Wednesday, 29 August 2012

FF : Relationshit



Relationshit

Cinta mempertemukan kita, dia membawa kita terbang, melayang, merasakan indahnya surga. Lalu cinta menjatuhkan aku di ke dalaman paling telak, aku terluka. Kamu ke mana?

“Ayu, pliss jangan merokok lagi, ya. Ini demi kesehatanmu,” kata
Aji dengan menarik rokok dari jariku yang sedang kuhisap nikmat. Dimatikannya ujung rokok yang masih menyala itu menyentuh tanah.

“Kamu masih calon, belum suami sah. Jangan sok ngelarang!” hardikku dengan mata mendelik dan menunjuk roman mukanya yang memohon. Aku menggeser dudukku, menjauhinya.


“Kamu boleh merokok lagi setelah janin itu lahir, rokok bisa merusak pertumbuhan calon anak kamu Ayu,” calon anak katanya? Aku malah ingin mengugurkannya, semakin sering aku menghisap rokok semakin cepat janin ini kepanasan di rahimku.


Kau terlalu tulus Aji, aku, dan calon bayi ini tidak pantas mendapat cintamu. Yang seharusnya bertanggung jawab atas kehamilanku adalah lelaki brengsek yang menjadi pacarku, dialah kakakmu. Dan tak seharusnya kamu menjadi tumbal penggantinya. (*)


*) 150 with title

Friday, 24 August 2012

"sad ending" yang manis

Okaaaayyy... Mari kita intip apa sih "sad ending" yang manis

Sebenarnya, lumayan banyak editor yang antipati ketika menemukan naskah dengan karakter sakit keras. 

Karena salah satu jalan mudah mengakhiri konflik adalah dengan membunuh karakter yang terlibat >.< 

Misal, ada 2 cowo rebutan satu cinta. Kalau salah satu 'dibunuh' maka cerita akan selesai kan? 

Ada lagi yang menggunakan kematian sebagai jalan mengakhiri cerita. Kalau tokoh utamanya meninggal, tamatlah ceritanya.    

Ini jenis sad ending yang sebaiknya dihindari. Karena kadang terkesan dipaksakan.  

 Tapi, kalau sad ending itu justru membuat karakternya maju? Atau belajar tentang hidup? Nah,ini istilahnya optimistic ending 

 Contohnya, dalam novel berjudul Bridges over madison county. Tentang seorang ibu rumah tangga yang jatuh cinta pada fotografer

 bu ini sebenarnya jauh lebih bahagia dengan sang fotografer, dibandingkan bersama suaminya. 

 Tapi akhirnya, ia memilih bertahan dengan pernikahannya. Pilihan ini membukakan kesadaran apa itu pernikahan dan pengorbanan

 Sad ending? Ya. Tapi, pembaca membawa banyak hal berharga. Daripada dipaksakan berakhir bahagia dengan fotografernya 

 Bagaimana dengan Message in a Bottle? Tentang seorang wanita yang tidak bisa "move on"? 

  Melalui rangkaian surat", wanita ini belajar bahwa keajaiban itu ada. Bahwa hati yang patah bisa sembuh. 

 Akhirnya, wanita itu bertemu dengan belahan jiwanya. Ia jatuh cinta lagi. Semangat menjalani hidup, hingga kekasihnya terengut

  Sad ending? Yes. Tapi, pembaca sudah mendapat banyak hal. Karakternya pun sudah bahagia. 

 Sad ending yang disajikan dengan manis sebagai penutup cerita inilah yang disebut akhir yang optimis. 




 

perbedaan pokok antara romance remaja dan dewasa

Giliran yang dewasa, nih. Apa ya, perbedaan pokok antara romance remaja dan dewasa? 

Romance ditandai dengan kedalaman masalah yang menyertainya. Ada lebih banyak unsur yang terlibat 

  Dalam romance dewasa, seringkali ada unsur dunia kerja, tekanan sosial mengenai satu dua hal, hingga masalah hidup lainnya

Beberapa kalangan akhirnya mengkategorikan novel ini dengan nama chicklit (chick literature) atau bacaan wanita 

  Baik romance remaja atau dewasa, ada syarat umum, yakni berakhir bahagia. Sederhananya, para tokoh cerita mencapai impiannya 

 Kalau remaja bisa berarti tokoh utamanya jadian. Kalau dewasa, yah mungkin merid *uhuk* 

 Tapi min, sperti kata  ngga semua cerita cinta kudu wajib happy ending, kan? 
 Ada satu lagi ending yang dipakai genre romance. Istilahnya akhir yang optimis (optimistic ending) 

 Kisah cinta yang tak sampai, tidak berarti harus membuat karaktermu terpuruk. Ada juga yang membuatnya bangkit. 

 Ingat novel "Message in a Bottle"? Nah, diakhir kisah tokohnya 'gagal' bersama kekasihnya. Tapi, ia belajar bangkit 

 Ada juga perjalanan cinta yang walau ujungnya tidak bisa bersama, membawa kebahagiaan dalam bentuk lain 

 Misal sang tokoh jadi belajar move on *lirik  atau belajar menerima bahwa cinta tak harus memiliki 

 Open ending sebaiknya dihindari. Baca sesuatu yang ngantung itu, sesungguhnya ngga asik. 

 Buatlah penutup yang menunjukkan bahwa karaktermu sudah siap melangkah menuju babak baru dalam hidupnya  

Pada akhirnya, genre apa pun yang dipilih, cerita itu harus mampu menghibur pembaca. 

 Pakailah kacamata pembaca saat menilai tulisan sendiri. Karena, pada dasarnya, kita menulis untuk mereka.

 Happy ending yang ngga jadian? Inilah yang disebut optimistic ending.



Apa aja sih, batasan yang harus diperhatikan saat menulis romance remaja?

Apa aja sih, batasan yang harus diperhatikan saat menulis romance remaja? 

Pertama-tama tidak SARA, tidak SARU. Patokannya ini berbeda satu penerbit dengan yang lain. Jadi, pastikan cek dulu. 

Adegan pacaran, misal. Karena pembaca masih remaja, tidak elok kalau memasukkan adegan ciuman *uhuk*  

Batasan ini akan berubah seiring usia pembaca. Biasanya menjadi lebih longgar. Asal tetap dalam koridor, loh. 

  Seting romance remaja sekarang bervariasi. Tidak melulu dunia sekolah. Banyak novel sudah berani mengeksplorasi topik lain
 Dalam romance remaja, penulis juga bisa memasukkan unsur lain sebagai latar belakang. Misal, konflik sosial 

 Tapi, kedalaman masalahnya tetap harus disesuaikan. Sehingga pembaca dapat menikmati jalinan kisahnya. 

 

Thursday, 23 August 2012

LEBARANKU ASIK SEKALEEE .... (Versiku)


LEBARANKU ASIK SEKALEEE ....


Ini Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya, tanpa ibu, ayah, adik, dan kakak. Lebaran yang jauh di rantau. Untunglah lebaran kali ini aku mendapatkan jatah libur, jadi kupergunakan untuk sholad id di distrik Shatin. Takbir yang kami ucapkan bertalu-talu di hati, bibir menggemakan lafal takbir, hati membasah, dan mata menangis. Kami sungguh merindukkan rasannya mudik di kampung. Kami mendambakan rasanya bisa berlebaran bersama keluarga dan saudara. Dan kami ingin sekali rasanya mencicipi opor ayam dan lontong sebagai jamuan istimewa saat lebaran. Aku menghubungi nomor telepon ibuku untuk meminta maaf, beberapa kali telepon tersambung tapi tak terangkat, aku mencoba lagi dan bisa, Alhamdulillah.
“Assalamualaikum, Buk. Ini Dewi, minal aidzin wafaidzin ya Buk,” kataku lugas.

“Podo-podo ya Nduk. Maafin ibuku juga kalo ada salah kata, Ibuk di Jogja ini,” aku sedikit heran atas pemberitahuan ibuku barusan, bahwa beliau di Jogja.


“Kok bisa Buk? Ndak lebaran di rumah to?” tanyaku penasaran.


“Ibuk diajak bos Ibu, rewangnya yang dua mudik. Ibu ndak tega lihat anak-anak nggak keurus,” jawab ibuku enteng disertai derai air mata, suaranya sudah setengah bindeng.


Lihatlah Ya Allah, di hari lebaran ibuku masih bekerja, mengurus ketiga anak bosnya. Ibu tidak memikirkan kesenangannya sendiri. Ibu, aku sungguh mencintaimu, aku rindu ibu. Aku sengaja tak bertanya kenapa ibu menangis, aku tahu ibu merindukan berkumpul dengan kami.

“Nduk, kamu telepon bapak ya?” aku diam tak menjawab, “seburuk dan sejahat bapak, beliau tetaplah bapakmu,” suara ibu memabar.

“Aku males, Buk. Mas Bayu sama adek memangnya juga telepon? Ndak to? Aku juga ndak mau,” jawabku ragu-ragu dan wajah bapakku mulai berkelebat.


“Yaudah Ndak usah ndak apa-apa,” akhirnya ibu lebih memilih mengalah. Aku menutup telepon karena harus bertemu dengan temanku, ibu juga terlihat sudah mulai sibuk bekerja, jadi aku tak mungkin mengganggu beliau.


Bapak? … Ibu selalu menempatkan bapak di tempat yang memang seharusnya. Ibu tak pernah sedikit pun membenci bapak atau menggeser bapak untuk kami lupakan, di atas kelakuannya yang tidak sepadan dengan kasih sayang ibu untuknya, di hari yang fitri ini, maafkan aku bapak, aku sungguh tak sanggup berbicara denganmu. Cukup Allah yang tahu bahwa maaf ini selalu ada untukmu. Darah kental yang mengalir ditubuhku, tak akan pernah bisa mengingkari bahwa engkau adalah bapakku. (*)

SUASANA SHALAT ID DI SHATIN

Tuesday, 21 August 2012

View Pasar Gaje :p

Sharing gambar pasarrrrrr xixiixix :p
Edisi gaje --" 

Pilihan minum yang mau dibeli, ampe bingung harganya kalo gelas sedan sekitar HKD 15/14, kalo gelas gede HKD 22/21

Temenku ce' Mei lagi ngantriin :D Akunya motret-motret gaje :D

Kedai Es Krim dengan pilihan rasa, nggak jadi beli gue, masak HKD 10 cuman dapet secontong doang, sayangkan, setelah mamamnya haus pasti makanya aku pilih minuman yang di Share Cup tadi :D #pelit yaks :p

Ini Penampakannya semacam es dawet gitu deh, tapi bentuknya bulet kayak kelereng dawetnya :D enakkkk

Penampakan Pasar lantai Dua, barang-barang sembako ada di sini

Yang digantung itu kayak semacam Rambak :D tahu nggak rambak? kayak kerupuk yang direbus bisa jadi makanan itu, yang buat campuran sambel goreng ati kalo lebaran :D

Mau turun dari lantai dua, ini menuju lantai satu

Daging, kepiting, ikan, bahan-bahan serba basah adanya di lantai satu ini

Penampakan mall di daerah Shatin, motretnya iseng sih sambil jalan, jadi nggak niat gitu, sembarang ambil viewnya

Mallnya gede banget muter adaa beberapa blog, nggak bisa mootoin semua, gue ketinggalan rombongan hihihi :D

Kabur kan? sambil jalan sih. Ini juga iseng-iseng aja :D cuman pingin ngasih bahan buat blog yang udah nggak di isi lama :D



Suasana KCR : Kowloon Canton Railway

 




Jalur Berjalanya kereta dari setiap stasiun
Mau arah Kanan atau Kiri sama aja, pilih cepetnya
jalur lintasan KCR
Bentuknya KCR itu tuh ...

Kalau ada kecelakaan atau butuh bantuan tinggal telepon

Bawah kipas angin tempat sampah. Jamnya ngingetin aku waktu di stasiun tawang huhuhu ...

Merah itu nggak tahu kereta apaan, tapi bentuknya cute banget :D
Di dalam KCR, modelnya temenku :D hihihi ...

Ini jalur dan nama tiap stasiun, jadi bisa langsung liat peta stasiun kamu mau ke mana, turun di mana, janjian di mana, beda sama indonesia, harus melongok dulu nyari papan nama tempat berhenti. But i love Indonesia so much dong <3
Mesin buat ngecek Octupus. Semacam kartu digital untuk naik transpot di seluruh Hong Kong
Mesin untuk membeli tiket masuk Kereta

Ini waktu lebaran, rameeee banget banyak anak-anak berjilbab sepanjang perjalanan waktu berangkat, ini gue udah balik jadi begitulah penampakkannya ...
Ini jalur seluruh operasi KCR di Hong Kong. Mudah saja untuk menentukan kamu harus naik kereta apa untuk berjumpa dengan sesorang, atau traveling ke suatu tempat. Nggak bakal kesasar

Monday, 20 August 2012

Kamu : Bintang di Hatiku

Kamu : Bintang di Hatiku


Aku mulai bertanya pada diriku, seberapa berartikah kamu di hati
Lalu lirih suara-suara di dalam; hati memaparkan keberadaanmu
Aku suka kamu, kamulah bintang di hatiku ...
Hampir tujuh bulan kesendirian menemaniku
Dan sekarang aku mulai merasa aku telah jatuh lagi
Jatuh untuk mencintaimu berkali-kali
Meski cinta itu jauh dari harapanku
Cukuplah aku memandang bintang di atas sana,
Menatapnya aku merasa, kau ada di sini menemaniku
Jadilan bintang, yang selamanya tak bisa tersentuh
Oleh jemari lemahku ....


Thursday, 16 August 2012

#WriterChallenge [1]

Divorce
    Apa yang dipikirkan orang tua ketika memutuskan berpisah setelah hidup bersama dengan dua orang anak yang sudah menginjak dewasa. Apakah keegoisan masih memeluk usia mereka yang sudah kepala empat. Di mana hal-hal terindah yang pernah dilalui bersama? Menghanguskah begitu saja? Aku benci perpisahan, aku benci harus melepas ke dua orang tuaku hidup sendiri-sendiri, dan mungkin saja mereka bisa mencintai hati yang lainnya. Aku nggak rela sampai kapanpun.

    Aku memutuskan untuk kabur dari rumah. Aku mengecam perpisahan mereka. Aku lebih memilih menjauh pergi dari Jakarta. Sejauh mungkin agar perpisahan itu tidak pernah terjadi. Aku meninggalkan Havid, adikku di rumah untuk memantau perkembangan orang tuaku. Kami hanya selisih satu tahun, dan aku yakin seburuk apapun keadaan dia bisa menjaga dirinya.

    Aku meraih ponsel bb dari saku celana jins Hurleyku, mencari nama Haris di layar dengan lebar 62 mmnya. Aku yakin Haris dapat diandalkan untuk soal ini. Warna hijau bergambar gagang telepon kupencet segera, nada sambung lagu kesukaan Haris terdengar kencang; Arkarna.

    “Ris tolongin gue dong, beliin tiket tujuan Bandung buat malam ini, rumah lo kan deket sama stasiun Jatinegara,” kataku meminta bantuan

    “Lo mau ngapain ke Bandung?”

    “Udah ntar gue jelasin. Sejam lagi gue ke rumah lo, harus dapet tuh tiket ya!”

    “Oke bro! Bye.”

    Aku tak perlu membawa baju banyak. Cukup dua polo tshirt, jins pendek hurley. Nike Air Force black-Voltku, bakal menemani perjalanan panjangku sebulan dan entah beberapa bulan lagi untuk menghambat perceraian itu terjadi.

    “Bang, abang yakin cara ini berhasil?” suara Havid mengagetkanku dari belakang. Kutepuk bahunya mencoba meredam pias di wajahnya.

    “Gue yakin. Papa sama mama akan mempertimbangkan niatnya untuk cerai tanpa gue. Ada baiknya juga, mereka biar berpikir, bahwa kita nggak ingin mereka pisah. Dengan cara yang kita bisa, mungkin… seperti ini.”

    “Bang kalo ada apa-apa hubungin Havid ya,” aku mengagguk dan mengusap pelan rambut adikku.

    “Cara papa-mama salah. Uang nggak bisa membeli kebahagiaan,” aku memeluk adikku sebagai salam perpisahan sementara. Dengan kekhawatirannya ia mengantarkan aku sampai ke rumah Haris di dekat Jatinegara.
    “Dapet nih, Argo Pharayangan. Tapi berangkat besok pagi jam 6, yang malam ini habis Lent. Lo nginep aja di rumah gue,” kata Haris sambil mengangsurkan tiket itu ke tanganku.

    “Kalo gitu lo balik aja Vid. Besok kalo udah sampe Bandung gue kabarin. Kan ada tante Ila di sana, jadi lo nggak usah khawatir!”

    Havid mungkin memang cowok yang kelihatan cool di sekolah. Tapi dia lebih manja ke aku yang kakakknya. Mama sama papa sibuk kerja, kita cuma di temani pembantu setiap hari. Havid yang sering melihat pertengkaran orang tua kami jadi sering meminta perlindungan ke aku. Badungnya memang nggak ketulungan, tapi dia selalu nurut dengan aturan yang kuberikan. Boleh sebadung apapun kelakuan kita, tapi jangan sampai bikin malu keluarga. Aku seolah menjadi single parent buat Havid.

    “Jadi lo ke Bandung buat kabur?” tanya Haris kaget.

    “Ini cara yang terbaik menurut gue.”

    “Harusnya lo bicarain baik-baik Lent.”

    “Udah Ris. Tapi bokap malah ngebentak gue.”

    “Perpisahan itu adalah perbedaan hidup. Perbedaan cara pandang yang mungkin udah nggak sama lagi,” kata Haris tiba-tiba bijak, “lo boleh nentang Lent. Tapi kalo cara lo nentang malah nyakitin kedua belah pihak? Apa lo tega setiap hari ngeliat nyokap lo berantem, papa lo ngasarin nyokap?” aku menggeleng cepat.

    “Gue cuma nggak mau kehilangan keduannya Ris,” aku memukul tembok yang ada di kamar Haris. Sakit, tapi sakitnya nggak sebesar yang ada di hati gue. Kenapa mama-papa mesti cerai.

    “Papamu sudah tidak mencintai mama, Nak” kata mama sebulan lalu ketika aku mempertanyakan mengapa mereka bertengkar.

    “Dulu bisa kenapa sekarang enggak Ma?”

    “Mungkin mama tidak secantik sekertaris papamu di kantor,” kata mama mengakhiri perbincangan kami dan lebih memilih menyendiri di kamar.

    Jadi papa sudah mulai tidak jujur dengan pernikahannya. Aku rela bolos sekolah untuk membuktikan omongan mama. Benar mama, sekertaris papa itu memang cantik, tapi juga licik. Aku yakin dia ngedeketin papa cuma mau memanfaatkan posisi papa saja. Sampai kapanpun aku nggak akan pernah menerima wanita itu hadir dalam kehidupan kami. Akan aku hancurin kehidupan keluarganya jika ia berani mengambil alih posisi kami, rutukku dalam hati. (*)

WriterCallenge#1




Monday, 13 August 2012

Give Away Motivasi Berwarna

Haii selamat pagi guys, ada give away nih dengan tema "Motivasi Warna", Buat yang pingin ikutan bisa langsung klik ke Motivasi Berwarna, dapatkan keterangannya di sana. Karena ini mengandung unsur tentang kode-kode HTML yang awam banget buat gue, hiks.

Nah inilah tulisan Motivasi Berwarna dari gue, setelah baca punyaku, giliranmu membuat. Semangat!!!


"Nggak punya mood bukan salah satu alasan kita malas mengerjakan sesuatu. Kerjakan sekarang, paksa otakmu untuk melakukannya, karena menunda pekerjaan sama dengan kita berhutang"


"Manusia tidak akan terlahir langsung bisa berjalan, ia membutuhkan proses dari meraba, merangkak, terjatuh, mencoba, gagal, dan tidak menyerah. Nikmati prosesnya dan kau akan tahu, rasanya nikmat sebuah perjuangan"

Notes : 

Motivasi pertama sering gue alamin sendiri, kecintaan gue terhadap dunia tulis membuat gue  menulis pada saat gue dapet mood, selebihnya gue santai dan nggak punya target, ternyata gue salah. Masalah lain seringnya gue malas menyetrika baju, akhirnya numpuk-numpuk jadi beberapa keranjang, jadi double kerjanya kan? nggak efisien, beban banget. berasa kita punya hutang sama orang rasanya. So semoga kamu-kamu sadar guys. 
Kerjakan = lega, atau menunda = berhutang.

motivasi kedua terinspirasi dari Motivasi Berwarna. Ketika gue dapet link lombanya dari sahabat gue Ila rizky, gue nggak yakin apa gue bisa ikut nih give away, secara make kode HTML yang gue nggak ngerti alias buta banget. Tapi gue harus nyoba sesuatu yang baru, gue harus belajar nggak bisa menjadi bisa. Akhirnya gue ikutin cara-cara dari Kak Marsudi, dari gimana cara bikin warna merah itu jadi warna yang gue ingini, dari gue harus ngasi space, ukuran tulisan juga gue kecilin, akhirnya jadi juga give away gue, kerenkan?

Tulisan ini diikutkan dalam rangka  Give Away Motivasi Berwarna
Wish me luck ya, Bismillah.

Saturday, 11 August 2012

Menulis Cinta #5

Menulis Cinta #5

oleh Nyi Penengah Dewanti pada 10 Agustus 2012 pukul 23:55 ·
               


For someone in the past :

Kesalahan terbesar adalah meninggalkanmu
Melepasmu dari hidupku
Setengah hati aku melakukannya
Berulang kali pula aku meyaakinkan
Ini yang terbaik buat kita

Raut tatapmu murka kala itu
Pun hatiku ikut patah seribu
Tapi aku tanpa daya
Tak bisa berbuat apa-apa
Untuk mempertahankan cinta

Maafkan aku ...
Ituu kebodohanku
Semua masih terus menghantui
Hingga usia semakin menanjak senja, kini

Valais, 8/11/2012/ 12:06 Am

Menulis Cinta #4

Menulis Cinta #4

oleh Nyi Penengah Dewanti pada 10 Agustus 2012 pukul 12:43 ·
               
Menulis Cinta #4

Dear someone would be mine,
Yang jauh di sana:

Aku mungkin belum memulai lebih dari
Tapi aku merasa akan berakhir seperti yang tak kuingini
Daripada indahnya hanya seujung duri
Aku memilih untuk mengingkari
Rasaku sendiri

Kuberi hatiku utuh
Jika kau bersungguh-sungguh
Kutarik menjauh
Bila hanya hatimu kau beri separuh

Lebih baik begini
Dan seperti ini

Aku mendambamu
Dan kau tetap
tak perlu tahu

Aku memujamu
Dan cukup
Aku saja yang mencandu

Valais, Hk 8/10/12/12:43 pm