Wednesday, 8 May 2013

Book Review "Sebenarnya Cinta"


Judul : Sebenarnya Cinta

Author :Guntur Alam

List price : Rp 35.000

Penerbit : Rumah Kreasi

ISBN : 0000097179

Tgl terbit : 00-04-2013

My Review:


“Cinta bisa tumbuh perlahan dari kebersamaan. Asal komitmen dan kepercayaan semua bisa berjalan dengan baik” [halaman 182]

Di usia 24 tahun Vivi hanya 2x berpacaran selama hidupnya, saat SMP dan SMA. Masa kuliah ia tidak sempat menikmati masa-masa jatuh cinta. Hidupnya dipenuhi kekangan oleh senior tingkatnya Jiero. Senior yang angkuh, tidak berperasaan, dingin, tetapi ganteng dan menjadi rebutan di sana-sini. Vivi sama sekali tidak tertarik, harinya dihabiskan dengan sahabatnya Beni.
Selepas lulus kuliah Vivi bekerja jadi penyiar radio, lalu memutuskan mendaftar menjadi editor sebuah penerbitan terkenal. Pengalaman Vivi yang nol tidak membuatnya minder ia terus melaju gambling dengan kesempatan. Tak dinyana fortuna itu jatuh dipelukan Vivi, ia diterima, dan impian terwujud. Mimpi yang indah itu tergagalkan oleh kehadiran Jiero, yap senior yang angkuh, cuek, orang yang paling dibenci oleh Vivi menjadi atasannya ditempat itu. Haruskah Vivi resign? Apakah ia sanggup menerima penindasan lagi seperti di kampus dahulu. Otak Vivi berputar-putar flash back ke masa silam.

Kegaharan Jiero perlahan lenyap tergantikan kelembutan yang luar biasa, apakah in I bagian dari rencana Jiero yang baru? Desak Vivi terus menerus dalam hatinya. Tokoh-tokoh dengan karakter lain juga bermunculan, Nadia yang judes selalu menghina Vivi. Maya yang supel, Dani yang baik hati, dan Pak Iben yang bijaksana.

“Sepahit apa pun kejujuran, ia akan lebih manis Daripada kebohongan” [halaman 165]
Vivi menolak ajakan Beni ketika weekend untuk jalan, tetapi Vivi menerima ajakan Jiero untuk makan malam, hati Beni mendadak hancur dan ia sakit. Vivi yang merasa bersalah lalu berusaha mejenguk Beni, pengakuan terpendam Beni mencuat. Begitu juga Dani, lelaki yang dianggap satu-satunya teman, berbagi keluh di kantor kenapa mendadak jadi mengatakan sukanya pada Vivi. Ditembak cowok sekaligus tiga dalam waktu bersamaan tidak mudah. Semuanya berarti, semuanya memiliki tempat di hati tersendiri. 
siapakah nantinya yang akan dipilih Vivi? baca aja kisahnya dan beli segera di toko buku terdekatmu :D

“Karena cinta tidak bisa memilih kemana ia berlabuh” [halaman 156]
Novel ini gaya menulis ngepopnya Guntur Alam menurut saya, karena tulisan Guntur Alam yang selama ini saya baca di Koran maupun majalah adalah tulisan yang puitis, nyastra, pesan-pesan yang tersamar tertulis halus. Tapi tidak dengan novel ini, namun saya menyukai semuanya, tapi kenapa saya lebih menyukai gaya bercerita Bang Guntur di novel Jurai ya :D

Aih … jadi semua tergantung pada selera pembaca, seorang penulis harus bisa professional menulis dalam jenis genre apa pun, dan Bang Guntur menguasainya, salut. Novel ini ditulis runut, sesekali flash back. Saya tidak merasakan hentakan-hentakan keras seperti cerpennya yang kadang ditulis thriller. Padahal saya berharap si Jiero akan melakukan hal-hal ekstrem yang bisa membuat saya terkesima ketika membaca, novel ini.
Kekurangan novel ini adalah typo yang tejadi di beberapa halaman : Jnagan-jangan  [86] Perlahanla [121] seornag [107] tiket [109]
Kelebihannya:  Tokoh, setting, karakter, alur, pov, penyajian cerita, dialog, semuanya halus dan membuat saya mengambil keputusan. Cinta itu apa yang ada dalam hatimu, tidak harus menerima karena rasa kasihan atau hal apa pun. Mulailah jujur pada hati, meski terkadang bisa melukai.
Saya jatuh cinta sama Jiero hihihi dia lelaki yang romantis walau terkadang sedikit egois. Saya juga jatuh cinta sama Dani, nggak sombong dan baik hati, aduh apalagi Beni, dia setia menemani --"
saya jatuh cinta semua sama tokoh cowok-cowok yang matang dalam novel ini hihihi :p
 



0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat