Thursday, 24 May 2012

Majalah Bhinneka kembali mengundang anda untuk mengirim puisi, cerpen, kolom atau artikel. Untuk edisi selanjutnya:

Majalah Bhinneka kembali mengundang anda untuk mengirim puisi, cerpen, kolom atau artikel. Untuk edisi selanjutnya:

- Tema: Gender - apakah itu?

Kata gender atau juga dikenal dengan jender mungkin hal yang baru di Indonesia. Seringkali masyarakat menyamakannya dengan jenis kelamin. Apakah hal ini tepat? Bagaimana masyarakat memaknainya? Apa hubungannya dengan seksualitas, persepsi terhadap perempuan serta LGBT?


- Panjang artikel 300 - 2000 kata (1 - 8 halaman).


- Artikel yang dimuat akan diberi honor. Tulisan di bawah 400 kata, tidak akan menerima honor.


- Dikirim ke majalah@lembagabhinneka.org dengan subyek "Artikel Bhinneka" atau "Puisi/cerpen Bhinneka" sebelum 14 Juni 2012.


- Artikel ditulis dengan font Palatino Lynotipe 11, judul Palatino Linotype 20 & 1.5 spasi.


- Majalah Bhinneka juga menerima cerpen dan puisi dengan tema bebas.


- Sertakan riwayat singkat penulis (max 25 kata).

Cc: Soe Tjen Marching

Saturday, 19 May 2012

SAY NO TO Lomba Menulis Berbayar

Wajib baca nih bagi yang demen nulis :D


Thursday, 17 May 2012

True Story : Lungsuran Sepatu

Lungsuran Sepatu
By : Nyi Penengah Dewanti


    Aku memejamkan mataku, dan tahun-tahun itu mulai bergerak merasuki ingatanku. Perlahan, berputar, berkunjung ke masa lalu. Layaknya jarum jam berputar ke arah berlawanan. Kadang adakalanya aku ber harap semua kesedihan yang terjadi di sana ditiadakan. Tapi sebagian perasaanku berkata, kalau aku melakukannya, hal-hal yang membahagiakan juga ikut sirna. Semakin bertambahnya usiaku, aku semakin menyadari setiap petak kenangan yang terjadi memiliki arti tersendiri, membawakan bekal di masa datang, aku mulai banyak bersyukur atas sebab akibat pusaran waktu yang pernah kugayuh.

    Bila lebaran tiba, anak-anak kakek buyutku yang tinggal di kota berdatangan sowan ke kampung. Mereka selalu membawa ritual berbox-box lungsuran. Ada baju, sepatu, mainan, dan amplop berisikan uang ribuan. Semua mendapatkan jatah rata, aku paling senang mendapatkan sepatu. Sejak TK, ibu membiasakan aku untuk hidup sederhana. Tidak membeli barang yang sudah tersedia. Yang layak pakai untuk beberapa tahun mendatang. Seperti lungsuran sepatu itu. Aku harus menanti pintalan tahun berganti jika tak ada lungsuran sepatu yang dibagi.

    Aku harus merelakan ujung sepatuku menganga, menghirup udara dunia. Jika musim hujan tiba. Kaki dan sepatuku bekerjasama dengan baik, lekas memburu waktu agar tangis langit tak menjatuhkan derainya pada lubang-lubang yang menyembul pada kulit luar dan dalam sepatuku. Dan kalau sudah kepalang basah, terjebak di tengah derasnya, kecipak riak air itu akan merembes masuk hingga kaos kakiku. Dingin. Sesampainya di rumah setelah kulepas kaos kakiku, telapak kakiku mengembang, membuat pori-pori kulit kakikku seperti parit.

    Hal yang paling membuatku malu adalah ketika guru menyuruhku maju ke depan. Mengerjakan soal lalu semua mata memandang ke arahku. Dari ujung kaki hingga rambut mengawasi penampilanku. Tapi aku selalu ingat kata-kata ibu, “Sekolah bukan untuk pamer barang mewah, sekolah untuk menelaah ilmu yang belum kita tahu. Kenapa harus malu Nak? Buat teman yang mengejekmu bungkam dengan prestasimu.”

    Dan kata-kata ibu selalu menjadi mantra bagiku, ketika aku nyaris hilang percaya diri. Aku menghajar mereka dengan nilai, bukan dengan umpatan balik atau caci maki. Lungsuran sepatu masih menjadi tradisi di keluarga kami hingga kini. (*)

17/5/2012/6:43pm
Valais – Sheung Shui– Hongkong



   

Friday, 4 May 2012

Grab it @Gramedia My Antology and My True Story [ Gado-Gado Poligami]


Hidup tak selamanya indah. Seorang kawan, tiba-tiba mendapati suami terkasih membagi cinta. Perempuan lain telah menggoda. Kawanku itu, hatinya hancur bukan buatan. Lalu, sebuah buku kusodorkan. Setelah dibacanya, ia berterimakasih sangat k...epadaku. Buku ini memberi begitu banyak hikmah, katanya.

Tidak hanya kawan yang bersedih itu, kawan lain pun mengungkapkan terimakasih yang sama. Meski keluarganya rukun-rukun saja dgn satu suami, namun membaca buku ini memberi kesadaran yg dalam ttg lika-liku berumah tangga, katanya.

Dan.. inilah buku itu. Buku dengan taburan hikmah di dalamnya.
Judul : Gado-Gado Poligami
Penulis: Leyla Hana, Linda Nurhayati, Dkk
Penerbit: Quanta, Elex Media.
Harga: Rp 44.800

Sudah dapat ditemukan di seluruh toko buku di Indonesia.

Tuesday, 1 May 2012

Seneng Plus Lemes Jadi Satu

Dear Tanggal Satu Mei...
Selamat hari buruh sedunia temans

Hari ini lemes banget, nggak tau kenapa, apa gara-gara semalam saya tidur pukul setengah empat pagi ya? kebiasaan insomnia dari jaman dahulu kala sampe sekarang masih kebawa aja :( tapi aku menikmatinya :D
Tenaga kayak ilang entah kemana, melayang terbang mungkin ada yang nyulik #nggak mungkin banget :p
Mulai Mei ini saya bakalan rajin ngeblog, mungkin bosen dengan facebook dan twitter hahahha...
Kalo dipikir curhat sama dunia blog apa sih untungnya? untung yang paling simpel banget adalah gondok yang bercokol di sini (tunjuk dada dalemnya ati :p ) sedikit terangkat dengan menuangkan segala yang tertanem ke permukaan.

Dan Hari ini kabar senengnya, audisi lomba yang saya ikutin bukunya sudah terbit, hureeeey....
nggak cuman atu, tapi dua, sesuatu banget dech, sampe lupa lemes kan... nah tuh :p


Antologi ini bercerita tentang kota-kota di Semarang dan kenangan apa yang pernah tersemat di sana, asli unyu banget covernya, love this :*


Coming soon!
Antologi ke 49 ♥ Alhamdulillah
"CERITA SEMARANG"

Daftar kontributor:
POJOK RESTO - @umihasfa
LELAKI PENYIMPAN RINDU -@AA_Muizz
Ingat, ini perjalanan kita… -@dnya2s
Akhir Cerita Cinta - @dianHpratiwi
BULAN BERSEMI DI SENJA SOBOKARTI - @fadhiilnugroho
Indra Prasta - @iyon_guguk
Hunting - @Vanezzs
Surat Wasiat Ling - @bertysinaulan
MUSEUM RONGGOWARSITO -@AmeliaKartikaW
SENJA - @fannyniez
Sekerat Hasrat di Gedung Songo - @NyiPede
Di sini kita menikah, ya? - @dzdiazz
Senja itu… - @Roekma
A Journey - @yulfayuppi
Semarang...I'm In Love. - @Ikaiueo
Inilah Perjuangan - @hertantyo_dk
Semalam di Kota Lama - @Vaglin
DI TERMINAL KEDATANGAN - @umihasfa
NANING - @WindOei



Sebuah antologi tentang Tegal...
Antologi ke 48 ♥ Alhamdulillah
Judul : Stories of Laka - Laka
Penulis : HW Prakoso lan Jakwir
Tebal : vi + 130 hlm.
Penerbit : deKa Publishing [NulisBuku.com]
Desain Cover : Wirasatriaji

Sinopsis :
Arike manyun. Aku tersenyum busuk. Aku yakin, gadis ini sebenarnya tidak marah. Namun sebaliknya, ia sedang memintaku untuk menggodanya lebih tajam lagi. Setajam silet? Ya, mungkin. Kereta pun bergerak, tak putus-putus kupandangi hamparan sawah yang seolah-olah berjalan meninggalkan kami yang duduk di dalam kereta….

Bagaimanakah kisah selanjutnya? Temukan jawabannya bersama kumpulan, dan kisah lainnya, hanya di buku Stories of Laka-Laka

Para Penulis : Abdullah Kholil, Anggita Asakura, Bintunnajah Al-Muhaddis, Boneka Lilin, Bondan Al-Bagasiy, Eda Amny, Fanny YS, HW Prakoso, Ila Rizky Nidiana, Kang Amroelz, Mifta Resti, Nenny Makmun, Nur Aliah Saparida, Nyi Penengah Dewanti, Pujangga Biasa, Rosa Butar Butar, Runy Ginevla, Suyatna Erpas, Sariak Layung, Wahyu Wibowo, Wirasatriaji.

*) Kalo ada yang minat pesen :D bisa langsung ke web Nulisbuku.com

Have a nice day!

Tips Nulis dari Luna Torashyngu

Mata padahal ngantuk banget abis balik kerja, tapi masih pingin belajar membaca dan menulis, akhirnya untuk mencegah kantuk yang berkepanjangan saya browsing sejenak, main-main dengan sosial media : twitter. Dari main-main nemuin tips menulis dari kak Luna, mari bersama menelaah, cekibrot :

#1. Mendapat ide cerita yang bagus adalah bakat. Tapi menulis cerita yang bagus adalah hasil kerja keras

Menurut saya bener banget tuh kata kak Luna, mendapatkan ide cerita bisa dari mana aja, dari ngelamun, dari mimpi, dari patah hati dari hal apapun yang kamu lakuin, saya sering banget dapet ide nulis waktu lagi nyuci piring, ngelap kaca, bahkan waktu kena omelan bos besar. Dari ide tersebut bisa kita puter-puter biar menarik, mengaitkan kepingan cerita ingin kita bikin bagaimana nih ide yang segini ini. Menulis cerita yang bagus itu nggak tiba-tiba lahir dan nongol udah jadi, tapi dibutuhkan pemikiran yang kreatif, imajinasi yang tinggi, pun riset yang benar-benar bukan hanya sekedar googling saja. Misalnya kita ambil tema cerita pecandu narkoba, untuk dapet soul menulis yang bener-bener mateng, ada baiknya kita mencari sumber yang pernah mengalami sendiri kejadian tersebut.

#2. Jangan pernah menulis saat sedang banyak pikiran, bad mood atau stress karena kemampuan menulis nggak akan 100 % keluar

Ini nih yang bikin menulis terhambat. Waktu saya sedang patah hati, saya tidak bisa menghasilkan karya apapun, menulis yang ringan-ringan aja berat banget, mungkin dampak pikiran yang lagi kacau. Ada juga yang lagi stress dengan aktivitasnya ia malah bisa menulis dengan lancar. Emosi-emosi yang ingin dilontarkan tertuang dalam tulisan tersebut, so bagaimana dengan kamu?

#3. Seorang penulis tidak bisa menulis cerita yang happy kalo perasaannya lagi sedih, tapi bisa menulis cerita sedih saat perasaannya sedang happy

Kalau saya sendiri fleksibel sih, tergantung bagian ceritanya mau dibikin pas lagi galau, sedih, senang. Kayak kita lagi denger musik, pas dapet lagu seneng perasaan yang sedih ikut kehibur, pas dapet lagu galau tiba-tiba kita ikutan mellow juga. Tergantung pribadi masing-masing menempatkan perasaannya.

#4. Saat mulai menulis, lupakan semua teori, format, dan tata bahasa. Tulislah apa yang sedang ada dalam perasaanmu saat ini. 

Menulis adalah pembebasan, bebas tidak terkekang dengan aturan. Nulis ya nulis aja, nulis ga perlu mikir, bebas... lepas... sesuka hati. Abaikan segala format, teori, ataupun tata bahasa, mereka adalah pelengkap isi rumah. Ibaratnya menulis itu adalah rumah, yang penting kita bisa berteduh dari panasnya matahari, dinginnya hujan, dahsyatnya badai di luar. Sedang furniture di dalamnya adalah pelengkap (tata bahasa, teori, dan format)

#5. Untuk penulis pemula, jangan merasa cepat rendah diri/ inferior. Ingat bahwa semua tulisan hebat/senior adalah awalnya adalah penulis pemula

Ini banyak kejadian yang pernah curhat ke saya. Teman-teman saya nggak pede, minder dengan penulis senior. Jujur saya pun seperti itu, tapi kalo kita rendah diri dengan karya sendiri nggak akan ada yang ngehargain dong karya kita. Dimulai dari kita mencintai karya sendiri, baru orang di luar sana juga akan yakin. Sidik jari tiap manusia itu nggak ada yang sama, begitu juga cara menulis tiap orang itu berbeda, masing-masing mempunyai ciri khas sendiri. Dan kita harus bangga untuk mempertahankannya, jangan pernah rendah diri ok!


#6. Sebaliknya  jangan cepat merasa superior/berpuas diri, karena diatas langit masih ada langit

Belajarlah terus menerus, jadikan kritik, ujian, saran, masukkan sebagai bekal menjadi lebih baik. Jangan merasa besar kepala dengan pujian tulisan kita, karena sifat yang seperti itu nggak disukai Tuhan. Ada hubungannya nggak sih sama yang diatas :D pokoknya jadilah penulis yang mau berbagi, bermanfaat dengan ilmu yang di punya.

Semoga bermanfaat ya temans.



Kwu Tung Road, 1Mei 2012