Wednesday, 26 September 2012

Kontes Kenangan : Lebaran di Ranah Rantau



Lebaran tahun 2012 ini saya merasa lebih beruntung dari 3 tahun sebelumnya, karena 3 tahun yang terlewati membuat saya tidak bisa merasakan bagaimana rasanya sholat ID, bersalam-salaman, dan bertemu dengan orang-orang senasib seperjuangan, atau sekadar mengalunkan takbir berjamaa'ah.

Tahun ini tahun keberuntungan, karena tidak lama lagi saya akan menyandang status sebagai alumni sebuah lulusan universitas kehidupan. Dalam balutan jilbab dan gaun panjang, aku dan sahabatku Mei berangkat naik kereta menuju lapangan di distrik Shatin. Di Hong Kong tempat sholat ID dipisah menjadi beberapa tempat, karena waktu dan keadaan yang tidak mendukung untuk bisa sampai di Causeway Bay pada jam yang sudah disepakati pukul 9:00 pagi berlangsungnya sholat, apalagi yang siang baru bisa keluar libur otomatis mereka meniadakan untuk ikut sholat, apadaya namanya juga ikut orang. Maka saya memilih tempat terdekat Shatin, juga sebagai sarana berkumpulnya temu silaturahmi dengan teman-teman.

30 menit kami sampai, lalu mencari tempat, panitia-panitia membantu kami meratakan shaf. Gema takbir mulai mengudara membelah padang yang luasnya tak seberapa besar ini, awan-awan terlihat cerah menanungi kami, sejuk, tanpa panas. Aku dan Mei dan ratusan perantau melafal takbir, dada berdebar, hati bergetar, mata mulai nanar, dan bibir gemetar. Mei sudah mengusap matanya dengan sebuah tisu. Aku tersenyum, dan menatapnya hangat.

"Aku nggak kuat, Nduk," katanya di sela isak tangis. Aku menatap ke arah imam dan ratusan orang yang masih terus datang berlalu lalang mencari tempat untuk sholat.

"Aku seperti udah kebal Ce," kataku membalas, "tahunan di rantau membuat semuanya seperti terbiasa."

Yup! tidak pernah ada yang spesial di hari lebaran. Ibuku menerima tawaran bosnya untuk ikut ke Jogja, karena dua rewang bosnya mudik. Kakak tertuaku laki-laki juga ke Jogja melewati malam takbiran dan lebaran bersama temannya, adik kecilku yang juga cowok memilih pergi ke Solo menginap di rumah sahabat, yang juga tetangga dekat kami. Ayah ...? no body's know where are you now? but we trust,  God will save you Dad ... tahun-tahun lebaran tanpa keluarga yang utuh, pagi sekali aku sudah menelepon ibuku meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang pernah kulakukan sengaja atau pun tidak. Suara ibu tertahan berganti isak halus, nadanya menjadi bindeng, dan terlihat sesekali menarik sesak hidungnya yang penuh lendir bening penyebab tangisan. Aku masih bergeming tidak bisa menangis, entah terbuat apa hatiku ini, aku berpamitan pada ibuku, daripada lama-lama membuatnya lebih meneteskan air mata.

Sholat ID selesai, kami mencari tempat untuk berteduh menggelar plastik yang telah dibeli di warung dekat rumah untuk digelar. Kami menemukan tempat yang pas di bawah jembatan, masing-masing dari kami membawa masakan sendiri-sendiri lalu menyantapnya bersama. Aku memasak kupat dan bakwan, temanku yang lain membawa pecel, berkedel, opor, sambel goreng, kare ayam, dan beberapa menu lain yang kami nikmati bersama-sama. Setidaknya kebersamaan ini menjadikan kami lebih bisa saling melengkapi tanpa keluarga yang sebenarnya ada di sisi. Setelah perut kenyang, satu per satu temanku menelepon ke kampung halamannya, dari wajah yang sumringah, bercampur tangis, dan sembab mewarnai raut muka mereka. Aku menatap tersenyum,  berilah kekuatan untuk jiwa-jiwa yang tabah Tuhan, kuatkanlah dinding pertahanan rindu yang bersemayam dalam-dalam, desisku dalam hati.

Sejauh apa pun perjalanan, berapapun mil jarak yang membentang, kita selalu butuh rumah untuk berpulang. Dalam dadanya, setiap lembut belainya, kepala ini sering kali ingin melesak seterusnya, karena di sanalah tempat ternyaman yang paling sempurna; pelukmu Bunda, kasih sayang, dan cintamu tak pernah tertandingi oleh sesuatu apa pun di dunia.

Gaung takbir melafal dari bibir, semoga Engkau mengampuni dosa-dosa yang pernah kami ukir, Ya Rabbku ...

Ketupat bikinanku, yeeaaa .... 

Sholat ID belum mulai jadi bisa jepra-jepret dulu :D

Panitia masih ngelurusin shaf-shaf 

Shatin Park, tempat berlangsungnya sholat ID

Jembatan itu yang aku tuju untuk duduk-duduk bersama teman-temanku

View belakang jembatan

Agak sorean mendung datang, untung kita di bawah jembatan  jaga-jaga kalau hujan datang

Ada kakek-kakek mancing setelah hujan, tuh kan tanahnya basah :D iseng motret abis viewnya cakep

Kalo diedit diterangin bagus banget ini :D belum sempet jadi seadanya, normal but sempurna kan? Inilah beberapa kenangan pada saat lebaran ID yang sempat terekam dengan tulisan dan gambaran, happy idul fitri, mohon maaf lahir dan batin :)

Tulisan ini dikutkan dalam rangka "Kontes Kenangan"
Blog Sumiyati-Raditcelluler
Wish me luck, bismillah 




Tuesday, 18 September 2012

Review : Dunia Trisa

Judul: Dunia Trisa - Pergilah Kemana Mimpi Membawamu
Penulis: Eva Sri Rahayu
Editor: Herlina P. Dewi
Tebal: 296 halaman
Harga: 40.000

Sinopsis:

Trisa, seorang wanita enerjik berumur 25 tahun, sangat terobsesi menjadi akrtis terkenal. Sayangnya, dunia entertainment yang penuh persaingan, seperti tidak memberinya kesempatan. Hal itu hampir membuatnya frustrasi.

Status DO dari tempat kuliahnya sudah disandang sejak dia sibuk casting dimana-mana. Hubungan rumitnya dengan tiga laki-laki semakin membuat hidupnya kalang kabut. Bian, seorang vokalis band terkenal yang menganggap Trisa sebagai cewek gampangan. Desta, sahabat setia sekaligus orang yang mencintainya dengan tulus, didepaknya hanya karena Desta bukan selebriti. Dan terakhir, Adam, manajernya sendiri. Hampir saja Trisa memilih Adam, seandainya saja dia bukan pria yang dicintai Errie, seorang sutradara yang akhirnya bisa mengangkat karirnya. Di tengah masalah yang menimpanya, dia juga harus kehilangan sahabat terbaiknya.


Mampukah Trisa bertahan? Apakah Trisa bisa meraih semua mimpinya? Dan, siapakah sebenarnya pria yang mampu merebut hatinya?
=======================================================================

Review by Nyi Penengah Dewanti


Kisah yang sederhana tapi membekas, Trisa itu wanita ceroboh, kuat, mandiri, enerjik, dalam mewujudkan mimpinya. Dari proposal yang ditolak dosen pembimbing, berantem sama sahabat, dunia seni peran yang belum berpihak padanya, saingan dengan seorang bintang papan atas yang nol skill akting, juga gebetan yang hanya memanfaatkan dirinya. Segudang cobaan hidup Trisa, sebanding dengan orang-orang yang mencintainya, sahabat yang sempurna, manager yang bertanggungjawab, dan keluarga yang menyayanginya. Pertama baca saya sebel banget sama Trisa, udah ditolongin sama Desta malah nyolot maki-maki di depan kantin kampus, alhasil persahabatan mereka retak hingga Trisa lulus kuliah dan bertemu Desta lagi dalam keadaan Trisa turun pamor dari dunia artis karena dijebak oleh Bian; seorang vocalis band papan atas yang redup aura starnya. di saat Trisa jadi bintang dia ikut ngebonceng pupularitas Trisa, karena dulu mereka pernah dekat, di saat susahnya, Trisa dihempasin gitu aja. Selain Trisa wanita yang kuat, ia juga pribadi yang ceroboh, apa yang ada dipikirannya sekarang nggak bisa dipengaruhi orang lain, padahal itu belum tentu yang terbaik buat dirinya, nasihat dari sahabatnya dan Adam diabaikan. Adam; manager yang Trisa cinta seperti mengabaikan dia, mungkin profesional atau ada hal lain? ternyata usut punya usut, Erri; seorang sutradara yang mengangkat karir Trisa pernah berhubungan dengan Adam. Apakah cinta Trisa bertepuk sebelah tangan? tapi kenapa waktu Trisa diajak nikah dengan Adam kenapa menolak? Bian, ingin kembali dengan Trisa, padahal dia sudah punya istri, bagaimana nasib istrinya kemudian? apakah Trisa dipoligami atau istrinya diceraikan? dan Desta, telah berubah wujud menjadi lelaki yang super cool, cinta untuk Trisa yang dipendam lama akhirnya bersemi kembali, apakah Trisa akan menerimanya, atau memilih lelaki lainnya? temukan jawabannya dalam Novel DUNIA TRISA.

Kejelekan yang saya temui dalam novel ini adalah sifat ceroboh Trisa, cara dia gelisah mengigit kukunya sampai habis. Nggak ada manusia yang paling sempurna bukan? justru kejelekan sifat Trisa itu menambah gemas pembacanya. Ada beberapa typo, juga beberapa penulisan kata baku yang salah, tapi tetep nggak ngurangin konsentrasi dalam membaca.

Keunggulan novel ini mungil, kecil dibawanya mudah. Covernya ceria dan fresh, ada moral of the story juga hikmahnya, grab it yeay! happy reading guys.

Tetimoni : Baca Dunia Trisa bikin aku up lagi dalam meraih mimpi, apalagi saat Trisa menggarap skripsinya yang super ngebut, semoga aku bisa menyusul Trisa juga mengerjakan skripsi yang penuh perjuangan tapi menyenangkan. Dia juga bekerja, mandiri, seperti aku banget, sayang kecerobohan Trisa beda jauh dong sama aku hehhee ... banyak yang ditawarkan dalam Dunia Trisa; arti sahabat, arti keluarga, arti cinta, dan arti pengkhianatan. Don't miss it, ya :) grebekkk di toko buku terdekat!!!

regard

NP Dewanti

Thursday, 13 September 2012

Three Parts of The Heart


First thanks to God who guided and led the way to keep a better life
Kasih sayang siapakah yang tak pernah takluk oleh usia? cinta dari siapa yang tak pernah lelah menghidu sungkumkan sujud terus berdoa. Hati beliau tak pernah terintimidasi oleh apapun keburukan yang diperbuat individunya? dialah kasih sayang yang mati-matian dicinta sedalam tulang sum-sumnya, kasih sayang yang tak pernah luntur dari ibunda. Dan jika ditanya tiga orang yang paling kamu cintai dalam hidup ini siapa? ibu, ibu, dan ibuku selalu yang kucintai, di dadanya terdapat pelukan paling nyaman. Di lembut belai tangannya, segalanya terasa amat menentramkan,  uhubukum fillah, ibu.

Ayah adalah nahkoda kapal keluarga, ayah adalah kepala yang mengiyakan atau tidaknya sebuah keputusan. Ayah adalah pendukung, penimang paling kokoh lengannya. Pemilik bahu yang pernah menggendongku ke atas langit dan angkasa pertama, ayah mengajariku indahnya terbang seperti burung. Ayah; lelaki pertama yang kucintai setelah Rosulullah SAW. Dan ayah, yang memperdengarkanku suara adzan, membimbingku memiliki iman tuk terus bertahan dalam satu agama, yaitu: Islam. Aku mencintaimu ayah, meski sekarang aku tak tahu engkau ada di mana, semoga doa dari kami terus melindungimu agar senantiasa berada dalam lindunganNya. Engkaulah orang kedua yang kucintai setelah ibu :')

Bersama mereka aku merasakan, hari seakan tak pernah tua. Bersama mereka bahagia, tawa, luka, kesedihan, terajut simpang siur bagai sebuah roda yang dibolak-balik. Bersama mereka berebut tahta siapa yang paling terhebat, bersama mereka hidup dilalui sangat mudah. Bersama kedua orang saudara laki-lakiku, kami bahu-membahu membahagiakan ibu. Kami selalu berusaha membuat ibu tertawa walau tanpa ayah, kami bertiga berlarian menangkap matahari yang menuju puncak langit pada sore hari. Ufuk langit yang merah membara selalu menjadi saksi bahwa kami pernah bertukar kebahagiaan. Kalian adalah orang ketiga yang menempati kebahagiaan dalam hidup, dua saudaraku tercinta, mas Bayu dan dik Rona :')

Three parts of the heart, dunia menjadi sempurna dengan cinta kalian yang apa adanya ^D^

Diikutkan dalam giveaway : Dilla Delaila
 

Waktu (menjawab semua tunggu)

Waktu (Menjawab Semua Tunggu)
Ada dua dunia absurd yang menjamahku
Takdir dan waktu
Mereka memberiku hadiah sebuah pertemuan
Seperti dua merpati kami bersulang
Saling berpelukan dan menghabiskan petualangan

Di saat aku terbangun dari malam dan mendapati pagi
Dia menghilang, tak ada lagi di sisi
Nyata atau sebuah sempana?
Entahlah …

Kehadirannya begitu sempurna
Mewakili kesedihan dan ketiadaan
Mungkin angin membawanya jauh melayang
Dan waktu tak patut untuk dipersalahkan
Aku bahagia, pernah mengenal dan mendekapnya

Jika dia berpulang
Aku tak perlu mencari keberadaanya
Mungkin disurga, atau di dalam jantungku ia bermakam
Tak perlu lagi mengharapnya
Biarlah waktu yang menjawab semua tungguku




Monday, 10 September 2012

Lomba Resensi Buku Islami

Lomba Resensi Buku Islami

Bagi kamu yang hobi benget menulis/meresensi buku, Penerbit Erlangga menantang kamu untuk berkompetisi dalam Lomba Resensi Buku Islam Penerbit Erlangga. Segera daftarkan diri kamu untuk menjawab tantangan Penerbit Erlangga ini dengan karya terbaik kamu dan dapatkan hadiahnya!
Daftar Buku-Buku yang dijadikan lomba Resensi (pilih salah satu) :
  • Terapi Hati, Amin Syukur
  • Kiamat dan Akhirat, Royani Marhan
  • Asmara di Atas Haram, Zulkifl i L.Muchdi
  • The Miracle Of Shalat, Muhammad Sholikin
  • Islamic Parenting, M.Fauzi Rachman
Hadiah:
• Terbaik 1 : Uang tunai senilai Rp. 1.000.000,- plus sertifikat
• Terbaik 2 : Uang tunai senilai Rp. 750.000,- plus sertifikat
• Terbaik 3 : Uang tunai senilai Rp. 500.000,- plus sertifikat
Kriteria dan Persyaratan lomba:
  1. Lomba Resensi Buku Islam diperuntukkan bagi mahasiswa/i dan umum.
  2. Karya resensi beserta biodata lengkap dikirimkan via email lombaresensi@erlangga.co.id dalam bentuk softcopy max 1 MB selambat-lambatnya tanggal 30 Oktober 2012.
  3. Masing-masing peserta hanya boleh mengirim 1 (satu) karya resensi.
  4. Panitia tidak memungut biaya apa pun atas lomba ini.
  5. Panitia tidak berkewajiban mengembalikan karya resensi yang sudah dikirimkan.
  6. Jika di kemudian hari panitia menemukan adanya kecurangan dari peserta yang berkaitan dengan ketentuan lomba, maka panitia berhak mendiskualifi kasi peserta tersebut.
  7. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
  8. Lomba ini tidak berlaku bagi karyawan PT. Penerbit Erlangga maupun keluarganya.
  9. Pemenang lomba akan diumumkan pada tanggal 15 November 2012 di website www.erlangga.co.id dan pemenang akan dihubungi melalui telepon.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Hotline : 021-8708512 ext. 226 (Hijrah)
Hotline : 021-87794609 ext. 228 (Ibad)
Email : lombaresensi@erlangga.co.id

 http://erlangga.co.id/current-event/7384-lomba-resensi-buku-islami.html

Saturday, 8 September 2012

...

Langit mendung tak selamanya hujan
Kadang ia hanya singgah di atap rumah kita 
Agar kita lebih waspada

Biru langit tak selalu menjanjikan tawa di lapangan kita
Kadang, teriknya membuat kita saling memukul
setelah berusaha memperebutkan sebuah bola

Ketika itu gulita sedang menutup mata 

hingga tak terasa tiba tiba kau harus jatuh di bukit yang jauh,
hingga kita lelap bersama setelah luruh sejuta warna

Tawa sudah jelas milik kita sejak itu, tapi duka milik siapa?

Setelah itu kau batu geram

padaku memendam sengkarut dendam
hingga kau tak lagi secerah mentari
bersembunyi sendiri dalam sepi
melisut dibalik kabut
tak ingin kutanya, tak ingin bicara
Ah sudahlah lupakan saja
seharusnya tak begini
aku tak ingin hari-hari menjadi suram seperti ini
aku ingin kau kembali melemparkan tawa dan cahaya seperti dulu
beginilah hidup, langit mendung tak selamanya hujan bukan?

mungkin, ia hanya ingin mengigatkan kita, untuk lebih dewasa.


I Wanna Hug You

 Cinta ...

Tak selamanya cinta yang kita punya pada seseorang harus berwujud nyata. 

Aku pernah mengenal dan mencintainya, kelelahanku menjalin hubungan kini bersandar pada bahunya, aku percaya jika suatu saat cinta ini akan berwujud sesuai kehendakNya, namun sayangnya sebelum itu semua menjadi nyata, seseorang yang kucintai telah mencintai gadis lainnya. 
Komitmen yang sudah kami bangun bersama, landasan komunikasi hariannya mengepul layaknya seseorang yang sedang merokok, mengeluarkan asap dan sekejap hilang. 
Aku mencintaimu, cinta ...
 Aku melakukan semuanya demi kamu cinta, aku berjuang untuk bisa menjadi seseorang yang kau inginkan juga. Kamu tahu rasanya cinta? setiap melihatmu bersama dia yang kau cinta, hatiku bagai dihujani ribuan paku, tercabik tak berbentuk. Mengertikah kamu cinta? semua kata rindu, suaramu, tulisan yang pernah kau gurat untukku di manapun masih sering kubaca, kuingat dalam-dalam tak pernah hilang dari memori, bagaimana dengan kamu cinta? kamu tertawa bersamanya, menghabiskan waktu melalui hari bersama. 
Aku di sini menangis, untukmu cinta ...
 Hatiku tak bisa lagi merasakan cinta selain kamu

8/9/2012 / 1:11 PM
Valais

Thursday, 6 September 2012

FF2in1, tema 2 [Ceruk Kenangan ]


FF2in1, tema 2 [Ceruk Kenangan ]

oleh Nyi Penengah Dewanti pada 6 September 2012 pukul 23:48 ·

Ceruk Kenangan


Sepi mengental, menyelipkan rindu-rindu menembus dadaku, seceruk kenangan membasuh jiwa yang sedang dilanda pilu. Mantan kekasih datang lagi dalam hidup, mengungkapkan besarnya penyesalan. Aku tak bisa berkata apa-apa, pada pertemuan yang tak kuharap pernah ada dalam bagian skenario catatan takdirku. 


“Sudahlah, lupakan,” kataku kepada mantan kekasihku untuk tidak lagi mendengar alasan kenapa ia meninggalkan. 


Awalnya memang kusesali keputusan sepihaknya, tapi waktu memberiku jawaban tanpa perlu aku bertanya mengapa dan kenapa ia meninggalkanku. Mungkin sudah jalannya begitu. Dalam dekapNya aku bertahan dan memejam. Ini pasti yang terbaik yang diinginkan Tuhan, akan ada jalan lain untuk menggapai impian, karena keinginan tak bisa selalu menjadi kenyataan.


“Jangan diungkit, aku sudah ikhlas,” bola matanya menatapku masih berharap. Bagiku sudah cukup menjadi alasan kenapa ia memilih wanita lain yang lebih dekat. Karena aku tahu, jarak yang katanya tak pernah menjadi penghalang untuk dua insan yang dimabuk cinta, ternyata masih kalah dengan godaan. Aku menyalami wanita yang mendampinginya di pelaminan.


“Selamat ya, semoga menjadi keluarga yang sakinah,” aku mencium pipi mempelai wanita itu dengan memamerkan senyum lembut. Aku merasa ada yang salah dengan pandangan mataku yang mengabur, ya Tuhan, kenapa mataku jadi mengembun begini.  Entah terharu, atau bersyukur. Keduanya sangat sulit kumaknai, karena aku sama dengan dirimu, masih manusia biasa dengan apa daya. (*)

Letter to Someone #1

Letter to Someone #1

Hei seseorang di belahan bumi lain, apa kabarmu? 
masihkah menatap langit yang biru?
atau sibuk menghitung bintang yang tak terbilang jumlahnya?
aku merindumu, seperti bait yang menulis dirinya sendiri demi mengabadikan sebuah nyilu.

Hei kamu, 
dadaku berdentum lebih cepat dari biasanya
tersebab karena kehadiranmu.

Jika malam setia memeluk bintang dan bulan,
aku ingin memelukmu dari jauh lewat udara yang pelan

Kusimpan senyummu yang kau jatuhkan 
di mimpi tadi malam, 
biarkan ia tumbuh, merekah, dan bersemayam
di dadaku yang mengakar dalam-dalam

6/9/2012/7:39 PM
Valais




Tuesday, 4 September 2012

FF : Penebus Terakhir


FF : Penebus Terakhir
By : Nyi Penengah Dewanti

Kau adalah cangkir, yang menyimpan banyak jejak di bibir.  Menyesapmu bagai kehangatan yang tak pernah ingin kuakhiri, apalagi mengingat semua kenangan yang kau ukiri. Setiap jengkal, setiap langkah, segalanya mengekal tak pernah lelah, bagaimana dengan kamu El?
Mereka bilang senyuman adalah hal yang paling tak terlupakan, tapi bagiku matamu adalah satu hal yang paling tak pernah menjemukan untuk dipandang. Bahagiakah kamu di sana El? Seperti apa rasanya tidur di atas awan yang beterbangan? Dengan harmoni indah dari burung-burung merpati yang putih sayapnya, atau langit yang biru warnanya. Semuanya indah bukan El? Seindah parasmu yang tak lekang dalam memori, segalanya masih ada di sini El, sempurna tak pernah pudar. Di atas pusaramu aku mencium bau tanah basah yang baru saja mengubur jasadmu. Aku mencintaimu El, mungkin terlambat untuk mengungkapkannya, tapi aku yakin di atas sana kau mampu mendengarnya. 
Bersabarlah El, aku akan menyusulmu setelah ini. Harus ada lagi yang dikorbankan sebagai tumbal pesugihan yang dilakukan ayahmu, dan aku mempersembahkan diriku sebagai penebus akhir. Aku tak tega El, ayahmu telah cukup renta, jika matinya sia-sia siapa yang akan membantunya naik ke surga. El, langit dan awan sama-sama jauhnya, begitupun dengan kita. Tapi aku cukup bahagia, bisa menemani jasadmu terkubur dalam hari yang sama, biarkan ruh tercerabut dari raga, tapi tidak cinta kita. (*)


*) Tulisan diikutkan dalam STIKY POST ELFRIZE



Monday, 3 September 2012

Laku.com #1 Most Favorite Online Shoping in Indonesia


“ Laku.com belanja online grosir eceran murah dan aman “




 Dulu bagi saya belanja online itu ribet, njelimet. Harus ke bank transfer uang, belum lagi smsan sama customer servisenya, untuk konfirmasi pemilihan warna baju, ukuran, dikirim ke mana. Belum lagi hasilnya yang tidak sesuai dengan apa yang saya pesan. Barang yang tampak di foto dengan barang aslinya kadang berbeda 180 %. Sejak itu saja kurang suka dengan belanja online. Seringnya blog walking membuat saya berpikiran beda. Ternyata sistim sebuah online shop itu tidak sama, saya yang kolotan atau saya yang terlalu lambat untuk tahu. Saya menemukan kesimpelan dalam aturan dari Belanja baju online.

Yang saya lihat pertama adalah tampilan webnya yang menarik, kedua barang yang ditawarkan busyeet ... lengkap amat. kemudian saya berpindah pada link testimonialnya terlebih dahulu. Saya nggak mau salah kaprah lagi untuk yang kedua kalinya. Menyesal karena telah menghabisakan banyak waktu dan kekecewaan hasil. Testimonial yang ada di toko baju online saya telusuri satu persatu. Dari kepuasan barang yang cepat sampai, barang yang mendarat dengan pacagingnya yang rapi, service yang ramah, barang yang oke high recommended, kualitas memuaskan, ada yang menuliskan mendapatkan souvernir juga. Siapa yang tak membelalakan mata dengan ucapan-ucapan yang memang benar-benar bilang fast respon.
Next saya tidak langsung tergoda dahulu untuk langsung memesan. Saya lihat barang-barang kebutuhan saya yang ingin saya beli di belanja baju online ini. Saya juga melihat anggaran saya, saya mau membandingkan juga dengan toko baju online yang lain, agar saya benar-benar puas, apakah ada letak perbedaannya. Saya baca  informasi Tentang Laku.com mereka menuliskan bahwa berkomitmen untuk memberikan pengalaman belanja online terbaik dengan memberikan pelayanan terbaik barang yang lengkap, dan harga yang kompetitif. Benar-benar bukan bisnis main-main, seperti yang saya lihat belakangan ini, marak belanja baju online dari mulut ke mulut, dari beberapa situs jejaring sosmed yang menawarkan harga bervariasi yang belum tentu sesuai kemauan saya. 
Informasi berikutnya yang saya lihat di web adalah cara membeli di Laku.com. Membuat saya menggeleng-geleng, are you seriouse? ada 5 cara, pilih yang kamu suka dan nyaman. Via email, SMS, telepon langsung, web, blackberry messenger, how come? keren sekali ... tinggal cantumkan nama, alamat pengiriman, orderan kita apa, dan nomor hape anda. Pemilihan rekening banknya juga berbagai macam. BCA, BNI, MANDIRI, BRI, CIMB NIAGA dengan satu nama ANGELINE SUTANTO. Kalau kita ragu, langsung saja kita bisa hubungi customer carenya yang bertugas. Ada enam pilihan yang tersedia, sebebasnya kita mau lewat mana, saya berdecak kembali, unbelievable. lewat email bisa, YM bisa, nomor hape, nomor kantor, BBM dan yah belanja baju online yang baru saya temui, komplit dan perfect
Setelah melakukan proses pembayaran, jangan lupa lakukanlah konfirmasi ke customer servicenya. Step terakhir, tinggal tunggu barang nyampai di depan pintu rumah. Happy shopping guys! 
*) tulisan ini diikutkan dalam SEO Kontes Laku.com

Saturday, 1 September 2012

Tips #nulisyuk dari Primadona Angela


Yaaaaa, waktunya ! :) Mari latihan menulis deskripsi!



Hindari menggunakan kata sifat berlebihan. Seperti, David tampan, baik, ramah. Susah membayangkannya. 
Dalam menulis, ketika mendeskripsikan sesuatu, sebaiknya kita melukis imaji dan rangka agar pembaca bisa membayangkannya.
Definisi "manis" terlalu luas, dan tiap orang punya pemahaman berbeda. Kembali kutekankan. Show, don't tell. 
Misal, dengan kalimat, Alissa gadis yang manis. Kira-kira kebayang nggak, penampilan Alissa seperti apa? 
Kenapa kurang bagus? Karena kurang bisa "menumbuhkan" imajinasi pembaca. 
Bagaimana mendeskripsikan benda A, B, C? Kata sifat saja. Tapi menurutku kata sifat saja kurang bagus, ya. 
Jelaskan karaktermu pribadi/penampilannya seperti apa, dengan deskripsi yang membuat pembaca dapat "membayangkannya".
Jadi latihan malam ini adalah: deskripsikan karaktermu (atau orang yang kamu kenal) tanpa menggunakan kata sifat. 
Satu hal: hindari juga mendeskripsikan penampilan karaktermu seperti ini: "David mirip Siwon. Mirip banget."
Deskripsi karakter tanpa kata sifat... ada yang bisa memberi contoh? :) 
Contoh: Penampilan Mona membuat pria meliriknya setidaknya dua kali. Satu, karena rambut panjangnya yg meraih pinggul... ...2, krn senyum tipis yg kontras dg tatapan menggoda yang ia lontarkan. Lirikan ketiga, semua pria akan mengajaknya kencan.Pasti. 
Contoh  dari Anin tadi, kita bahas ya. Mata sendu: seperti apa sendunya? Wangi menyenangkan: seperti apa?

Contoh dariku yang dibilang Kak Prima bagus, hihihihi 


Bagus, bs ditambah lg nih. RT : memandangnya dari jauh saja aku bisa jatuh cinta, apalagi kalau dekat, mungkin hatiku bisa melepuh.