Friday, 4 September 2015

CINTA AKAN MENANG JIKA TUHAN BERKENAN

Entah.
Entah bagaimana awalnya suka itu datang seketika. Layaknya sebuah mimpi yang tetiba saja aku masuk ke dalamnya. Menikmati  setiap prosesnya.
Beribu terima kasih untuk Tuhan, yang telah menciptakan segala hal di dunia dan langit juga seluruhnya.
Termasuk aku dan kamu yang ada di dalamnya, menciptakan kita.

Mungkin aku terlalu egois untuk memilikimu sendirian, hingga takut itu datang. Takut kehilangan dan tidak bisa membahagiakan. Maka aku belajar mengikhlaskan, apa yang belum aku miliki dan sama sekali kemungkinan tidak akan termiliki.
Atau Tuhan punya rencana lain? Bukan mengabaikan harapan, hanya menangguhkannya sampai waktu tepat itu datang, mengabulkan semua keinginan dan menjadikannya kejutan.
Mewah sekali bukan?

sumber: google.co.id


Sejujurnya aku ingin menjadi tempat beristirahatmu, saat kaki-kakimu mulai lelah dan kamu tak lagi sanggup melangkah.
Saat teriknya mentari membakar kulitmu dan air hujan jatuh membasah di rambut dan pipimu, aku ingin selalu ada menempati posisi pertama. Pun jika Tuhan mengizinkan aku ingin menjelma menjadi rumah, yang nyaman dan aman.
Yang menjadi tujuan perjalanan akhirmu untuk pulang.
Di mana rindu berpusat dan merotasi langkahmu menujuku.


Semoga kamu menemukanku ...

Dariku yang sedang belajar menjadi sekuat Aisyah, sesetia Khadijah, sesabar Maryam, selembut Humairah dan setabah Fatimah
dan biarkan Tuhan yang menempamu, membelajarimu agar sesemulia Nabi Muhammad. 

1 comment:

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat