Saturday, 23 April 2016

Tuhan yang tahu Saja, Cukup




Dia suka memetik gitar dan bernyanyi
Aku senang berada di sisinya, menemaninya di saat ia melantunkan syair dari penyanyi idolanya
karena ketika ia bernyanyi ada banyak sekali senyum terbit dari bibirnya
Aku menyukainya, namun dia tidak mengerti
Tuhan yang tahu saja, cukup

Dia suka menggambar
Aku sering melihatnya menggurat pena, walau sekadar iseng atau sedang benar-benar ingin menggambar
Aku terkadang larut dengan dunianya, aku bahagia, namun dia tidak paham
Tuhan yang tahu saja, cukup

Dia seringkali merokok, dengan melamun
Beberapa kali aku memergoki ia menatap ke atas atau memainkan asap yang keluar dari setiap isapnya
Seringkali aku masuk di kedalaman matanya, namun ia tidak pernah mengatahui 
Tuhan yang tahu saja, cukup

Dia ada, dia hadir karena takdir
kami bersama, tapi ternyata ia memiliki wajah dua
ada beberapa cerita dengan versi berbeda sering kudengar, itu tak jadi soal
kaerna aku mencintainya, sementara dia tidak pernah mengenali seperti apa cinta yang kupunya
Tuhan yang tahu saja, cukup

Dia tidak pernah mengerti
dan tidak ada yang perlu untuk dimengerti

Sarimanan, April 23, 2016


0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat