Saturday, 6 September 2014

[Book Review] Prelude


  :
Judul                : Prelude (nada rahasia cinta)
Penulis             : Sam Umar
Penerbit           : teen@noura
ISBN               : 9786021306185
Tgl Penerbitan  : 00-05-2014

Review            :     

            Prelude, menceritakan seorang gadis yang dengan jeli telah menyusun rencana pendidikannya. Mewujudkannya dan dia mendapatkan keajaiban yang tak terduga setelahnya. Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya. Hendra sang ayah yang memasukkan Tina ke les musik klasik, awalnya Tina begitu cinta dengan piano, namun setelah mendengarkan satu karya Johann Sebastian Bach, komponis asal Jerman yang dimainkan pada cello, dia memantapkan diri untuk mendalami secara langsung di Leipzig.
          
  Perjalanan Tina memang mulus, dia bahkan mendapatkan arahan langsung oleh dosen favoritnya Maria Tan. Dosen yang dulunya pernah menjadi seorang pemain selo ternama di Asia dan Eropa. Maria mengumumkan bahwa Festival Bach akan dilaksanakan sebentar lagi, siapapun berhak ikut untuk seleksi dan tampil di acara tersebut. Tina sungguh luar biasa terkejut, karena akan bisa tampil dan menyaksikan langsung acara festival terkeren sepanjang tahun itu adalah impiannya.

            Bersama Nadine, Hans dan groupnya mereka akan melaksanak seleksi yang sangat ketat. Tina berlatih sungguh-sungguh dan nyaris sempurna. Sayangnya semua yang dilakukannya terbentur dengan satu masalah; pencarian ibunya. Dari kecil Tina hidup dengan Hendra, ia tidak memiliki ibu dikarenakan ayahnya telah bercerai. Berulang kali Tina meminta sang ayah untuk jujur, namun ayahnya menolak karena tidak ingin mengungkit kisah lama. 

            Mungkin Tuhan telah menciptakan jalannya, hingga Tina bisa menemukan sosok sang ibu yang telah lama dirinduinya tanpa sengaja. Tina meminta ayahnya berterus terang melalui telephone dan sarana chating yang menghubungan mereka berkomunikasi. Ayahnya bahkan berjanji untuk ikut serta melihat Tina tampil. Tetapi ayahnya enggan berterus terang untuk sekarang, Hendra belum siap dan Tina merasa kecewa. Di sisi lain ia merasa bahagia telah menemukan sang ibu dengan cara tak terduga.
"Dengerin aku dulu, Yah!" Tina merasakan emosinya mulai bergolak. Kadang-kadang sikap ayahnya yang tidak sabaran membuatnya harus berusaha agar dirinya dapat dipahami. (halaman 194)

            Kebahagiaan dan kekecewaannya saling tumpang tindih, namun ia masih memiliki sahabat yang selalu menghibur seperti Hans, Nadine dan sahabat satu asramanya; Laura. Perlahan tapi pasti permasalah Tina dan ayahnya selesai, terkuaklah rahasia kenapa dan mengapa ayahnya menyimpan rahasia tentang sang ibu.

            Prelude, nada-nada yang menguak tabir rahasia sebuah cinta. novel yang apik dari seorang penulis yang memahami betul sebuah musik selo. Kelemahannya, hanya saja terlalu banyak penjabaran detail yang seharusnya tidak begitu perlu.
 

2 comments:

  1. Wow, settingnya di Leipzig ya, nduk? Penasaran :D

    ReplyDelete
  2. Baca review ini jadi ingat tokoh di novel If I Stay yang juga pemain cello.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat