Monday, 18 June 2012

KULTWIT dari Sefryana Khairil ‏#BeAWriter

  •  Selain pembuka cerita, yang menarik perhatian pembaca adalah klimaks dan ending.  
  •  Banyak yang ingin ending tidak terduga atau tidak biasa, namun akhirnya jadi dipaksakan.  
  •  Klimaks dan ending tentunya harus emotional, logical sense, tidak keluar dari plot.
  • Apa sih klimaks? Pencapaian dari plot yang kamu bangun. Untuk bisa mencapai, tentu perlu persiapan.
  • Pertama-tama, kamu harus tahu ending ceritamu. Mau happy ending, sad ending, tragi-comedy, atau comi-tragedy.
  • Sejak awal membuat plot, kamu sdh harus punya story goal atau point of the story.
  • Setiap novel punya konflik, nah konflik ini menimbulkan pertanyaan. Misalnya saja dalam .
  • Setelah bercerai karena perselingkuhan, lalu dua orang itu bertemu kembali, apa yang akan terjadi?
  • Apakah kedua orang itu akan bertengkar? Dan kalau mereka kembali, apa motivasinya?
  • ( 1) Saat membuat klimaks dan ending apa yang akan terjadi pada tokoh-tokohmu.
  •  Misalnya dua pasangan memutuskan kembali bersama, apa yang menyebabkannya.
  •  Misalnya di , si tokoh perempuan merenungi masa lalunya dan mencoba memaafkan. Berarti ini motivasi ke happy end.
  •  Berbeda dengan sad ending, tokoh akan cenderung bertahan dengan prinsip buruknya, mengorbankan pilihan baik. Cth Sweeney Todd.
  •  Tragi-Comedy si tokoh gagal mencapai kesuksesannya, tapi dia tahu itu ternyata membawa hal yang baik bagi dirinya.
  •  Contohnya novel Ritual Gunung Kemukus karya F. Rahardi. Tokohnya sadar dan tidak mau kembali ke Gunung Kemukus.
  •  Comi-Tragedy, di klimaks cerita berhasil mencapai kesuksesannya, yang harus dibayarnya dengan pengorbanan besar.
  •  Contohnya Romeo-Juliet yang mati untuk kembali bersama kekasihnya.
  •  (2) Membuat sesuatu yang emosional. Emosional dan dramatis tidak harus marah-marah. Coba deh lihat klimaks film The Vow.
  •  Paige blg "I hope one day I can love the way that you love me." Leo jwb "You figured it out once — you’ll do it again."
  •  Leo pergi saat itu, membiarkan Paige dengan keputusannya. Emosional, dramatis, tanpa harus marah-marah.
  •  (3) Jangan buat konflik baru. Konflikmu adl konflik yg km pecahkan dr awal. Jgn hadirkan konflik br yg bikin rumit.
  •  Jangan pecahkan masalah dengan membuat masalah baru. Sama saja dengan gali lobang, tutup lobang.
  •  (4) Jangan ubah sikap dan sifat tokohmu tiba-tiba. Misalnya orng yg kekeuh nggak setuju tiba-tiba setuju, hrs ada motivasinya.
  •  Sisakan rasa puas ketika pembacamu selesai membaca novelmu.
 Semoga bermanfaat kali ini. Selamat menulis.

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat