Saturday, 23 April 2016

Arah yang tidak Pernah Kamu Sangka



Cobalah menengok ke arah lain sesekali
arah yang tidak pernah kamu jamah ...

Akan selalu ada yang mencintai kamu
meski bukan dia yang biasa kamu lihat

Ia bersedia dengan rela menunggu kamu
walau bukan dia yang kamu kejar-kejar.
Kadang, ia juga pernah merasakan lelah
namun kehadiranmu lebih dari cukup untuk menguatkannya.
Senyum kamu sangat berharga buatnya
walau gelak tawa riangmu bukan dengannya.

Ia rela menaruh harapan yang begitu besar di dalam sebuah kemungkinan yang begitu kecil.

Cobalah menoleh ke arah sana. 
Ke arah yang tidak pernah kamu ketahui, selama ini. 
Dia ada, meski selalu kamu punggungi 

Maaf, Aku tidak Bisa Berjanji



Setelah kita memutuskan untuk berjalan sendiri-sendiri
aku tidak akan selalu berada di sisimu lagi
Namun seandainya kamu memintanya, aku akan tinggal

Mungkin, aku tak akan  bisa lagi menghapuskan air mata yang jatuh dari matamu
Namun jika kamu membutuhkan tanganku untuk itu, dengan ikhlas aku lakukan

Dengan ini, apakah kamu mampu menangkap maksudku?

Tidak bisa kujanjikan apa pun untukmu, namun untuk kamu, aku akan melakukan apa saja. Mengertikah kamu letak perbedaan kalimatku itu?


Tuhan yang tahu Saja, Cukup




Dia suka memetik gitar dan bernyanyi
Aku senang berada di sisinya, menemaninya di saat ia melantunkan syair dari penyanyi idolanya
karena ketika ia bernyanyi ada banyak sekali senyum terbit dari bibirnya
Aku menyukainya, namun dia tidak mengerti
Tuhan yang tahu saja, cukup

Dia suka menggambar
Aku sering melihatnya menggurat pena, walau sekadar iseng atau sedang benar-benar ingin menggambar
Aku terkadang larut dengan dunianya, aku bahagia, namun dia tidak paham
Tuhan yang tahu saja, cukup

Dia seringkali merokok, dengan melamun
Beberapa kali aku memergoki ia menatap ke atas atau memainkan asap yang keluar dari setiap isapnya
Seringkali aku masuk di kedalaman matanya, namun ia tidak pernah mengatahui 
Tuhan yang tahu saja, cukup

Dia ada, dia hadir karena takdir
kami bersama, tapi ternyata ia memiliki wajah dua
ada beberapa cerita dengan versi berbeda sering kudengar, itu tak jadi soal
kaerna aku mencintainya, sementara dia tidak pernah mengenali seperti apa cinta yang kupunya
Tuhan yang tahu saja, cukup

Dia tidak pernah mengerti
dan tidak ada yang perlu untuk dimengerti

Sarimanan, April 23, 2016


Saturday, 16 April 2016

Yang telah Terlewat



Sebulan telah berlalu
saat terakhir kali aku melihat matamu
Berminggu-minggu telah berlalu
Saat terkahir aku mendengar suaramu

Banyak sekali yang telah berubah
tetapi bukan suasana hatiku
sama sekali bukan itu
aku sangat sadar betul

Aku memohon kepada Engkau Pemilik semesta raya
jangan biarkan aku masih berkubang pilu
ketika hadirnya kuatkan nyaliku

Aku berharap kepada Engkau Pemilik alam raya
Ia telah melaju jauh dengan perahunya
tetapi kenapa aku masih belum ingin beranjak darinya

Memusnahkan perasaan ternyata tak segampang aku tertawa
saat melihat lelucon yang ada

Friday, 15 April 2016

Cutdekayi, Ibu Muda yang Bijak



Nyipenengah.com - Cutdekayi, ibu muda yang bijak. Rumah tangga seringkai diibaratkan sebagai sebuah perahu , bukan hanya mengantarkan nahkodanya, namun semua isi dalam perahu tersebut. Membuat sebuah perahu diperlukan berbagai macam bahan dahulu, dari bahan dasar, keamanan perahu yang akan dibuat dan yang jelas perahu yang dibuat bisa mengantarkan pada tempat yang dituju. Apabila tidak dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, akan ada banyak hal yang terjadi selama kapal tersebut mengarungi lautan kehidupan dan Cutdekayi telah memersiapkan segalanya dengan baik ketika mengarungi lautan kehidupan bersama sang Nahkoda. 
Foto diambil dari Blog Cutdekayi


Dalam waktu 2 minggu ini saya diwajibkan menulis review anggota blog, yang menang dalam kocokan arisan. Cutdekayi adalah pemenang arisan Blog Perempuan ketiga, di kelompok ke IV. Satu per satu dari kelompok kami menyetor tulisan dan satu persatu juga aku melakukan kunjungan. Terkejut tentu saja, ternyata Cutdekayi ini masih sangat muda dan masih berstatus mahasiswi. Menikah diusia muda, mendapat title baru menjadi seorang istri dan menyusul akhirnya lahirlah buah cinta dari pasangan muda ini, yang diberinama Baby Kizain. Barokallah ya, Ayi. 
Foto diambil dari Instagram Cutdekayi


Suami Cutdekayi adalah seorang Programmer, mendengar profesi programmer jadi ingat dulu pernah dicintai programmer, hahaha ... kacau deh anaknya tidak seperti yang saya mau dan mungkin memang saya masih terlalu memilih mencari kesempurnaan yang saya ingini, betapa egoisnya saya. Namun dalam diri Cutdekayi dan sang Nahkoda, keduanya mampu menerima kekurangan menjadi kelebihan. Dan saya belajar banyak hal, yang sempurna tidak selalu bahagia, namun kesempurnaan cinta sebenarnya akan datang saat kita menerima kekurangan menjadi sebuah kelebihan, Thanks Ayi. 

Foto diambil dari Instagram Cutdekayi


Blog Cutdekayi ini bisa menjadi recomended untuk semua kalangan, karena di dalamnya berisi cerita seru keseharian Cutdekayi. Tulisan Ayi sederhana, namun mengena. Memberi makna juga rasa bangga. Membaca beberapa postingan Ayi: Selamat, Datang, Anakku, 5 Hal yang Bikin Rindu Hamil (lagi), puisi-puisi, cerpen dan kisah lainnya membuat pembaca blogmu jadi ikut merasakan, karena yang kau tulis memang dari hati dan akhirnya sampai juga ke hati. Thanks Ayi. 


Mencari yang terbaik itu bukanlah hal yang sukar
Semisal yang sering kau lihat
semisal yang kau tetapkan sebagai takaran mimpimu
semisal yang selalu kau anggap menjadi tujuanmu

Namun hargailah ...
Saat di sampingmu ada seseorang yang dengan baik, ingin menjadi baik, untukmu. 



Wednesday, 13 April 2016

Temani Langkahku




Jika waktu tak pernah lagi berpihak kepada kita
cukuplah kenanganmu yang menjadi peneman langkahku
di jalan beraspal yang setiap hari kulewati
di keramaian yang penuh dengan orang-orang
dan di mana pun kakiku melangkah

Di setiap hujan menderas yang turun
entah siang, pagi, malam dan petang
tetaplah menjadi peneman, 
walau hanya sekadar kenanganmu

tetaplah di sini kenangan, tetaplah mendekap dalam kedekatan
tetaplah menemani, mengutuh walau dalam jauh

Aku akan setia di sini, 
menyediakan hal-hal yang kau ingini
doaku biarlah yang menemani ke mana saja kau ingin pergi. 
Pergi melanjutkan tualangmu ataukah meraih mimpimu

Jangan pernah takut akan tersesat
tersebab aku adalah langkah yang akan selalu membuatmu selamat

Melangkahlah
sampai akhirnya kau akan melupakan
jika kita pernah sama-sama saling mengisi, saling menemani

Tetapi aku tak kan pernah lupa sekalipun
awal kita berjumpa hingga perpisahan itu tiba
rasaku masih sama
untukmu saja 

Sunday, 10 April 2016

Sarapan Pagi di Taman Sampangan, Semarang


Nyipenengah.com-Sarapan pagi di Taman Sampangan, Semarang, menjadi ritual bagi saya sepertinya akhir-akhir ini. Dikarenakan, saya harus ngampus jam 8 dan perut belum terisi, maka saya memutuskan untuk membeli makanan dan sarapan di taman kota ini, yang dulunya bekas pasar sampangan. 

Taman ini diresmikan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, lokasinya di Jl Kelud Raya. Saya rasa taman Sampangan sekarang menjadi kurang terawat, padahal keadaannya jauh lebih rindang dari sebelum didirikan. Konon dibangunnya taman Sampangan untuk mengejar ketertinggalan RTH (ruang terbuka hijau) yang sudah tertulis di undang-undang Nomor 26 tahun 2007, mengenai Penataan Ruang. Semarang, kota Atlas baru saja menduduki prosentase 7,5 % saja. semoga saja pembenahan-pembenahan pada taman kota yang rusak segera dibenahi, secara taman kota selalu jadi incaran untuk melepas penat dan lelah pun menjadi tujuan untuk anak-anak bermain bersama ayah-bundanya. 

Saat ngeliat gambar ini saya jadi melow, kasih seorang ayah kepada anaknya. 



Ayah ...
ialah orang yang mencintai ita dengan diam
ialah orang yang pandai menyembunyikan air matanya, saat sedih
ialah juga orang yang memahami akan hati, yang lain tidak mengerti

terima kasih, Ayah ....


Ayah hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya dan ia lebih berharap anaknya menjadi terbaik melebihi dia. 


Model: sahabat saya Isna 




 Parkiran taman Sampangan 


Pedagang yang setia berjualan di depan Taman


Selesai sarapan, saya langsung pasang pose untuk ngeksis sejenak di Taman Sampangan dan ingin mengabadikannya menjadi tulisan. Yah sekali pun singkat, setidaknya aku pernah menuliskan tempat yang pernah saya kunjungi. Yuk mampir ke Taman Sampangan!


Sunday, 3 April 2016

Biarkanlah untuk Tetap Ada Walau dianggap Tiada


Bagimu, mungkin percakapan-percakapan yang pernah kita ucapkan tak lagi memiliki arti. Chat yang sering aku lakukan dan kau jawab seperlumu saja juga bukan hal penting buatmu, bahkan kau jawab singkat saja. Tetapi akan menjadi berbalik untukku, semuanya sangat berharga. Apa karena perasaanmu sudah tak lagi sama denganku?



Salah satu kabar yang membahagiakan buatku adalah mengetahui kabarmu dan kamu sehat-sehat di sana. Bukan soal tak bisa bersamamu, tak bisa memilikimu lagi atau apa pun. Lebih dari itu, ialah perasaan yang kupunyai, yang tidak bisa berpaling kepada selain kamu. Ini soal hati, yang masih ingin membiarkan segala tentangmu tinggal. 

Tidak ada yang bisa menahanmu, kamu bisa mengelak, kamu bisa menolak dan kamu bisa untuk  memilih semau kamu. Aku juga tidak akan menahanmu untuk tetap tinggal, kamu juga bisa pergi sejauh yang kau maui. Tetapi kamu tidak bisa menghentikan perasaan yang terus tumbuh dan bertambah, karena sepenuhnya bukan ini yang kumau. Berkali-kali pun aku sudah berusaha mengusirnya, tapi ia tetap saja kembali ke singgasananya. 

Mungkin itu sebabnya kenapa ada seseorang yang bisa betah bertahan bertahun-tahun, meski tak lagi dibutuhkan, bersi keras untuk tetap ada meski berkali-kali dihancurkan. Kenapa seseorang masih menetap sekalipun tak lagi ditatap. Kau tahu? Mungkin itulah  kekuatan sebuah cinta. Lebih kuat dari apa pun, bertahan tak ingin pergi walau tak memiliki, tetap selalu ada walau dianggap tiada. 

Kamu Tetap Memenuhi Isi Kepalaku



Pertemuan kadang terjadi begitu saja  tanpa kita duga, saat aku berusaha sekeras upayaku melupakanmu dengan sungguh-sungguh. Menghapuskan segala rasa yang pernah tertanam kuat, tersebab kamu tidak bisa menerima kembali perasaanku, takdir malah mempertemukan kita. Mengingatkan kembali kenangan-kenangan dan hal-hal yang pernah kulalui denganmu. Kegiatan yang paling kutunggu dalam setiap waktu ialah bertemu kamu, sebelum semuanya berakhir dengan air mata dan luka.