Tuesday, 15 July 2014

[Book Review] Kakakku Tersayang


Judul : Kakakku Tersayang
Penulis : Nurhayati Pujiastuti
Terbit : November 2012
List Price : RP 17.500
Penerbit : Lintang Indiva
ISBN : 9786028277679

Review:
Sayang dan Kehilangan

Cerita diawali oleh Dara dan Farhan yang berlari ketakutan karena ulah Farhan yang menimpuki pohon mangga milik orang. Mereka berlari dikejar anjing pula, Farhan bisa berlari kencang namun naas bagi Dara yang kejebur dilubang. Membuat keduanya ketakutan ketika pulang ke rumah. 
Kak Farhan yang mengaku sakit perut pada Ibu guru ternyata berpura-pura dan memilih ke kantin untuk jajan. Setiap kali Farhan nakal ia selalu mengeluarkan mimisan, darah mengalir dari hidung dan selalu begitu. Farhan juga mencuri bunga mawar putih milik Bimo. Bimo ketakutan dimarahi Mamanya.  Farhan juga mendorong Aisyah ketika berebut keluar pintu ketika kelas berakhir. Panggilan Ibu guru tidak digubrisnya.
Dara yang dimintai Kak Farhan menunggu di depan sekolahan malah pergi dengan Cindy untuk meminjam buku baru yang dibelinya. Cindy memiliki 2 rak buku di rumahnya yang dipinjam-pinjamkan, semacam perpustakaan kecil-kecilan. Farhan yang tahu Dara tidak ada di tempat jengkel lalu memutuskan pulang terlebih dahulu. Farhan sebal ketika Dara sering mengadu kepada Uminya.

Sisi kenakalan Farhan juga diimbangi dengan sifat positivnya. Farhan mencongkel celengannya lewat lubang karet di bawah celengan mengambil uangnya dan membeli layangan Oding. Ia membeli 30 pasang lalu dijual di depan sekolahan. Dibantu Dara Farhan menjual layangan itu laku 10. Farhan yang sakit, mimisan terus-menerus, demam diabaikannya demi membantu menjual layangan Oding untuk berobat nenek Oding yang sakit. Kaki nenek Oding bengkak, tidak bisa jalan dan berjualan. 

Gegara Farhan sakit ia tidak bisa membantu Oding lagi, Farhan juga sempat dibawa ke rumah sakit karena mimisannya yang sangat parah. Umi dan Abi tidak percaya akan hasil laborat Kak Farhan, keduanya periksa lagi di rumah sakit lain tempat, tetap saja hasilnya sama ; kangker darah. Dirumah sakit pun Farhan masih aktif, Dara tidak percaya kakaknya bisa sakit, mungkin Umi salah. Dara yang kecil dan pintar walau sering kesal dengan kakaknya, Dara tahu kakaknya baik. Buktinya selepas pulang dari rumah sakit Apel merah yang diberikan oleh penjenguk dibawa ke rumah Oding untuk diberikan neneknya. Tapi sayang mereka sudah pindah tempat, nenek meninggal , Oding dibawa saudaranya. Oding yang gagal sekolah karena tidak ada biaya membuat Farhan ingin bilang Uminya, siapa tahu jika Umi punya uang banyak bisa bantu Oding bersekolah lagi.
Kak Farhan suka sekali dengan bunga ia hampir mengoleksi seluruhnya, Farhan mirip Umi yang menyukai bunga. Sebelum jatuh pingsan Farhan berpesan pada Dara agar bunga-bunga yang telah ditanamnya dibagikan kepada teman-teman yang pernah dinakalinya.
Novel  Kakakku Sayang ini sukses membuat saya menitikan air mata pada bagian endingya. Ada banyak hikmah yang terkandung di dalamnya. Bukan pemaparan keusilan anak saja namun diberi hal-hal positif lain.
Apakah nanti Oding akan bertemu dengan Farhan dan Dara lagi? Bagaimana keusilan Farhan ini bisa berhenti dan bagaimana cara dia meminta maaf? Lalu sakit Farhan akankah sembuh?

*) Peresensi : Nyi Penengah Dewanti. Mahasiswi smester tiga STIE Semarang, fakultas Manajemen.

2 comments:

  1. Seneng nyi kamu mulai blogging lagi, happy blogging ya nyi :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat