Wednesday, 23 July 2014

[Book Review] Apple Wish



Judul                           :  Apple Wish
Penulis                         :  Alfian Daniear
Penerbit                       :  Ice Cube
Terbit                           :  April 2014
Tebal                            :  viii + 192 hlm.
ISBN                             :  978-979-91-0709-1
Review                          :
Bermimpi dan Cara Mewujudkannya

            Apple Wish, bercerita tentang masing-masing tokohnya saat mereka mengalami kegagalan mewujudkan mimpinya. Dimulai dari Nathan penulis amatiran yang ingin bisa menembus #1 New York Times best Seller lalu ditentang papanya karena menulis membuat nilainya jauh dari memuaskan. Yourissa bermimpi menjadi juara dunia bulu tangkis, namun dalam ajang Kejuaran Bulu Tangkis beregu SMA itu ia gagal. Dikarenakan ia patah hati.
            “Kekalahan bukanlah momen untuk ditangisi. Kekalahan adalah momen di mana kamu harus menyadari bahwa kamu harus berlatih lebih giat. Kekalahan adalah satu bekal untuk menjadi juara sejati di hari esok.” (halaman 164)

         

Monday, 21 July 2014

[Book Review] Little Edelweiss


Judul              : Little Edelweiss
Penulis            : Nita Trismaya
Penerbit          : Moka Media
Cetakan          : Pertama, Juni 2014
Jumlah hal     : vi + 162 halaman
ISBN               : 979-795-847-7
Review            :

Jangan Membohongi Diri Demi Gengsi

                Cinta adalah rahasia kekuatan alam bawah sadar, setebal dan setinggi apa pun dinding yang terbangun jika cinta sudah turun tangan dengan mudah ia akan menembusnya. Kika dan Dea adalah sama-sama orang yang berarti buat Arka. Dea masa lalu dan Kika sahabat sejati. Arka yang mencintai gunung selalu menceritakan keindahan alam yang terlukis oleh Tuhan kepada Kika, sehingga gadis itu tertarik untuk mengikuti jejak Arka; menjadi bagian dari Narapala. Eksul pencinta alam dari SMA Tirta Nusantara, SMA Arka dan Kika. Meskipun Mama, Papa dan juga Brian gebetannya melarang Kika keukuh mengikutinya.
Ia ingin menjadi gadis yang tangguh dan tidak manja. Pun ketika pelantikan anggota narapala diadakan di gunung Kencana, Kika tersesat. Patah semangat karena berkali-kali jatuh, tertempel pacet, sendirian tanpa perlengkapan pendakian dan nyaris terserang hiportemia Kika membuktikan dirinya mampu melewati semuanya. Tentu saja karena Arka yang menemukannya.
“Gue nggak akan pernah maafin diri gue sendiri kalo sampe ada apa-apa dengan Kika.” (halaman 43)
           

Thursday, 17 July 2014

[Book Review] Sebelum Aku Menjadi Istrimu






Judul              : Sebelum Aku Menjadi Istrimu
Penulis            : Deasylawati P
Penerbit          : Indiva Media Kreasi
Tebal buku     : 224 halaman
ISBN               : 978-602-8277-71-6
Tahun terbit    : Februari 2013
Review : 

Mempersiapkan Diri Sebelum Menjadi Istri


            Banyak lajang yang bertanya-tanya pada saudara, pada keluarganya dan teman-temannya bagaimana persiapan menjadi seorang istri. Tahapan dan langkah apa yang harus ditempuh agar ketika hari H tidak panik dan ketakutan. Buku Deasylawati Prasetyaningtyas ini mengupas habis bagaimana kita harus bertindak. Ada 6 bab yang diusut dalam buku ini, pertama ‘Bersaing dengan Bidadari’.
            Ketika kita sebagai muslimah ini bercita-cita agar mendapatkan suami yang beriman dan shalih maka suami yang jenis seperti ini pulalah yang sangat diidam-idamkan oleh pada bidadari di surga itu. (halaman 12)
            Singkatnya para bidadari akan merebut suami kita yang beriman, jikalau kita tidak memertahankan suami yang sudah kita cintai. Namun ada cara yang bisa mengungulkan kita untuk mengalahkan para bidadari yaitu; memperbanyak ibadah kita kepada Allah.
            “Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?” dan jawaban Rosullullah juga sangat simpel, “Karena sholat mereka, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah.”
Bab kedua membahas wanita yang baik untuk laki-laki yang baik pula. Karena untuk mendapatkan sesuatu yang baik kita harus memperbaiki diri terlebih dahulu untuk menjadi baik. Allah tidak akan menzalimi orang yang senantiasa berusaha ke arah kebaikan. Dalam suatu hadis Rasul menetapkan panduan untuk kita pilih.
            “Dari Jabir ra. Sesungguhnya nasbi Muhammad saw. Telah bersabda, ‘Sesungguhnya perempuan itu dinikahi karena agamanya, hartanya, dan kecantikannya. Maka pilihlah yang beragama.’”(HR. Muslim dan Tirmidzi)

Tuesday, 15 July 2014

[Book Review] Kakakku Tersayang


Judul : Kakakku Tersayang
Penulis : Nurhayati Pujiastuti
Terbit : November 2012
List Price : RP 17.500
Penerbit : Lintang Indiva
ISBN : 9786028277679

Review:
Sayang dan Kehilangan

Cerita diawali oleh Dara dan Farhan yang berlari ketakutan karena ulah Farhan yang menimpuki pohon mangga milik orang. Mereka berlari dikejar anjing pula, Farhan bisa berlari kencang namun naas bagi Dara yang kejebur dilubang. Membuat keduanya ketakutan ketika pulang ke rumah. 
Kak Farhan yang mengaku sakit perut pada Ibu guru ternyata berpura-pura dan memilih ke kantin untuk jajan. Setiap kali Farhan nakal ia selalu mengeluarkan mimisan, darah mengalir dari hidung dan selalu begitu. Farhan juga mencuri bunga mawar putih milik Bimo. Bimo ketakutan dimarahi Mamanya.  Farhan juga mendorong Aisyah ketika berebut keluar pintu ketika kelas berakhir. Panggilan Ibu guru tidak digubrisnya.
Dara yang dimintai Kak Farhan menunggu di depan sekolahan malah pergi dengan Cindy untuk meminjam buku baru yang dibelinya. Cindy memiliki 2 rak buku di rumahnya yang dipinjam-pinjamkan, semacam perpustakaan kecil-kecilan. Farhan yang tahu Dara tidak ada di tempat jengkel lalu memutuskan pulang terlebih dahulu. Farhan sebal ketika Dara sering mengadu kepada Uminya.

[Book Review] Braga Siang Itu




Braga Siang Itu. Gambar diambil dari Andi Publisher


Penulis            : Triani Retno A
Judul              : Braga Siang Itu
Penerbit          : Sheila (Imprint Penerbit Andi)
Cetakan          : 2013
Jumlah hal.    : iv + 140 halaman
ISBN               : 978-979-29-4157-9
Harga             : Rp 29000
Kategori         : Fiksi (Kumpulan Cerpen)

Review            :    

Luka-Liku Kehidupan

                Ketika melihat judul buku tersebut yang diupload oleh penulisnya via facebook, saya bisa memastikan langsung bawa Braga adalah nama suatu tempat di Bandung. Mengingat sang penulis, “Teh Eno” selalu menuliskan karyanya dengan setting di daerah tersebut dan beliau juga tinggal di sana. Ketika ada giveaway buku tersebut di blog kak Atria langsung saja saya ikutan nggak mau ketinggalan.Alhamdulillah saya memenangkannya.
                Lima belas cerpen dalam buku ini mengisahkan seputar kehidupan yang kebanyakan tokoh utamanya perempuan. Teh Eno lihai dalam mengambil ide dalam kesehariannya, di setiap ceritanya saya bisa menebak bahwa beberapa karakter dalam tokoh ini adalah murni beliau, melihat ada anak kembar, single parent dan beberapa hal yang merujuk ke sana. Bukan membicarakan si penulis namun saya envy keproduktifitasan beliau dalam meracik cerita.
                Braga Siang Itu, judul yang diambil dari novel berlatar Mei 1998 dan Januari 2012. Kisah Ben dan Fei, mahasiswa dari sebuah universitas yang ingin memperjuangkan hak rakyat dengan mengadakan sebuah demonstrasi. Ambisi Ben untuk membela kepentingan rakyat berputar balik haluan. Fei kehilangan Ben yang dulu, Ben sudah berubah dan hadirlah sosok Ron sebagai penengah sekaligus seseorang yang baru dalam kehidupan Fei.
                Bunda, Ibu yang Tak Pernah Ada, tokoh “aku” yang mengagumi sosok Rahmi; gadis kecil yang menjual jasa tenaga untuk membawakan belanjaan berat di pasar yang enggan dibawa sang empunya. Si Aku suka mendengarkan cerita dari Rahmi yang memiliki latar belakang keluarga harmonis. Si Aku ingin bertukar tempat dengan Rahmi, namun di kemudian si Aku ini merasa jauh lebih beruntung dari seorang Rahmi.

Sunday, 13 July 2014

Pesta Laut "Nyadran" di TanggulMalang

Benih kenangan kutanam dalam ingatanku, di mana tangan dan tubuh tak sanggup lagi menjangkau ...
Nyadran adalah sebuah upacara yang dilakukan masyarakat Jawa Tengah. Jujur saya belum pernah sama sekali mengikuti tradisi tersebut. Di desa saya Cepiring, Kabupaten Kendal acara Nyadran dilaksanakan satu kali dalam setahun. Dan kebetulan sahabat saya Lya See Beargirl yang rumahnya dekat dengan pesisir pantai mengajak saya mengikuti acara itu. Pagi-pagi saya dijemput oleh Lya, panggilannya. Lalu kami menuju rumah sahabatnya Ulfa di Pidodo. Saya disuguhi opor dan lontong sodara :-D *emang lebaran kali ya?


Narsis Berbuah Manis

Sisa-sisa yang terekam dalam ingatan ...

 "Kita hanya memilih, hasil akhir adalah urusan-Nya"

Pukul 5.30 pagi kakak saya sudah mencuci mobil tuanya yang paling disayangi, entah kenapa hari ini begitu semangatnya seisi rumah saya. Bukan barang-barangnya tapi penghuninya :D **lirik ibu yang lagi beberes dapur, ** lirik kakak yang lagi nyuci mobil. Apa karena tanggal 9 Julil 2014 ya? coblosan untuk pilpres kali ini membuat kakak saya begitu antusias.

"Nanti, kalau lembar kertas coblosnya dicek dulu di depan panitianya. Kalau udah ada yang kecoblos sobek aja di depan panitianya," wejangnya penuh semangat kepada ibu. Ibu manggut-manggut, saya asik online :D
"Lha kok uwes dicoblos ndisek?" jawab ibu saya **saya ngelirik, krikk ... krikk...
"Memang, saiki akeh seng curang," ujar kakakku selanjutnya. Ibu mengangguk tersenyum ngelirik saya, saya nyengir. Seekstrem itukah? jadi degdegan, mengingat ini kali pertama saya akan mengikuti pemilihan calon presiden.