diary bergembok yang saya pilih, hanya diary biasa yang memiliki gambar cantik dan kertas di dalamnya warna-warni. Membuat saya bersemangat menuliskan, kisah-kisah yang membahagiakan. Tidak perlu saya kunci, tidak perlu saya simpan sendiri. Karena hal-hal yang membahagiakan, ada untuk dibagi.

 Tak pernah ada kata menyesal atas masa lampau yang saya miliki, justru saya berbahagia dengan apa yang sudah saya miliki di masa lalu dan di masa kini. Syukuri, nikmati dan cintai apa yang kita punyai.

Salam






12 comments:

  1. Iyap kenangan masa lampau bisa jadi pelajaran ya mbak Nyi, kita ambil manfaatnya dan sisihkan mudharatnya.

    Apalagi kalau kita sudah berkeluarga dan punya anak, bisa untuk pelajaran utk mendidik anak2 kita. Kenangan yg berguna bisa kita terapkan utk anak kita apabila masih relevan :)

    Senang sekali punya buku diary karena bisa menampung semua cerita-cerita bahagia ya :)

    Tetap semangat dan berkarya Nyi, semoga saya bisa ketularan pinter nulis spt dirimuh.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bismillah ya mba Anjar, semoga aku bisa melahirkan generasi hebat. Aamiin.

      Ayo belajar nulis bareng mba Anar :*

      Delete
  2. Diaryku masih :) malu loh kalo baca lagi hehehe. Semoga makin semangat Nyi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha ... pinjem mba Wid wkwkwk penasaran apa yang kau tulis :-D

      Delete
  3. q dlu punya juga diary gembok, kayak punya dunia fantasi punya diary gembok ya...

    ReplyDelete
  4. Mbak, ngomong2 soal diary, aku biasanya beli yg kecil banget. Nggak ada gemboknya. Harganya dulu 1000. Pernah dapat yg ada gemboknya itu pun sudah SMP, hadiah ultah. Dan rasanya seneng banget. Malah pernah, pas SD aku bikin buku diary sendiri. Buatnya dari kertas buku itu aku potong jadi dua terus aku tumpuk, kan jadi banyak. Biar nggak lepas, bukan Staples yang ku pakai, melainkan benang wol. Hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhaa mba Ika kreatippp :-D
      lha sekarang masih ga mba?

      Delete
  5. aku punya banyak banget diary. secara aku anaknya lebay dan suka nulis. bahkan wktu kuliahpun aku nasih suka nulis diary loh. trus tar ditukar sm diary nya pacarku. hahahaa. skg pengen begituan juga sebenarnya ke misua. biar lebih kerasa jadoelnya dan lebih menjiwai LDR an nya. hahahaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkakakak mba Rahma LDM an sekarang? Di mana misua mba?

      Delete
  6. DAri dulu aku juga pengin banget punya diary, tapi entah mengapa aku terlalu egois untuk membagi kisah2 hidupku, bahkan kepada selembar kertas di diary sekalipun. Hehehee.. keliatannya aja sih suka ngakak2, tapi aslinya aku tdk bisa berbagi banyak hal kepada orang lain :)) Untung aja sekarang ngeblog, jadi kadang2 ada beberapa cerita hidup yg kujadikan postingan. Lega bisa berbagi meski cuma cerita yg tdk begitu berarti.

    ReplyDelete
  7. Kayaknya jaman dulu diary itu salahsatu barang yang wajib dipunyai ya :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat