Thursday, 29 December 2016

Review Novel Senandika Prisma

Review Novel Senandika Prisma
Senandika Prisma

Judul                           : Senandika Prisma
Penulis                        : Aditia Yudis
Penerbit                      : Falcon Publsing
Cetakan I                    : Desember 2016
Tebal halaman            : 212 halaman (13 x 20 cm)
ISBN                           : 978-602-60514-2-4


Merelakan dan Direlakan

Senandika Prisma, novel kedua yang saya baca dari #thebluevalleyseries yang ditulis oleh Aditia Yudis, salah satu novelis favorite saya juga. Kisah  Prisma sangat sendu, kebahagiaan yang ada di depan mata menjelang pernikahannya harus berguguran karena Rory anak dari calon suaminya hilang.

Sehari dua hari, tiga hari hingga berbulan-bulan dalam pencarian Rory tidak juga ketemu. Acara resepsi yang dibatalkan dan kemisteriusan hilangnya Rory yang tanpa jejak membuat keluarga Ian, Prisma dan satu lagi keluarga mantan istrinya kalang kabut.

"Berapa lama acara penundaan ini? Aku harap tidak lebih dari enam bulan".
(halaman 66)

Semua keluarga sudah mengerahkan orang-orang kepercayaan mereka, tetapi hanya sepatu kanan Rory yang ketemu. Semakin menambah pilu saja perasaan Ian dan Prisma. Junior, kelinci yang diberikan Prisma juga merasa kehilangan Rory majikan kecilnya yang begitu sayang padanya.

Novel Senandika Prisma, membuat saya geram dan bertanya-tanya siapa yang sebenarnya tega menculik Rory. Clue-clue yang bersliweran tidak mampu saya tebak, hingga akhirnya bab pengungkap penculik terkuak dan saya ternganga. Oalah ... kok dia ya, kejem banget sih :-( nggak nyangka. Mba Aditia, berhasil menulis novel misterius dan banyak betaburan kasus-kasus penculikan yang terpapar.

Lekukan-lekukan plotnya yang dibuat mba Adit juga kece, ada banyak permasalahan dari seputar tokoh-tokohnya. Meski tokohnya banyak, tetapi mba Adit bisa meramu pas dengan porsinya. Biasanya novel mba Adit lincah berbau anak SMA juga banyak adegan romantis yang bikin baper, di Senandika Prisma mba Adit terlihat lebih dewasa dan tertata. Aku melihat sisi lain dari tulisan mba Adit di sini, tetapi apa pun itu aku suka banget tulisannya banyak betabur kata-kata baru.

Senandika Prisma

"Aku harus pergi dulu," bilang Dewi menyunggingkan senyum ramah. Dia menatap Prisma, mengelus lengan gadis itu. "Prisma, jaga calon suamimu baik-baik, jangan sampai dia ikut hilang." (halaman 116)

Dewi adalah ibu Rosalin, mantan istri Ian yang telah meninggal. Mereka sempat berseteru karena berebut hak asuh Rory dan akhirnya juga mereka saling bermusuhan. Ada juga tokoh lain, Niko; kakak terbuang Ian. Kakak yang terbuang gimana? Jawabannya ada di dalam novel Senandika Prisma.

Kadang apa yang sudah kita rencanakan matang, bercerai berai pun apa yang tidak kita rencakan justru berhasil. Bagaimana ending dari Prisma dan Ian? Jadikah mereka menikah akhirnya, atau ada jalan lain yang membuat mereka harus saling merelakan dan direlakan? Selamat berpetualang menemukan Rory yang hilang, bersama Senandika Prisma.



Pandak, Tabanan – Bali

2 comments:

  1. Yg penuh misteri kayak gini aku sukaaa... makin penasaran deh Nyi

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat