Sunday, 3 April 2016

Biarkanlah untuk Tetap Ada Walau dianggap Tiada


Bagimu, mungkin percakapan-percakapan yang pernah kita ucapkan tak lagi memiliki arti. Chat yang sering aku lakukan dan kau jawab seperlumu saja juga bukan hal penting buatmu, bahkan kau jawab singkat saja. Tetapi akan menjadi berbalik untukku, semuanya sangat berharga. Apa karena perasaanmu sudah tak lagi sama denganku?



Salah satu kabar yang membahagiakan buatku adalah mengetahui kabarmu dan kamu sehat-sehat di sana. Bukan soal tak bisa bersamamu, tak bisa memilikimu lagi atau apa pun. Lebih dari itu, ialah perasaan yang kupunyai, yang tidak bisa berpaling kepada selain kamu. Ini soal hati, yang masih ingin membiarkan segala tentangmu tinggal. 

Tidak ada yang bisa menahanmu, kamu bisa mengelak, kamu bisa menolak dan kamu bisa untuk  memilih semau kamu. Aku juga tidak akan menahanmu untuk tetap tinggal, kamu juga bisa pergi sejauh yang kau maui. Tetapi kamu tidak bisa menghentikan perasaan yang terus tumbuh dan bertambah, karena sepenuhnya bukan ini yang kumau. Berkali-kali pun aku sudah berusaha mengusirnya, tapi ia tetap saja kembali ke singgasananya. 

Mungkin itu sebabnya kenapa ada seseorang yang bisa betah bertahan bertahun-tahun, meski tak lagi dibutuhkan, bersi keras untuk tetap ada meski berkali-kali dihancurkan. Kenapa seseorang masih menetap sekalipun tak lagi ditatap. Kau tahu? Mungkin itulah  kekuatan sebuah cinta. Lebih kuat dari apa pun, bertahan tak ingin pergi walau tak memiliki, tetap selalu ada walau dianggap tiada. 

6 comments:

  1. Kekuatan sebuah cinta, nemu kalimat baru nih. Hehehe, selamat mencintai :)

    ReplyDelete
  2. Memang bener, kekuatan cinta itu bisa mengalahkan segalanya ...

    ReplyDelete
  3. Mbaaaa blognya cantik :) Tapi kok isinya galau gini ya hehe. Pas aku bacanya pagi pula. I'm feeling blue too

    ReplyDelete
  4. Kang Mhan :D hehehe begitulah
    Ratri: hahahha iya nih, ikutan nulis projectnya temen
    Ila. hahahahha embuh ge sopo

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat