Tuesday, 1 May 2012

Tips Nulis dari Luna Torashyngu

Mata padahal ngantuk banget abis balik kerja, tapi masih pingin belajar membaca dan menulis, akhirnya untuk mencegah kantuk yang berkepanjangan saya browsing sejenak, main-main dengan sosial media : twitter. Dari main-main nemuin tips menulis dari kak Luna, mari bersama menelaah, cekibrot :

#1. Mendapat ide cerita yang bagus adalah bakat. Tapi menulis cerita yang bagus adalah hasil kerja keras

Menurut saya bener banget tuh kata kak Luna, mendapatkan ide cerita bisa dari mana aja, dari ngelamun, dari mimpi, dari patah hati dari hal apapun yang kamu lakuin, saya sering banget dapet ide nulis waktu lagi nyuci piring, ngelap kaca, bahkan waktu kena omelan bos besar. Dari ide tersebut bisa kita puter-puter biar menarik, mengaitkan kepingan cerita ingin kita bikin bagaimana nih ide yang segini ini. Menulis cerita yang bagus itu nggak tiba-tiba lahir dan nongol udah jadi, tapi dibutuhkan pemikiran yang kreatif, imajinasi yang tinggi, pun riset yang benar-benar bukan hanya sekedar googling saja. Misalnya kita ambil tema cerita pecandu narkoba, untuk dapet soul menulis yang bener-bener mateng, ada baiknya kita mencari sumber yang pernah mengalami sendiri kejadian tersebut.

#2. Jangan pernah menulis saat sedang banyak pikiran, bad mood atau stress karena kemampuan menulis nggak akan 100 % keluar

Ini nih yang bikin menulis terhambat. Waktu saya sedang patah hati, saya tidak bisa menghasilkan karya apapun, menulis yang ringan-ringan aja berat banget, mungkin dampak pikiran yang lagi kacau. Ada juga yang lagi stress dengan aktivitasnya ia malah bisa menulis dengan lancar. Emosi-emosi yang ingin dilontarkan tertuang dalam tulisan tersebut, so bagaimana dengan kamu?

#3. Seorang penulis tidak bisa menulis cerita yang happy kalo perasaannya lagi sedih, tapi bisa menulis cerita sedih saat perasaannya sedang happy

Kalau saya sendiri fleksibel sih, tergantung bagian ceritanya mau dibikin pas lagi galau, sedih, senang. Kayak kita lagi denger musik, pas dapet lagu seneng perasaan yang sedih ikut kehibur, pas dapet lagu galau tiba-tiba kita ikutan mellow juga. Tergantung pribadi masing-masing menempatkan perasaannya.

#4. Saat mulai menulis, lupakan semua teori, format, dan tata bahasa. Tulislah apa yang sedang ada dalam perasaanmu saat ini. 

Menulis adalah pembebasan, bebas tidak terkekang dengan aturan. Nulis ya nulis aja, nulis ga perlu mikir, bebas... lepas... sesuka hati. Abaikan segala format, teori, ataupun tata bahasa, mereka adalah pelengkap isi rumah. Ibaratnya menulis itu adalah rumah, yang penting kita bisa berteduh dari panasnya matahari, dinginnya hujan, dahsyatnya badai di luar. Sedang furniture di dalamnya adalah pelengkap (tata bahasa, teori, dan format)

#5. Untuk penulis pemula, jangan merasa cepat rendah diri/ inferior. Ingat bahwa semua tulisan hebat/senior adalah awalnya adalah penulis pemula

Ini banyak kejadian yang pernah curhat ke saya. Teman-teman saya nggak pede, minder dengan penulis senior. Jujur saya pun seperti itu, tapi kalo kita rendah diri dengan karya sendiri nggak akan ada yang ngehargain dong karya kita. Dimulai dari kita mencintai karya sendiri, baru orang di luar sana juga akan yakin. Sidik jari tiap manusia itu nggak ada yang sama, begitu juga cara menulis tiap orang itu berbeda, masing-masing mempunyai ciri khas sendiri. Dan kita harus bangga untuk mempertahankannya, jangan pernah rendah diri ok!


#6. Sebaliknya  jangan cepat merasa superior/berpuas diri, karena diatas langit masih ada langit

Belajarlah terus menerus, jadikan kritik, ujian, saran, masukkan sebagai bekal menjadi lebih baik. Jangan merasa besar kepala dengan pujian tulisan kita, karena sifat yang seperti itu nggak disukai Tuhan. Ada hubungannya nggak sih sama yang diatas :D pokoknya jadilah penulis yang mau berbagi, bermanfaat dengan ilmu yang di punya.

Semoga bermanfaat ya temans.



Kwu Tung Road, 1Mei 2012



1 comment:

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat