Monday, 25 February 2013

Review Book : Dua Wajah (cinta si buruk rupa)

Judul : Dua Wajah (cinta si buruk rupa)
Penulis : T. Sandi Situmorang
Halaman : 124 hlm
sheila (imprint Penerbit ANDI), yogyakarta 

Review Book : 

 Tinggi, putih, kurus, hidungnya pesek, lobangnya gede banget, bibirnya tebal, rambutnya ikal adalah penggambaran sosok Han (pemeran utama dalam cerita ini). Ia hanya memiliki 1 teman yang merangkap juga sebagai sahabat satu-satunya Han, di SMANya nama dia ialah: Dodo. Dodo mengira bahwa si Han ini orang miskin, karena setiap kali Dodo ingin main ke rumahnya tidak diizinkan. Padahal Papa dan Adik Han sering menyuruh Han pergi ke sekolah membawa mobil, dasar si Han yang sederhana, ia enggan menunjukkan kekayaannaya. 

Han mengincar bidadari di sekolahnya yang bernama Keke. Han yang mencintai Keke dan memendamnya merasa harus meluapkan sesak di dadanya. Akhirnya ia bercerita kepada Dodo tapi dengan inisial nama yang di rahasiakan, sampai suatu ketika ia mengambil buku Han yang disembunyikannya. Baru ia tahu bahwa Han mencintai Gerandong (panggilan untuk Keke dari Dodo). 

Han yang minderan, Han yang selalu gemetaran tiap kali melihat Keke memberanikan diri datang ke rumah Keke, untuk mengutarakan cintanya. Keke meminta satu syarat agar Han menembak di sekolahnya, pada jam istirahat di kantin. Datang dengan wajah yang ceria, membuat Dodo penasaran apakah Han baik-baik saja. Dodo juga curiga dengan permintaan Keke besok di kantin. Sampai seluruh murid melihat kejadian yang membuat Han memutuskan pergi selamanya dari sekolah itu. Tidak ada yang tahu Han ke mana perginya termasuk Dodo.

Lebih setahun kemudian ...

Aku mengira Han telah mati, aku juga mengira Han tidak akan diceritakan lagi setelah ini, tapi ternyata aku salah. Cerita masih berlanjut dan makin seru, dengan olahan apik campuran komedi teracik di dalam novel ini. Datang kembali tokoh baru Bimo, aku juga mengira Bimo ini adalah adik, atau sepupu Han untuk membalaskan dendamnya. Setting cerita pindah berada di Kampus. Dari sini Keke jatuh cinta setengah mati pada Bimo. Bimo yang dinginnya ngalahin kulkas membuat Keke semakin penasaran dan harus mendapatkan cinta darinya. Beberapa cara licik gagal dilakukan Keke, sampai Bimo dijebak di rumahnya. Bimo yang tidak mudah dikelabui mengendus kelicikan tersebut. Lalu dimulailah runutan bab penutup yang membuat kita tercengang, busyet ... Aku nggak nyangka ini cerita dibikin kayak begini. 

So buat kalian yang penasaran silahkan beli novelnya di toko buku terdekatmu. Waktu itu aku beli tanggal 23 Februari di Toko Buku Agung; Citraland Semarang. Pas ada sale :D hihiihi buruann!








0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat