Friday, 15 June 2012

Review bulan April 2012 : Blogger mereview postingan bulan April 2012.


Saya ingin mereview tulisan Bunda di judul : Potret Kartini Masa Kini : Penjual Nasi Uduk
Selasa, 24 April 2012


Perjuangan Sekecil Apa Pun Tidak Ada yang Sia-sia


Melihat potret ibu Jasim, aku sama seperti melihat diriku pada umur empat belas tahun. Karena keadaan ekonomi yang kurang beruntung, setiap pulang sekolah aku membantu bude Riwayati di rumah makan sederhanya. Bude Riwayati adalah tetangga rumahku dulu, saat kami belum pindah kontrakan. Naluri hatiku selalu merasakan ketentraman dan kenyamanan saat bersama beliau, beliaulah ibu kedua yang sering memberiku uang saku, memberi makan gratis kepadaku setiap hari.

Karena tidak mungkin bolak balik ke rumah aku memutuskan untuk tinggal bersama bude Riwayati. Beliau memiliki banyak anak, tapi sudah besar semua yang paling kecil selisih dua tahun denganku, kami saling menyayangi seperti saudara sendiri. Pukul lima pagi aku bangun membantu menyiapkan masakan, lalu memindah masakan ke warung. Bude Riwayati mewajibkan aku makan sebelum berangkat ke sekolah, kebaikan mana lagi yang aku pertanyakan, dan bakal aku balas. Entahlah… semoga Allah selalu melimpahkan kesehatan untuk bude Riwayati di kampung.


Bunda Sumiyati, aku baru mengenalnya hari ini saat melihat timeline link quis diblog sahabatku ila. Ila selalu memompa semangatku untuk mengikuti lomba-lomba diblog. Pilihanku jatuh kepada blog bunda Sumiyati. Seorang ibu, seorang pemilik pelukan ternyaman untuk anak-anaknya. Seorang bidadari syurga yang dikirim Allah untuk memberikan sayap kekuatan pada anak-anak dan orang yang beliau cintai. Umur bunda Sumiyati lebih muda dari ibu saya kelihatannya, tapi keduanya memiliki kasih sayang yang luar biasa untuk anak-anaknya . Tidak mau berdiam diri di rumah, keduanya mencari kesibukkan untuk bisa membantu meleburkan keringat, semangat, dan cintanya untuk bekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari agar dapur tetap mengepul.

Untukmu bunda-bunda di dunia yang berjuang demi kebahagiaan anak-anaknya izinkan aku menulis sajak rindu yang ingin kusematkan di hati dan jiwa kalian selamanya  :




Jika Tuhan memberiku kesempatan, 
Izinkan aku menua bersama raga dan nyawa ibunda
Jika Tuhan memberiku kesehatan,
Izinkan aku merawat ibunda hingga akhir hayatnya


Pada rindu yang kukirim lewat doa dalam sujudku
Untukmu ibunda yang bermil-mil jauhnya
Tiada pelukan yang paling nyaman selain di dadamu
Tiada ciuman yang bisa menentramkan selain ciuman dari bibirmu
Tiada penopang yang setangguh dan sekokoh bahu ibundaku


Jika Tuhan berkenan
Pertemukanlah kami dalam kehidupan yang sebenar-beanrnya kehidupan


*) Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Bolg Review dengan me- link http://sumiyati-raditcelluler.blogspot.hk/2012_06_01_archive.html

1 comment:

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat