Saturday, 15 March 2014

Book Review "The (Un)lucky Girl"

Judul: The (Un)lucky Girl
Penerbit: Stiletto Book
Penulis: Loyenk Rap
Harga: Rp 34.000
Tahun Terbit: Cetakan I, Maret 2013
Tebal Halaman: 160 halaman
ISBN: 978-602-7572-13-3

Biarkan Anak Berkembang Sesuai Kemampuanya

Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Jangan pernah memaksakan kehendak orang tua kepada anak, karena anak mempunyai hak untuk berkembang sesuai kemauannya.
Dahulu Helen memiliki mimpi menjadi penyanyi, tetapi keinginan itu ditentang keras oleh sang ayah. Tawaran produser dari Jakarta pun tidak mampu direngkuhnya. Ia menelan bulat mimpinya. Selepas SMA ia dilamar oleh Panca Buwana. (halaman 6-7)
Ketika Serenada lahir, Helen kembali menemukan jalan. Diarahkannya Serenada kecil untuk mengikuti serangkaian banyak les di luar jam sekolahnya. Les vocal, les nari, les drama, modeling, les piano, dll. Nada tidak memiliki akses untuk bermain bersama teman-temannya, jadwal Nada diatur ketat oleh Helen, mamanya.
Diam-diam Serenada menarik napas. Duh, Mama! Kapan kau akan berhenti menyiksaku? (halaman 12)
Sahabat Nada, Carmen mengajak Nada bermain Barbie di rumahnya. Diutarakanlah keinginanan Nada meminta izin mamanya. Namun mamanya tidak memberi izin, keesokan paginya Nada dibelikan seperangkat boneka Barbie lengkap dengan rumah-rumahannya.
Sebenarnya, bukan boneka yang diinginkanya, tapi cana dan keceriaan bersama teman-teman. Bagi Serenada, dia tak ubahnya seperti Barbie, menjadi boneka manis untuk mewujudkan mimpi-mimpin mamanya. Masa kecilnya telah dirampas dengan berbagai les bakat yang tak pernah diinginkannya. Mengadu dengan ayahnya Panca Buana pun tak mendapatkan respon. Ayahnya sibuk bercengkrama dengan botol-botol  yang memabukkan. (halaman 14)
Keluarga Helen bukanlah keluarga yang diberi limpahan materi, namun Helen harus berusaha keras mencari uang itu oleh bantuan Sundari. Sementara Panca Buana lebih sering bermabuk-mabukkan di resort pinggir pantai. Tanpa sengaja ada orang yang menyenggolnya, perkelahian pun tak terelakan. Dibantu seorang wanita yang bernama Selly, ketika bangun tidur Panca kaget dengan tubuh tanpa busana.
Di usia (16 tahun) Helen sudah berancang-ancang mengikutkan Nada dalam festival menyanyi berskala besar. Namun lagi-lagi terpentok biaya, Panca dipecat karena etos kerjanya yang suka mabuk-mabukkan. Ketika Helen meminta Panca untuk mencarikan pinjaman yang terjadi pertengkaran hebat. Tidak punya pilihan Helen menelephone Sundari kembali meminta bantuan dengan syarat yang harus dipenuhi. Dari kota kecil Mempawah, Pontianak, hingga audisi di Jakarta Dewi Fortuna menaungi Nada.
Sementara Carmel sahabatnya gagal, ia menaruh dendam yang besar pada Nada. Carmel menyesali kenapa dirinya selalu kalah. Ia pun turut pergi ke Jakarta mengadu nasib sebagai model atas bantuan Selly, teman mamanya yang memiliki link-link agency model. Carmen merangkak pelan dari model pembantu, hingga ia bertemu Nada untuk pembuatan video klipnya.
Carmen gengsi untuk menerima tawaran itu, dilain pihak ia harus beradu acting dengan Andi Kenzo. Actor muda papan atas yang sudah melejit keseantero nusantara. Tidak ingin kehilangan kesempatan itu Carmen menyetujui. Tetapi sayang rasa suka Carmen tak berbalas, Kenzo lebih tertarik dengan Nada. Bertambah menumpuk rasa bencinya terhadap Nada, namun di depan Nada ia berpura-pura menjadi sahabat yang baik.
Karier Nada melejit bak meteor, ia menjadi seorang superstar yang digandrungi semua orang. Dalam penghargaan AMI award dirinya juga masuk dalam 5 nominasi. Semakin sebal perasaan Carmel ketika melihat Nada dan Kenzo melaju di red carpet. Tetapi ia memiliki kesempatan naik ke podium membacakan nominasi dengan Kenzo. Dan lagi-lagi ia harus menelan kecewanya, karena nama Serenada menjadi pemenang dalam 3 kategori.
Di tengah hubungannya yang semakin mesra dengan Kenzo dan karier yang berada di atas awan. Serenada memiliki ujian dilain sisi, keluarganya yang tak bahagia mencuat menjadi santapan media berita. Nada mulai promo ke daerah-daerah yang sudah dijadwalkan untuk manggung. Ketika tur konser itu singgah di Makassar, Nada berkesempatan pulang ke rumah. apa yang didapat, mamanya malah pergi. Kejutan ketika ia bangun pagi adalah suara bertengkar kedua orangtuanya.
Kenzo yang ingin menikmati hari-harinya yang sudah tersita dengan kerja, malam itu mampir ke club malam. Oleh ajakan Desie teman sekontrakan Carmen juga datang ke club itu, ia mendekati Kenzo yang tengah asik berkumpul dengan teman-temannya. Kenzo menjawab seperlunya jika ditanya, Carmen merasa dilecehkan. Lalu tiba-tiba wartawan datang bertanya, tidak ingin dicap sebagai actor yang sombong. Kenzo melayani sesi tanya jawab itu. beredarlah berita di media bahwa Carmen dan Kenzo tengah dekat. Nada sepulang dari tour merasa aneh mendapati bbm dari Kenzo. Ketika datang ke apartemen Kenzo, tidak diduga Carmenlah yang membukakan pintu tersebut. Mada melihat dengan matanya Kenzo berselimut tanpa baju atasan. Nada kecewa dan merasa telah dikhianati.
Melarikan diri dari masalah ternyata tidak menyelesaikan masalah dengan baik. Malah menambah masalah semakin rumit. Nada meninggalkan acara live music yang sudah ditandatanganinya. Pihak stasiun tivi tidak terima dan mengajukannya ke meja hijau. Kepanikan tidak hanya dari sisi pekerjaan, dari sisi keluarga pun datang bertubi-tubi. Orangtuanya akan bercerai. Pertemuannya dengan Vino yang telah direncanakan Carmen, sukses membuat Kenzo bertengakar dengan Nada.
Perlahan Serenada membuka botol itu dan memasukkan segenggam pil ke dalam mulutnya dengan segelas air putih. Tak sampai lima menit, zat adiktif dalam obat itu larut ke dalam darahnya. Matanya mulai berat. Tubuhnya seringan kapas. Detik berikutnya, dia sudah tertidur disofa. Pulas seperti tak pernah terbangun kembali (halaman 152).
Apakah yang akan terjadi pada ending dan bagaimana Nada menyelesaikan segala masalahnya? penulisnya lihai sekali memahami dunia showbiz Indonesia. Terlebih karena penulis adalah seorang penyiar dan karyanya sudah sering wara-wiri. Soal setting, alur, plot, dan penokohan diracik apik. Recommended untuk yang ingin menulis novel dalam setting dunia keartisan sebagai referensi.

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat